INICIAR SESIÓNNayara Ishvara terpaksa menikah dengan pria yang menabrak ayahnya hingga tewas. Alih-alih karena tanggung jawab, Devanka Aryasatya menikahinya karena tidak ingin kehilangan posisinya sebagai ahli waris. Pernikahan itu tak ubahnya penjara tanpa cinta. Devanka tetap berhubungan dengan kekasihnya, seolah Nayara tidak ada. Hingga suatu malam, Devanka mabuk dan merenggut kehormatan istrinya dengan paksa. Bukannya menyesal, Devanka justru menuduh Nayara sengaja menjebaknya. Tak tahan, Nayara memutuskan pergi membawa nyawa kecil yang tak diinginkan sang suami. Devanka tidak terima dan berusaha membawanya kembali! Akankah Nayara kembali pada suaminya? Atau lebih memilih pria lain yang menawarkannya cinta?
Ver másNayara keluar dengan piyama satin bersih setengah jam kemudian, aroma minyak telon dan susu bayi langsung menguar menyambutnya. Di dalam kamar sebelah, tampak Dian dan Seno ternyata sudah berada di sana, lebih dulu bangun subuh ini demi melihat cucu-cucu mereka. Seno, sedang menggendong Gavin yang sudah kembali tenang setelah berganti popok. Sementara Dian duduk di kursi sofa panjang, membantu memegangi botol ASI untuk Kalea yang menyusu dengan lahap.Devanka sendiri sedang berdiri di dekat boks bayi, rambutnya yang basah sehabis membasuh muka tampak berantakan, tapi binar matanya begitu cerah saat menatap kedatangan istrinya.“Eh, Nayara sudah rapi. Sini, Sayang, sarapan subuhnya sudah disiapkan pelayan di bawah, tapi Mama suruh antar ke atas saja,” sapa Dian dengan senyum lebar. Seno ikut menoleh, menepuk pundak cucu laki-lakinya dengan pelan. “Devanka tadi hampir kewalahan pas Gavin pipisnya melesat waktu popoknya dibuka. Untung Papa sama Mama langsung pasang badan.”Devanka terk
Alih-alih terlelap seperti yang direncanakan, sepasang suami istri itu justru terjebak dalam pusaran rindu yang belum juga tuntas. Rasa takut kehilangan yang sempat mencengkeram Devanka selama berminggu-minggu, menjelma menjadikannya was-was yang tidak ada habisnya.Setiap inci kulit Nayara yang bersentuhan dengan tubuhnya terasa seperti candu yang menuntut untuk terus disesap."Mas, katanya tadi suruh tidur," kata Nayara, suaranya parau, serak-serak basah karena sisa penyatuan mereka beberapa jam lalu.Napasnya kembali memburu ketika tangan besar Devanka tidak lagi diam di bahunya, melainkan mulai merayap turun secara perlahan, menelusuri lekuk pinggangnya yang sintal, lalu meremasnya.Devanka tidak menyahut dengan kata-kata. Pria itu justru menggeser tubuhnya, menindih kaki Nayara di balik selimut yang berantakan. Matanya yang hitam pekat mengunci seluruh pergerakan istrinya di bawah temaram lampu tidur yang remang."Aku nggak bisa tidur, Nay," gumam Devanka, suaranya terdengar beg
“Mas, jangan sekarang, nanti kalau anak-anak bangun gimana?” Nayara sontak panik, suaranya tertahan di tenggorokan, tetapi justru terdengar luar biasa seksi di telinga Devanka. Punggungnya sudah merapat pada pintu kayu yang memisahkan kamar bayi dengan kamar utama mereka di lantai tiga mansion. Kedua tangannya menahan dada bidang Devanka, tapi remasannya pada kaos oblong hitam suaminya sama sekali tidak menunjukkan penolakan.Devanka tidak menjawab dengan kata-kata. Pria itu justru mengunci tubuh sintal Nayara dengan satu lengan kokohnya di pinggang, sementara tangan satunya bergerak mengunci selot pintu ganda di belakang punggung sang istri. Bunyi klik halus pertanda pintu terkunci membuat jantung Nayara berdegup liar.“Kamar ini kedap suara, Sayang. Kamar anak-anak juga dijaga suster di balik tirai sebelah. Mereka nggak akan dengar,” bisik Devanka, suaranya serak, sarat akan kerinduan yang sudah menggunung selama berminggu-minggu.Sebelum Nayara sempat membalas, Devanka menundu
Beberapa hari kemudian.“Mas, aku nggak mau pakai gaun yang ini. Dadanya terlalu sesak, nanti susah kalau Kalea sama Gavin tiba-tiba minta menyusu,” keluh Nayara dari dalam walk-in closet. Pintu kayu digeser kasar, Nayara keluar dengan gaun brokat satin premium berwarna emerald green yang ritsleting belakangnya baru naik setengah. Wajahnya cemberut, sisa-sisa hormon pasca-melahirkan membuatnya gampang tersulut emosi.Devanka yang sedang mengancingkan kemeja hitamnya langsung menoleh. Alih-alih kesal, senyum sabar justru terbit di wajah tampannya. Ia melangkah mendekat, memutar tubuh istrinya dengan lembut, lalu memperhatikan simpul gaun tersebut.“Sayang, ini gaun custom yang sudah dirancang khusus ada bukaan menyusu tersembunyi di samping kanan-kirinya. Sini, aku tunjukkan,” kata Devanka menenangkan, tangannya dengan telaten meraba lipatan brokat halus di bagian dada dan membuka kancing magnetik kecil yang tak kasatmata.Nayara mengerjapkan mata, seketika merasa bersalah karena su
Waktu terus merayap hingga melewati tengah hari, tapi Devanka belum juga keluar dari kamar.Nayara duduk di meja makan sendirian. Pandangannya tak lepas dari jam dinding yang berdetak pelan. Pukul satu siang lewat dua belas menit. "Apa dia sakit?" gumam Nayara khawatir.Akhirnya, ia memutuskan mem
"Siapa dia?"Baru saja pintu unit tertutup, Devanka kembali melemparkan tanya tentang pria tadi.Nayara yang sedang melepas hoodie-nya terdiam. Ia tahu suaminya tak langsung mempercayai, jantungnya berdebar hebat."Itu Rayan, Mas. Teman lama waktu SMA. Nggak ada hubungan apa-apa, dia juga nggak sen
“Bulan madu kalian tetap harus dilanjutkan,” ucap Dian—Mama Devanka dengan tegas, duduk di sofa ruang tamu bersama suaminya.Nayara hanya diam di samping Devanka. Tangannya mengepal di atas pangkuan, berusaha menahan seluruh guncangan batin yang nyaris meledak sejak mereka tiba kembali di penthous
“Nayara!” Suara yang menggema dari arah jalan utama itu membuat Nayara menoleh. Ia baru saja selesai membersihkan seluruh sudut rumah yang berdebu karena cukup lama tidak dibersihkan. Buru-buru Nayara meletakkan sapu di dekat pintu saat menyadari ibu pemilik rumah kontrakan yang datang. Wajahny


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñasMás