登入Roselina tahu persis kapan ia akan mati. Ia sudah mengalaminya 55 kali. Setelah mengalami kematian tragis berulang kali di tangan pria yang sama, kali ini Roselina menolak menyerah. Ia menerobos radius maut lima meter milik Kaelan Varka—Sang Raja yang dikutuk membekukan apa pun yang disentuhnya—dan melakukan hal mustahil: Ia memeluknya dan tetap bernapas. "Aku lelah mati dengan cara yang membosankan, Yang Mulia."
查看更多"Pukul terus... hancurkan tulangku, Yang Mulia... wujudkan sifat asli monster di dalam darahmu itu..." Suara tawa Caspian terdengar sumbang, bergetar di sela-sela gigi aslinya yang telah rontok. Pria tua itu terkapar tak berdaya di lantai batu yang dingin, wajahnya hancur tak berbentuk akibat hantaman brutal tangan kosong sang Tiran. *BUGH!* Tanpa sedikit pun keraguan, Kaelan kembali mendaratkan satu pukulan mentah ke wajah Iblis Tua itu. Darah hitam muncrat, memercik ke baju zirah Kaelan. Napas sang Raja Varka memburu, matanya memancarkan kemurkaan absolut seorang predator yang sedang menyiksa mangsanya. "Kau pikir ocehanmu bisa menunda kematianmu, Caspian?" geram Kaelan dingin, mencengkeram leher jubah pria itu dan mengangkatnya hingga kaki Caspian menggantung di udara. Caspian terbatuk hebat. Darah mengalir deras dari pelipisnya. Namun, alih-alih memohon ampun, mata keriput pria itu justru menyala liar, dipenuhi dendam kesumat yang telah berkarat selama ratusan tahun. "Kau t
"Kristal nyawa?" Suara Kaelan bergema pelan di dalam ruang bawah tanah yang luluh lantak itu. Alih-alih melepaskan cengkeramannya, sang Raja justru mempererat cengkeramannya pada kerah jubah Caspian, menarik wajah pria tua yang hancur itu mendekat hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. ‘Aku tidak tau lagi harus mengancam nya sebagai apa. Tapi kau yang sudah gila karena wanita mu tidak akan bisa berpikir dengan baik Kaelan,’ Pria itu tersenyum wajah mereka saling menantang dalam suasana yang semakin menegang satu sama lain seolah tidak akan ada akhir dari pertempuran hari ini. Mata safir Kaelan yang kini memancarkan insting binatang buas menatap lurus ke dalam mata Caspian yang diliputi kepanikan. "Kau pikir... ancaman murahan seperti itu bisa menghentikan insting seorang Varka murni, Caspian?" bisik Kaelan tajam. Tangan Kaelan yang lain bergerak sangat cepat, mengunci lengan Caspian yang memegang kristal hitam tersebut. Dengan satu sentakan brutal... *KRAK!* "AAARRRGGHH!"
"Tarik kembali memorimu yang menjijikkan ini, Roselina! Hentikan sihir gila ini!" Jeritan histeris Tabib Caspian membelah keheningan ruang bawah tanah. Pria tua itu berguling di lantai batu, mencengkeram kepalanya sendiri seolah ingin merobek tengkoraknya. Darah segar menetes dari hidung, telinga, dan sela-sela matanya akibat tak sanggup menahan beban dari lima puluh lima memori kematian memilukan milik Roselina. "Kau yang memintanya masuk ke dalam jiwaku, Tabib," bisik Roselina dengan napas tersengal, namun senyum sinis tak lepas dari bibir pucatnya. "Telan semuanya sampai kau hancur." Tepat di detik itu, sisa-sisa kristal Jantung Samudera di lantai meredup sepenuhnya, berubah menjadi debu kelabu. Tanda *Criss Blossom* di punggung Roselina berhenti memancarkan cahaya, menandakan ikatan pusaka itu telah putus secara mutlak. *PRAAANG!* Suara retakan terdengar bukan dari lantai, melainkan dari dalam dada Kaelan. Sang Tiran Lautan membelalakkan matanya. Jalur racun hitam yang sela
"Apa... apa yang sebenarnya kau lakukan pada kekuatan ini, Gadis Jalang?!" Suara tawa kemenangan Tabib Caspian mendadak berubah menjadi jeritan panik yang tertahan. Pria tua berjubah hitam itu tersentak mundur, namun telapak tangannya seolah menempel paksa di atas tanda *Criss Blossom* pada punggung Roselina. Di lantai batu yang dingin, Kaelan mengangkat kepalanya dengan susah payah. Napasnya masih memburu, namun mata safirnya membelalak tajam melihat apa yang terjadi di depan altar. Kabut hitam beracun yang semula diserap Caspian dengan rakus kini berubah wujud. Energi itu tidak lagi mengalir lancar ke dalam tongkatnya, melainkan berbalik menyerang. Cahaya pekat kemerahan merambat naik ke lengan keriput Caspian bagai sulur berduri yang hidup, membakar kulitnya dari dalam. "L-lepaskan! Lepaskan tanganku!" raung Caspian dengan urat leher menonjol, meronta hebat mencoba menarik tubuhnya menjauh. Namun, tarikan energi itu terlalu absolut. Tongkat sihir kayu hitam di tangan Caspian
"HIDUP JENDERAL VAELIA! KAMI PERCAYA PADAMU!" "JANGAN TUNDUK PADA FITNAH MANUSIA ITU, JENDERAL!" Sorakan dukungan dari mayoritas loyalis di tribun atas menggema memekakkan telinga begitu gerbang besi tahanan terbuka. Dua sosok dengan tangan dan kaki terbelenggu rantai perak digiring masuk ke teng
"Dasar! Semenjak kehadiran manusia itu, pertahanan Ocean perlahan menjadi rapuh!" "Cukup kejadian berdarah lima ratus tahun lalu yang merusak kedamaian Ocean! Di mana keadilan untuk Jenderal yang berjasa?!" Keriuhan itu meledak bagaikan badai yang menghantam karang. Pagi ini, untuk pertama kaliny
"Zepriyn, sebarkan pengumuman sah dari istana ke seluruh penjuru ibu kota sekarang juga. Biarkan juru bicara istana membacakan dakwaan itu. Rakyat berhak mendengar kebenarannya." Suara Kaelan memecah keheningan di lorong utama setelah kepergian para dewan. Nada bicaranya terdengar lelah, namun dip
"Ruangan sudah steril, Yang Mulia. Semua anggota dewan telah bubar dan kembali ke paviliun mereka dengan pengawasan ketat dari Pasukan Bayangan." Suara berat Jenderal Zepriyn memecah keheningan di dalam ruang rapat utama yang kini sudah kosong melompong. Ia melangkah masuk dan menutup pintu ganda
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論