Chapter: Gagal. "Mommy...." Kejora mengigau terbangun dari tidurnya. Mendengar panggilan Kejora. Sontak saja membuat keduanya tersentak kaget. Wulan dan Damar yang tengah diselimuti hasrat yang menggebu. Langsung berhambur mencari sesuatu yang bisa menutupi tubuh polos mereka. Untung saja di meja dekat sofa ada dua handuk kimono yang disiapkan oleh pihak hotel. "Mommy sama Daddy, abis mandi ya? Kok pakai kimono?" tanya Kejora polos menatap kedua orang tuanya yang sama-sama hanya memakai handuk kimono. Belum lagi pandangan aneh gadis kecil itu yang menatap Ke arah pakaian yang berserakan dilantai. "Em, i-iya sayang Daddy dan Mommy tadi—" Wulan yang hendak menjelaskan langsung dipotong oleh Damar. "Mommy sudah selesai mandi, sekarang gantian Daddy yang mandi" jawab Damar memotong perkataan Wulan seraya memungut pakaian mereka yang tercecer. "Say-ang, Kejora kenapa bangun nak?" Kini Wulan bertanya seraya mendekat pada sang putri. "Tidur lagi ya sayang. Em ... Daddy ke kamar mandi dulu ya Nak," ujar
Huling Na-update: 2024-06-17
Chapter: Kembali Melakukan. Jam 14.30 Tuan Leo dan Nyonya Nesa akhirnya tiba di bandara internasional Soekarno Hatta. Kedua orang tua itu langsung bergegas ke rumah sakit tempat sang putra di rawat. Diantar sopir kantor yang sudah disiapkan oleh Livi. Kedua orang tua paruh baya itu akhirnya sampai setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam. Dengan tergesa-gesa kedua orang tua itu langsung bergegas menuju ruangan tempat sang putra dirawat. "Rayan!" Panggil Nyonya Nesa begitu wanita paruh baya itu membuka pintu kamar rawat putranya. "Mommy?" Rayan berujar lirih melihat sang mommy yang baru saja masuk. "Bagaimana keadaan mu Nak?" tanya Nyonya Nesa dengan wajah penuh kekhawatiran. "Bagaimana luka mu Ray?" Tuan Leo berkata dengan wajah yang terlihat lebih tenang dari sang istri. "Aku baik Mom, Dad," jawab Rayan pada kedua orang tuanya. "Bagaimana bisa kau sampai dikeroyok oleh begal hem?" Tuan Leo langsung bertanya kronologi, bagaimana sang putra bisa bertemu dan dikeroyok oleh para begal. "B
Huling Na-update: 2024-06-17
Chapter: Gadis PenolongMalam itu juga, Damar beserta seluruh keluarga kecilnya akhirnya pergi menyusul Nyonya Nesa dan Tuan Leo ke Indonesia. Damar tersenyum semringah manakala rencananya kini berhasil dengan sempurna. Saat ini mereka sedang berada di dalam pesawat. Jika Damar dan kedua putra putri begitu bahagia. Lain halnya dengan Wulan, wanita itu sejak tadi hanya diam. Bukan karena tidak ingin ke Indonesia dalam lubuk hati Wulan sebenarnya ingin sekali pulang dan menjenguk papah dah mamahnya. 'Rencana pertama berjalan mulus semoga rencana berikutnya akan berjalan mulus juga," gumam Damar dalam hati. Pria itu begitu itu yakin dengan rencana keduanya yang telah ia susun sedemikian rupa. Sementara di lain tempat, "Zetta cukup! Aku harap kau sadar posisi mu saat ini!" ujar Steven menarik pergelangan tangan Zetta seraya menatap tajam gadis berambut indah itu. "Kak Steve, tapi kita tidak bisa meninggalkan Om ini sendiri, kita tunggu keluarga Om ini datang dulu ya." Zetta menolak pelan keinginan Stev
Huling Na-update: 2024-06-05
