author-banner
Irama Senja
Irama Senja
Author

Novels by Irama Senja

Garis Dua Yang Yertunda

Garis Dua Yang Yertunda

Salma kenyang dihina tetangga dan dipaksa mertua agar mau dimadu karena belum punya anak. Di tengah tekanan itu, cinta Ferdi sang suami tak goyah akan apapun. Ferdi akan menunggu sampai waktu nya tiba. Jika tidak, biar lah mereka hidup berdua sampai akhir.
Read
Chapter: Bab 08
Sembilan bulan bukan sekedar angka bagi Salma, karena dibalik itu ada perjalanan panjang yang penuh luka, harapan dan pengorbanan. Kini, perutnya membuncit sempurna, menghadirkan rasa lelah yang terus menemaninya setiap hari. Napas nya bahkan mulai terasa berat hanya untuk berdiri terlalu lama. Namun, semua itu masih belum seberapa dibanding beban hati yang ia pendam sendirian dari komentar sinis yang dulu sering menyusup ke telinganya. Seolah setiap ucapan itu tak pernah benar-benar hilang.Malam itu, butiran hujan jatuh begitu deras di atas atap, menutupi suara-suara lain di sekeliling rumah. Di dalam kamar, Ferdi dengan sabar mengusap minyak zaitun di punggung Salma yang mulai sering terasa nyeri. Tindakan sederhana itu menjadi bentuk perhatian yang selalu ia jaga beberapa bulan terakhir. “Mas….nggak capek tiap malam begini?” tanya Salma pelan sambil memejamkan mata saat tangan Ferdi mengusap punggungnya.Ferdi tersenyum kecil. “Kalau buat kamu sama bayi kita, capeknya nggak beras
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 07
Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Salma menjalani hari-hari dengan penuh kehati-hatian. Selama masa kehamilan Salma selalu di dalam rumah. Ferdi sengaja memesan kebutuhan dapur via online. Ia tak ingin Salma kecapean, sekaligus menghindari Bu Lastri dan teman-temannya yang menjadi pusat gosip.Sore harinya, Salma menerima paket yang bukan miliknya. Saat membaca nama penerima yang tertera, ternyata paket itu milik Bu Lastri. Sayangnya, tak ada lagi sosok kurir di depan rumahnya. Tak ingin gegabah. Salma pun menunggu Ferdi pulang.“Lebih baik, paket ini diantar Mas Ferdi saja nanti.”Namun, belum sempat Salma melangkah ke dalam rumah. Terdengar suara Bu Lastri di depan pagar.“Seperti nya paket saya terkirim ke sini ya, Jeng?” ucap Bu Lastri dengan sedikit berteriak.“Iya Bu. Ini paketnya.” Salma menyodorkan paket itu. Berusaha biasa saja. Namun, ada kegelisahan dalam dirinya. Takut, Bu Lastri menyadari sesuatu dari perutnya.Dengan sigap, Bu Lastri meraih paket itu dari tangan S
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Bab 06
Salma mengurai pelukan Ferdi. Ia mengusap tangisan di sudut matanya.“Mas…Kita harus ke dokter.” Ujar Salma lirih. “Iya Sayang. Sekarang juga, kita akan ke rumah sakit. Tapi, jangan bilang pada siapa pun akan hal ini. Untuk sementara, kita berdua saja yang tahu. Mas hanya ingin menjaga.” Salma mengangguk. Ia paham maksud suaminya. Kehamilan awal yang masih rentan, akan sangat berbahaya jika tidak dijaga. Apalagi, tinggal di lingkungan yang dipenuhi penabur bisik-bisik, akan sangat mempengaruhi kehamilan nya.Selama perjalanan menuju rumah sakit, Ferdi mengemudi dengan sangat hati-hati, seolah setiap guncangan dapat membahayakan apa yang ada di rahim istrinya. Begitupun Salma, tangannya terus mengelus perutnya, seolah tak ingin beranjak sedikitpun.Sesampainya di Rumah Sakit, mereka langsung ke ruang tunggu spesialis kandungan. Di sana, Salma menggenggam erat tangan Ferdi. Ada rasa senang berbalut takut yang ia rasakan. Senang, jika tes itu benar. Takut, jika hasil itu hanya ilusi se
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 05
