LOGINRoselina tahu persis kapan ia akan mati. Ia sudah mengalaminya 55 kali. Setelah mengalami kematian tragis berulang kali di tangan pria yang sama, kali ini Roselina menolak menyerah. Ia menerobos radius maut lima meter milik Kaelan Varka—Sang Raja yang dikutuk membekukan apa pun yang disentuhnya—dan melakukan hal mustahil: Ia memeluknya dan tetap bernapas. "Aku lelah mati dengan cara yang membosankan, Yang Mulia."
View More"Semuanya sudah berakhir, Kaelan?" Suara parau Roselina memecah keheningan pekat di ruang bawah tanah yang luluh lantak itu. Gadis itu masih terduduk di lantai batu yang dingin, menatap tubuh tak bernyawa Tabib Caspian dengan pandangan kosong. Kaelan tidak langsung menjawab. Sang Tiran Lautan melangkah perlahan melewati genangan darah dan sisa-sisa kristal Jantung Samudera yang telah menjadi debu kelabu. Sesampainya di depan Roselina, Kaelan menjatuhkan dirinya berlutut. Tanpa ragu, Kaelan menarik tubuh rapuh gadis itu ke dalam pelukannya. Sangat erat. "Sudah usai, Roselina. Semuanya benar-benar usai," bisik Kaelan, membenamkan wajahnya di perpotongan leher Roselina. Selama ini, Roselina memang satu-satunya manusia yang bisa menyentuhnya tanpa hancur menjadi debu es berkat energi pusaka di tubuhnya. Namun pelukan kali ini terasa sepenuhnya berbeda. Tidak ada lagi bayang-bayang kematian yang mengintai. Tidak ada lagi beban kutukan yang memaksa Kaelan menjaga jarak secara emosiona
"Vaelia...?" Mata Caspian membelalak lebar. Pupilnya yang keruh bergetar tak terkendali. Napas Iblis Tua itu tercekat di tenggorokan seolah paru-parunya baru saja diisi dengan pecahan kaca. "Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan, Raja Keparat?!" jerit Caspian dengan suara serak yang pecah. Tangannya yang gemetar berusaha menggapai jubah Kaelan, namun sang Tiran menepisnya dengan kasar. Kaelan menatap pria tua di bawah kakinya dengan pandangan yang sedingin dasar palung samudera. Tidak ada lagi sihir es yang menguar dari tubuhnya, namun aura membunuh dari insting Varka murni yang memancar dari Kaelan jauh lebih mencekik. "Kau pikir aku tidak melacak asal-usul surat kelahiran palsu yang ditemukan Vaelia?" Kaelan berjongkok, suaranya rendah dan mematikan. "Kau menggunakan keahlian *The Scary* untuk mencuci otak bayi perempuanmu sendiri. Kau memanipulasi ingatannya, menanamkan doktrin bahwa dia adalah anak haram ayahku yang terbuang. Kau memberinya kebencian palsu agar dia tumbu
"Pukul terus... hancurkan tulangku, Yang Mulia... wujudkan sifat asli monster di dalam darahmu itu..." Suara tawa Caspian terdengar sumbang, bergetar di sela-sela gigi aslinya yang telah rontok. Pria tua itu terkapar tak berdaya di lantai batu yang dingin, wajahnya hancur tak berbentuk akibat hantaman brutal tangan kosong sang Tiran. *BUGH!* Tanpa sedikit pun keraguan, Kaelan kembali mendaratkan satu pukulan mentah ke wajah Iblis Tua itu. Darah hitam muncrat, memercik ke baju zirah Kaelan. Napas sang Raja Varka memburu, matanya memancarkan kemurkaan absolut seorang predator yang sedang menyiksa mangsanya. "Kau pikir ocehanmu bisa menunda kematianmu, Caspian?" geram Kaelan dingin, mencengkeram leher jubah pria itu dan mengangkatnya hingga kaki Caspian menggantung di udara. Caspian terbatuk hebat. Darah mengalir deras dari pelipisnya. Namun, alih-alih memohon ampun, mata keriput pria itu justru menyala liar, dipenuhi dendam kesumat yang telah berkarat selama ratusan tahun. "Kau t
"Kristal nyawa?" Suara Kaelan bergema pelan di dalam ruang bawah tanah yang luluh lantak itu. Alih-alih melepaskan cengkeramannya, sang Raja justru mempererat cengkeramannya pada kerah jubah Caspian, menarik wajah pria tua yang hancur itu mendekat hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. ‘Aku tidak tau lagi harus mengancam nya sebagai apa. Tapi kau yang sudah gila karena wanita mu tidak akan bisa berpikir dengan baik Kaelan,’ Pria itu tersenyum wajah mereka saling menantang dalam suasana yang semakin menegang satu sama lain seolah tidak akan ada akhir dari pertempuran hari ini. Mata safir Kaelan yang kini memancarkan insting binatang buas menatap lurus ke dalam mata Caspian yang diliputi kepanikan. "Kau pikir... ancaman murahan seperti itu bisa menghentikan insting seorang Varka murni, Caspian?" bisik Kaelan tajam. Tangan Kaelan yang lain bergerak sangat cepat, mengunci lengan Caspian yang memegang kristal hitam tersebut. Dengan satu sentakan brutal... *KRAK!* "AAARRRGGHH!"
Angin di Kamp Militer Utara terasa seperti pisau es yang menguliti wajah. Roselina berdiri di belakang Kaelan, kakinya nyaris mati rasa. Sudah lima jam ia mengikuti sang Tiran menginspeksi barisan pasukan dan persenjataan tanpa istirahat sedetik pun. Kaelan melirik dari sudut matanya. Ia berhar
"Kau gila," desis Lira pelan. "Kudengar Vaelia nyaris memenggal budakmu semalam. Dan kau sama sekali belum bisa membaca isi gulungan yang kau curi itu?" "Segel sihirnya merespons darahku, Lira," bisik Roselina, matanya menatap tajam ke arah wanita setengah Varka itu. "Tapi manaku tidak cukup kuat
“Nyonya, apa anda tidak apa-apa?”tanya pelayan setia Roselina tersebut. “Tidak apa-apa Celia. Maafkan atas keributan kecil ini Yang mulia, saya benar-benar menyesal,”ujar Roselina menunduk meminta maaf. Kaelan yang berdiri menatap gadis itu dalam, untuk pertama kali nya. Dia bisa melihat mata e
Keesokan paginya, Roselina berdiri dengan sikap sempurna di tengah ruang kerja Kaelan. Jubah Penasihat Diplomatiknya tersampir anggun, memancarkan aura wibawa yang tidak bisa diabaikan. "Saya memerlukan hak legal tertulis untuk mengurus Pelabuhan Mutiara Hitam hari ini, Yang Mulia," lapor Roselin












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews