author-banner
Black Jack
Black Jack
Author

Novels by Black Jack

Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Aditya, seorang tukang pijat biasa, mewarisi cincin misterius yang memberinya kekuatan super: sentuhan yang membangkitkan gairah wanita dan kekuatan fisik tak tertandingi. Dalam sekejap, ia berubah menjadi pengusaha kaya raya, dikelilingi wanita-wanita yang tergila-gila padanya. Hubungan ambigu dan intrik harem mewarnai kehidupannya yang baru, sementara rahasia cincin itu perlahan terkuak, membawa bahaya yang tak terduga.
Read
Chapter: Ke Cafe Rembulan
Ruang makan yang semula hangat kini berubah menjadi ruang strategi yang dingin. Setelah perdebatan singkat, Renata akhirnya melunak. Ia duduk kembali, meski gurat kecemasan masih membekas di wajahnya. Ia tahu Adit memiliki determinasi yang sulit dipatahkan, dan Vera bukanlah tipe wanita yang bisa dikurung dalam sangkar emas saat badai datang."Baik," ucap Renata akhirnya, suaranya parau namun tegas. "Pergilah. Tapi ingat, ini bukan sekadar perkelahian jalanan. Jaga nyawa kalian."Bayu segera mengambil kendali. Sebagai komandan lapangan, ia tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun. Ia memanggil Joko."Bro, kita bagi tugas aja ya. Dan tugasmu bisa dibilang berat malam ini," ujar Bayu sambil menepuk bahu pria itu. "Aku pasrahkan keamanan markas dan Bu Renata sepenuhnya padamu. Jangan lengah. Siapkan dua puluh orang terbaik untuk berjaga di setiap sudut rumah."Bayu merendahkan suaranya, hanya bisa didengar oleh Joko. "Aku khawatir serangan di Kota Lama ini hanyalah sebuah jebakan untuk
Last Updated: 2026-04-01
Chapter: Gangguan Yang Membuat Adit Ingin Ikut Bergerak
Sesungguhnya, sejak awal, kabar kecelakaan Adit waktu itu menjadi kabar paling buruk bagi Clara. Di balik sikapnya yang terlihat tenang di mata banyak orang, tersimpan kecemasan yang nyaris meledak. Clara tidak bodoh; ia langsung tahu bahwa kecelakaan itu bukan sekadar nasib buruk di jalan raya. Seseorang telah merancang maut untuk Adit, dan di dalam benaknya yang kalut, satu nama muncul seperti bayangan hitam yang panjang: Raymond.Pikiran bahwa calon suaminya sendiri tega melakukan hal sekeji itu untuk menyingkirkan rival asmara membuat Clara menggigil. Ia bahkan sampai menemui Adrian, kakaknya, demi mencari kepastian. Namun, Adrian hanya menanggapi dengan ketenangan yang dingin. "Terlalu dini bagi Raymond untuk mengotori tangannya tanpa alasan yang absolut, Clara," tukas Adrian tenang. Kata-kata itu sedikit meredakan badai di kepalanya, meski benih kecurigaan itu tetap berakar.Semenjak itu, Clara bergerak di bawah bayang-bayang. Ia bukan sekadar pengamat yang pasif. Adit dan Vera
Last Updated: 2026-04-01
Chapter: Bisa Syuting Lagi
Seminggu di kediaman Renata terasa seperti satu dekade bagi Vera. Rumah mewah itu, yang bagi orang lain mungkin tampak seperti surga, bagi Vera tak lebih dari sebuah sangkar emas yang penuh dengan gema dosa.Selama tujuh hari itu, Vera harus berjuang mempertahankan kewarasannya. Ada tiga momen yang tak akan pernah bisa ia hapus dari ingatannya; tiga malam di mana dinding-dinding rumah itu seolah ikut bergetar oleh suara-suara yang mengerikan.Suara Adit dan Renata yang bercinta tanpa beban, suara yang mengoyak keheningan malam dan memaksa Vera menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal, berusaha menyumbat pendengarannya hingga telinganya sakit. Baginya, itu bukan sekadar suara kenikmatan, melainkan pengingat betapa liarnya dunia yang sedang ia pijak sekarang.Setiap kali Renata mengajaknya pergi, entah itu untuk sekadar belanja atau kembali ke Spa, Vera selalu punya sejuta alasan."Maaf, Bu Renata, saya harus berkoordinasi dengan tim di kantor. Ada banyak laporan yang menumpuk karena jad
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Di Kamar Vera
