author-banner
Kim Meili
Kim Meili
Author

Novels by Kim Meili

Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Melalui malam panas dengan seorang pria tidak dikenal membuat Qiana berada dalam sebuah masalah besar. Dia yang saat itu mabuk tidak menyangka jika melakukan hubungan dengan pria asing. Tapi, siapa sangka jika pria itu merupakan atasan barunya, Jack James yang terkenal begitu angkuh dan penuh dengan kesombongan. Saat itu, Qiana berusaha untuk menjauh dari Jack, tapi siapa sangka, nasib berkehendak lain. Dia harus terikat bersama Jack dalam hubungan yang begitu rumit. "Aku benar-benar tidak ingin bersamamu, Jack. Jadi, lepaskan aku." "Sayangnya, kamu tidak memiliki hak untuk berdiskusi denganku, Qiana. Kamu hanya akan tetap di sisiku. Selamanya."
Read
Chapter: [78] Mendapatkan Hatinya (End)
“Maka dengan ini, kami memutuskan bahwa James dan Deolinda resmi bercerai.”Ketukan hakim membuat Deolinda langsung memejamkan mata, membuat air matanya mengalir dengan sendirinya. Rasa sakit dan penyesalan langsung menyelimuti dirinya. Dia mencintai James sepenuh hati, tetapi dia juga selalu melakukan hal gila dengan menjebak Qiana berulang kali.‘Kalau saja aku tidak melakukannya. Pasti James mash bersama denganku, kan?’ batin Deolinda. Mulutnya tertutup rapat dengan tubuh bergetar. Dia benar-benar merasakan kesedihan yang mendalam.“Sudah, De. Kamu tidak perlu menangisinya. Kamu bisa mencari pria lain yang lebih dari James.”Deolinda yang melihat sahabatnya di sana pun hanya terdiam dan menganggukkan kepala. Dia akui, Deolinda sangat mencintai James. Kalau harus mencari pria lain, dia sendiri tidak yakin. Hanya saja, rasa cintanya malah semakin membuatnya nekad dan bodoh. Deolinda tidak bisa berpikir dengan baik.“Sekarang kita pulang saja,” kata Sherly dan langsung mendapat angguk
Last Updated: 2025-10-08
Chapter: [77] Melakukan Pemeriksaan
“Bayi dalam kandunganmu baik-baik saja, Qiana. Dia juga sehat dan tumbuh dengan baik.”Qiana yang mendengar ucapan sang dokter pun tersenyum lebar. Dia merasa bahagia dengan kabar yang diterimanya. Harapannya supaya yang anak tumbuh di rahimnya dengan baik pun seakan terwujud. Dia yang bahagia membuat bayi dalam kandungannya bisa berkembang dengan cukup baik.“Aku akan berikan resep obat buat kamu,” ucap sang dokter kembali.Qiana hanya menganggukkan kepala. Bibirnya masih tersenyum lebar, menatap ke arah gambar janin di depannya. Sudah terbentuk kepala dan bagian tubuh yang lain. Beratnya juga sudah tampak. Terlihat di sana bayinya mulai bergerak, membuat Qiana yang begitu menantikan semakin tidak sabar. Padahal dia tahu setelah ini dia akan berpisah dengan James.Namun, Qiana seakan tidak peduli sama sekali. Dia tetap mengharapkan anaknya segera lahir. Rasanya tidak sabar untuk menggendong bocah mungil yang saat ini hanya bisa melihatnya melalui monitor USG. Hingga sang dokter membe
Last Updated: 2025-01-07
Chapter: [76] Membuat Cemburu
Qiana mengenakan dress panjang semata kaki dan mengatur rambutnya. Dia menatap beberapa kali, takut kalau sampai ada yang salah dengan penampilannya. Make up tipis membuatnya tampak semakin menawan. Entah kenapa, Qiana merasa kalau setelah kehamilan ini, dia terasa jauh lebih cantik dari sebelumnya.Qiana mulai melangkahkan kaki setelah merasa sudah puas dengan penampilannya. Dia menuju ke arah pintu dan keluar. Kakinya menuruni satu per satu anak tangga. Sebelah tangannya memegang pembatas tangga, takut kalau dia kenapa-kenapa. Perutnya sudah lebih besar dari sebelumnya, tetapi masih bisa untuk melihat kakinya melangkah. Hingga Qiana yang sudah sampai di bawah pun segera menuju ke arah pintu depan.“Qiana, kamu mau kemana?” tanya Siska dengan tatapan lekat.Qiana pun berhenti dan menjawab, “Aku mau periksa kandungan, Ma. Hari ini memang sudah jadwalnya.”“Loh, kok gak bilang sama James,” ucap Siska.Qiana yang ditanya pun diam. Dia memang sengaja tidak mengatakan hal ini dengan James
Last Updated: 2025-01-05
Chapter: [75] Siasat Deolinda
“Diminum dulu, Jessica.”Jessica yang mendengar hal itu pun terdiam. Dia menatap ke arah Qiana dan Emily yang ada di depannya. Ada perasaan canggung saat melihat keduanya yang sudah menolong dirinya. Padahal jelas kalau dia sudah berbuat buruk dengan Qiana. Hingga dia menelan saliva pelan dan mengambil gelas di depannya. Jessica mulai meneguk pelan, berusaha menghilangkan ketakutan dan perasaan canggung yang tiba-tiba muncul.“Bagaimana kamu bisa berurusan dengan mereka, Jes? Kamu memiliki masalah atau memiliki hutang?” tanya Emily.Jessica baru saja selesai menghabiskan minuman yang ditawarkan Emily. Dia mulai meletakkan gelas di meja dan balik bertanya, “Bukannya itu orang suruhan kalian?” Sebenarnya Jessica tahu kalau tidak mungkin mereka menyuruh orang untuk menyakitinya, tetapi Jessica sudah terlanjur malu. Dia enggan mengakui kesalahannya yang sudah berbuat jahat dengan Qiana. Mendengar itu, emosi Emily pun langsung meningkat. Dengan tegas dia berkata, “Jaga omonganmu, Jessica.
Last Updated: 2025-01-01
Chapter: [74] Jalan-jalan Pagi
Qiana membuang napas lirih. Pagi ini dia memilih berjalan-jalan di taman yang jauh dari rumahnya. Tidak lupa Qiana mengenakan masker, takut kalau ada yang mengenali dirinya. Dia takut kalau kejadian beberapa hari yang lalu membuat banyak orang mengenal dirinya. Ditambah dengan perutnya sudah sedikit lebih membesar, membuat Qiana mau tidak mau harus lebih giat dalam melakukan aktivitas. Padahal kalau dulu dia hanya akan berbaring cantik dan tidak melakukan apa pun.Qiana yang sudah berjalan beberapa putaran pun membuang napas lirih. Dia memilih untuk duduk di tanah dan menyelonjorkan kedua kaki. Manik matanya menatap sekitar. Ada beberapa ibu hamil juga yang tengah berjalan-jalan seperti dirinya. Bedanya, mereka ditemani suami. Sedangkan Qiana harus berjalan-jalan sendiri. Ada rasa iri setiap kali melihat pasangan yang begitu bahagia. Qiana juga menginginkan hal yang sama.Namun, Qiana harus cukup sadar diri. Dia tidak mungkin mendapatkan hal semacam itu. Kalau sampai dia mendapatkanny
Last Updated: 2024-12-14
Chapter: [73] Peringatan Awal
Hening. Alvan dan James hanya diam. Keduanya duduk saling berhadapan, tetapi tidak ada yang membuka suara sama sekali. Keduanya seperti tengah asyik menikmati pikiran masing-masing. Hingga Alvan yang tidak sabar menunggu pun membuang napas lirih. Dia mendongakkan kepala, menatap ke arah James dan bertanya, “Kenapa kamu kesini, James?”James yang awalnya dia pun langsung mendongak. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk diam. Dia juga tidak takut dengan Alvan. Hanya saja, sejak tadi dia diam tengah memikirkan kalimat yang pas untuk melarang Alvan selain karena Qiana adalah istrinya. Dia ingin membuat Alvan takut dan menurut dengannya.“Tidak biasanya kamu datang ke rumahku,” imbuh Alvan karena tidak juga mendapat jawaban.James membuang napas lirih dan berkata, “Aku kesini karena aku melihat kamu bersama dengan Qiana beberapa hari yang lalu, Alvan.”Mendengar itu, Alvan terdiam sejenak. Dia merasa bahagia karena James yang ternyata terpancing dengan rencananya. Dia yakin, James pasti ten
Last Updated: 2024-12-10
Godaan Mantan Istri

Godaan Mantan Istri

Ivana Florentina harus merasakan patah hati ketika Gwen—cinta pertama suaminya kembali. Pernikahan yang sudah berjalan lima tahun benar-benar seperti tidak ada artinya di mata Arga. Pria yang selalu bersikap dingin itu mulai mencair dan selalu memperlakukan Gwen dengan baik. Bahkan di depan Ivana sendiri, Arga tidak segan-segan memanjakannya. Sedih, patah hati dan kecewa. Ivana memilih untuk melarikan diri. Dia benar-benar melepaskan Arga sepenuhnya setelah perjuangannya untuk mempertahankan pria itu. Tapi, siapa sangka, ada hal yang tidak diketahuinya. Rahasia besar yang disembunyikan Gwen dan juga Arga. Keputusan apa yang akan diambil Ivana setelah mendengarnya? Apakah dia akan kembali pada Arga atau tetap menjauh dan membiarkan semua berjalan seperti keinginan sang suami?
Read
Chapter: [145] Akhir Membahagiakan
Beberapa tahun kemudian.“Enak.”Ivana yang baru saja mencicipi makanan buatannya pun langsung tersenyum lebar. Dia merasa jika masakan yang dibuatnya kali ini begitu sempurna, sesuai dengan apa yang diinginkannya. Dia pun langsung meraih mangkuk dan menuangkan masakan tersebut. Hingga sebuah tangan melingkar di perutnya, membuat Ivana mengalihkan pandangan. “Aku bangun pagi, tetapi kamu sudah tidak ada. Aku pikir kamu pergi ke mana, ternyata malah di dapur,” ucap Arga. Ivana yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum lebar. Akhir-akhir ini harga memang terlalu menempel dengannya. Tidak melihat sedetik saja sudah membuat pria itu menjadi cemas. Bukan hanya itu, entah Sudah berapa kali Arga tidak masuk kantor hanya karena tidak mau jauh darinya. “Padahal sudah ada asisten rumah tangga di sini. Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot memasak. Kalau kamu ingin apa tinggal bilang saja, mereka pasti akan membiarkannya,” ucap Arga, masih meletakkan kepala di pundak sang istri. “Aku tahu
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: [144] Kabar Mengejutkan
“Dokter, bagaimana kondisi istri saya?”Noah yang sejak tadi menemani Anika tampak begitu cemas. Dia bahkan tidak melepaskan genggamannya sama sekali, setia menemani wanita itu di sebelahnya. Bahkan saat dokter memeriksa pun dia enggan untuk pergi. “Istri anda baik-baik saja. Dia hanya kelelahan dan juga tekanan darahnya turun. Anda tenang saja, hal ini biasa terjadi dengan ibu hamil mudah muda. Lain kali usahakan lebih berhati-hati lagi,” jelasan dokter. Noah yang mendengar hal itu menganggukkan kepala. Dia tidak memperhatikannya baik-baik, tapi setelah beberapa detik kemudian dia langsung melebarkan kedua mata. Dia mencoba mengulang kembali ucapan sang dokter dan menatap ke arah dokter yang masih berada di sebelahnya. “Dokter, bisa ulangi lagi apa yang anda katakan?” tanya Noah dengan sorot mata menyelidiki. “Istri anda hanya kelelahan, tekanan darahnya juga menurun,” jawab sang dokter, menuruti keinginan Noah.“Bukan di bagian itu. Tapi aku seperti mendengar Kalau dokter mengat
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: [143] Liburan yang Gagal
