author-banner
Kim Meili
Kim Meili
Author

Romans de Kim Meili

Godaan Mantan Istri

Godaan Mantan Istri

Ivana Florentina harus merasakan patah hati ketika Gwen—cinta pertama suaminya kembali. Pernikahan yang sudah berjalan lima tahun benar-benar seperti tidak ada artinya di mata Arga. Pria yang selalu bersikap dingin itu mulai mencair dan selalu memperlakukan Gwen dengan baik. Bahkan di depan Ivana sendiri, Arga tidak segan-segan memanjakannya. Sedih, patah hati dan kecewa. Ivana memilih untuk melarikan diri. Dia benar-benar melepaskan Arga sepenuhnya setelah perjuangannya untuk mempertahankan pria itu. Tapi, siapa sangka, ada hal yang tidak diketahuinya. Rahasia besar yang disembunyikan Gwen dan juga Arga. Keputusan apa yang akan diambil Ivana setelah mendengarnya? Apakah dia akan kembali pada Arga atau tetap menjauh dan membiarkan semua berjalan seperti keinginan sang suami?
Lire
Chapter: [145] Akhir Membahagiakan
Beberapa tahun kemudian.“Enak.”Ivana yang baru saja mencicipi makanan buatannya pun langsung tersenyum lebar. Dia merasa jika masakan yang dibuatnya kali ini begitu sempurna, sesuai dengan apa yang diinginkannya. Dia pun langsung meraih mangkuk dan menuangkan masakan tersebut. Hingga sebuah tangan melingkar di perutnya, membuat Ivana mengalihkan pandangan. “Aku bangun pagi, tetapi kamu sudah tidak ada. Aku pikir kamu pergi ke mana, ternyata malah di dapur,” ucap Arga. Ivana yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum lebar. Akhir-akhir ini harga memang terlalu menempel dengannya. Tidak melihat sedetik saja sudah membuat pria itu menjadi cemas. Bukan hanya itu, entah Sudah berapa kali Arga tidak masuk kantor hanya karena tidak mau jauh darinya. “Padahal sudah ada asisten rumah tangga di sini. Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot memasak. Kalau kamu ingin apa tinggal bilang saja, mereka pasti akan membiarkannya,” ucap Arga, masih meletakkan kepala di pundak sang istri. “Aku tahu
Dernière mise à jour: 2026-03-05
Chapter: [144] Kabar Mengejutkan
“Dokter, bagaimana kondisi istri saya?”Noah yang sejak tadi menemani Anika tampak begitu cemas. Dia bahkan tidak melepaskan genggamannya sama sekali, setia menemani wanita itu di sebelahnya. Bahkan saat dokter memeriksa pun dia enggan untuk pergi. “Istri anda baik-baik saja. Dia hanya kelelahan dan juga tekanan darahnya turun. Anda tenang saja, hal ini biasa terjadi dengan ibu hamil mudah muda. Lain kali usahakan lebih berhati-hati lagi,” jelasan dokter. Noah yang mendengar hal itu menganggukkan kepala. Dia tidak memperhatikannya baik-baik, tapi setelah beberapa detik kemudian dia langsung melebarkan kedua mata. Dia mencoba mengulang kembali ucapan sang dokter dan menatap ke arah dokter yang masih berada di sebelahnya. “Dokter, bisa ulangi lagi apa yang anda katakan?” tanya Noah dengan sorot mata menyelidiki. “Istri anda hanya kelelahan, tekanan darahnya juga menurun,” jawab sang dokter, menuruti keinginan Noah.“Bukan di bagian itu. Tapi aku seperti mendengar Kalau dokter mengat
Dernière mise à jour: 2026-03-05
Chapter: [143] Liburan yang Gagal
“Akhirnya kita sampai.”Ivana dan Anika yang keluar dari mobil langsung melangkah penuh semangat. Kaki telanjangnya menapak di pasir dan berlari menuju ke arah Pantai yang terdapat tepat di depannya. Keduanya menunjukkan senyum lebar. Namun, hal berbeda terjadi dengan Noah dan Arga. Keduanya tidak bersemangat istri mereka, terlebih Noah yang sejak tadi memasang raut wajah masam. Bahkan dia tidak menunjukkan senyum sama sekali. “Padahal hari ini adalah rencanaku jalan-jalan dengan Anika, tetapi karena ulahmu kami jadi harus menginjak kalian,” gerutu Noah.Arga yang mendengar hal itu pun menatap ke arah bawah berada, tetapi tidak mengatakan apapun. Raut wajahnya bahkan tampak sedikit mengejek dengan bibir tersenyum sinis. Kakinya melangkah pelan, menuju ke arah tenda yang sudah disiapkan. “Arga, Memangnya kalian tidak ingin jalan-jalan berdua saja?” tanya Noah masih kesal, selain menurutnya Arga dan Ivana mengganggu acara berliburnya, dia juga merasa tidak terima karena Arga yang tid
Dernière mise à jour: 2026-03-05
Chapter: [142] Ide Jalan-jalan
“Siapa yang menghubungi?”Anika yang baru saja mematikan panggilan langsung mengalihkan pandangan, menatap arah Noah yang duduk tepat di sebelahnya. Dia tidak langsung menjawab, tetapi memilih meraih gelas di depannya dan menyeruput minuman secara perlahan. Setelah selesai Dia baru kembali menatap ke arah suaminya berada. “Ivana. Katanya mau ke sini,” jawab Anika.Noah yang mendengar pun langsung mengalihkan pandangan, menatap ke arah jam dinding yang terdapat tepat di sebelahnya. Keningnya berkerut dalam dan memasang raut wajah berpikir. Sekarang masih pukul sepuluh, tetapi Ivana sudah mau ke restoran istrinya itu. “Bukankah kamu bilang dia sekarang bekerja? Kenapa malah datang ke sini?” tanya Noah dengan ekspresi bingung. Anika yang ditanya hanya menaikkan kedua bahu dan kembali menurunkannya. Dia sendiri tidak tahu dengan hal itu. Anika bahkan tidak berpikir mengenai hal tersebut. Yang dia tahu Ivana hanya mau datang dan dia sangat menantikannya. “Apa dia keluar dari pekerjaann
Dernière mise à jour: 2026-03-03
Chapter: [141] Masih Berusaha Membuatnya Menyerah
Arga menjauhkan ponsel dari telinga ketika mendengar teriakan Ivana yang begitu menggelegar. Dia sedikit menutup telinga yang terasa hampir meledak karena teriakan istrinya itu. Hingga Arga yang merasa tidak lagi mendengar teriakan itu langsung mendekatkan ponsel. “Arga, kamu benar-benar kurang ajar,” omel Ivana lagi. Arga hanya bisa tersenyum mendengar ocehan istrinya itu. Dia juga tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan kali ini Arga terlihat begitu santai, duduk dengan sebelah kaki disilangkan. “Kenapa kamu memberiku begitu banyak pekerjaan? Kamu ingin membunuhku?” tanya Ivana dari seberang. Mulai berbicara ngawur. Arga hanya bisa memutar bola mata pelan dan membuang nafas kasar. Istrinya itu selalu mengatakan sesuatu tanpa pikir panjang lebih dulu. “Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku malah ingin kamu selalu sehat dan panjang umur,” jawab Arga. “Kalau begitu Kenapa kamu memberiku banyak sekali pekerjaan? Aku bahkan tidak yakin kalau ini bisa selesai tepat waktu,” ucap Iva
Dernière mise à jour: 2026-03-03
Chapter: [140] Arga Bajingan!
“Hari ini kamu ada rapat dengan Tuan Charles, Arga. Aku akan mempersiapkan semua materinya.”Arga yang mendengar hal itu pun langsung menghentikan langkah. Dia menatap alasan istri yang masih fokus dengan tablet di tangan. Manik matanya memperhatikan wanita yang seakan tidak mempedulikan keberadaannya sama sekali. Raut wajahnya tampak berpikir hingga Ivana yang sejak tadi melangkah seorang diri ikut berhenti. “Arga, kenapa?” Ivana merasa bingung dengan tingkah suaminya itu. Dia melihat ada kebimbangan yang tergambar dari raut wajah Arga. Arga yang semula terdiam langsung mengulas senyum lebar dan menatap ke arah Ivana. Dia kembali menikahkan kaki dan berhenti tepat di depan istrinya dan menjawab, “Tidak apa-apa.” Sebelum menjawabnya Arga sempat berdehem lebih dulu. “Ada yang mengganggu pikiranmu?” Ivana masih tidak percaya dengan jawaban suaminya itu. Dia yakin sang suami sedang menyembunyikan sesuatu. “Tidak ada, tetapi aku rasa untuk rapat kali ini kamu tidak perlu ikut. Biar ak
Dernière mise à jour: 2026-03-03
Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Melalui malam panas dengan seorang pria tidak dikenal membuat Qiana berada dalam sebuah masalah besar. Dia yang saat itu mabuk tidak menyangka jika melakukan hubungan dengan pria asing. Tapi, siapa sangka jika pria itu merupakan atasan barunya, Jack James yang terkenal begitu angkuh dan penuh dengan kesombongan. Saat itu, Qiana berusaha untuk menjauh dari Jack, tapi siapa sangka, nasib berkehendak lain. Dia harus terikat bersama Jack dalam hubungan yang begitu rumit. "Aku benar-benar tidak ingin bersamamu, Jack. Jadi, lepaskan aku." "Sayangnya, kamu tidak memiliki hak untuk berdiskusi denganku, Qiana. Kamu hanya akan tetap di sisiku. Selamanya."
Lire
Chapter: [78] Mendapatkan Hatinya (End)
“Maka dengan ini, kami memutuskan bahwa James dan Deolinda resmi bercerai.”Ketukan hakim membuat Deolinda langsung memejamkan mata, membuat air matanya mengalir dengan sendirinya. Rasa sakit dan penyesalan langsung menyelimuti dirinya. Dia mencintai James sepenuh hati, tetapi dia juga selalu melakukan hal gila dengan menjebak Qiana berulang kali.‘Kalau saja aku tidak melakukannya. Pasti James mash bersama denganku, kan?’ batin Deolinda. Mulutnya tertutup rapat dengan tubuh bergetar. Dia benar-benar merasakan kesedihan yang mendalam.“Sudah, De. Kamu tidak perlu menangisinya. Kamu bisa mencari pria lain yang lebih dari James.”Deolinda yang melihat sahabatnya di sana pun hanya terdiam dan menganggukkan kepala. Dia akui, Deolinda sangat mencintai James. Kalau harus mencari pria lain, dia sendiri tidak yakin. Hanya saja, rasa cintanya malah semakin membuatnya nekad dan bodoh. Deolinda tidak bisa berpikir dengan baik.“Sekarang kita pulang saja,” kata Sherly dan langsung mendapat angguk
Dernière mise à jour: 2025-10-08
Chapter: [77] Melakukan Pemeriksaan
“Bayi dalam kandunganmu baik-baik saja, Qiana. Dia juga sehat dan tumbuh dengan baik.”Qiana yang mendengar ucapan sang dokter pun tersenyum lebar. Dia merasa bahagia dengan kabar yang diterimanya. Harapannya supaya yang anak tumbuh di rahimnya dengan baik pun seakan terwujud. Dia yang bahagia membuat bayi dalam kandungannya bisa berkembang dengan cukup baik.“Aku akan berikan resep obat buat kamu,” ucap sang dokter kembali.Qiana hanya menganggukkan kepala. Bibirnya masih tersenyum lebar, menatap ke arah gambar janin di depannya. Sudah terbentuk kepala dan bagian tubuh yang lain. Beratnya juga sudah tampak. Terlihat di sana bayinya mulai bergerak, membuat Qiana yang begitu menantikan semakin tidak sabar. Padahal dia tahu setelah ini dia akan berpisah dengan James.Namun, Qiana seakan tidak peduli sama sekali. Dia tetap mengharapkan anaknya segera lahir. Rasanya tidak sabar untuk menggendong bocah mungil yang saat ini hanya bisa melihatnya melalui monitor USG. Hingga sang dokter membe
Dernière mise à jour: 2025-01-07
Chapter: [76] Membuat Cemburu
Qiana mengenakan dress panjang semata kaki dan mengatur rambutnya. Dia menatap beberapa kali, takut kalau sampai ada yang salah dengan penampilannya. Make up tipis membuatnya tampak semakin menawan. Entah kenapa, Qiana merasa kalau setelah kehamilan ini, dia terasa jauh lebih cantik dari sebelumnya.Qiana mulai melangkahkan kaki setelah merasa sudah puas dengan penampilannya. Dia menuju ke arah pintu dan keluar. Kakinya menuruni satu per satu anak tangga. Sebelah tangannya memegang pembatas tangga, takut kalau dia kenapa-kenapa. Perutnya sudah lebih besar dari sebelumnya, tetapi masih bisa untuk melihat kakinya melangkah. Hingga Qiana yang sudah sampai di bawah pun segera menuju ke arah pintu depan.“Qiana, kamu mau kemana?” tanya Siska dengan tatapan lekat.Qiana pun berhenti dan menjawab, “Aku mau periksa kandungan, Ma. Hari ini memang sudah jadwalnya.”“Loh, kok gak bilang sama James,” ucap Siska.Qiana yang ditanya pun diam. Dia memang sengaja tidak mengatakan hal ini dengan James
Dernière mise à jour: 2025-01-05
Chapter: [75] Siasat Deolinda
“Diminum dulu, Jessica.”Jessica yang mendengar hal itu pun terdiam. Dia menatap ke arah Qiana dan Emily yang ada di depannya. Ada perasaan canggung saat melihat keduanya yang sudah menolong dirinya. Padahal jelas kalau dia sudah berbuat buruk dengan Qiana. Hingga dia menelan saliva pelan dan mengambil gelas di depannya. Jessica mulai meneguk pelan, berusaha menghilangkan ketakutan dan perasaan canggung yang tiba-tiba muncul.“Bagaimana kamu bisa berurusan dengan mereka, Jes? Kamu memiliki masalah atau memiliki hutang?” tanya Emily.Jessica baru saja selesai menghabiskan minuman yang ditawarkan Emily. Dia mulai meletakkan gelas di meja dan balik bertanya, “Bukannya itu orang suruhan kalian?” Sebenarnya Jessica tahu kalau tidak mungkin mereka menyuruh orang untuk menyakitinya, tetapi Jessica sudah terlanjur malu. Dia enggan mengakui kesalahannya yang sudah berbuat jahat dengan Qiana. Mendengar itu, emosi Emily pun langsung meningkat. Dengan tegas dia berkata, “Jaga omonganmu, Jessica.
Dernière mise à jour: 2025-01-01
Chapter: [74] Jalan-jalan Pagi
Qiana membuang napas lirih. Pagi ini dia memilih berjalan-jalan di taman yang jauh dari rumahnya. Tidak lupa Qiana mengenakan masker, takut kalau ada yang mengenali dirinya. Dia takut kalau kejadian beberapa hari yang lalu membuat banyak orang mengenal dirinya. Ditambah dengan perutnya sudah sedikit lebih membesar, membuat Qiana mau tidak mau harus lebih giat dalam melakukan aktivitas. Padahal kalau dulu dia hanya akan berbaring cantik dan tidak melakukan apa pun.Qiana yang sudah berjalan beberapa putaran pun membuang napas lirih. Dia memilih untuk duduk di tanah dan menyelonjorkan kedua kaki. Manik matanya menatap sekitar. Ada beberapa ibu hamil juga yang tengah berjalan-jalan seperti dirinya. Bedanya, mereka ditemani suami. Sedangkan Qiana harus berjalan-jalan sendiri. Ada rasa iri setiap kali melihat pasangan yang begitu bahagia. Qiana juga menginginkan hal yang sama.Namun, Qiana harus cukup sadar diri. Dia tidak mungkin mendapatkan hal semacam itu. Kalau sampai dia mendapatkanny
Dernière mise à jour: 2024-12-14
Chapter: [73] Peringatan Awal
Hening. Alvan dan James hanya diam. Keduanya duduk saling berhadapan, tetapi tidak ada yang membuka suara sama sekali. Keduanya seperti tengah asyik menikmati pikiran masing-masing. Hingga Alvan yang tidak sabar menunggu pun membuang napas lirih. Dia mendongakkan kepala, menatap ke arah James dan bertanya, “Kenapa kamu kesini, James?”James yang awalnya dia pun langsung mendongak. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk diam. Dia juga tidak takut dengan Alvan. Hanya saja, sejak tadi dia diam tengah memikirkan kalimat yang pas untuk melarang Alvan selain karena Qiana adalah istrinya. Dia ingin membuat Alvan takut dan menurut dengannya.“Tidak biasanya kamu datang ke rumahku,” imbuh Alvan karena tidak juga mendapat jawaban.James membuang napas lirih dan berkata, “Aku kesini karena aku melihat kamu bersama dengan Qiana beberapa hari yang lalu, Alvan.”Mendengar itu, Alvan terdiam sejenak. Dia merasa bahagia karena James yang ternyata terpancing dengan rencananya. Dia yakin, James pasti ten
Dernière mise à jour: 2024-12-10
Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia

Clara Athena dijual oleh orang tua angkatnya kepada Ethan Evander, seorang mafia kejam, demi melunasi hutang yang menjerat keluarga. Hidupnya berubah menjadi milik pria berbahaya yang seharusnya ia takuti. Namun di balik dinginnya, Ethan memperlakukan Clara dengan kelembutan yang tak terduga. Perlahan, rasa takut berubah menjadi ketergantungan… lalu cinta. Saat Clara menemukan kebenaran tentang kebangkrutan keluarganya, masa lalu Ethan pun kembali hadir lewat Sophie Edgar, cinta pertamanya. Penolakan keluarga dan bayang-bayang wanita itu membuat Clara terpojok. Di antara bahaya, rahasia, dan cinta terlarang, Clara harus bertahan dalam pelukan seorang pria yang mematikan—namun membuatnya tak mampu pergi.
Lire
Chapter: [28] Mengalami Luka
Liya mendesis pelan ketika merasakan kepalanya terasa sakit. Dia juga mencoba menggerakkan tubuh, tetapi rasanya kaku. Badannya terasa sakti, membuat Liya membuang napas kasar dan menghentikan usahanya.“Benar-benar sial,” gumam Liya dengan wajah kesal. Semua urusannya tertunda hanya karena sebuah kejadian yang tidak diinginkannya sama sekali.‘Kalau aku bertemu dengan pelakunya, aku ingin sekali menghabisi dia saat ini juga,’ batin Liya dengan kedua tangan mengepal. Dia benar-benar kesal. Padahal dia masih harus mencari Clara, tetapi sekarang semua harus berhenti karena tubuhnya yang masih terbaring di rumah sakit. Jangankan untuk mencari sahabatnya. Untuk bergerak saja terasa sakit.“Kamu sudah bangun?”Liya yang masih sibuk mengomel pun lansgung mengalihkan pandangan. Dia menatap pria dengan kacamata yang melangkah masuk. Manik matanya mengamati secara keseluruhan penampilan pria tersebut. Hingga pria itu duduk di pinggir ranjang.“Kamu siapa?” tanya Liya. Dia merasa tidak mengenal
Dernière mise à jour: 2026-06-05
Chapter: [27] Cari Tahu Mengenai Dia
Clara menuruni satu per satu anak tangga dengan perasaan tidak karuan. Dia mengamati sekitar, memastikan tidak ada orang lain di rumah itu. Dia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya terkurung di rumah tersebut. Pasalnya, kalau ada yang tahu dan menyebarkan kabar tidak benar, dia juga yang akan kehilangan nama baik. Sampai Clara sudah berada di anak tangga terakhir dan menghela napas pelan.“Untung sudah tidak ada,” gumam Clara sembari mengelus dada.“Apa yang tidak ada, Clara?”Clara yang awalnya tenang langsung tersentak kaget saat mendengar suara bariton itu terlalu dekat dengannya. Dia pun mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara. Benar saja, Ethan sudah berdiri di belakangnya menggunakan pakaian formal. Terlihat ketegasan dari sorot mata pria itu, membuat Clara menundukkan kepala.“Bukan apa-apa,” jawab Clara. Jemarinya masih saling bertaut, merasa takut dengan Ethan.“Kalau memang tidak ada, cepat ke meja makan untuk sarapan. Aku tidak mau ada yang mati di rumahku,” kata
Dernière mise à jour: 2026-06-05
Chapter: [26] Siapa Dia?
Clara menatap Ethan yang masih mengancingkan satu per satu kancing pakaian. Pria itu terlihat tenang. Padahal mereka baru saja menghabiskan waktu bersama. Sekarang saja, napas Clara masih terdengar memburu karena permainan gila yang baru saja Ethan lakukan. Ditambah dirinya yang masih menggunakan selimut sebagai penutup. Clara merasa tidak memiliki tenaga, tetapi sepertinya hal itu tidak terjadi dengan Ethan. Stamina pria itu benar-benar mengagumkan.“Ponsel untukmu.”Clara yang masih melamun pun tersentak kaget ketika Ethan melempar sebuah kotak di depannya. Buru-buru, dia mengambil dan membukanya. Seketka, bibirnya mengulas senyum lebar, menatap ke arah Ethan yang masih memasang wajah dingin.“Ini untukku?” tanya Clara memastikan.“Iya. Kata Citra kamu bosan. Jadi, aku membelikanmu ponsel. Anggap saja supaya kamu tidak kabur lagi,” jawab Ethan.Clara yang sejak tadi tersenyum pun langsung diam. Dia menatap ke arah Ethah penuh selidik. Padahal dirinya bukanlah orang penting. Dia juga
Dernière mise à jour: 2026-06-02
Chapter: [25] Aku Tidak Menggodamu
Clara membuka mata secara perlahan, menatap langit kamar dan membuang napas kasar. Hari yang membosankan akan kembali dilaluinya, membuat Clara tidak betah sama sekali. Dia bahkan malas untuk bangun. Pasalnya, semua aktivitasnya juga tidak akan berubah sama “Aku benar-benar malas menjalani hari,” gumam Clara. Lagu-lagi mendesah kasar.Namun, dia tidak mungkin terus berada di kamar. Dia cukup ingat dimana dirinya tinggal, membuat Clara mau tidak mau turun dari ranjang dan menuju ke arah kamar mandi. Clara tidak mau kalau mendapat masalah lagi dan membuat Ethan marah.Tiga puluh menit kemudian.Clara keluar dari kamar hanya menggunakan handuk. Dia sengaja tidak membawa pakaian ganti. Semalma Ethan tidak masuk ke kamarnya, menandakan jika pria itu tidak pulang ke rumah. Jadi, kamar itu adalah miliknya. Tidak ada selain dirinya. Itu sebabnya, Clara tidak membawa pakaian kering untuk digunakan.Namun, saat dia baru membuka handuk yang sejak tadi melilit tubuh, pintu ruangan terbuka. Sonta
Dernière mise à jour: 2026-06-02
Chapter: [24] Untuk Kelinci Kecil
“Ethan, kenapa kamu diam saja? Tidak biasanya kamu begini.”Ethan yang sejak tadi hanya duduk sembari memegang gelas berisi minuman beralkohol itu pun mengalihkan pandangan. Dia menatap ke arah Austin yang tampak penasaran dengan kebungkamannya kali ini. Tapi, dia tidak berniat untuk menjawabnya. Ethan hanya memainkan gelas, membuat isi di dalamnya ikut bergerak.“Tapi ngomong-ngomong, Ethan. Wanita di rumahmu itu siapa?” tanya Austin lagi.“Dia hanya seorang budak yang sudah kubeli,” jawab Ethan tanpa perasaan. Dia bahkan mengatakan dengan cukup gamblang, tidak ada rasa bersalah.Mendengar itu, Austin menganggukkan kepala beberapa kali. Dia meneguk minumannya hingga tandas dan meletakkan di meja dengan keras. Pandangannya beralih, menatap Ethan dan berkata, “Aku cukup tertarik dengannya. Jadi, bagaimana kalau aku membayarnya saja.”Kali ini, Ethan masih bungkam. Tapi, tatapannya berubah menjadi tajam. Ekspresi wajahnya menyeramkan, siap memangsa kapan saja. Hal itu membuat Austin yan
Dernière mise à jour: 2026-06-02
Chapter: [23] Merasa Bosan
“Hah, benar-benar membosankan.”Clara yang sedang duduk di pinggir kolam hanya mendesah kasar. Entah sudah berapa kali dia menghela napas berat, seakan sudah bosan dengan kegiatannya. Dia tidak memiliki aktivitas, membuatnya tidak betah sama sekali. Dia ingin melakukan banyak hal seperti biasanya.Namun, di tempat itu, Clara dilarang melakukan semua. Memasak, menyapu, menyiram tanaman dan hal lainnya. Bahkan Clara yang berniat menanam bunga pun tidak diperbolehkan. Dia hanya dibolekan duduk, makan, berjalan dan tidru. Selebihnya, dia tidak mendapat izin.‘Benar-benar seperti zombie,’ batin Clara. Dia menundukkan kepala, menatap kolam yang ada di depannya. Tangannya terulur dan bergerak, membuat gelombang kecil terlihat.“Andai saja aku bisa berenang. Aku pasti akan menenggelamkan diri di tempat ini supaya tidak bosan,” gumam Clara.“Nona, anda sudah di sini seharian. Anda tidak mau masuk?” tanya Citra. Sejak tadi dia mengamati Clara dari kejauhan.Clara yang mendengar pun mendongakkan
Dernière mise à jour: 2026-06-01
Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Olivia Chandra harus menelan pil pahit karena pernikahannya dengan Sean Albian harus ternoda. Di hari ulang tahun pernikahannya, dia menyaksikan sendiri sang suami bermesraan dengan wanita lain. Hingga dia yang merasa patah hati mulai melakukan hal gila. Malam itu, Olivia mabuk dan berakhir di ranjang pria lain. Charles Simon. Pria dingin dan juga terkenal dengan kekejaman. Dia yang merupakan kakak tiri Sean tidak pernah mau ikut campur dalam urusan keluarga besar itu. Tapi, semua berubah ketika Olivia mendekatinya dan menghabiskan malam panas bersamanya. Olivia pikir, semua akan berakhir setelah kejadian tersebut. Sayangnya, Simon terus mengejar. Pria itu tidak mau melepaskannya. Bahkan, Olivia mulai larut dalam pengejaran. Bagaimana hubungan Olivia selanjutnya? Akankah dia tetap bertahan dengan Sean atau malah memilih meraih kebahagiaannya sendiri?