Chapter: Pulang Ke Indonesia. Damar memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakit. Senyum cerah masih awet menghiasi wajahnya. Pria itu begitu yakin jika kali ini dirinya bisa membawa Wulan pulang ke Indonesia. "Daddy apa kita akan pergi menyusul Oma dan Opa ke Indonesia bersama Mommy?" tanya Kejora polos ketika mereka berjalan menuju ruang Wulan. "Of course sayang, kita akan ke Indonesia bersama Mommy menyusul Oma dan Opa dan bertemu Nenek dan Kakek." Damar tersenyum membuat kedua buah hatinya pun ikut tersenyum. Kini mereka telah sampai di depan ruangan Wulan. "Hi suster Catlin apa kabar?" sapa Wulan pada suster Catlin suster yang biasa menjadi pendamping sang mommy. "Hai, Kejora cantik, kabar ku baik, em ... hai Bintang." Suster Catlin membalas seraya menyapa Bintang. Namun pandangan suster Catlin juga tak luput memandang Damar yang berdiri menggendong Kejora. Suster Catlin masih ingat betul dengan sosok Damar yang kala itu membuat Wulan bereaksi keras terhadapnya saat dirinya tengah merawat Damar. 'Siapa s
Huling Na-update: 2024-06-03
Chapter: Kecelakaan Membawa Berkah. Damar akhirnya membawa putra putrinya pulang terlebih dahulu kerumah keluarga Fernando. Bagaimana pun, pria itu tak bisa serta merta membawa si kembar ke Indonesia tanpa berbicara terlebih dahulu pada mommy dan Daddy mertuanya. Damar masih memiliki akal sehat dan sopan satun. Pria itu akan mendiskusikan terlebih dahulu pada mertuanya dan meminta pendapat kedua mertuanya itu. "Assalamualaikum Oma!" "Assalamualaikum!" ucap si kembar dan Damar yang baru saja tiba di rumah keluarga Fernando. "Waalaikumsalam sayang cucu Oma, sayang kalian ganti baju dulu ya, ada hal penting yang mau Oma bicarakan sama Daddy kalian." Nyonya Nesa memberi titah pada si kembar yang langsung diiyakan oleh keduanya. "Damar nak, kebetulan mommy mau bicara," ujar Nyonya Nesa kemudian membawa menantunya ke halaman samping rumah. Seketika, Damar pun mengangguk seraya mengikuti mommy mertuanya. "Ada apa Mom? Apa ada hal yang penting?" Damar bertanya dengan raut wajah penuh kebingungan. "Begini Mar, mommy dan Da
Huling Na-update: 2024-06-02
Chapter: Kepanikan. Nyonya Nesa begitu terkejut. Saat mendapati telpon yang mengabarkan jika putranya mengalami insiden yang mengakibatkan sang putra dirawat. Dengan panik Nyonya Nesa kemudian menghubungi sang suami. "Dad, Rayan mengalami insiden pengeroyokan begal Dad, dan sekarang dia di rawat di rumah sakit! Dad kita harus ke Indonesia sekrang Dad, Mommy akan berangkat malam ini Daddy susul saja ya kalau Daddy masih ada urusan disini," cecar Nyonya Nesa dengan paniknya. Sementara itu Tuan Leo hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan sang istri. "Sayang, tolong tenang ok, coba ceritakan dengan perlahan, hem." Tuan Leo berkata pada sang istri agar lebih tenang menceritakan apa yang terjadi pada putra mereka. "Daddy, tadi mommy telpon Rayan, panggilan mommy sedari tadi siang tidak diangkat dan baru saja mommy telpon lagi, ternyata yang angkat itu wanita, dia memberitahu jika putrinya menemukan Rayan sedang dikeroyok oleh sekelompok begal Dad. Rayan terluka dan dia sedang dirawat di rumah sakit sek
Huling Na-update: 2024-06-02
Chapter: Dua Anggota Baru Keluarga DirgantaraSembilan bulan telah berlalu sejak kasus D-G Holdings ditutup. Rumah keluarga Dirgantara yang dulu dingin dan penuh rahasia, kini berubah menjadi rumah yang paling hangat di kompleks itu. Aroma kayu manis dan baju bayi yang baru dicuci selalu memenuhi ruangan. Alena hamil 8 bulan. Perutnya sudah sangat besar, karena di dalamnya ada dua kehidupan. Hasil USG terakhir dari Dr. Anya menunjukkan sepasang bayi kembar, satu laki-laki dan satu perempuan, yang sudah mereka beri nama: *Azlan Gavino Dirgantara* dan *Aluna Gavina Dirgantara*. Dan Azam... Azam berubah menjadi manusia paling posesif di dunia. "Mas, aku cuma mau ambil air putih di dapur," keluh Alena pagi itu, berusaha turun dari sofa. Azam yang sedang rapat online langsung mematikan laptopnya. "Duduk. Biar Mas ambil. Kamu jangan banyak gerak. Dokter Anya bilang kamu harus banyak istirahat, ingat? Apalagi Lano sama Luna kita ini beratnya hampir 3 kilo masing-masing." Alena mencubit pelan lengan suaminya. "Mas, aku cuma ha
Huling Na-update: 2026-09-18
Chapter: Kebenaran TerakhirPintu ruang bawah tanah yang berat itu tertutup dengan bunyi berdebum. Debu berjatuhan dari langit-langit rendah.Bram masih mengarahkan pistol hitam itu kepada Azam. Tangannya tidak gemetar sedikit pun. Matanya dingin. Nara berdiri di sampingnya dengan wajah tenang, terlalu tenang untuk seorang wanita yang baru saja ketahuan mengkhianati sepupunya sendiri."Di mana ayahku?" tanya Azam, suaranya parau. Ia berdiri di depan Alena, menjadi tameng.Nara tersenyum miring, senyum yang tidak pernah Alena lihat sebelumnya."Di tempat yang tidak akan pernah kau temukan, Azam. Ayahmu itu pintar. Lebih pintar dari kau dan Mark digabung.""Dia masih hidup?" tanya Azam lagi, butuh kepastian."Masih. Sangat hidup. Dan sedang menonton kita semua dari jauh," jawab Nara.Alena yang dari tadi diam akhirnya bersuara, suaranya pecah. "Kenapa kau melakukan semua ini, Ra? Kita tumbuh bersama. Aku menganggapmu kakakku sendiri. Setelah Mama Papa meninggal, cuma kamu yang aku punya."Nara menatap Alena lama.
Huling Na-update: 2026-09-18
Chapter: Ruang Bawah TanahRumah lama keluarga Geraldine telah kosong selama bertahun-tahun. Cat dindingnya mengelupas, halaman depannya dipenuhi ilalang setinggi lutut, dan jendela-jendelanya pecah di beberapa sisi.Alena berdiri di depan pintu utama dengan tangan gemetar. Ini adalah rumah masa kecilnya. Tempat ia belajar sepeda, tempat ibunya mengajarinya membuat kue, tempat ayahnya membacakan dongeng sebelum tidur. Tapi sekarang rumah itu terasa asing dan menakutkan."Aku tidak pernah tahu ada ruang bawah tanah di rumah ini, Mas," bisik Alena, suaranya hampir hilang tertiup angin malam. "Ayah tidak pernah cerita.""Karena mungkin sengaja disembunyikan darimu," jawab Azam pelan, sambil merangkul bahu istrinya. "Kunci dari Bram ini pasti petunjuknya."Mark yang membawa senter besar berjalan di depan, menyingkirkan papan-papan kayu yang menutupi pintu masuk.Aroma lembab dan kayu lapuk langsung menyergap begitu pintu utama berhasil dibuka.Mereka mencari petunjuk berdasarkan kunci kecil berkarat yang diberikan