Adit tidak bisa tenang. Rasa penasaran itu seperti duri yang tersangkut di tenggorokannya. Ia sungguh ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi."Nggak ada apa-apa, Dit. Kak Renata cuma... ya kamu tahu sendiri dia sedang suka bercanda yang keterlaluan," ucap Vera tanpa menoleh."Bercanda?" Adit melangkah mendekat, memaksanya untuk berhadapan. "Tadi dia bilang kamu 'terkejut dengan hal-hal baru'. Ver, jujur sama aku... tadi siang di spa, apa yang sebenarnya terjadi? Apa Kak Renata melakukan sesuatu padamu? Ya, dia itu memang kadang keterlaluan dan... suka jadi racun."Vera mematung. Bayangan tangan-tangan terapis pria di bawah perintah tatapan Renata kembali melintas di benaknya. Aroma minyak esensial dan tawa rendah Renata seolah masih terngiang di telinganya, membuatnya merasa gerah seketika."Dia... dia cuma ingin aku relaks," jawab Vera terbata-bata."Relaks sampai kamu menyembunyikannya begitu? Ver, aku kenal Kak Renata..." Adit memegang bahu Vera, suaranya merendah penuh selidik. "A
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Vera Masih Perawan Atau Tidak?
Suasana ruang makan yang tegang itu pecah saat Renata menyandarkan punggungnya, menyesap sisa air putih di gelasnya dengan gerakan yang sangat tenang. Ia melirik Adit, lalu beralih ke Vera yang masih menunduk, seolah-olah sedang menghitung butiran nasi di piringnya."Adit, ikut aku ke belakang sebentar. Ada yang mau aku tunjukkan," ucap Renata datar, namun nada bicaranya tidak menerima penolakan.Vera hanya bisa menelan ludah saat melihat keduanya beranjak. Ia merasa seperti ditinggalkan di tengah medan perang yang baru saja diledakkan.Di teras belakang yang menghadap kolam renang dengan pencahayaan temaram, Renata menyalakan sebatang rokok unik yang tak dijual di toko. Renata sangat jarang sekali merokok. Dulu iya. Tapi belakangan hanya sesekali saja dan itu pun saat ia sedang sendirian.Rokoknya kali ini adalah rokok pemberian dari rekan bisnisnya. Rokok entahlah yang aromanya membuat orang di sekitarnya pun merasa nyaman, meski jika dia adalah seorang yang anti asap rokok.Aroma t
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Renata Bongkar Sedikit Rahasia
Pukul enam sore, Mercedes-Benz hitam milik Renata membelah senja yang mulai temaram, bannya menggilas kerikil pelataran rumah dengan suara yang mantap. Begitu mesin mati, Renata turun dengan keanggunan seorang pemangsa. Tidak ada sisa kelelahan di wajahnya setelah pertemuan bisnis dengan beberapa orang; yang ada hanyalah aura dominasi yang kental.Ia melangkah masuk ke dalam rumah, melewati ruang tengah, meninggalkan aroma parfum oud yang kuat dan mahal yang tertinggal di udara saat ia menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas.Di dalam kamarnya yang luas, Renata melepas pakaian formalnya satu per satu. Ia berdiri di depan cermin besar, menatap tubuhnya yang masih tampak kencang dan penuh kuasa. Pikirannya melayang kembali ke ruang spa tadi siang. Senyum tipis tersungging di bibirnya saat membayangkan betapa gemetarnya Vera saat melihatnya menikmati sentuhan para terapis.Baginya, melihat Vera kehilangan kendali diri adalah sebuah hiburan yang jauh lebih menarik daripada sekadar k
Last Updated: 2026-03-29
Sang Pengubah Takdir

Sang Pengubah Takdir

Rangga adalah orang yang sangat kaya dan sukses. Namun semua kekayaan itu pada akhirnya lenyap setelah ia dikhianati orang-orang terdekatnya; mereka yang semula memuja dan menjilat Rangga agar mendapatkan limpahan harta. Manakala Rangga telah hancur, miskin, sakit-sakitan dan nyaris mati, datanglah seseorang yang merupakan mantan istrinya, Citra. Dengan segenap ketulusan, Citra menemani Rangga di hari-hari terakhirnya. Rangga sangat menyesal semasa muda ia telah membuat Citra menderita dan hancur padahal kini wanita itulah satu-satunya manusia yang peduli padanya. Rangga sangat menyesal. Ia berandai-andai jika bisa kembali ke masa lalu, ia sungguh berjanji akan membahagiakan istrinya. Apa yang diandaikan oleh Rangga itu menjadi kenyataan; ia kembali ke masa lalu tepat satu hari sebelum ia benar-benar menghancurkan hidup istrinya.
