author-banner
Irama Senja
Irama Senja
Author

Novels by Irama Senja

Garis Dua Yang Yertunda

Garis Dua Yang Yertunda

Salma kenyang dihina tetangga dan dipaksa mertua agar mau dimadu karena belum punya anak. Di tengah tekanan itu, cinta Ferdi sang suami tak goyah akan apapun. Ferdi akan menunggu sampai waktu nya tiba. Jika tidak, biar lah mereka hidup berdua sampai akhir.
อ่าน
Chapter: Bab 13
Pria berseragam itu melangkah maju dua langkah, lalu mengeluarkan sebuah map jepit berwarna biru tua dan meletakkannya di atas meja, tepat di samping kotak kayu milik bude Rahmi. Sebuah kontras tajam terpampang jelas di sana, masa lalu yang penuh kejujuran berdampingan dengan masa kini yang terbelit kepalsuan.“Total tunggakan dan denda berjalan saat ini sudah melewati batas yang ditentukan, Pak.” lanjut pria berseragam itu. Ia mendorong map biru tua tersebut sedikit ke depan hingga tepat dihadapan Ferdi.Ferdi menatap dokumen itu, ia tahu persis apa arti cap merah di sudut berkas tersebut. Surat peringatan penyitaan aset. Dan surat itu tidak pernah datang tanpa konsekuensi besar.“Tunggu dulu,” sela Ferdi cepat. Suaranya berat dan terdengar bergetar samar. Jemarinya naik memijat pangkal hidung dengan gerakan kasar, sementara dahinya berkerut tajam.“Cicilan mana yang dimaksud? Ibu saya tidak punya utang apa pun pada pihak bank. Semua aset keluarga sudah dibereskan.”Senyum profesiona
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-21
Chapter: Bab 12
Jejak bazar amal masih tampak di halaman rumah yang belum sepenuhnya sepi. Suara tawa warga perlahan mereda, berganti ucapan terimakasih yang tulus. Salma berdiri sejenak di tengah halaman, membiarkan aroma nasi hangat itu menenangkan hatinya. Untuk pertama kalinya sejak pagi, ia merasa langkah yang diambilnya tidak salah.Salma melangkah masuk ke dalam rumah. Arkana sudah terlelap di dalam boks bayi nya, tak terusik oleh sisa-sisa ketegangan yang masih menggantung di udara. Di ruang tamu, Bu Mayang duduk dengan kaku, memperhatikan Salma dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara amarah yang tertahan dan rasa malu yang mendalam.“Kau merasa sudah menang, Salma?” suara Ibu Mayang memecah kesunyian, dingin dan tajam.Salma menoleh, sorot matanya tenang. “Aku tidak sedang bersaing dengan Ibu. Aku hanya ingin melakukan yang menurutku benar untuk Arkana.” “Benar untukmu atau sengaja ingin melawan?” suara itu terdengar lebih berat dari sebelumnya.Salma terdiam sejenak, sebelum m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-05
Chapter: Bab 11
Tiga hari berlalu sejak Bu Mayang meninggalkan rumah dengan penuh amarah. Sekilas, suasana di rumah mulai kembali tenang seperti biasa. Namun bagi Salma, ketenangan itu terasa rapuh, seolah hanya jeda sementara sebelum masalah lain kembali muncul.Trang Trang Salma yang sedang menyusui Arkana langsung tersentak ketika suara gaduh terdengar dari depan rumah. Saat melirik keluar jendela, ia membeku melihat sebuah truk besar terparkir dan beberapa pekerja mulai menurunkan perlengkapan tenda.“Mas, Mas Ferdi!” panggil Salma panik. “Ada orang pasang tenda di depan rumah!”Ferdi yang baru keluar dari ruang kerja langsung bergegas keluar. “Maaf, Pak” ucapnya cepat mendekati salah satu pekerja. “Sepertinya ini salah alamat. Kami tidak memesan tenda.”Mendengar penolakan itu, pria paruh baya tersebut langsung membuka map plastik yang sejak tadi di jepit di bawah lengannya. Dengan cepat, ia memperlihatkan yang sudah distempel.“Tidak salah, Pak. Alamatnya sudah sesuai,” jelas nya hati-hati. “P
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-02
Chapter: Bab 10
