Chapter: Part 19 Pindah Kota Dari balik kaca jendela taksi online, sepasang mata tak hentinya menitikkan cairan bening. Ia melihat para pelayat yang keluar masuk melintasi gerbang rumahnya. Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Diratama. Keluarga itu berduka setelah kehilangan putri bungsu mereka.“Maaf kalau aku egois. Papi sama mami akan sangat malu saat tahu aku hamil di luar nikah. Kak Bian sama sekali tidak ingat. Dia pasti akan meragukan anak dalam kandunganku,” batin Yuna menekan dadanya yang sesak.Sebelum Yuna meminta supir taksi online kembali melaju, ia melihat calon kakak iparnya keluar. Tasya terus saja menggerutu. Langkahnya yang disentak diikuti oleh mamanya. Perlahan ia menurunkan sedikit kaca mobil agar bisa mendengar percakapan mereka.“Tasya! Tasya! Dengarkan mama!” bentak wanita itu sembari menarik lengan putrinya.“Apa lagi sih, Ma?” sahut Tasya yang sudah gerah dan ingin cepat kembali ke apartemennya.
Last Updated: 2024-01-12
Chapter: Part 18 Bayiku PenyelamatkuSepasang mata sembab itu menatap sendu ke arah layar televisi di sebuah klinik kecil. Bibirnya bergetar ingin mengatakan sesuatu. Namun, ia tidak sanggup mengungkapkan apa yang saat ini tengah ia alami. Rasanya masih sulit percaya ia lolos dari maut.“Kasihan sekali para penumpang pesawat itu. Katanya, tidak ada satu pun yang selamat. Banyak yang menduga, cadangan oksigen di pesawat habis. Makanya, penumpang pesawat itu tidak ada yang keluar sebelum pesawatnya jatuh,” komentar salah seorang perawat.“Huh ... keluarga korban pasti sangat terpukul. Yang kudengar, salah satu penumpangnya adalah putri mentri,” sambung yang lain.OB yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya mengepel lantai turut berkata, “Pesawatnya jatuh dan patah jadi dua karena membentur karang yang cukup besar. Jadi banyak korban yang hanyut dan tenggelam.”“Tapi masih ada juga yang masih bisa diselamatkan jasadnya karena masih duduk di bangku pesawat. Tubuhnya tidak terbawa arus karena masih terpasang sabuk pengaman,”
Last Updated: 2024-01-12
Chapter: Part 17 Belum Siap KehilanganMenyadari Yuna pergi tanpa pamit, dua pria itu akhirnya memutuskan kembali ke Bandung. Di tangan mereka masing-masing ada surat yang diberikan Yuna. Saking paniknya, Arga langsung berlari ke mobil. Namun, Bian mencegah dan menyarankan agar mereka menyewa jasa supir untuk mengantar mereka pulang.Bagaimanapun, kepala Bian masih pusing. Ia tidak ingin mengambil resiko. Jangan sampai mereka berdua malah mengalami kecelakaan karena kurang konsentrasi dalam berkendara."Apa Yuna memasukkan sesuatu ke dalam kopi kita semalam?" tanya Arga mencoba menerka alasan mengapa mereka berdua bisa tertidur sepulas itu."Jangan tanyakan hal yang sudah pasti. Bukankah Yuna sendiri juga punya obat-obatan yang ditunjukkan pada kita? Aku sendiri tidak menduga jika dia sampai senekat ini," balas Bian yang membaca kalimat demi kalimat yang ditulis Yuna.Arga mengusap wajahnya kasar. Informasi tentang keberangkatan adiknya ke Seoul masih abu-abu. Benarkah Yuna berangkat ke sana? Bukankah adiknya sendiri minta
Last Updated: 2024-01-09
Chapter: Part 16 Pergi Tanpa PamitMalam mulai merayap dan keadaan vila tak sepenuhnya senyap. Pasangan baru itu duduk bersama menyaksikan tayangan komedi di televisi. Bian merasa sedikit aneh. Yuna lebih banyak diam, tapi lebih manja dari biasanya. Meski begitu, Bian sama sekali tidak menolak ketika Yuna bersandar manja padanya. Sesekali Bian mengecup puncak kepala Yuna dan menikmati aroma samponya yang wangi."Apa kalian memintaku tetap di sini untuk terus-menerus menyaksikan kalian bermesraan?" sindir Arga yang membawa sepiring nasi goreng.Yuna tersenyum lebar melihat sajian makan malam yang sejak tadi diidamkannya. Menu nasi goreng buatan kakaknya sendiri. Padahal, sejak beberapa waktu belakangan, Yuna tidak bisa makan nasi. Mau bagaimana lagi, aroma nasi matang selalu membuatnya mual."Suapin," ucap Yuna manja.Arga yang baru saja duduk di sofa meraih sendok untuk menyuapi adiknya. Ia tidak terkejut sama sekali kali karena sudah terbiasa menyuapi adiknya saat makan sepiring berdua. Namun, kali ini Yuna menggeleng
Last Updated: 2023-12-26
