author-banner
BabyCaca
BabyCaca
Author

Novel-novel oleh BabyCaca

OM CEO, I LOVE YOU!

OM CEO, I LOVE YOU!

"Jangan panggil saya Om, atau saya cium kamu sekarang juga!" Gara-gara menabrak CEO kaku di lobi dan merusak jam tangan miliaran, hidup Lala berubah jadi bencana. Bukannya takut, Lala malah memanggilnya "Om Tua" dan kabur setelah memeletkan lidah! Alistair, sang CEO arogan, tidak tinggal diam. Dia bersumpah akan memberi pelajaran pada bocah SMA bar-bar itu. "Kamu mau cicil sepuluh ribu sebulan? Kamu pikir ini warteg?!" geram Alistair. "Ya sabar dong, Om Galak! Namanya juga usaha!" balas Lala berani. Alistair berniat menyiksa Lala lewat pekerjaan, tapi malah hatinya yang tersiksa karena tingkah ajaib gadis itu. Bisakah Lala meluluhkan si Mr. Arrogant yang dinginnya melebihi kutub utara?
Baca
Chapter: Bab 113 - Konsultasi dadakan
Siang itu, ruang tamu utama Mansion Vanderwick yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu-tamu negara atau kolega bisnis kelas atas, mendadak berubah fungsi menjadi ruang konsultasi medis paling tidak lazim. Elvin, yang baru saja selesai memeriksa tekanan darah Lala, masih duduk di sofa single dengan tas medis yang terbuka di atas meja marmer. Alistair duduk di sofa panjang, merangkul pinggang Lala dengan posesif seolah-olah istrinya itu akan terbang jika tidak dipegangi. Sementara itu, Kenzo dan Sisi duduk di seberang mereka, ditemani Intan yang duduk di kursi kayu antik di sudut, berusaha terlihat tidak mencolok. "Kondisi janin dan rahim Lala sangat kuat," ucap Elvin dengan suara baritonnya yang datar, memecah keheningan ruang tamu yang luas itu. "Meski ada efek kehamilan simpatik yang membuatmu mual, Al, secara fisik Lala sangat sehat." Alistair mengangguk-angguk serius. Ia memperbaiki posisi duduknya, wajahnya tampak sangat berwibawa seolah sedang memimpin rapat merger perusa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 112 - Para pria posesif
Suasana di ruang makan Mansion Vanderwick benar-benar berubah menjadi panggung sandiwara yang aneh. Setelah perdebatan panas yang hampir berujung baku hantam, Alistair kini duduk dengan wajah yang ditekuk, namun tangannya tidak sedetik pun lepas dari menggenggam ujung pakaian Lala. Ia tampak seperti singa yang baru saja dijinakkan paksa, namun masih mengeluarkan geraman kecil setiap kali matanya bertemu dengan Rehan. Rehan, pria bertato dengan gaya baggy jeans-nya yang santai, baru saja selesai menghabiskan hidangan penutup. Ia menatap Alistair dengan senyum mengejek. "Kau tahu, Tuan Alistair? Wajah kaku mu itu sebenarnya cukup lucu kalau sedang menahan marah. Kenapa tidak tersenyum sedikit? Adikku bisa stres kalau melihat suaminya terlihat seperti ingin menelan orang hidup-hidup." "Bicara mu jangan sok keren," desis Alistair dengan nada benci yang kental. Rehan hanya tertawa renyah, menyandarkan punggungnya ke kursi mahal itu. "Aku memang keren, kau dengan jas mu itu yang kaku, Tu
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 111 - Siapa Rehan?
Ketegangan di ruang tamu Mansion Vanderwick mencapai titik didih. Udara seolah membeku di sekitar Alistair. Tatapannya yang tajam terkunci rapat pada Rehan, sementara tangannya mencengkeram pergelangan tangan Lala dengan erat—bukan untuk menyakiti, melainkan sebagai tanda kepemilikan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Rehan, yang sejak tadi duduk santai, kini berdiri dengan gerakan yang tenang namun waspada. Ia tidak tampak terintimidasi oleh aura membunuh yang dipancarkan Alistair. Sebagai pria yang tumbuh di jalanan dan sering berurusan dengan sisi gelap logistik, gertakan adalah makanannya sehari-hari. Namun, ia harus mengakui bahwa pria di depannya ini memiliki jenis intimidasi yang berbeda; sebuah otoritas yang lahir dari kekuasaan tanpa batas. "Aku tanya sekali lagi," suara Alistair merendah, hampir menyerupai geraman yang keluar dari dada bidangnya. "Siapa kau, dan apa urusanmu dengan istriku?" Rehan tersenyum miring, memasukkan kedua tangannya ke saku baggy jeans-nya. "
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 110 - Aroma cemburu
Lala masih berdiri terpaku di anak tangga teras, menatap pria asing yang penampilannya sangat jauh dari kata "rapi" menurut standar lingkungan Vanderwick. Pria itu, dengan tato yang menjalar di lengannya dan gaya rambut belah tengah yang sedikit berantakan, menatap Lala dengan binar mata yang jenaka. Ia tampak menikmati kebingungan di wajah cantik Lala. "Siapa ya? Apa kita pernah bertemu?" tanya Lala dengan ragu. Ingatannya mencoba menyisir setiap wajah yang pernah ia kenal, namun pria di depannya ini terlihat seperti berandalan jalanan yang tampan, sementara ingatan Lala hanya dipenuhi oleh anak-anak panti yang kurus dan berpakaian lusuh. Pria itu terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar berat namun sangat akrab. Ia melangkah satu tahap lebih dekat, mengabaikan Leon yang sudah meletakkan tangannya di balik jas, siap menarik senjata jika pria itu berbuat macam-macam. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke arah Lala, lalu berbisik dengan nada menggoda yang sangat rendah. "Es kul-kul
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 109 - Anak kecebong
Pagi itu, Mansion Vanderwick tampak sedikit lebih tenang dari biasanya. Alistair terpaksa harus meninggalkan rumah karena ada rapat dewan direksi yang sangat krusial di kantor pusat—sebuah rapat yang tidak bisa ia tunda lagi meskipun hatinya masih berat meninggalkan Lala yang sedang dalam kondisi hamil muda. Sebelum berangkat, Alistair memberikan instruksi keamanan yang sangat ketat pada Leon dan para pengawal untuk menjaga setiap sudut kediamannya. “Tugas ku sangat banyak butuh sedikit waktu refreshing atau ada kau Si dan Lala,”senyum Intan kepada Sisi. “Saking sering nya bergaul dengan suami ku seperti nya aku sedikit ketularan sifat mengatur nya,”jawab Sisi terkekeh kepada Intan. “Maksud mu?”tanya Intan heran. “Ya aku sering memarahi nya. Karena Lala hamil dia meminta aku segera hamil juga agar ada pewaris Moretti, tapi aku tetap memakan pil kb, aku belum siap jadi ibu aku merasa masih muda. Apa lagi Kenzo itu masih sangat labih,”ucap Sisi memutar bola mata nya dengan malas. “
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 108 - Misi nasi uduk
Seminggu telah berlalu sejak kabar kehamilan Lala mengguncang Mansion Vanderwick. Jika biasanya pagi hari di kediaman itu diisi dengan keheningan yang elegan dan aroma kopi mahal, kini suasananya berubah total. Alistair Vanderwick, pria yang bisa menjatuhkan lawan bisnis hanya dengan satu kerutan dahi, kini sedang berlutut di depan kloset dengan wajah yang sangat menyedihkan. "Huekk... huekk..." Alistair membasuh mulutnya, tangannya gemetar menahan tubuhnya sendiri. Benar kata Dokter Elvin, rasa mual itu tidak hilang begitu saja. Alistair justru seolah menjadi "perwakilan" Lala untuk merasakan semua penderitaan fisik di trimester pertama. Lala masuk ke kamar mandi dengan wajah segar bugar, kontras sekali dengan suaminya. "Bub, masih mual? Maaf ya, sepertinya bayinya lebih suka bikin Bub yang olahraga pagi di kamar mandi daripada Lala." Alistair mendongak, menatap istrinya dengan tatapan sayu namun tetap penuh cinta. "Tidak apa-apa, Sayang. Lebih baik aku yang merasakannya daripada