Read
Chapter: Akhir Cerita
Serangan fajar itu berlangsung sengit. Pasukan Tirtapura benar-benar diuntungkan dengan keadaan musuh yang tidak siap dan masih kaget dengan ledakan.Pasukan pemanah segera beraksi menghujani benteng dan apapun di baliknya dengan panah. Lalu begitu panah-panah itu habis, pasukan darat segera berlari menyerbu melewati benteng yang rubuh itu dengan gagah berani sambil berteriak lantang saling membakar semangat satu sama lainnya.Senopati Teguh menahan Rangga agar tidak ikut masuk.“Di sini saja, Den… tugamu sudah selesai. Sisanya biar dibereskan pasukan darat dan pasukan kuda. Kita hanya perlu menunggu. Hari ini, tak sampai tengah hari, istana Wonobhumi akan takluk…” kata Senopati Teguh.Rangga tidak membantah. Ia menyaksikan kemelut itu dari kejauhan dan mendengarkan teriakan-teriakan mengerikan di balik benteng itu. Musuh tidak sepenuhnya siap dan kalah jumlah.Rupanya perang itu berlangsung cepat. Belum sampai matahari terasa terik, perang berakhir diiringi suara sorak sorai pasukan
Last Updated: 2024-02-28
Chapter: Hancurnya Benteng Wonobhumi
Kereta Rangga berhenti di tempat yang direncanakan. Rangga bukannya lolos dari serangan itu. Ada dua anak panah yang telah tertancap di bahunya. Rasanya sungguh menyakitkan. Namun Rangga menghiraukan rasa sakit itu. Ketegangan membuatnya tak peduli dengan apapun.Pihak musuh tidak mengerti. Mereka banyak yang berpindah hingga di atas dan di sisi kanan dan kiri benteng itu sambil tetap berancang-ancang dengan panahnya. Rangga masih terpindung oleh bagian lengkung benteng sehingga siapa saja yang berada di atas belum bisa menyerangnya. Sementara ada banyak juga prajurit yang berada di balik gerbang benteng.Rangga segera bergegas ke belakang kereta. Ia menarik beberapa sumbu, lalu membakarnya tanpa ragu. Setelah itu, ia kembali memayungi tubuhnya dengan tameng dan ia berlari meninggalkan kereta itu kembali menuju ke pemukiman barat.Sungguh pun, Senopati Teguh sangat cemas. Ia sudah menyiapkan banyak prajurit pemanah saat itu. Saat Rangga berlari menyelamatkan diri, senopati Teguh memin
Last Updated: 2024-02-26
Chapter: Mendekati Benteng Musuh
Beberapa hari kemudian, Pasukan Tirtapura sudah bergerak dan mereka berhasil menguasai wilayah barat kotaraja. Kini jarak kedua kubu itu bisa dibilang hanya beberapa langkah saja, terpisah oleh jalan dan juga benteng istana yang tinggi dan tebal.Dua kubu pasukan itu sudah sempat saling bersitegang dan bertukar serangan anak panah. Namun Senopati Wuring segera menghentikan hal itu karena bisa menjadi sebuah pemborosan.Dalam benak senopati Wuring ada banyak metode untuk menaklukkan Wonobhumi. Atau membuat mereka pada akhirnya membuka gerbang dan menyerang. Hal itu adalah sebuah kerugian besar bagi pihak Wonobhumi.Salah satu cara yang terpikirkan adalah dengan mengisolasi tempat itu. Tak akan ada pasokan makanan dan mereka tak akan bisa bertahan.Sementara, pasukan Tirtapura masih akan bisa bertahan karena mereka masih bisa mendapatkan pasokan makanan entah bagaimana caranya.Dan metode itu disampaikan oleh Senopati Wuring kepada semua jajaran senopati dan orang penting di kubu Tirtap
Last Updated: 2024-02-24
Chapter: Sampai Di Kotaraja Wonobhumi
