author-banner
Thato Kent
Thato Kent
Author

Romans de Thato Kent

Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda

Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda

"Nyo--nyonya... Anda yakin mau aku yang melakukannya?!" "Sudah lakukan saja! Aku sudah... uh, aku sudah tidak tahan Bara..." Bagaimana jika sopir sepertimu ternyata sudah diincar sejak lama oleh istri majikanmu sendiri, untuk dijadikan "pelampiasannya"? Pada siang hari, aku harus menemani majikanku yang cantik dan menggoda. Begitu juga saat malam tiba. Bedanya, siang di mobil, malam di kamarnya...
Lire
Chapter: 174
"Semuanya sudah siap? Kapan mereka ngerjain semua ini?" Aku menggumam tak percaya, sekaligus takjub dengan pemandangan yang sebelumnya telah terpikirkan sama sekali.Pak Ridwan dan Pak Kamarudin memang tidak asal bicara!Sebagaimana yang beliau berdua katakan padaku tadi malam, bahwa semuanya akan diurus oleh mereka, maka detik ini, semua itu kini terpampang nyata di depan mata!Tenda yang diperuntukkan para pelayat, sekarang sudah hampir 100% siap. Kursi-kursi plastik pula, tampak mulai diturunkan dari dua buah pick up. Pelayat yang hadir pula, baik laki-laki maupun perempuan, jumlahnya lumayan banyak. Untuk yang terlihat sekarang ini saja, aku perkirakan kurang lebih seratusan orang, "Hah... terima kasih Tuhan, Engkau memang Maha Bijaksana, paham betul dengan apa yang dibutuhkan hamba-hamba-Mu." Aku bergumam lagi, sungguh merasa sangat bersyukur dengan 'keajaiban' yang ada.Walau bagaimanapun juga, apa yang terjadi pada jenazah Mariana hari ini, sangat bertolak belakang dengan ap
Dernière mise à jour: 2026-04-24
Chapter: 173
"Serius kamu tidak tahu siapa aku?"Wanita ini kembali bertanya sambil menjatuhkan sedikit keningnya. Tak sedikitpun terlihat ada nuansa canggung pada keseluruhan dia. Bahkan ketika tanpa sengaja kubalas menatap lekat wajahnya, dia tetap setungkai bumi. Hingga cukup waktu, tapi tak menemukan apa yang kucari di sana, mau tidak mau aku yang memalingkan sedikit wajah. Siapa sebenarnya pemilik tatapan tajam ini? Kenapa dia merasa aku mengenalnya?"Kenapa? Apakah kamu benar-benar tidak ingat siapa aku?" tambahnya, ekspresi masih bersikukuh seperti itu."Maaf Nona, apakah kamu merasa kita pernah saling kenal sebelum ini?" sahutku tak bersemangat, serius tidak mengenalnya sama sekali. "Begitukah? Atau, apakah Mariana belum pernah cerita tentang aku?"Aku menghela napas dalam-dalam, hingga tanpa sadar meremang, sejenak. Dalam hatiku, ampun ya wanita ini, kenapa kesannya dia seperti sengaja menguji kejujuranku?Buruknya lagi, meskipun tak suka diperlakukan seperti ini, aku tidak mungkin ber
Dernière mise à jour: 2026-04-24
Chapter: 172
"Bagaimana anak-anak, pisang gorengnya enak, tidak? Enak dong..."Rafni yang menimpali, "Ini namanya sanggar, Om, bukan pisang goreng."Tak ada nilai humornya sama sekali, tapi tak lantas itu membuatku tidak tersenyum. Bahkan, seharusnya aku mencandai dia lagi, memang ada bedanya? Tapi selain waktunya yang memang tidak tepat, humor apa yang kita harapkan dari anak-anak yang bahkan boleh dikatakan belum diajari cara tersenyum dengan benar? Oleh karena itu, aku ikuti saja apa mau dia; "O... jadi ini namanya sanggar? Wah, aku baru tahu lho. M.. terus, sanggarnya enak, tidak?""Enak Om." Masih Rafni yang menimpali. Dia sambil menyeka wajah dengan menggunakan ujung kaosnya. "Enak sekali, tapi pedas sekali," imbuhnya.Kali ini nyaris pecah tawaku melihat ekspresi dia. Khususnya Rafni ini, sedari tadi diam-diam aku perhatikan. Jadi, mungkin saking laparnya, dia makan dengan sangat lahap sekali. Tapi kemudian, entah apa yang ada dalam pikirannya. Tadi itu tiba-tiba saja dia celup potongan
Dernière mise à jour: 2026-04-23
Chapter: 171
"Bara, tunggu, kamu mau ke mana, kenapa terlihat buru-buru sekali?"Spontan kuhentikan langkah. Dan, astaga! Benar, ada apa denganku?Saking kusutnya pikiran, aku sampai tidak ingat lagi kalau di beranda depan sini, ada Pak Ridwan yang mungkin sedari tadi menunggu untuk ditemani mengobrol.Barusan itu, kutinggalkan Aditia dan Rafni dengan sangat tergesa-gesa. Saat ini aku sudah melewati pintu rumah, dan hampir saja akan langsung ke jalan raya sana andai Pak Ridwan tidak memperdengarkan suaranya."Ini kamu kenapa? Maksudku, aku perhatikan dari tadi kamu kacau sekali ya? Kalau boleh tahu, masalah apa sebenarnya yang sedang mengacaukan pikiranmu? Cobalah berbagi, siapa tahu saja aku dapat membantu."Jelas saja aku sedang ada masalah. Khususnya di hadapan Pak Ridwan ini, sekarang aku baru ingat bahwa bukan lagi hanya satu, tapi dua masalah sekaligus."Iya Pak, Tapi sebenarnya ini tentang Mariana dan anak-anaknya.""Hm.. iya, aku juga memang sudah menduga itu."Pak Ridwan menanggapi aku de
Dernière mise à jour: 2026-04-23
Chapter: 170
"Innalilahi wa inna ilaihi raji'un..." desis Pak Kamarudin. "Kapan kejadiannya? Tadi pagi aku masih sempat ketemu dia, lho! Kami saling menyapa pula."Ada nuansa tak percaya pada keseluruhan pria lima puluhan yang berstatus sebagai Kepala Desa di desa ini."Baru, Pak," sahutku melewatkan ekspresi dia. "Kurang lebih satu jam yang lalu," imbuhku.Pria berkumis tebal ini tiba-tiba mengunci tatap. Aku balas tatapannya, tapi hanya sebentar, sekadar mencari tahu apa yang ada dalam isi pikirannya."Sudah dari satu jam yang lalu, tapi kamu baru melaporkannya? Kenapa?"Aku sudah menduga dia akan membicarakan ini, jadi aku tidak lagi harus memikirkannya terlebih dulu untuk mengatakan apa alasannya, kuceritakan saja bagaimana kejadiannya."Aku masih sempat cari kucing itu di belakang rumah, itu juga yang bikin aku sedikit terlambat datang melaporkannya, Pak." Sengaja menambahkan itu, dengan harapan, tidak ada celah bagi dia untuk mencurigai aku, sekiranya besok dia mendengar kabar yang berhubu
Dernière mise à jour: 2026-04-22
Chapter: 169
Selain mendengarnya dari pengakuan Mariana sendiri, bukan sekali dua aku menyaksikan secara langsung bagaimana kemurahan hati dan sifat dermawan Bu Saodah ini."Ya Tuhan Bu Saodah, aku benar-benar tidak percaya ini. Tahukah kamu kalau Mariana sangat menghormatimu? Saban waktu dia memuji kebaikan hatimu, Bu Saodah.""Tapi lihat apa yang kau lakukan padanya hari ini? Demi Tuhan, Bu Saodah, kau sudah sangat-sangat melampau batasanmu sebagai manusia!""Tidak perlu bawa-bawa nama Tuhan di hadapanku, Bara! Cepatlah menyingkir, aku tidak punya waktu untuk omong kosong kalian ini!" tukas wanita lima puluhan ini sengit.Dan, dia masih tanpa ada rasa berdosa sama sekali? Sebenarnya aku sedang berurusan dengan siapa, manusia atau iblis?Aku masih terdiam! Memikirkan bagaimana ketika kehabisan beras dan tidak punya uang yang cukup, di warung Bu Saodah inilah Mariana akan mengutang, lalu membayarnya dengan cara cicil, oh sungguh, ini sudah tidak ubahnya terjaga dari mimpi indah, yang mana mimpi h
Dernière mise à jour: 2026-04-22
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status