Chapter: Part 15 Akad dan Tekad“Bagaimana saksi?” tanya penghulu yang duduk di samping Arya.“Sah!!!” seru empat orang yang dihadirkan Arya dan Bian untuk jadi saksi pernikahan.Mata Yuna berkaca-kaca mendengar kata yang mengukuhkan hubungan sakral antara dirinya dan Bian. Baik Arya maupun Bian sama-sama melepas jabat tangan mereka. Semua orang di ruangan itu kompak mengangkat tangan dan membaca doa. Hingga pada penghujung doa kala mereka semua berseru mengaminkan lafaz-lafaz indah itu, Yuna tak kuasa menahan air mata.Merasakan usapan lembut di puncak kepalanya, Yuna menoleh. Ditatapnya wajah tampan Bian dan sorot matanya yang teduh. Tanpa diperintah, Yuna mengangsurkan tangan kanan untuk tunduk dan mencium punggung tangan suaminya. Ya, mereka sudah sah sebagai suami istri secara agama.Begitu Yuna hendak melepas tangan Bian, pria itu justru menguatkan genggaman. Kemudian membacakan doa pernikahan di ubun-ubun istrinya. Tak lupa ditutup dengan sebuah kecupan dalam dan cukup lama.“Aneh, perasaan kemarin-kemarin si
Last Updated: 2023-12-21
Chapter: Part 14 Sudah GilaByur ....Semburan dari minuman berwarna hitam itu menodai kemeja putih Arga. Suara batuknya belum reda karena turut tersedak. Informasi yang ditangkap gendang telinganya bagai kabar baru yang menggelegar.“Lo bilang apa barusan?” tanya Arga kembali meletakkan cangkir kopinya.Matanya membelalak nyaris keluar dari kelopak matanya. Tangan kirinya menarik berlembar-lembar tisu untuk menyeka dagunya. Ia masih terlampau syok akan tutur sahabatnya.“Gue mau lo jadi wali nikah,” ulang Bian membuka matanya perlahan.Ia sudah bisa menebak reaksi Arga. Namun, tetap saja ia tidak bisa tenang mengingat pembahasan mereka kali ini bukanlah hal sepele. Pernikahan singkat dan tiba-tiba. Belum lagi harus mereka rahasiakan.“Jadi lo ngajak gue liburan ke Bogor buat nikah?! Bukan buat refreshing?!” tuntut Arga melotot.Bian mengangguk dan menjelaskan permintaan Yuna. Berkali-kali Arga menggeleng tak percaya dengan apa yang diinginkan adiknya. Laki-laki yang tadinya sibuk menghubungi pihak WO untuk acar
Last Updated: 2023-10-09
Chapter: Part 124 Buah PahitLusiana dan Rudi menyambut kedatangan Letkol Pasha bersama Yudha dan Rian. Meski tidak menyukai ajudan putranya, tapi Lusiana harus tetap menjaga sikap di depan atasan Yudha. Satu-satunya yang terlihat bahagia malam ini adalah Kayla. Gadis itu bahkan sibuk memilih pakaian untuk ia kenakan malam ini. Ia tidak ingin terlihat buruk di depan Rian. "Kak, bedak aku nggak ketebalan, 'kan?" bisik Kayla pada Arbian yang sibuk mengetik sesuatu di ponselnya. "Tidak, tapi sepertinya lipstik kamu yang ketebalan," jawab Arbian. Kayla lekas berbalik dan meraih tisu untuk mengusap bibirnya. Sampai ia sadar jika ia tidak pakai lipstik, melainkan hanya lipbalm. Arbian mengulum senyum melihat adiknya mendengus kesal. Di ruang tamu, Rudi, Lusiana dan tiga pria militer itu duduk bercengkrama. Arbian bergabung bersama mereka. Seperti biasa, laki-laki berlatar belakang pengusaha itu, bisa menyesuaikan diri dengan mudah bersama siapapun yang ditemuinya. "Sepertinya makan malamnya sudah siap," ucap Ru
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: Part 123 Percaya Padaku"Bukap tidak berada di tangan si Codet," ucap Rian nyaris berbisik."Bagaimana kau bisa seya-" Yudha kembali terdiam. Sorot mata Rian menegaskan jika laki-laki itu yakin dengan ucapannya. Yudha beranjak mendekati Rian. Mencoba mencari sedikit kebohongan yang mungkin saja hanya kata hiburan dari Rian agar dirinya tenang. Rian mengangguk dan berbisik, "Tiga hari lalu, saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri.""Di di mana? Rian!" Yudha mengguncang bahu Rian. Terlihat memaksa sekaligus merengek."Abang tenang dulu, baru aku cerita. Abang juga harus janji untuk tetap bersikap tenang. Sama seperti sebelumnya, jangan biarkan orang lain tahu kalau ... Abang sebenarnya tidak mengetahui keberadaan istri Abang," pinta Rian.Yudha mengepalkan tangannya nyaris menonjok wajah Rian. "Benarkah? Bukan kau yang pura-pura menyembunyikannya?" Tersirat keraguan dari bisikan Yudha. Rian cukup mengerti akan reaksi Yudha itu. Wajar jika Yudha mengira dirinya yang menyembunyikan Tari. "Apa dia ada
