LOGIN"Jangan panggil saya Om, atau saya cium kamu sekarang juga!" Gara-gara menabrak CEO kaku di lobi dan merusak jam tangan miliaran, hidup Lala berubah jadi bencana. Bukannya takut, Lala malah memanggilnya "Om Tua" dan kabur setelah memeletkan lidah! Alistair, sang CEO arogan, tidak tinggal diam. Dia bersumpah akan memberi pelajaran pada bocah SMA bar-bar itu. "Kamu mau cicil sepuluh ribu sebulan? Kamu pikir ini warteg?!" geram Alistair. "Ya sabar dong, Om Galak! Namanya juga usaha!" balas Lala berani. Alistair berniat menyiksa Lala lewat pekerjaan, tapi malah hatinya yang tersiksa karena tingkah ajaib gadis itu. Bisakah Lala meluluhkan si Mr. Arrogant yang dinginnya melebihi kutub utara?
View MoreMatahari sore menyiram taman belakang Mansion Vanderwick dengan cahaya keemasan yang hangat, menciptakan siluet megah pada pilar-pilar bangunan yang tetap kokoh berdiri selama belasan tahun. Di sebuah kursi taman kayu jati yang nyaman, Alistair Julian Vanderwick duduk dengan gaya tenangnya yang legendaris. Meski ada beberapa helai uban yang mulai menyelinap di antara rambut hitamnya, aura kepemimpinannya justru semakin matang dan berwibawa. Alistair merangkul bahu Lala, menarik istrinya agar bersandar erat di dada bidangnya yang selalu menjadi pelabuhan ternyaman. Lala, yang masih terlihat sangat cantik dengan kerutan halus di sudut matanya, tersenyum sambil menikmati semilir angin. Ia mengamati bunga-bunga melati yang dulu mereka tanam bersama, kini telah tumbuh rimbun menutupi sebagian area gazebo. "Bub, lihatlah sekeliling kita. Rasanya seperti mimpi melihat mansion ini tetap sehangat dulu," bisik Lala pelan. "Tentu saja hangat, karena duniaku ada di sini, bersamamu, Lala," s
Malam di Mansion Vanderwick terasa berbeda, seolah udara dipenuhi oleh haru yang tertahan di balik kemegahannya. Lampu kristal di ruang tengah memancarkan cahaya temaram, menyinari Alistair dan Lala yang duduk berdampingan di sofa beludru. Besok adalah hari kelulusan jalur akselerasi bagi si kembar, sebuah tanda bahwa masa kanak-kanak mereka telah resmi berakhir. Alistair menatap kosong ke arah layar tabletnya, namun pikirannya melayang jauh pada memori belasan tahun lalu. Ia masih ingat sensasi menggendong Arlo yang merah dan Lyra yang menangis kencang di hari kelahiran mereka. Kini, kedua bayi itu telah berubah menjadi sosok remaja yang cerdas, tangguh, dan siap menaklukkan dunia pendidikan tinggi. "Bub, kenapa melamun? Besok kita harus bangun pagi untuk ke gedung wisuda," tegur Lala lembut sambil mengusap lengan suaminya. "Aku hanya merasa waktu benar-benar pencuri yang ulung, Lala. Rasanya baru kemarin aku membelikan mereka mobil-mobilan," gumam Alistair. "Dan sekarang mer
Malam di Mansion Vanderwick terasa sangat tenang dengan embusan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma melati. Alistair Julian Vanderwick berdiri di balkon lantai dua, menyandarkan sikunya di pagar pembatas sembari menyesap kopi pahitnya. Matanya yang tajam tertuju ke bawah, ke arah taman belakang yang diterangi lampu-lampu taman artistik yang hangat Di bawah sana, Arlo dan Lyra sedang duduk di gazebo kaca. Meski waktu sudah menunjukkan jam belajar mandiri, mereka berdua tampak sangat fokus. Arlo terlihat sedang menjelaskan sesuatu pada tabletnya kepada Lyra, sementara sang adik mencatat dengan serius di buku sketsanya. Alistair menyeringai tipis, merasakan kebanggaan yang membuncah di dalam dadanya melihat pemandangan itu. "Masih betah berdiri di sini, Bub? Kopinya sudah dingin lho," suara lembut Lala terdengar dari belakang. Alistair tidak menoleh, ia hanya merentangkan tangan kirinya untuk menarik Lala agar bersandar di sampingnya. "Lihat mereka, Bub. Rasanya baru kemarin aku p
Mansion Vanderwick sore itu tampak lebih ramai dari biasanya. Gerbang emas terbuka lebar menyambut mobil SUV mewah yang sangat dikenal oleh seluruh penjaga. Alistair berdiri di teras dengan gaya angkuhnya, sementara Arlo berdiri di sampingnya dengan tangan masuk ke saku celana, menunjukkan aura dingin yang identik dengan sang ayah Elvin Fisher turun dari mobil dengan setelan kasual namun tetap rapi, diikuti Intan yang kini terlihat sangat anggun sebagai Nyonya Fisher. Di antara mereka, seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun bernama Leo tampak berlari ceria sambil membawa bola plastik. Pemandangan itu kontras dengan Arlo yang hanya menatap kedatangan mereka dengan pandangan datar dan penuh analisa. "Wah, si Kulkas akhirnya ingat jalan pulang ke mansion ini," ejek Alistair sambil menyeringai lebar. "Aku hanya ingin memastikan kau tidak stres karena menghadapi Arlo yang sepertinya sudah mulai menguasai meja kerjamu, Al," balas Elvin tajam. "Mas Elvin, Tuan Alistair, b
Gedung Vanderwick Corp tampak berdiri kokoh mencakar langit Jakarta di bawah terik matahari pagi yang menyengat. Di dalam lobi yang megah, seluruh karyawan mendadak berdiri tegak dengan wajah yang penuh rasa hormat sekaligus tegang. Pintu lift eksekutif terbuka, menampakkan dua sosok pria berbeda u
Koridor sekolah menengah internasional itu mendadak sunyi saat langkah sepatu pantofel yang dipoles mengkilap beradu dengan lantai marmer. Lyra Aurora Vanderwick berjalan dengan dagu terangkat, menebar senyum manis yang sanggup meluluhkan hati, namun sekaligus membekukan keberanian siapa pun. Di
Mansion Vanderwick disulap menjadi kerajaan emas dengan ribuan balon yang terbang di angkasa. Hari ini adalah hari istimewa bagi sang pewaris ganda yang genap berusia empat tahun. Alistair berdiri di tepi air mancur dengan dada yang membusung penuh rasa bangga. "Bub, apa kamu yakin Arlo suka tema
Lala menatap pemandangan taman dari balik jendela mobil yang melaju tenang. Sinar matahari senja menyinari wajah Arlo yang tertidur pulas di sampingnya dengan sangat damai. Ia teringat masa-masa sulit saat ia harus berjuang sendirian sebagai seorang yatim piatu dulu. Sekarang, segalanya terasa sepe












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews