author-banner
brokolying
brokolying
Author

Novelas de brokolying

CindeREA:Pak Duda, Saya Jatuh Cinta!

CindeREA:Pak Duda, Saya Jatuh Cinta!

Rea percaya uang adalah satu-satunya jalan agar dia bisa hidup bahagia. Demi menebus kembali peninggalan terakhir orang tuanya, gadis itu bekerja keras tanpa memberi ruang bagi hal lain. Namun, keyakinan itu goyah saat seorang duda beranak dua sekaligus bosnya, Rumi Rajendra, hadir mendobrak hatinya dengan tawaran pekerjaan yang di luar kepalanya. Di antara ambisi dan perasaannya yang perlahan tumbuh, Rea mulai bertanya, bisakah dirinya menjaga batas sebagai bawahan, atau justru jatuh pada pria yang tak seharusnya ia inginkan?
Leer
Chapter: CHAPTER 21
Rea jadi menimbang-nimbang mana yang lebih dia benci. Digosipkan yang tidak-tidak, atau menghadapi pria brengsek itu.Satu hal yang pasti, dia tidak boleh menambah masalah yang tidak penting untuk Rumi. Maka, dengan berat hati, dia berdiam diri di sisi Bara hingga entah sampai kapan. Dia hanya tidak mau terlihat oleh awak media. Dan keputusan itu membuat Bara tersenyum seperti merayakan kemenangan.“Amarea… Amarea. Kenapa sih kamu selalu merepotkan diri kamu sendiri?” timpal pria itu.“Bara, nggak usah bersuara. Bisa nggak? Kalau kamu hanya mau komentarin aku, mending aku turun aja. Apa bedanya kamu sama wartawan itu?”“Karena yang aku omongin fakta semua?” Tentu saja tidak semudah itu membuat pria itu diam.“Bagian mana dari berita itu yang menurut kamu bukan fakta?”“Semuanya,” jawab Bara percaya diri.“Wow.”“Kamu pikir aku bakal percaya kamu beneran sama cowok itu?” tanya Bara menaikkan kedua alisnya.“Kamu nggak perlu percaya. Hubungan saya dengan siapapun bukan urusan kamu.” Rea
Última actualización: 2026-08-16
Chapter: CHAPTER 20
“Anak-anak sudah tidur?” tanya Rumi ketika Rea mendapatinya bersandar di pintu. Pria itu sudah lengkap dengan piyamanya.“Shhh…” bisik Rea sambil berjinjit keluar kamar si kembar, dan mematikan lampu juga menutup pintunya dengan pelan. “Sudah, Pak.”“Baguslah. Terima kasih kamu jadi repot padahal seharusnya...”“Nggak apa-apa Pak. Pastiin aja uang lembur saya ada nanti,” potong Rea serius. Dia tidak bercanda soal Rupiah.“Ck ck…” pria itu menggeleng mendengar kalimat barusan. Dia juga mengikuti langkah Rea kemudian.“Ya sudah Pak. Saya pulang ya.”“Makan dulu. Kamu belum makan.”Ia memang belum makan. Tadi dia hanya menemani Desta dan Dista. Tidak mengambil untuknya sendiri. “Nggak usah, Pak. Saya lagi kurang nafsu makan,” tolak gadis itu pelan. Entahlah. Suasana hatinya begitu jelek selepas bertemu orang tua bosnya tadi.Sebagai anak tunggal, Rea sejak kecil hampir tidak pernah dimarahi oleh siapapun. Bahkan tidak oleh guru.Jadi, kalimat orang tua Rumi tadi lumayan cukup membuatnya
Última actualización: 2026-08-15
Chapter: CHAPTER 19
Dalam posisi seperti itu, mustahil Rea bisa melepaskan diri. Bukan sekedar karena posisinya yang kurang ruang, atau karena Rumi terlalu kuat. Tapi karena dirinya sendiri.Sudah menjomblo sekitar tiga tahunan, ini kali pertama seorang pria memeluknya lagi, terlebih sambil tiduran.Dan bagaimana lengan kiri Rumi menyangga kepalanya, lengan kanan bersandar akrab di pinggang dan perutnya, dan wajah pria itu menempel hangat tepat di belakang lekuk antara bahu dan lehernya, membuatnya Rea tidak bisa berpikir jernih.Apakah nyaman?Ya. Rea mengakui itu diam-diam di sudut hatinya yang terdalam.Tapi apakah dia bisa tertidur?Tidak!Sudah berapa jam terlewati, dan matanya masih menyala. Dia biasanya tidur sendiri. Terbiasa begitu, lalu dihadapkan dengan posisi seperti ini secara mendadak membuat tubuhnya bingung harus melakukan apa.Ia seperti menghadapi dua ketakutan. Takut membangunkan Rumi, dan takut merasa terlalu nyaman. Jadilah dia benar-benar tidak bergerak sedikit pun, hingga matahari a
Última actualización: 2026-08-13
Chapter: CHAPTER 18
Mendengar kalimat itu, Rea tercengang. Mulutnya menganga sedikit, dengan kening yang mengkerut.Entah yang mana yang lebih mengagetkan buatnya. Kalimat Rumi yang menyindir tindakan bodohnya tadi, atau kalimat pria itu yang mengajaknya tidur di atas ranjang yang sama?“Pak! Kan nggak boleh ada sentuhan yang nggak perlu!” tolak Rea mundur selangkah.“Ini perlu. Kita perlu bangun chemistry agar kontrak ini bisa berjalan lebih baik ke depannya,” tutur Rumi mencoba menjelaskan.“Dengan tidur seranjang?” tanya Rea memastikan dia tidak salah tanggap.“Itu bisa bantu buat tumbuhin intimasi emosional antara kita.”“Ilmu dari mana?” serang gadis itu tidak percaya.“Kamu tahu otak manusia itu cenderung lebih mudah familiar dengan seseorang yang sering berada di dekatnya?” jelas pria itu panjang lebar. Dengan sabar.Rea mengangguk ragu. Dia tahu itu sangat masuk akal, tapi…“Begitu kamu familiar dengan saya, mempercayai dan mengandalkan saya akan terasa lebih mudah.”“T-tapi. Bapak yakin hanya tid
Última actualización: 2026-08-11
Chapter: CHAPTER 17
Nama Amarea Hutama sudah melekat pada gadis itu sejak dua puluh lima tahun yang lalu. Bahkan mungkin sudah sejak dia masih dalam kandungan. Jadi bisa dipastikan, dia sering mendengarnya dari siapapun.Tapi ketika dua kata itu keluar dari mulut seorang Rumi Rajendra, dengan suara dan intonasinya yang berat, tubuh Rea meresponnya berbeda.“S-saya mau ke….”“Tidak usah. Malam ini kamu tidur di sini, kita kembali ke Jakarta besok pagi,” titah Rumi melepaskan pergelangan gadis itu.“T-tapi Pak….”“Saya akan tidur di sofa,” tambah Rumi menatap matanya, lalu turun ke badannya. “Bersih-bersihlah, dan ganti baju itu.”“Ini bersih. Ini baju teman saya yang ta..”“Ganti,” tutup Rumi berjalan ke arah sofa panjang, dan merebahkan tubuhnya di sana.Rea hanya diam dan mengangguk sedikit. Siapa dia mau membantah hal sesepele itu di saat-saat seperti ini? Akhirnya ia berjalan ke arah kamar mandi setelah mengambil tasnya terlebih dahulu.Di dalam sana, di depan cermin besar, dia berdiam diri menatap tu
Última actualización: 2026-08-10
Chapter: CHAPTER 16
Berdiri di pekarangan depan bangunan itu membuat Rea bingung. Pikirnya, setelah bertahun-tahun, air matanya tidak akan menetes lagi. Tapi ternyata salah besar. Matanya masih berkaca-kaca. Hanya hitungan detik sebelum tangisnya pecah.Terakhir kali dia meninggalkan hotel itu dulu, perasaannya hancur. Dia bahkan tidak kuat untuk sekedar mengunjungi sesekali.Mungkin karena bayangan dan semua memori tentang orang tuanya selalu berhasil kembali, dan sayangnya kerap bergandengan dengan kabar kepergian mereka, juga kabar-kabar kejadian lain yang sampai detik ini masih jadi trauma terbesar gadis itu.“Masuk?” tanya Juna pelan. “Kita bisa check-in kalau lo mau.”“Nggak usah kayaknya Ju. Belum bisa aku,” tolak Rea yang sedang berusaha keras menahan tangisnya.“Atau mau ketemu Om Danu aja?”“Boleh.”Keduanya kemudian berjalan ke arah paling belakang hotel kecil itu. Tempat di mana bekas rumah Rea berada, yang kini sudah ditinggali oleh orang lain. Membuat hatinya lagi-lagi mencelos. Bangunan it
Última actualización: 2026-08-09
OUCH IT'S YOU

OUCH IT'S YOU

Ini kisah Nata. Jenata Soebandono. Wanita matang 29 tahun yang belum juga menikah karena sibuk dengan segala goalsnya. Bukan tidak mencari. Hanya saja, sejauh ini dia merasa belum dipertemukan dengan pria yang mau memahaminya dengan baik. Sampai pada di satu kesempatan random, seorang sahabat mencomblanginya dengan seseorang yang sudah ia jamin baik dan tampan. Arkugi Darmawan. Merasa nothing to lose, Nata setuju-tidak setuju mengiyakan ide random di sela-sela jam kantor itu. Dan Komunikasi pun terjalin. Dengan sangat dewasa. Seiring berjalannya waktu, perasaan, dan hal-hal lain yang tidak bisa ditebak, justru hubungan itu malah membawanya bertemu dengan pria lain yang tidak kalah merepotkan perasaannya. Kini, berada di antara dua pria yang sama besar ngototnya, Nata sukses jadi bulan-bulanan pikirannya sendiri. Memilih satu di antara dua tidak pernah sesulit ini, terlebih ketika ternyata kedua pria itu punya hubungan darah. Seperti dibantu keadaan, satu insiden manis pun terjadi. Membawa Nata tidak hanya yakin pada hatinya tapi juga pada keputusan-keputusan krusial yang akhirnya harus dia ambil. Tentu bukan hanya untuk kebaikannya sendiri, tapi juga kebaikan pria yang ia cintai, juga demi kebaikan calon buah hati. Nata hanya tidak menyangka, kalau keputusan-keputusan berat itu mengantarnya pada kehidupan yang tidak pernah dia sangka sebelumnya.
Leer
Chapter: [ 45 ]
NATA’S POVMataku mondar mandir ngecek barang-barang yang ada di list dan yang ada di hadapanku. Kok banyak banget? Masa iya dua koper gede sama satu koper cabin nggak cukup? Perasaan bajuku nggak sebanyak itu deh. Perlengkapan bayi yang kubawa juga nggak banyak. Hanya beberapa yang sudah kupastikan akan susah kudapat di NZ. Tapi kok nggak masuk semua?Kamu tahu apa? packing bukan keahlianku. Aku nggak bakat soal beginian.Nggak bisa. Oleh karena itu, aku butuh bantuan.Kugapai Hpku, mencari satu nama di sana, dan langsung men-dial-nya tanpa ba bi bu.“Halo?” See? Orangnya langsung ngejawab. Nggak sia-sia kan dia langsung terlintas di benakku.“Sibuk nggak lu?”“Banget,”“Vip, gue serius.”“Nat, apapun itu, agak sorean bisa nggak? Ini minggu, coy. Gue menolak bangun dan nyamperin lu sepagi ini,”“Bantuin gue ngelipet baju doang Vip. Ini koper gue kepenuhan, tapi barang gue masih banyak yang belom masuk,”“Lu umur berapa sih Nat? Masa packing doang nyusahin orang?”“Emang lu orang? Kema
Última actualización: 2025-05-07
Chapter: [ 44 ]
GUGI’S POVJika ada satu hal saja yang ingin kuhindari, itu adalah senyuman Jenata yang bukan milikku. Bagaimana mungkin dia bisa begitu lepasnya tertawa di atas penderitaanku? Sebutlah aku egois karena aku hanya ingin dia bahagia jika menjadi pasanganku. Tapi apa yang salah dari itu?“Pacar Ben cantik ya Bang? Mama suka deh,” ucap Mama yang nggak menegerti apa-apa itu. Dan kalian tahu apa? Untuk pertanyaan itu saja aku harus setuju.“Semoga Ben kali ini langgeng deh sama Nata,” sambungnya sekali lagi. Berhasil memancing emosiku.“Bisa nggak Mama stop bahas Ben Ben Ben Ben terus?” tanpa sadar, kecepatan mobilku bertambah. Nafasku memburu. Seperti ada sesuatu yang ingin meledak keluar dari balik rusukku. Kakiku reflek menginjak pedal gas itu semakin dalam.“ASTAGFIRULLAH BANG KOK LAJU BANGET BANG? PELAN-PELAN NAK. HEY! GUGI KAMU KENAPA NAK?”“I L0VE HER FIRST, MA! GUGI YANG PERTAMA SAYANG SAMA NATA! GUGI YANG PERTAMA CINTA! KENAPA DIA HARUS SAMA BEN BUKAN GUGI?!” sekali lagi pedal gas i
Última actualización: 2025-05-07
Chapter: [ 43 ]
Usai melepaskan Ben, kini aku harus melepaskan satu lagi hal yang cukup kucintai demi kewarasanku.“Apa nih Nat?” tanya Pak Bari menerima selembaran yang baru saja kuserahkan.“Saya resign pak,”“Kurang gaji kamu?”“Iya Pak, sama emang saya mau pindah,” jawabku jujur yang entah kenapa nggak bisa dia percaya sedikitpun. Nggak tahu bagian mana yang dia pikir bohong dari kalimatku tadi. Semuanya jujur.“Jangan ngelucu deh Nat. Saya lagi mumet,”“Serius Pak,”Pak Bari menatapku dengan dahinya yang terkerut tiba-tiba. Bekerja di perusahaannya bertahun-tahun memang membuat hubungan kami cukup dekat. Tapi dia selalu tahu kapan aku bercanda atau serius. Kali ini salah satunya.“Kamu kenapa? Burnout? Ajuin cuti. Bukan surat resign gini,”“I’ll be moving abroad this couple days, Pak,”“Kemana?”“New Zealand,”“For what?”“A new life with my baby?”Pak Bari lagi-lagi terdiam. Ekspresi kagetnya terpancar banget. Aku bisa saja nggak memberitahunya tentang ini. Tapi untuk apa? Dunia harus tahu aku
Última actualización: 2025-05-07
Chapter: [ 42 ]
Kepalaku penuh. Dari banyaknya wanita di dunia ini, kenapa harus aku yang berada di antara Gugi dan istrinya? Pertanyaan itu terus muncul setelah Mas Rumi dan Vipa balik.Mendengar Gugi hampir kabur dari venue akad nikahnya pagi tadi setelah tahu Vipa membawaku ke IGD, terlalu membawa banyak dan beragam perasaan ke hatiku. Dan semuanya nggak baik. Syukurnya Mas Rumi dan beberapa orang berhasil nahan dia.Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang ngebuat aku ngerasa perlu bertindak. Aku rasa, aku, kamu, kita berdua tahu betapa nekatnya Gugi. Aku nggak tahu perihal besok, tapi aku tahu betul bagaimana perasaanku. Aku goyah. Masih goyah.Oleh karena itu, hari ini aku udah janjian brunch dengan Ben. Di salah satu bakery baru dekat kantorku. Dia dateng persis saat pesananku, Puits d'Amour, baru aja dianterin. Sedangkan untuk dia, udah aku pesenin cheesecake kesukaannya. Tourteau Fromager.“Bonjour, Madame,” sapanya hangat mengelus kepalaku. Penuh senyuman.“Bonjour, Monsieur,” balasku.“Gimana t
Última actualización: 2025-05-07
Chapter: [ 41 ]
“MAS RUMI!” pekikku lepas kontrol ketika mendapati sosok yang datang justru bukan yang kukhawatirkan.Nggak langsung menjawab atau menyapaku, yang dia lakukan justru maju dan memeriksa kepala hingga jari kakiku. “Kamu kenapa Jenata? Hah?”“Apanya?”“Ada yang sakit?” tanyanya lagi.Aku hanya menggeleng. Bingung. Aku mempersilahkannya masuk dan bergabung denganku juga Vipa di ruang TV.Seperti dua Babu yang lagi kena semprot Majikannya, aku dan Vipa duduk di sofa dan nunduk diem seribu bahasa. Entah yang kami takutin apa. Sementara Mas Rumi berdiri tegak di depan kami, melipat kedua lengannya di dada. Menatap seperti elang. Tajem seperti cutter Gramedia.“Vipa? Nata kenapa?” Mas Rumi pinter. Dia menyerang Vipa terlebih dahulu.“No komen dulu ya Mas. Tanya langsung ke anaknya aja. Punten banget ini mah,” elak Vipa yang nggak membantu posisiku sama sekali.“Nat?”“Nggak ada apa-apa Mas,”“Mau sampai kapan kalian bohongin Mas? Mau sampe malam? Oke, Mas bisa banget nih berdiri kaya gini sam
Última actualización: 2025-05-07
Chapter: [ 40 ]
[ Gugi’s POV ]Terlalu bising. Ini harusnya bising yang membuatku bahagia. Tapi nggak. Aku benci bisingnya. Orang-orang lain sibuk kecuali aku. Mama yang sedari tadi bolak balik memastikan aku sudah siap dan nggak kekurangan apapun, papa yang nggak kalah sibuknya dengan Crew Wedding Organizer, dan orang-orang lain yang merasa punya kepentingan di ruang ini. Demi apapun aku nggak suka.“Raf,” panggilku pada Raffi yang standby menemaniku sejak subuh tadi. Assistenku di kantor, juga sahabatku.“Kenapa Mas?”“Pinjem HP lu dong,”“Buat?”“Gue butuh ngomong sama Nata,” bisikku.“Mas, please lu jangan aneh-aneh,” ucap Raffi memelototiku yang langsung kubalas.“HP lu. Sekarang!”Tahu watakku seperti apa, Raffi mau nggak mau minjemin HPnya.Kutekan nomor Nata yang sudah kuhapal di luar kepala itu, dengan jariku yang sedikit gemetar. Aku berjalan ke balkon. Menjauh dari kebisingan, setelah pamit ke orang-orang dengan alesan ada telepon dari salah satu klien penting. Dan harus kuangkat.Nggak ad
Última actualización: 2024-12-13
DARI BENCI JADI PASUTRI

DARI BENCI JADI PASUTRI

Casa hanya ingin hidup panjang, bahagia dan bergelimang harta, Tapi siapa sangka takdir datang dalam bentuk pernikahan dadakan dengan pria yang tidak sepenuhnya gadis itu pahami. Lebih muda, judgemental, dan gosipnya menyukai pria. Wintere Casa Bagaskara. 30 tahun, tidak pernah berharap banyak dari pernikahannya dengan Utara Darmawan, 25 tahun. Tidak ada cinta, tidak ada janji suci. Baginya yang seorang wanita dewasa itu, pernikahan ini hanya perihal kontrak semata. Hubungan yang bisa dinegosiasikan. Masalahnya, Casa punya satu kelemahan. Dia mudah jatuh cinta. Tidak butuh waktu lama bagi visual Utara membuat perasaannya kerepotan. Meski dia sadar betul, mencintai Utara berarti siap terluka diam-diam. Sebab di satu hari, ketika masa lalu suaminya kembali, akhirnya Casa sadar kalau Utara tidak akan pernah bisa mencintainya. Maukah Casa bertahan di pernikahan yang tidak pernah berpihak padanya itu, atau justru memberi kesempatan pada pria yang selama ini ternyata mengiginkannya?
Leer
Chapter: TIGA PULUH ENAM
Dewasa itu yang seperti apa sih?Apa melanggar kontrak salah satu bentuk pendewasaan diri?Tapi bukannya yang melanggar biasanya hanya anak-anak?Apa itu artinya dua manusia yang semalam sibuk di balik selimut yang sama itu juga masih anak-anak?Tidak. Mereka berdua sudah cukup dewasa untuk memahami mana yang benar, mana yang salah. Mana yang boleh, mana yang tidak.Lantas, apa mereka sudah saling jatuh cinta?Atau ada alasan lain dari tindakan mereka semalam?Tidak ada yang tahu. Dan sepertinya, mereka berdua juga tidak. Well, setidaknya Casa.Ketika terbangun, dia tidak menemukan manusia lain di sampingnya. Bukankah seharusnya Utara ada di sana? Kemana dia?Casa mengumpulkan semua kesadaran untuk kemudian duduk bersandar di headboard sambil merasakan sisa-sisa sensasi di tubuhnya. Membuatnya tanpa sadar menarik sedikit senyum yang entah bermakna apa.Setelah dia rasa cukup, dia berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi. Rasanya dia butuh guyuran air hangat untuk memulai harinya yang
Última actualización: 2026-03-23
Chapter: TIGA PULUH LIMA
Terlepas dari kontrak, kebohongan, kebencian, dan salah sangka - salah sangka yang terjalin di antara mereka berdua, ada masanya Casa berharap hubungannya dengan pria bernama Utara itu murni kemauan dua anak manusia yang tumbuh dengan sendirinya. Tidak dari kebetulan. Tidak dari kebutuhan.Seperti malam ini. Melihat Utara berdiri di belakangannya begitu dekat, memohon sambil menarik ujung bajunya, jauh dalam hati gadis itu berharap Utara adalah suaminya. Benar-benar suaminya. Bukan yang karena perjanjian.Belum lagi bagaimana Utara makin lama makin mendekat. Berusaha memangkas jarak sambil memohon. Kepalanya tidak mau menerima bagaimana ada pria lain yang berusaha mengatur rumah tangganya. Terlalu dekat dengan istrinya.“Ta, cemburu itu nggak bisa kamu buat-buat, terus kamu jadiin alasan untuk ngelarang aku ngelakuin sesuatu,” Casa mencoba menjelaskan bagaimana konsep cemburu ke anak tiga ratus bulan itu.“Orang bodoh mana yang pura-pura cemburu, Casa?”Tidak menjawab, Casa hanya menu
Última actualización: 2025-10-09
Chapter: TIGA PULUH EMPAT
Setelah berhasil meninggalkan Toby di parkiran dan memastikan pria itu langsung pulang, Casa melangkah masuk ke lobby dengan langkah yang santai. Di tengah dinginnya malam Jakarta yang tumben-tumbennya hujan, dia tahu Utara berdiri di sana bahkan sebelum matanya sempat menangkap sosok pria itu. Sebut saja Casa mulai selalu bisa merasakan kehadiran Utara di mana pun.Dan benar saja. Dia berdiri di sana. Berdiri diam. Mengenakan baju tidur oversized, dengan ekspresi datar. Ekspresinya tidak senang. Tatapannya lurus menatap Casa yang tidak tahu harus ngomong apa.Mereka bukan pasangan, meski terdaftar legal di KUA. Itu yang berusaha Casa ucapkan. Kemarahan Utara kali ini dia rasa tidak perlu.Oke, dia mungkin sudah melanggar sedikit aturan yang dibuat Utara perihal tidak boleh memberi alamat apartemen mereka ke pria lain. Tapi kan itu juga Casa lakukan demi mendapat cuti. Cuti yang berasal dari ide pria itu sendiri.Casa menarik napas pelan lalu melangkah mendekat ketika Utara akhirnya me
Última actualización: 2025-10-07
Chapter: TIGA PULUH TIGA