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: Part 122 Sudah Hampir GilaYudha kembali ke rumah dinasnya dengan perasaan yang kacau balau. Separuh kewarasannya terbelenggu bersama surat gugatan yang masih ia genggam. Tanpa menunda waktu, Yudha lekas menghubungi orang suruhannya. Ia tidak bebas keluar masuk batalyon saat kakinya terpasung oleh aturan. Karena surat teror itu, ia dilarang keluar dari batalyon seorang diri. Akan tetapi, balasan yang sama kembali masuk ke dalam ponselnya. Orang suruhannya kembali kehilangan jejak karena kendaraan yang ditumpanginya terjebak lampu lalu lintas, sementara kendaraan yang ditumpanginya Tari sudah melaju lebih dulu."Sial! Kenapa selalu saja gagal? Apa ini pertanda kalau kami akan benar-benar berpisah?" batin Yudha menggeleng. Menolak untuk mengakui hal yang menghantui pikirannya sendiri.Yudha beralih menghubungi Arbian dan menanyakan hal yang sama untuk kesekian kalinya. Namun, lagi-lagi Arbian memberikan jawaban yang sama. Ia juga belum menemukan keberadaan Tari."Aku harus bilang apa malam nanti?" batin Yudha m
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: Part 121 Kenangan Seumur Hidup Adegan demi adegan dalam film yang ditonton Tari membuat wanita itu hanyut dalam cerita yang disuguhkan. Tokoh wanitanya begitu kuat dan tidak mudah terhasut. Sesekali Tari mengangguk dan memuji tindakannya.Menjelang akhir, adegan beralih di mana tokoh pria mengetuk pintu rumah sang tokoh wanita, Tari tersenyum. Dua tokoh yang saling jatuh cinta itu saling bertatapan dan sang wanita mempersilahkan kekasihnya masuk.Tadinya Tari membayangkan jika mereka akan berpelukan. Akan tetapi, tokoh pria malah diam dan mengusap pipi tokoh wanita dan meminta maaf. Sang wanita tersipu dan memaafkannya begitu saja. Tari cemberut karena tidak seperti ini yang terlintas dalam ekspetasinya. Minimal tokoh wanita marah dan akan dibujuk oleh kekasihnya sambil memohon-mohon. "Nggak seru ba-" Tari terdiam melihat tokoh pria menunduk dan mencium wanitanya. Pria itu mengutarakan janji-janji yang mungkin membuat kaum hawa manapun akan jatuh cinta. Film berakhir dengan happy ending.Tiba-tiba Tari teringat d
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Part 120 Lebih Mengejutkan dari Bom"Lapor, Komandan! Ada paket atas nama Kapten Yudha dan Mayor Ammar. Paketnya sudah dipindai dengan X-ray. Paket Mayor Ammar ini berbahan kain dan kertas. Kalau paket Kapten Yudha terdeteksi kertas dan juga logam. Dari bentuknya seperti ponsel," ucap salah satu personil yang membawa dua jenis paket berbeda. Bagian pos penjagaan memang sudah menerima arahan. Semua paket atas nama Mayor Ammar dan Kapten Yudha akan diperiksa langsung oleh sang atasan. Pria itu tidak ingin bawahannya bertindak gegabah. "Letakkan di sana!" perintahnya setelah menandatangani berkas. Tok tok tok! Letkol Pasha menoleh dan melihat Letkol Gatot bergegas menghampirinya. Kedua pria itu mengamati bungkusan paket dan kertas laporan dari pos penjagaan. Tak lama kemudian, Mayor Ammar juga datang. Pria itu mengkonfirmasi kalau ia sama sekali tidak memesan barang di toko online manapun. Begitu juga dengan istrinya. Karena itulah mereka menduga mungkin saja itu adalah paket teror. "Di mana Kapten Yudha?" tanya Le
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Part 119 Usaha MertuaDitinggal sendirian di rumah membuat Lusiana merasakan kembali diabaikan. Pagi-pagi suaminya sudah berangkat bersama Kamil. Pria itu bahkan sangat bersemangat menjemput suaminya untuk bermain golf bersama rekan bisnis. Suaminya sama sekali tidak berinisiatif mengajaknya. Kamil juga datang sendiri tanpa membawa istri ataupun sekretarisnya. Sementara Kayla berangkat ke kantor bersama Arbian. Putrinya bahkan menolak sarapan bersama. Kayla memang menjaga jarak dengannya sejak ia mengungkapkan niat untuk menjodohkan putrinya dengan salah satu putra sahabatnya. Tawaran perjodohan itu disambut baik Lusiana. Sahabatnya mengaku jika putranya menaruh hati pada Kayla saat melihat Kayla di resepsi pernikahan Yudha. Jika keduanya merasa cocok, maka mereka bisa jadi besan. "Kayla itu bagaimana sih? Yang naksir dia itu pengacara terkenal. Kenapa dia nolak mentah-mentah sebelum ketemuan? Padahal, kalau punya menantu seorang pengacara terkenal kan, aku bisa pamer sama seperti yang lain," batin Lus
Last Updated: 2025-11-27