Salma baru saja selesai berjemur bersama Arkana di pagi hari. Setelah itu, ia memandikan putranya dengan hati-hati, memastikan tubuh kecil itu bersih dan nyaman sebelum akhirnya menidurkannya. Setelah memastikan Arkana benar-benar aman dan tertidur nyenyak di kamarnya, Salma menarik napas pelan. Hari itu terasa sedikit lebih tenang dari biasanya, apalagi Ferdi sedang libur kerja dan bisa berada di rumah sejak siang.Keduanya duduk di ruang makan untuk menikmati makan siang bersama. Suasana terasa hangat dan sederhana, hanya diisi suara pelan peralatan makan serta obrolan ringan antara Salma dan Ferdi yang sesekali bertukar pandang.Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.Terdengar suara pintu depan terbuka. Langkah kaki masuk perlahan, memecah ketenangan rumah yang sebelum nya damai.Dari arah ruang makan, Bu Mayang dan Rani terlihat memasuki rumah. Keduanya berjalan masuk begitu saja.Rani menoleh ke meja makan dan tersenyum tipis. “Wah, kebetulan sekali kita datang pas jam ma
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-01
Chapter: Bab 09
Bab 09Kepulangan Salma ke rumah dengan bayi kecil dipelukannya seharusnya menjadi awal yang menenangkan. Setelah berhari-hari berada di rumah sakit, ia hanya ingin beristirahat sambil menikmati kehadiran Arkana Pratama di sisinya.Namun, baru saja pintu rumah terbuka, Salma langsung menyadari bahwa ketenangan yang ia dambakan rupanya belum benar-benar menunggu nya di rumah itu. Perhatian Salma tertuju pada keluarga besar Ferdi, orang-orang yang kini tersenyum padanya seolah setahun lalu tidak pernah ada pertengkaran menyakitkan diantara mereka.Salma berdiri beberapa detik diambang pintu sambil memeluk Arkana lebih erat. Senyum-senyum yang diberikan padanya terasa asing, bahkan sebagian tampak terlalu manis untuk dipercaya.“Salma sudah pulang?” sapa salah satu bibinya dengan nada hangat yang terdengar dipaksakan.“Ya ampun, cucunya ganteng sekali,” ujar yang lain antusias.Salma menunduk menatap putranya sesaat. Hatinya aneh, bukan bahagia melainkan waspada. Ia masih terlalu ingat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-30
Chapter: Bab 08
Sembilan bulan bukan sekedar angka bagi Salma, karena dibalik itu ada perjalanan panjang yang penuh luka, harapan dan pengorbanan. Kini, perutnya membuncit sempurna, menghadirkan rasa lelah yang terus menemaninya setiap hari. Napas nya bahkan mulai terasa berat hanya untuk berdiri terlalu lama. Namun, semua itu masih belum seberapa dibanding beban hati yang ia pendam sendirian dari komentar sinis yang dulu sering menyusup ke telinganya. Seolah setiap ucapan itu tak pernah benar-benar hilang. Malam itu, butiran hujan jatuh begitu deras di atas atap, menutupi suara-suara lain di sekeliling rumah. Di dalam kamar, Ferdi dengan sabar mengusap minyak zaitun di punggung Salma yang mulai sering terasa nyeri. Tindakan sederhana itu menjadi bentuk perhatian yang selalu ia jaga beberapa bulan terakhir. “Mas….nggak capek tiap malam begini?” tanya Salma pelan sambil memejamkan mata saat tangan Ferdi mengusap punggungnya. Ferdi tersenyum kecil. “Kalau buat kamu sama bayi kita, capeknya nggak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-28
บางทีคุณอาจจะชอบ
Bukan Suami Pilihanku
Bukan Suami Pilihanku
Rumah Tangga · Rish Alra
1.6K views
Cinta Beralaskan Kontrak
Cinta Beralaskan Kontrak
Rumah Tangga · Shadow Prince
1.6K views
Mas, Ayo Bercerai!
Mas, Ayo Bercerai!
Rumah Tangga · Imamah Nur
1.6K views
Bukan Pernikahan impian
Bukan Pernikahan impian
Rumah Tangga · Catatan_Sajak
1.6K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status