Lire
Chapter: [133] Tinggalkan Dia
Hening. Olivia hanya diam, duduk berhadapan dengan Gauri. Sudah hampir sepuluh menit mereka berada di sana, tetapi tidak sepatah kata pun terucap. Olivia tahu apa yang akan dikatakan wanita di depannya. Semua pasti berhubungan dengan Simon.“Aku dengar kamu pergi dari rumah keluarga Charles, Olivia.” Gauri mulai membuka suara. Meski terdengar santai dan tenang, tetapi jelas terlihat aura dingin di sekitar wanita itu. Gauri juga tidak menunjukkan keramahan sama sekali.Sedangkan Olivia yang ditanya hanya menganggukkan kepala. Dia tidak mau banyak berpikir dan menyangka. Dia yakun, Gauri tahu karena berita itu sudah menyebar luas.“Apa yang kamu pikir saat itu? Kenapa kamu keluar dari sana?” tanya Gauri.Kenapa? Olivia membuang napas kasar. Dengan tenang dia menjawab, “Aku hanya ingin bebas saja, tidak mau terkekang di rumah keluarga yang tidak benar-benar mencintaiku.”Mendengar itu, Gauri terdiam, menatap Olivia yang terlihat mantap saat menjawab. Dia memperhatikan Olivia yang tampak
Dernière mise à jour: 2026-06-05
Chapter: [132] Tidak Akan Membiarkan Pergi
Sean diam, memakan sarapan tanpa semangat. Dia masih kepikiran dengan kepergian Olivia dan masalah perceraiannya. Dia tidak pernah membayangkan hal ini akan mengusik ketenangannya. Hingga dia mendesah kasar dan berdecak kecil.“Kenapa, Sean?” tanya Charles yang duduk di depan Sean.Sean yang ditanya pun menatap ke arah sang papa. Dengan lesu dia menjawab, “Aku benar-benar buntu, Pa. Aku bingung, bagaimana harus menaklukan Olivia? Sedangkan sampai sekarang aku belum menemukannya. Semalam aku ke rumah Simon, tetapi dia juga tidak ada di sana.”‘Bonusnya mukaku yang babak belur,’ batin Sean. Dia tidak berani mengatakan dengan sang papa jika pelaku yang melukai wajahnya adalah Simon. Kalau sampai tahu, papanya pasti akan mengamuk lagi,“Kalau kamu mencari di rumah Simon, jelas tidak ada, Sean. Olivia bukan orang bodoh yang mau tinggal di rumah Simon dengan ikatan mereka sekarang,” kata Charles.“Kalau begitu, kemana aku harus mencarinya? Di apartemen tidak ada juga,” sahut Sean. Dia sudah
Dernière mise à jour: 2026-06-05
Chapter: [131] Membuat Keputusan Besar
“Elsa, kamu mau kemana?”Elsa yang baru membuka pintu kamar pun langsung terhenti. Dia menatap ke arah Keisha yang baru saja datang. Jemarinya langsung meremas tali tas, merasa tidak nyaman dengan kedatangan sahabatnya itu.“Kenapa diam saja?” tanya Keisha sembari mengeluarkan belanjaan yang baru saja dibelinya.Namun, Elsa tidak menjawab sama sekali. Dia masih merasa bimbang untuk mengatakan tujuannya kali ini. Bahkan, Elsa tidak beranjak dari tempatnya. Dia masih mematung dengan perasaan menimang.‘Haruskah aku bilang tujuanku?’ batin Elsa.“Oh iya, aku baru membeli beberapa ikan. Tadi aku lihat di supermarket dan aku membelinya untukmu. Nanti aku masakan dan kamu harus makan. Supaya bayi dalam kandunganmu sehat,” lanjut Keisha tanpa curiga.Mendengar sahabatnya itu sangat antusias dengan kandungannya, Elsa semakin tidak tega. Dia merasa bersalah dengan Keisha. Hingga dia menarik napas dalam dan membuang kasar.“Aku sudah memutuskan akan menggugurkan kandunganku, Keisha,” ucap Elsa
Dernière mise à jour: 2026-06-05
Chapter: [130] Percepat Perceraiannya