Huling Na-update: 2026-09-18
Chapter: Ruang Bawah TanahRumah lama keluarga Geraldine telah kosong selama bertahun-tahun.Alena berdiri di depan pintu utama dengan tangan gemetar."Aku tidak pernah tahu ada ruang bawah tanah.""Karena mungkin sengaja disembunyikan," jawab Azam.Mereka mencari petunjuk berdasarkan kunci yang diberikan Bram.Di balik lemari tua, mereka menemukan pintu kecil yang tertutup papan.Kunci itu cocok.Pintu terbuka dengan suara berderit.Tangga sempit membawa mereka ke ruangan gelap di bawah rumah.Mark menyalakan senter.Dinding ruangan dipenuhi kotak arsip.Di tengah ruangan terdapat meja besi.Di atasnya ada sebuah tape recorder tua.Azam menekan tombol putar.Suara Rendra terdengar."Jika rekaman ini ditemukan, berarti aku sudah tidak ada."Alena menahan napas."Aku tidak tahu siapa yang bisa dipercaya. Bahkan orang-orang terdekatku mungkin sudah berada di bawah kendali mereka."Rekaman berlanjut."D-G Holdings bukan hanya perusahaan pencucian uang. Perusahaan itu dibentuk untuk menyimpan bukti transaksi ilegal
Huling Na-update: 2026-09-18
Chapter: Jejak yang TerkuburMalam itu, ruang kerja Azam berubah menjadi tempat penyelidikan.Beberapa berkas lama memenuhi meja.Mark berdiri di hadapan rak dokumen sambil membawa sebuah map tebal berwarna hitam."Ini semua arsip yang berhasil aku dapatkan."Azam menerima map tersebut."Surat wasiat?""Termasuk itu."Mark kemudian meletakkan sebuah folder lain di atas meja."Dan ini laporan kecelakaan orang tua Alena."Azam menatap kedua berkas tersebut.Ada sesuatu yang membuat dadanya terasa tidak nyaman.Selama ini ia mengetahui orang tua Alena meninggal dalam kecelakaan mobil.Ia juga tahu setelah kejadian itu, Alena berada dalam kondisi yang sulit dan akhirnya tinggal bersama keluarga pamannya.Namun, ia tidak pernah benar-benar menyelidiki kecelakaan tersebut.Karena saat itu, ia terlalu sibuk dengan masalah keluarganya sendiri.Sekarang semuanya terasa berbeda.Azam membuka surat wasiat ayahnya.Ia membaca perlahan.Beberapa halaman pertama berisi pembagian aset keluarga.Rumah.Tanah.Perusahaan.Saham.
Huling Na-update: 2026-09-18
Chapter: Jejak yang TerkuburMalam itu, ruang kerja Azam berubah menjadi tempat penyelidikan.Beberapa berkas lama memenuhi meja.Mark berdiri di hadapan rak dokumen sambil membawa sebuah map tebal berwarna hitam."Ini semua arsip yang berhasil aku dapatkan."Azam menerima map tersebut."Surat wasiat?""Termasuk itu."Mark kemudian meletakkan sebuah folder lain di atas meja."Dan ini laporan kecelakaan orang tua Alena."Azam menatap kedua berkas tersebut.Ada sesuatu yang membuat dadanya terasa tidak nyaman.Selama ini ia mengetahui orang tua Alena meninggal dalam kecelakaan mobil.Ia juga tahu setelah kejadian itu, Alena berada dalam kondisi yang sulit dan akhirnya tinggal bersama keluarga pamannya.Namun, ia tidak pernah benar-benar menyelidiki kecelakaan tersebut.Karena saat itu, ia terlalu sibuk dengan masalah keluarganya sendiri.Sekarang semuanya terasa berbeda.Azam membuka surat wasiat ayahnya.Ia membaca perlahan.Beberapa halaman pertama berisi pembagian aset keluarga.Rumah.Tanah.Perusahaan.Saham.
Huling Na-update: 2026-09-18