Hari-hari berlalu. Kini Rangga bersama rombongan besar pasukan Tirtapura sedang menuju ke kotaraja Wonobhumi.Pasukan Wonobhumi yang bertahan di kota Suluk akhirnya berhasil dikalahkan. Tidak banyak dari pasukan itu yang berhasil melarikan diri ke kotaraja. Selebihnya mati dan terluka parah, serta dijadikan tahanan sampai entah kapan.Yang pasti, kota-kota yang dilewati oleh pasukan Tirtapura selalu gemetar ketakutan sebab Wonobhumi sudah benar-benar kehilangan kekuatan, kecuali yang tersisa di kotaraja.Tentu setiap kota kadipaten akan memiliki pasukan sendiri-sendiri. Namun pada saat perang terjadi, kotaraja meminta sumbangan prajurit sehingga setiap kadipaten yang ada di wilayah Wonobhumi telah kehilangan setengah pasukannya.Dan kali ini, daripada hancur lebur, para adipati memilih untuk menyerah dan berdamai dengan Tirtapura yang artinya mereka dengan suka rela menyerahkan diri dan mengakui kedaulatan Tirtapura, serta mau menjadi bagian dari kerajaan tersebut.Hal itu tentu saja
Last Updated: 2024-02-23
Chapter: Citra Hamil?
Dalam kekacauan itu, sayangnya tim yang berada di titik kedua kurang sabar. Banu juga merasa bingung dengan hiruk pikuk yang terjadi. Sehingga, semula yang seharusnya mereka menyalakan petasan ketika prajurit darat kembali untuk mengevakuasi teman-teman mereka, malah terburu-buru menyalakan petasan itu manakala mereka menganggap situasinya sudah tepat.Sehingga, pasukan darat musuh bisa dibilang selamat dari jebakan itu. Yang kena hanyalah kesatuan yang bertugas untuk mengangkut dan mengawal perbekalan.Senopati Teguh tak berani mengambil banyak resiko. Ia hanya menyuruh pasukannya untuk menghabiskan anak panah yang mereka miliki dan juga menjatuhkan bebatuan berukuran sedang dari atas gunung. Selebihnya mereka pergi meninggalkan tempat itu.Apapun itu, hasil dari serangan petasan tersebut cukup memuaskan. Ada banyak korban jatuh dari pihak Wonobhumi meski jumlah prajurit mereka masih sangat banyak.Namun demikian, mereka kehilangan waktu, kehilangan banyak kuda, dan juga amunisi lain
Last Updated: 2024-02-21
Chapter: Memporak-Porandakan Musuh Dengan Ledakan
Rangga dan beberapa anggota timnya berada di lokasi titik pertama namun tak persis di tempat-tempat petasan itu dipasang sedemikian rupa.Prajurit darat sudah lewat dari tadi. Dan juga kereta-kereta pengangkut perbekalan. Rangga sampai merinding sendiri melihat banyaknya iringan panjang prajurit Wonobhumi tersebut.Yang dilakukan Rangga dan teman-temannya hanyalah berdiri di pinggir jalan karena tugas para prajurit di tempat itu memang hanya menjaga jalur.Hanya di awal-awal saja, pemimpin rombongan pasukan darat berhenti dan menanyakan situasi. Rangga menjawab jika jalur telah bersih dan aman untuk dilewati. Selebihnya para prajurit itu melanjutkan perjalanannya.“Panjang sekali barisannya… dan pasukan berkuda masih sangat jauh. Aku khawatir jika petasan kita gagal…” bisik Sanji yang saat itu berada di sebelah Rangga.“Jangan khawatir. Ada puluhan petasan dan tak mungkin tak ada yang meledak. Kita hanya harus berhati-hati saja, sebab yang akan kita hadapi nanti adalah kuda-kuda yang
Last Updated: 2024-02-20
You may also like
LEAVE ME LOVING YOU
LEAVE ME LOVING YOU
Urban · Azlina Altaff
2.5K views
Cinderella Tanpa Sepatu Kaca
Cinderella Tanpa Sepatu Kaca
Urban · Wahyuni Soewardji
2.5K views
Bukan Salesman Biasa
Bukan Salesman Biasa
Urban · Duarta
2.4K views
DERITA WAJAH JELEK
DERITA WAJAH JELEK
Urban · Hamfa Merman
2.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status