Casa menutupi pajamas polos warna kremnya dengan sebuah cardigan coklat muda yang melekat cantik di tubuhnya. Di kedua kakinya, ia memakai sepasang sandal jepit, sedang rambutnya dibiarkan tercepol seadanya. Dia berjalan menuju salah satu mobil yang sudah dihapalnya di luar kepala.Mobil itu mencolok di antara deretan kendaraan lain yang terparkir dingin. Menjadi satu-satunya mesin yang masih menyala, menghembuskan uap tipis ke udara malam yang mulai menggigil. Lampu depannya memantul samar di aspal basah. Menunggu seseorang.Di balik kemudi, Toby duduk diam dengan tangan menggenggam seti. Matanya tak lepas dari bayangan yang mulai mendekat. Langkah-langkah Casa terlihat namun tak terdengar. Sandal jepitnya bersentuhan ringan dengan permukaan beton, dan setiap detik yang berlalu membuat detak jantung Toby semakin tak karuan. Pria itu menelan ludah, mencoba menenangkan diri, tapi tubuhnya justru makin tegang saat melihat cardigan coklat muda itu bergerak mendekat, membalut tubuh yang t
Última actualización: 2025-10-06
Chapter: TIGA PULUH DUA
Utara mendapati Casa serius berpikir setelah kedua orang tuanya pulang. Dia bahkan harus berjinjit agar gadis itu tidak kaget. Atau dia takut Casa mencegatnya? Terbukti saat langkah diam-diamnya nyaris memasuki kamar, dia hampir melompat kala Casa mengatakan sesuatu.“Paris? Honeymoon?” gumam Casa berpangku dagu di meja makan. Matanya seperti melekat pada pria yang rambutnya masih acak-acakan itu.“Bukannya itu mandatory ya buat pasangan yang baru nikah?”“Bahkan untuk yang nikah kontrak doang?”“Nurut aja. Itu kado dari Papa Mama,” ungkap Utara yang merasa perdebatan ini tidak perlu. Toh kalau memang Casa tidak mau dia sentuh layaknya istri pada umumnya, gadis itu tinggal menolak sentuhannya. Bukan kado ini.“Kan kamu bisa bilang kita udah honeymoon, Ta,”“Kapan? Nggak mau aku bohong,” jawab Utara tidak terima dan meninggalkan Casa ke kamar. Dia tahu betul, tidak akan menang dia ngomong ke Casa tanpa persiapan yang matang.Mendengar itu, mata Casa lagi-lagi terbelalak. Nggak mau bohon
Última actualización: 2025-09-23
Chapter: TIGA PULUH SATU
Kalau sebuah hubungan diawali dengan sebuah kebohongan, apakah bisa berakhir baik? Apa itu bahkan bisa disebut sebuah hubungan?Banyak cara untuk memulai suatu hubungan memang. Tapi saat ini, yang bisa Casa pikirkan hanya cara-cara yang baik. Ada yang memulai sebagai teman. Ada yang memulai dari perjodohan.Lantas, bagaimana dengan penipuan? Dari kebohongan? Dari sebuah kesepakatan yang tertuang di selembar kontrak yang ditandatangani dua manusia yang tidak punya rencana untuk saling jatuh cinta ke depannya?Casa menghela nafas pelan. Takut membangunkan Utara yang tertidur memeluknya.Kepalanya malam ini tidak seberisik biasanya. Tenang. Sangat tenang hingga dia nyaman. Tidak menyangka bersentuhan dengan Utara bisa membuatnya setenang itu.Hanya satu pertanyaan yang sejak tadi berputar-putar.Hubungan seperti apa ini?Apakah mereka boleh bersentuhan semanis ini?Apakah mereka boleh senyaman ini?No, apa dia boleh senyaman ini?Semakin gadis itu berusaha menyimpulkan jawaban, semakin di
Última actualización: 2025-09-04
También te puede gustar
I Win You (Indonesia)
I Win You (Indonesia)
Romansa · Cherry Blossom
791.5K vistas
Gairah Nakal, Sugar Baby
Gairah Nakal, Sugar Baby
Romansa · Tetesan air
777.5K vistas
Mengejar Mantan
Mengejar Mantan
Romansa · Salju yang Ternoda
763.8K vistas
IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
Romansa · Rosemala
761.0K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status