Sore itu, Salma tidak menangis lagi. Sudah cukup, ia tak mau susah payah memikirkan apa yang Mbak Rani katakan. Ia bangkit, membersihkan rumah dengan teliti. Salma tak ingin membiarkan setitik debu pun menempel. Tak lupa, ia memasakkan makanan kesukaan Ferdi; tumis kangkung , tempe goreng dan ayam goreng. Entah kenapa ada semacam tekad yang lahir dari rasa sakitnya. Jika orang luar mencoba untuk menghancurkan, maka ia akan memperkuat apa yang ada di dalam.Ditengah kesibukan Salma menyiapkan makanan di meja, Ferdi pulang, wajahnya terlihat lelah, namun lelah itu seketika terganti dengan senyum hangat saat melihat istrinya. Tak ada mata sembab, maupun raut muka yang menampakkan kesedihan. Terlihat seperti biasa, tenang dan penuh kehangatan. Rasanya sudah lama sekali, ia tak melihat istrinya seperti itu.“Mbak Rani kesini?” tanya Ferdi setelah cuci tangan.Salma terkejut. “Mas tahu dari mana ?” “Siapa lagi kalau bukan Bu Lastri. Dia mengirimkan video Mbak Rani teriak-teriak di grup wh
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 04
Malam itu, Ferdi pulang dan mendapati keadaan rumah gelap gulita. Hanya ada cahaya kecil yang menyala di ruang tengah. Ia menemukan Salma disana, menatap layar laptop yang menampilkan nama-nama panti asuhan.Ferdi duduk disamping Salma dan meletakkan tasnya di meja. Ia mengamati wajah istrinya yang agak sembab. “Ibu datang lagi?”Salma hanya mengangguk pelan dengan pandangan yang tak beralih dari layar.“Ibu benar Mas. Aku tidak boleh egois. Mungkin dengan mengadopsi anak itu bisa menjadi jalan tengah, agar ibu berhenti menuntutmu untuk menikah lagi.”Ferdi mengambil laptop dari pangkuan Salma. Menutup halaman dan mematikan nya. Ia meraih kedua tangan Salma dan mencium nya lama.“Sayang, adopsi adalah perbuatan yang mulia, mungkin suatu saat nanti. Tapi tidak untuk sekarang. Itu bukan jalan yang terbaik untuk saat ini, bahkan jika ibu memaksa, Mas tidak akan melakukan nya.” Ujar Ferdi dengan tenang.“Jika kita mengadopsi anak karena ketakutanmu pada ibu, rasanya tidak adil untuk anak
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 03
Kicauan burung yang hinggap di ranting pohon, dan aroma kopi yang khas menguar menambah kesan indah di pagi ini. Salma tak henti-hentinya melihat keprotektifan Ferdi setelah insiden jamu kemarin. Ia benar-benar menjadi garda terdepan bagi orang yang mencoba menyerang Salma. “Jangan pernah angkat, atau balas pesan dari keluarga ku kalau hal itu menyangkut tentang anak. Mereka tak berhak ikut campur lagi.”Ferdi bahkan tahu media sosial dan grup pesan singkat sejahat itu. Dari subuh tadi ia tak henti-hentinya mengingatkan untuk tak pernah menelan apa yang orang lain katakan. Satu katapun, demi kesehatan mental nya.Setelah mengantar kepergian suami ke kantor. Salma segera mengerjakan pekerjaan rumah. Pukul sembilan pagi, Salma ke ruang tengah, ingin memfokuskan diri menulis novel. Menulis adalah hobi Salma dari sejak SMA. Ia merasa jika menulis adalah satu-satunya cara agar ia bisa meluapkan semua yang ia rasakan. Ia bebas menentukan takdir atas dirinya sendiri. Tanpa harus mendengar
Last Updated: 2026-04-11
You may also like
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA
Rumah Tangga · Maulina Fikriyah
397.6K views
PELAN PELAN SAYANG
PELAN PELAN SAYANG
Rumah Tangga · Dara Tresna Anjasmara
395.7K views
GAIRAH YANG TERTAHAN
GAIRAH YANG TERTAHAN
Rumah Tangga · Pritca Ruby
380.5K views
Atasanku, Suami Keduaku
Atasanku, Suami Keduaku
Rumah Tangga · juskelapa
349.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status