author-banner
BabyCaca
BabyCaca
Author

Novel-novel oleh BabyCaca

OM CEO, I LOVE YOU!

OM CEO, I LOVE YOU!

"Jangan panggil saya Om, atau saya cium kamu sekarang juga!" Gara-gara menabrak CEO kaku di lobi dan merusak jam tangan miliaran, hidup Lala berubah jadi bencana. Bukannya takut, Lala malah memanggilnya "Om Tua" dan kabur setelah memeletkan lidah! Alistair, sang CEO arogan, tidak tinggal diam. Dia bersumpah akan memberi pelajaran pada bocah SMA bar-bar itu. "Kamu mau cicil sepuluh ribu sebulan? Kamu pikir ini warteg?!" geram Alistair. "Ya sabar dong, Om Galak! Namanya juga usaha!" balas Lala berani. Alistair berniat menyiksa Lala lewat pekerjaan, tapi malah hatinya yang tersiksa karena tingkah ajaib gadis itu. Bisakah Lala meluluhkan si Mr. Arrogant yang dinginnya melebihi kutub utara?
Baca
Chapter: Bab 200 - Tamat
Matahari sore menyiram taman belakang Mansion Vanderwick dengan cahaya keemasan yang hangat, menciptakan siluet megah pada pilar-pilar bangunan yang tetap kokoh berdiri selama belasan tahun. Di sebuah kursi taman kayu jati yang nyaman, Alistair Julian Vanderwick duduk dengan gaya tenangnya yang legendaris. Meski ada beberapa helai uban yang mulai menyelinap di antara rambut hitamnya, aura kepemimpinannya justru semakin matang dan berwibawa. Alistair merangkul bahu Lala, menarik istrinya agar bersandar erat di dada bidangnya yang selalu menjadi pelabuhan ternyaman. Lala, yang masih terlihat sangat cantik dengan kerutan halus di sudut matanya, tersenyum sambil menikmati semilir angin. Ia mengamati bunga-bunga melati yang dulu mereka tanam bersama, kini telah tumbuh rimbun menutupi sebagian area gazebo. "Bub, lihatlah sekeliling kita. Rasanya seperti mimpi melihat mansion ini tetap sehangat dulu," bisik Lala pelan. "Tentu saja hangat, karena duniaku ada di sini, bersamamu, Lala," s
Terakhir Diperbarui: 2026-03-17
Chapter: Bab 199 - Si kembar pintar
Malam di Mansion Vanderwick terasa berbeda, seolah udara dipenuhi oleh haru yang tertahan di balik kemegahannya. Lampu kristal di ruang tengah memancarkan cahaya temaram, menyinari Alistair dan Lala yang duduk berdampingan di sofa beludru. Besok adalah hari kelulusan jalur akselerasi bagi si kembar, sebuah tanda bahwa masa kanak-kanak mereka telah resmi berakhir. Alistair menatap kosong ke arah layar tabletnya, namun pikirannya melayang jauh pada memori belasan tahun lalu. Ia masih ingat sensasi menggendong Arlo yang merah dan Lyra yang menangis kencang di hari kelahiran mereka. Kini, kedua bayi itu telah berubah menjadi sosok remaja yang cerdas, tangguh, dan siap menaklukkan dunia pendidikan tinggi. "Bub, kenapa melamun? Besok kita harus bangun pagi untuk ke gedung wisuda," tegur Lala lembut sambil mengusap lengan suaminya. "Aku hanya merasa waktu benar-benar pencuri yang ulung, Lala. Rasanya baru kemarin aku membelikan mereka mobil-mobilan," gumam Alistair. "Dan sekarang mer
Terakhir Diperbarui: 2026-03-17
Chapter: Bab 198 - Alistair pride
Malam di Mansion Vanderwick terasa sangat tenang dengan embusan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma melati. Alistair Julian Vanderwick berdiri di balkon lantai dua, menyandarkan sikunya di pagar pembatas sembari menyesap kopi pahitnya. Matanya yang tajam tertuju ke bawah, ke arah taman belakang yang diterangi lampu-lampu taman artistik yang hangat Di bawah sana, Arlo dan Lyra sedang duduk di gazebo kaca. Meski waktu sudah menunjukkan jam belajar mandiri, mereka berdua tampak sangat fokus. Arlo terlihat sedang menjelaskan sesuatu pada tabletnya kepada Lyra, sementara sang adik mencatat dengan serius di buku sketsanya. Alistair menyeringai tipis, merasakan kebanggaan yang membuncah di dalam dadanya melihat pemandangan itu. "Masih betah berdiri di sini, Bub? Kopinya sudah dingin lho," suara lembut Lala terdengar dari belakang. Alistair tidak menoleh, ia hanya merentangkan tangan kirinya untuk menarik Lala agar bersandar di sampingnya. "Lihat mereka, Bub. Rasanya baru kemarin aku p
Terakhir Diperbarui: 2026-03-17
Chapter: Bab 197 - Kunjungan Elvin dan Intan
Mansion Vanderwick sore itu tampak lebih ramai dari biasanya. Gerbang emas terbuka lebar menyambut mobil SUV mewah yang sangat dikenal oleh seluruh penjaga. Alistair berdiri di teras dengan gaya angkuhnya, sementara Arlo berdiri di sampingnya dengan tangan masuk ke saku celana, menunjukkan aura dingin yang identik dengan sang ayah Elvin Fisher turun dari mobil dengan setelan kasual namun tetap rapi, diikuti Intan yang kini terlihat sangat anggun sebagai Nyonya Fisher. Di antara mereka, seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun bernama Leo tampak berlari ceria sambil membawa bola plastik. Pemandangan itu kontras dengan Arlo yang hanya menatap kedatangan mereka dengan pandangan datar dan penuh analisa. "Wah, si Kulkas akhirnya ingat jalan pulang ke mansion ini," ejek Alistair sambil menyeringai lebar. "Aku hanya ingin memastikan kau tidak stres karena menghadapi Arlo yang sepertinya sudah mulai menguasai meja kerjamu, Al," balas Elvin tajam. "Mas Elvin, Tuan Alistair, b
Terakhir Diperbarui: 2026-03-17
Chapter: Bab 196 - My brother, my bodyguard
Kantin sekolah menengah internasional itu mendadak sunyi saat seorang siswa kelas dua belas berdiri menghadang jalan Lyra. Pria bernama Rangga itu tampak membawa beberapa lembar kertas dan menatap Lyra dengan senyum meremehkan. Para siswa lain mulai berbisik, menyadari bahwa ada seseorang yang cukup nekat untuk mengusik ketenangan sang ratu sekolah. Lyra berhenti melangkah, ia menatap Rangga dengan pandangan tenang namun tajam yang sangat mematikan. Ia melipat tangan di depan dada, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut meski tubuh Rangga jauh lebih besar darinya. Baginya, gertakan semacam ini hanyalah hiburan murahan di tengah jam istirahat yang membosankan. "Ada apa, Kak? Sepertinya Kakak sedang butuh perhatian sampai harus menghalangi jalanku," ucap Lyra dengan nada santai. "Lo pikir karena lo cantik dan kaya, lo bisa seenaknya menolak undangan acara angkatan kami?" tanya Rangga dengan nada menantang. "Aku menolak karena acaranya tidak menarik, sesederhana itu. Kenapa Kak
Terakhir Diperbarui: 2026-03-16
Chapter: Bab 195 - Mommy, my bestfriend
Pusat perbelanjaan paling mewah di Jakarta tampak berkilau di bawah lampu kristal yang menggantung tinggi. Lala melangkah anggun sambil menggandeng lengan Lyra yang kini sudah hampir setinggi dirinya. Di belakang mereka, lima pengawal berpakaian safari hitam menjaga jarak sepuluh meter dengan sangat ketat. Lyra menyesuaikan letak kacamata hitam di atas kepalanya dengan gaya yang sangat modis. Ia melirik tumpukan kantong belanjaan bermerek yang dibawa oleh dua pengawal di belakang mereka. Senyum tipis terukir di bibirnya yang kemerahan, mewarisi kecantikan Lala namun dengan aura yang jauh lebih berani. "Mom, apa Daddy tidak akan marah kita menghabiskan limit kartu kreditnya dalam dua jam?" tanya Lyra sambil terkekeh. "Kartu itu diberikan memang untuk dihabiskan, Lyra. Kalau tidak habis, Daddy-mu justru akan curiga kita tidak bahagia," jawab Lala santai. "Daddy memang aneh. Dia mencintai kita dengan cara membuang uang seolah itu hanya tumpukan kertas," gumam Lyra sambil menarik
Terakhir Diperbarui: 2026-03-16
Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Roselina tahu persis kapan ia akan mati. Ia sudah mengalaminya 55 kali. Setelah mengalami kematian tragis berulang kali di tangan pria yang sama, kali ini Roselina menolak menyerah. Ia menerobos radius maut lima meter milik Kaelan Varka—Sang Raja yang dikutuk membekukan apa pun yang disentuhnya—dan melakukan hal mustahil: Ia memeluknya dan tetap bernapas. "Aku lelah mati dengan cara yang membosankan, Yang Mulia."
Baca
Chapter: Bab 95 : KMSRV
Sinar matahari pagi menembus jendela kaca di kamar Sayap Barat. “Nyonya ada surat yang di titipkan ksatria untuk anda,”jelas Celia memberikan nya kepada Roselina. “Surat? Bahkan aku tidak punya orang untuk berkirim surat,”bingung Roselina awal nya sebelum membuka isi surat itu. Wanita Darah Murni itu membatalkan acara minum teh di istana hari ini karena High Lord Xaros memiliki urusan militer mendadak. Namun, sebagai gantinya, Seraphine justru mengundang Roselina untuk datang ke kediaman pribadinya di Kota Karang Kristal beberapa hari lagi. “Aku sepertinya akan berhasil,”gumam Roselina pelan. Sebuah senyum kemenangan terukir jelas di bibir Roselina. Ini adalah pencapaian politik yang sangat besar. Untuk ukuran seorang tumbal manusia yang dibenci, menarik perhatian ras Varka tingkat dua hingga diundang secara eksklusif ke wilayah mereka adalah hal yang nyaris mustahil. "Celia, simpan surat ini dengan baik di dalam laci," perintah Roselina menyerahkan perkamen tersebut. "
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 94 : KMSRV
Jamuan makan malam yang dipenuhi intrik dan ketegangan itu akhirnya usai. Pelayan istana dengan sigap membersihkan sisa hidangan dari meja panjang berbahan kayu hitam tersebut. High Lord Xaros dan High Lady Seraphine bangkit dari kursi mereka dengan keangkuhan yang tidak memudar sedikit pun. Kaelan menatap kedua bangsawan Darah Murni itu dengan ekspresi sedatar es. "Jenderal Zephyrin dan aku akan mengantar kalian menemui Tabib Caspian. Organisasi The Scary telah menyiapkan ramuan pemulih energi yang kalian minta dari pusat medis istana." "Sebuah kehormatan bisa melihat langsung hasil racikan organisasi medis terbaik di Ocean, Yang Mulia," balas Xaros menundukkan kepalanya sedikit. Roselina baru saja hendak merapikan gaunnya untuk ikut berdiri, namun suara rendah Kaelan langsung menghentikannya. "Kau tetap di sini, De Solis. Tabib Caspian sangat menjunjung tinggi privasinya, dan dia paling membenci kehadiran orang asing di wilayah kerjanya." Roselina hanya mengangguk patuh, men
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 93 : KMSRV
Gaun sutra berwarna perak kebiruan itu membalut tubuh Roselina dengan sangat sempurna. Potongannya jatuh elegan menyapu lantai, memancarkan aura kebangsawanan yang tak bisa disembunyikan. Celia menatap pantulan majikannya di cermin besar dengan mulut sedikit terbuka. "Anda terlihat sangat memukau," puji Celia takjub sambil menyematkan jepit kristal di rambut pirang Roselina. "Tapi Nyonya, pakaian ini terlalu mewah. Ini sama sekali bukan pakaian seorang pelayan utama." Roselina menatap pantulannya dengan senyum penuh arti. "Tentu saja bukan, Celia. Sang Tiran tidak mengirim gaun ini agar aku menuangkan anggur. Ia merias putri musuhnya untuk dipamerkan sebagai trofi penaklukannya." Ketukan di pintu menghentikan obrolan mereka. Jenderal Zephyrin berdiri di ambang pintu dengan seragam militer resminya. Mata sang Jenderal sedikit melebar melihat penampilan Roselina, sebelum ia kembali menguasai ekspresinya dengan cepat. "Waktu jamuan sudah tiba. Mari saya antar ke aula makan utama,
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 92 : KMSRV
Ide menjatuhkan teh seketika ia buang jauh-jauh. Itu adalah cara konyol dan murahan. Ia sedang berhadapan dengan predator kuno berdarah dingin, bukan bangsawan manja dari Hilles. Ingatan dari kehidupannya yang ke-14 dan ke-30 tiba-tiba melintas. Roselina menyadari satu fakta penting. Kaum Darah Murni hidup ratusan bahkan ribuan tahun. Mereka pasti berada di era yang sama saat Jantung Samudera dicuri, atau setidaknya melihat pusaka itu secara langsung. "Ayo kembali ke dalam, Celia," ucap Roselina sambil memutar arah langkahnya. "Kita menuju ruang kerja Raja." "Nyonya ingin menemui Yang Mulia? Tapi untuk apa?" tanya Celia seraya berlari kecil menyamai langkah majikannya. "Aku akan mendampinginya menyambut tamu kehormatan malam ini," jawab Roselina tenang. Celia membelalakkan matanya ngeri. "Tapi Nyonya, mereka sangat membenci manusia! Bagaimana jika Yang Mulia menolak keras permintaan Anda?" "Raja yang sombong tidak pernah menolak kesempatan untuk memamerkan kekuasaannya, Ce
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 91 : KMSRV
Serpihan salju berjatuhan di sekitar Roselina, menggantikan ribuan jarum es mematikan yang hancur berantakan. “Sakit. Pergi menjauh,”teriak Kaelan kepada bawahan nya. “Yang mulia?! Apa anda baik-baik saja?!”teriak Zepriyn berusaha mendekat. “Aku bilang menjauh!”teriak Kaelan emosi. Kaelan terhuyung mundur, menatap kedua tangannya dengan napas memburu dan ekspresi penuh kengerian. Sihir di dalam darahnya benar-benar memberontak. “Jendral, tolong menjauh. Kutukan yang mulia sedang di luar kendali,”ungkap Roselina kepada Zepriyn. Melihat kepanikan sang Tiran, Roselina melangkah maju tanpa ragu. Ia mengabaikan tatapan syok Jenderal Zephyrin dan Valerius yang masih mematung di tempat mereka. Gadis itu meraih tangan besar Kaelan yang terasa sedingin gletser kematian. "Tenanglah, Yang Mulia," bisik Roselina dengan nada datar yang menenangkan. Begitu kulit mereka bersentuhan, hawa hangat dari tangan Roselina langsung mengalir deras. Namun, penolakan kutukan itu memakan korban
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 90 : KMSRV
Siang ini ruang kerja sang Tiran terasa jauh lebih mencekam dari biasanya. Di sisi ruangan, Jenderal Zephyrin dan Kepala Ksatria Valerius berdiri tegak dengan wajah tegang. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara sekecil apa pun. Di atas meja sang Raja, tergeletak sepotong kain hitam yang robek memanjang. “Apakah dengan sepotong kain bisa membuat asumsi tuduhan ini beralasan?”tanya Kaelan datar. Vaelia sengaja menyerahkan barang bukti itu pagi ini melalui Valerius. Jenderal licik itu memutarbalikkan fakta, mengatakan ada penyusup yang mencoba mencuri denah keamanan istana. “Anda tahu sesetia apa Jendral Vaelia terhadap Ocean yang mulia. Dia tidak mungkin memprovokasi anda dengan masalah rendahan dan sepele seperti ini bukan,”tunduk Valerius dengan sopan. Suara ketukan pelan memecah keheningan, disusul pintu yang terbuka. “Kau sudah memanggil Roselina?”tanya Kaelan melirik Zepriyn. “Sudah yang mulia, Celia mengatakan jika nyonya Roselina akan segera kesini,”jelas Zep
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Dikhianati dan dibuang ke Hutan Terlarang untuk mati di kehidupan ketiganya, Aurelia von Valeraine justru jatuh ke dalam cengkeraman Raja Iblis yang kejam, Xaverius Lucian Dracul. Sang tiran haus darah itu menentang Sistem yang menuntut kematiannya, mengklaim jiwa Aurelia sebagai miliknya dengan obsesi mencekik yang tak bisa dihindari. Kini, terjebak di antara kematian yang sudah digariskan dan monster yang menolak melepaskannya, Aurelia harus menulis ulang takdirnya sebelum kegelapan melahapnya habis
Baca
Chapter: SIDE STORY 5 - END
Menara Timur Istana Obsidian bermandikan cahaya emas matahari sore. Debu-debu cahaya menari di udara, menciptakan suasana magis di dalam perpustakaan raksasa yang dibangun oleh Ratu Aurelia delapan tahun lalu. Tempat ini seharusnya sunyi. Seharusnya menjadi tempat suci bagi para pencari ilmu. Namun, sore ini, kesunyian itu hanyalah mitos. "Kakak Max! Lihat! Aku nemu buku gambar naga!" "Itu ensiklopedia anatomi Wyvern, Isabella. Taruh kembali. Kau memegangnya terbalik." Di sofa beludru panjang dekat jendela besar, Xaverius dan Aurelia duduk berdampingan. Sang Kaisar sedang tidak memegang dokumen negara, melainkan membiarkan istrinya bersandar di dadanya sambil membelai rambut perak Aurelia. Mereka menikmati tontonan rutin sore hari: Dua buah hati mereka yang sedang 'berdiskusi' di antara rak buku. Pangeran Maximilian, yang duduk rapi di meja baca anak dengan postur tegak sempurna, sedang membaca buku tebal berjudul 'Sejarah Runtuhnya Kekaisaran Kuno'. Wajah datarnya tak terg
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Chapter: SIDE STORY PART 4
Malam telah larut di Istana Obsidian. Suara jangkrik malam dan desau angin dari Hutan Terlarang menjadi satu-satunya musik pengiring di ruang kerja Kaisar yang luas. Lampu kristal diredupkan, menyisakan cahaya hangat dari perapian yang menyala pelan. Di balik meja kerja mahoni yang besar, Xaverius Dracul duduk memeriksa tumpukan dokumen negara. Kacamata baca tipis bertengger di hidung mancungnya sebuah aksesori yang ia pakai hanya saat bekerja, yang membuatnya terlihat semakin tampan dan berwibawa. Di sofa beludru merah tak jauh dari sana, Aurelia duduk bersantai dengan kaki diselonjorkan ke meja kecil, memangku sebuah novel tebal. Sesekali ia menyeruput teh chamomile hangatnya. Hening. Tapi bukan hening yang canggung, melainkan hening yang nyaman. Keheningan sepasang suami istri yang sudah berbagi nyawa selama bertahun-tahun. "Hhh..." Helaan napas panjang Xaverius memecah keheningan. Bukan helaan napas lelah karena pekerjaan, tapi helaan napas frustrasi yang spesifik. Aure
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Chapter: SIDE STORY PART 3
Namaku Kael. Dulu, orang-orang di seluruh benua mengenal namaku dengan sebutan yang membuat bulu kuduk berdiri: The Shadow General Jenderal Bayangan The Silent Blade Pedang Sunyi atau Tangan Kanan Kaisar Iblis. Prestasiku? Jangan tanya. Aku pernah menyusup ke benteng Dwarf tanpa terdeteksi, membunuh tiga komandan Orc dalam satu tarikan napas, dan memanah seekor Wyvern tepat di bola matanya dari jarak satu kilometer saat badai salju. Aku adalah definisi dari "Mematikan". Tapi hari ini... "PAMAAAN KAAEEELLL! KEJAR BELLAAA!" Hari ini, musuh terbesarku bukanlah pasukan aliansi atau monster Void. Musuhku adalah seorang gadis kecil berusia tujuh tahun dengan rambut hitam legam dan koordinasi motorik terburuk dalam sejarah klan Dracul. Di Taman Mawar Istana Obsidian, Putri Isabella Dracul sedang berlari mengejar seekor kupu-kupu biru. Masalahnya, dia berlari sambil melihat ke atas, sementara di depannya ada akar pohon yang menonjol. Satu detik. Kaki mungil Isabella tersangkut.
Terakhir Diperbarui: 2026-03-08
Chapter: SIDE STORY PART 2
Langit di atas Nocturnia yang biasanya cerah mendadak berubah warna menjadi hijau zamrud yang menyilaukan. Angin berhembus kencang membawa aroma pinus dan bunga liar yang sangat pekat, menutupi aroma laut dan debu kota. Di balkon Istana Obsidian, sirene peringatan sihir berbunyi nyaring. WIIUUU! WIIUUU! Xaverius, yang sedang menikmati kopi paginya yang baru diseduh dengan sempurna oleh mesin buatan Dwarf langsung tersedak. Mata merah emasnya menyala waspada. Ia meletakkan cangkir, lalu memanggil pedang Black Sun nya dari udara kosong. "Kael!" teriak Xaverius, suaranya menggelegar ke seluruh lorong. "Siapkan pasukan! Ada serangan sihir skala besar dari Utara! Siapa yang bosan hidup berani menyerang wilayahku saat aku sedang cuti?!" Kael muncul dari balik bayangan pilar, membawa dua belati, tapi wajahnya terlihat bingung. "Lapor, Tuan! Deteksi energi menunjukkan ini bukan serangan musuh, tapi... uh... energi alam murni?" Belum sempat Xaverius memproses laporan itu, pintu balk
Terakhir Diperbarui: 2026-03-08
Chapter: SIDE STORY PART 1
Delapan tahun telah berlalu sejak perang besar berakhir, namun bagi Kael, medan perang yang sesungguhnya baru saja dimulai di halaman belakang Istana Obsidian. TAK! TAK! BUK! Suara benturan pedang kayu bergema di udara pagi. "Pangeran... hah... hah..." Kael, Sang Jenderal Bayangan yang namanya pernah membuat raja-raja benua lain gemetar ketakutan, kini berlutut dengan napas memburu. Keringat membasahi seragam latihan hitamnya. Ia mengangkat tangan tanda menyerah. "Ampun, Pangeran! Istirahat dulu! Napas saya mau putus!" Di hadapannya, berdiri seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun. Tubuhnya kecil, namun tegak lurus seperti tiang bendera. Rambut peraknya yang halus warisan mutlak dari sang Ibu berkilauan ditimpa sinar matahari pagi. Namun, saat bocah itu mengangkat wajahnya, siapa pun akan langsung teringat pada Kaisar Iblis. Mata heterochromia merah-emas itu menatap Kael datar. Tanpa emosi. Tanpa belas kasihan. "Berdiri, Kael," perintah Pangeran Maximilian Dracul deng
Terakhir Diperbarui: 2026-03-08
Chapter: Bab 125- Akhir yang bahagia
Pesta pernikahan itu berlangsung sampai dini hari dengan musik, tarian, dan arak madu yang mengalir tanpa henti di seluruh penjuru Istana Obsidian. Namun, saat langit timur mulai menampakkan semburat ungu muda, keramaian itu perlahan mereda. Para tamu sudah terlelap di kamar tamu, di taman, atau bahkan di bawah meja perjamuan saking mabuknya oleh kebahagiaan. Di lorong lantai atas yang sunyi, Xaverius Dracul berjalan pelan. Jas putih pengantinnya sudah dilepas sehingga menyisakan kemeja putih yang kancing teratasnya dibuka longgar dan lengan yang digulung sebatas siku. Di sampingnya, Aurelia berjalan tanpa alas kaki karena sepatu hak tingginya sudah lama ia tinggalkan di sudut ballroom akibat kakinya pegal berdansa. Tangan kanannya menjinjing ujung gaun pengantinnya yang berat, sementara tangan kirinya digenggam erat oleh Xaverius. "Lelah?" tanya Xaverius lembut sambil menatap istrinya yang terlihat mengantuk namun tetap tersenyum. "Sedikit," aku Aurelia. "Kakiku rasanya mau copot,
Terakhir Diperbarui: 2026-03-08
Anda juga akan menyukai
Dimanja Suami Pembawa Sial
Dimanja Suami Pembawa Sial
Romansa · Clarissa
336.7K Dibaca
Menjadi Tawanan CEO Dingin
Menjadi Tawanan CEO Dingin
Romansa · Camelia
336.3K Dibaca
BIARKAN AKU PERGI KETIKA DIRIMU MENDUA
BIARKAN AKU PERGI KETIKA DIRIMU MENDUA
Romansa · ET. Widyastuti
332.1K Dibaca
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Romansa · Rira Faradina
329.8K Dibaca
DINIKAHI KONGLOMERAT
DINIKAHI KONGLOMERAT
Romansa · Evie Yuzuma
329.1K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status