Sean mengamati rumah di depannya dengan sorot mata tajam. Sudah hampir dua jam dia duduk di dalam mobil, berharap rumah yang tidak diterangi lampu itu kembali menyala. Dia bahkan dengan setia menunggu, tidak meninggalkan tempatnya sama sekali. Hingga sebuah mobil sampai di depan rumah, membuat gerbang otomatis langsung terbuka. Melihat itu, Sean langsung keluar dan melangkah lebar.“Simon.”Simon yang mendengar suara itu pun menghentikan niatnya untuk masuk. Melihat Sean yang terburu-buru, dia yakin ada hal serius yang ingin dikatakan. Hal yang membuat Simon tersenyum sinis dan memperhatikan lekat.“Tuan muda keluarga Charles mencariku. Ada yang bisa dibantu?” tanya Simon dengan senyum manis yang jelas mengejek.Mendengar itu, Sean mendengus kesal. Dia tahu kalau Simon sedang merendahkannya, tetapi dia tidak memiliki waktu untuk memprotesnya. Hingga dia berkata, “Serahkan Olivia denganku.”Simon ingin tertawa keras mendengar ucapan Sean. Dia sudah membawanya pergi dengan segala cara d
Dernière mise à jour: 2026-06-02
Chapter: [129] Tidak Bisa Melepaskannya
“Aku dengar kamu membawa Olivia keluar dari rumah keluarga Charles, Simon. Apa itu benar?”Simon yang ditanya hanya diam dengan sebelah bibir terangkat. Rasanya memuaskan bisa melihat ekspresi penuh kekesalan di wajah sang papa. Dia sudah membayangkan sorot mata angkuh itu hanya bisa menahan emosi dalam waktu yang lama, tetapi hal itu baru tersampai sekarang.“Kamu benar-benar nekad, Simon.”Simon mengalihkan pandangan, menatap ke arah sahabatnya dan mengulas senyum lebar. “Aku hanya melakukan hal yang sudah lama ingin kulakukan, Cakra. Jadi, aku rasa ini bukan masalah. Lagi pula cepat atau lambat semua itu pasti akan terjadi,” sahutnya tanpa rasa bersalah.Benar-benar sudah tidak tertolong. Cakra hanya bisa menghela napas ketika mendengar jawaban tanpa rasa bersalah dari sahabatnya. Benar-benar menyebalkan. Dia khawatir kalau Charles akan melukai Simo, tetapi yang dikhawatirkan justru bersikap menyebalkan.“Kamu tahu keluarga Charles tidak pernah mau ditentang, Simon. Kamu melakukan
Dernière mise à jour: 2026-06-02
Chapter: [128] Dapatkan Kembali
“Sialan! Semua Sialan!”Sean yang merasa kesal langsung menyingkirkan semua barang di meja kerja. Napasnya terdengar memburu dengan rahang mengeras. Tatapannya tajam, siap menerkam siapa saja yang ada di depannya. Emosinya benar-benar memuncak. Bahkan Revan yang tidak sengaja ada disana pun hanya bisa diam.“Aku benar-benar ingin menghabisimu, Simon. Aku ingin membunuhmu!” teriak Sean lagi. Setiap mengingat mengenai Simon, rasanya dia ingin memaki.Reva yang ada di sana hanya menatap kegilaan sahabatnya. Sudah lama dia tidak melihat Sean yang seemosi ini. Dulu dia melihat Sean mengamuk seperti ini karena Simon yang mendapat pujian dari Charles. Sekarang, dia kembali melihat dan penyebab utamanya pun masih Simon.‘Sebenarnya mau sampai kapan mereka ini mau bermusuhan,’ batin Revan. Rasanya sudah muak melihat keduanya bertengkar dan saling adu kekuatan.Revan masih duduk dengan sebelah kaki disilangkan. Kedua tangannya disedekapkan, memperhatikan Sean yang sudah sedikit mereda. Sahabat
Dernière mise à jour: 2026-06-02
Vous vous intéresseriez aussi à
Jerat Cinta CEO Mesum
Jerat Cinta CEO Mesum
Romansa · Nyi Ratu
405.5K Vues
Ketika Istriku Minta Talak
Ketika Istriku Minta Talak
Romansa · Helminawati Pandia
404.1K Vues
Bukan Pernikahan Biasa
Bukan Pernikahan Biasa
Romansa · Lis Susanawati
395.8K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status