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Dikhianati dan dibuang ke Hutan Terlarang untuk mati di kehidupan ketiganya, Aurelia von Valeraine justru jatuh ke dalam cengkeraman Raja Iblis yang kejam, Xaverius Lucian Dracul. Sang tiran haus darah itu menentang Sistem yang menuntut kematiannya, mengklaim jiwa Aurelia sebagai miliknya dengan obsesi mencekik yang tak bisa dihindari. Kini, terjebak di antara kematian yang sudah digariskan dan monster yang menolak melepaskannya, Aurelia harus menulis ulang takdirnya sebelum kegelapan melahapnya habis
Baca
Chapter: Bab 83 - Darah sang penawar
Cahaya perak yang memancar dari lantai kaca balkon itu tidak hanya menyilaukan mata, tapi juga mengirimkan getaran hangat yang merambat hingga ke tulang sumsum. Xaverius, yang tadinya panik melihat telapak tangan Aurelia yang berdarah, kini terpaku. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana darah merah istrinya yang merembes ke dalam pori-pori kaca itu mengubah struktur sihir di dalamnya. Warna merah pekat dari Bulan Darah di atas sana seolah "ditolak" mentah-mentah oleh area yang terkena darah Aurelia. "Xaverius... lihat ke bawah," bisik Aurelia, suaranya bergetar. Ia mencondongkan tubuhnya ke pagar balkon, mengabaikan rasa perih di tangannya. Xaverius mengikuti arah pandang Aurelia. Jauh di dasar menara, di taman istana yang gelap dan penuh dengan mawar bayangan yang membeku, sebuah keajaiban sedang terjadi. Tetesan darah Aurelia yang tidak terserap oleh kaca balkon jatuh bebas menembus udara malam. Tetesan itu berkilau seperti bintang jatuh berwarna rubi, meluncur ratu
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 82 - Dansa di bawah bulan meran
Cahaya merah darah yang memancar dari bulan purnama di atas sana mengubah balkon kaca transparan itu menjadi panggung yang bermandikan warna kirmizi. Di bawah kaki mereka, seluruh Kerajaan Nocturnia yang telah membeku menjadi kristal kini bergetar halus, memantulkan sinar merah itu hingga menciptakan ilusi lautan api beku. Aurelia mundur selangkah, tangannya gemetar. Notifikasi sistem di matanya berkedip liar dengan peringatan bahaya, namun Xaverius melakukan sesuatu yang tidak terduga. Ia tidak memasang kuda-kuda tempur. Ia tidak memanggil pasukan bayangan. Sebaliknya, sang Kaisar Kehancuran menyarungkan pedang hitamnya kembali ke udara kosong dengan gerakan santai, seolah-olah fenomena kiamat di atas kepala mereka hanyalah dekorasi pesta yang sedikit berlebihan. Xaverius berbalik menghadap Aurelia, mengabaikan langit yang bergemuruh. Ia membungkuk sedikit, mengulurkan tangan kanannya dengan telapak terbuka ke atas—sebuah gestur undangan dansa bangsawan kuno yang sangat formal. "
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 81 - Balkon di atas langit
Pintu kamar utama Kastil Obsidian terbanting menutup dengan suara dentuman berat yang menggema di lorong sunyi. Bukan dikunci dengan kunci biasa, melainkan disegal dengan sihir bayangan tingkat tinggi yang berdenyut ungu gelap di permukaannya. Di dalam kamar, Aurelia masih duduk mematung di tepi tempat tidur raksasa itu, tempat di mana Xaverius baru saja "melemparnya"—meski mendarat di kasur empuk, tetap saja rasanya seperti ditaruh paksa seperti karung beras. "Diam di sini. Renungkan kebodohanmu," itu kalimat terakhir Xaverius sebelum ia menghilang di balik pintu dengan wajah yang masih menahan amarah gunung berapi. Aurelia memeluk lututnya. Ia melirik ke arah jendela kamar. Di luar sana, dinding kubah kaca yang mengurung Nocturnia semakin tebal, membiaskan cahaya matahari sore menjadi warna oranye yang menyakitkan mata. Rasa bersalah kembali merayap di dadanya. Ia gagal menyelamatkan dunia, dan sekarang ia membuat suaminya murka hingga ke tulang. "Apa yang akan dia lakukan?" bis
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 80 - Pelarian yang gagal
Waktu yang tersisa di panel sistem Aurelia terus berdetak mundur, seolah mengejek setiap tarikan napasnya. [Waktu Tersisa sebelum Oksigen Mengkristal: 71 Jam 14 Menit.] Kubah kaca raksasa yang mengurung Nocturnia kini membiaskan cahaya matahari pagi menjadi spektrum warna yang menyakitkan mata. Di luar sana, dinding tak kasat mata itu terus menebal, memisahkan mereka dari dunia luar, mengubah kerajaan ini menjadi terrarium raksasa yang menunggu kematian. Di ruang strategi, suara benturan keras terdengar. Xaverius sedang mengamuk, mencoba menghancurkan dinding kubah itu dengan Void Slash-nya, namun laporan Silas mengatakan bahwa serangan itu tidak berpengaruh. Aurelia tahu, suaminya tidak akan berhenti sampai tenaganya habis. "Silas benar..." gumam Aurelia, berdiri di balik pilar koridor, mengintip kesibukan di aula. "Dunia ini meniru energiku tapi gagal. Energinya macet. Jika aku tidak melakukan sesuatu, kita semua akan menjadi patung hiasan." Pikiran nekat itu tumbuh di kepalany
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 79 - Diagnosa sang bijak
Ruang perpustakaan yang remang-remang itu kini dipenuhi oleh cahaya biru neon yang berkedip cepat dari panel sistem Aurelia, bercampur dengan aura hitam pekat yang meledak dari tubuh Xaverius. Udara bergetar hebat. Buku-buku tua di rak berguncang dan jatuh, seolah-olah realitas di ruangan itu sedang diguncang oleh dua kekuatan yang bertolak belakang: keinginan sistem untuk menghapus, dan keinginan Xaverius untuk mempertahankan. "Aurelia! Tetap di sini!" raung Xaverius. Suaranya bukan lagi suara manusia, melainkan perintah mutlak dari seorang penguasa kegelapan. Ia mencengkeram bahu Aurelia yang mulai transparan. Jari-jari Xaverius menembus kulit dan daging yang memudar itu, namun ia tidak menyerah. Xaverius mengalirkan energi Obsidian murninya secara gila-gilaan, mencoba mengisi kekosongan eksistensi Aurelia dengan jiwanya sendiri. "Kau tidak boleh hilang... Kau tidak boleh pergi ke tempat yang tidak bisa kujangkau!" Aurelia, yang kesadarannya sudah berada di ambang kehampaan, mer
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 78 - Labirin rasa bersalah
Suara langkah kaki Xaverius yang mendekat ke kamar tidur di Bab sebelumnya menjadi pemicu kepanikan Aurelia. Ia tidak bisa membiarkan suaminya masuk. Jika kamar itu sudah terinfeksi oleh wabah kristal—yang ditandai dengan kuncup kaca di meja belajarnya—maka Xaverius juga bisa tertular jika ia tetap di sana. Dengan nekat, Aurelia mengunci pintu kamar dari dalam menggunakan sihir pengunci level tinggi yang ia pelajari dari buku harian Silas, lalu ia melarikan diri melalui jalan rahasia di balik lemari pakaian—sebuah lorong sempit yang terhubung langsung ke Perpustakaan Kuno (The Archive of Shadows) di sayap barat istana. Kini, di tengah keheningan perpustakaan raksasa yang berdebu itu, Aurelia merasa semakin kecil. Ribuan rak buku yang menjulang setinggi langit-langit seolah menatapnya dengan tuduhan. Tempat ini biasanya menjadi surga baginya, tempat di mana ia merasa menjadi "penulis" yang memegang kendali. Namun sekarang, tempat ini terasa seperti ruang sidang yang dingin. Aurelia
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Anda juga akan menyukai
My Husband's Secret
My Husband's Secret
Romansa · HENY PU
27.4K Dibaca
Nikah Kontrak Ketika Hamil
Nikah Kontrak Ketika Hamil
Romansa · Fn. Nurmala17
27.3K Dibaca
Kakak Cantik, Jadi Mamiku!
Kakak Cantik, Jadi Mamiku!
Romansa · Aililea (din din)
27.3K Dibaca
Dibeli Mafia Kejam
Dibeli Mafia Kejam
Romansa · Armelia Melmel
27.3K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status