“Akhirnya kita sampai.”Ivana dan Anika yang keluar dari mobil langsung melangkah penuh semangat. Kaki telanjangnya menapak di pasir dan berlari menuju ke arah Pantai yang terdapat tepat di depannya. Keduanya menunjukkan senyum lebar. Namun, hal berbeda terjadi dengan Noah dan Arga. Keduanya tidak bersemangat istri mereka, terlebih Noah yang sejak tadi memasang raut wajah masam. Bahkan dia tidak menunjukkan senyum sama sekali. “Padahal hari ini adalah rencanaku jalan-jalan dengan Anika, tetapi karena ulahmu kami jadi harus menginjak kalian,” gerutu Noah.Arga yang mendengar hal itu pun menatap ke arah bawah berada, tetapi tidak mengatakan apapun. Raut wajahnya bahkan tampak sedikit mengejek dengan bibir tersenyum sinis. Kakinya melangkah pelan, menuju ke arah tenda yang sudah disiapkan. “Arga, Memangnya kalian tidak ingin jalan-jalan berdua saja?” tanya Noah masih kesal, selain menurutnya Arga dan Ivana mengganggu acara berliburnya, dia juga merasa tidak terima karena Arga yang tid
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: [142] Ide Jalan-jalan
“Siapa yang menghubungi?”Anika yang baru saja mematikan panggilan langsung mengalihkan pandangan, menatap arah Noah yang duduk tepat di sebelahnya. Dia tidak langsung menjawab, tetapi memilih meraih gelas di depannya dan menyeruput minuman secara perlahan. Setelah selesai Dia baru kembali menatap ke arah suaminya berada. “Ivana. Katanya mau ke sini,” jawab Anika.Noah yang mendengar pun langsung mengalihkan pandangan, menatap ke arah jam dinding yang terdapat tepat di sebelahnya. Keningnya berkerut dalam dan memasang raut wajah berpikir. Sekarang masih pukul sepuluh, tetapi Ivana sudah mau ke restoran istrinya itu. “Bukankah kamu bilang dia sekarang bekerja? Kenapa malah datang ke sini?” tanya Noah dengan ekspresi bingung. Anika yang ditanya hanya menaikkan kedua bahu dan kembali menurunkannya. Dia sendiri tidak tahu dengan hal itu. Anika bahkan tidak berpikir mengenai hal tersebut. Yang dia tahu Ivana hanya mau datang dan dia sangat menantikannya. “Apa dia keluar dari pekerjaann
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: [141] Masih Berusaha Membuatnya Menyerah
Arga menjauhkan ponsel dari telinga ketika mendengar teriakan Ivana yang begitu menggelegar. Dia sedikit menutup telinga yang terasa hampir meledak karena teriakan istrinya itu. Hingga Arga yang merasa tidak lagi mendengar teriakan itu langsung mendekatkan ponsel. “Arga, kamu benar-benar kurang ajar,” omel Ivana lagi. Arga hanya bisa tersenyum mendengar ocehan istrinya itu. Dia juga tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan kali ini Arga terlihat begitu santai, duduk dengan sebelah kaki disilangkan. “Kenapa kamu memberiku begitu banyak pekerjaan? Kamu ingin membunuhku?” tanya Ivana dari seberang. Mulai berbicara ngawur. Arga hanya bisa memutar bola mata pelan dan membuang nafas kasar. Istrinya itu selalu mengatakan sesuatu tanpa pikir panjang lebih dulu. “Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku malah ingin kamu selalu sehat dan panjang umur,” jawab Arga. “Kalau begitu Kenapa kamu memberiku banyak sekali pekerjaan? Aku bahkan tidak yakin kalau ini bisa selesai tepat waktu,” ucap Iva
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: [140] Arga Bajingan!
“Hari ini kamu ada rapat dengan Tuan Charles, Arga. Aku akan mempersiapkan semua materinya.”Arga yang mendengar hal itu pun langsung menghentikan langkah. Dia menatap alasan istri yang masih fokus dengan tablet di tangan. Manik matanya memperhatikan wanita yang seakan tidak mempedulikan keberadaannya sama sekali. Raut wajahnya tampak berpikir hingga Ivana yang sejak tadi melangkah seorang diri ikut berhenti. “Arga, kenapa?” Ivana merasa bingung dengan tingkah suaminya itu. Dia melihat ada kebimbangan yang tergambar dari raut wajah Arga. Arga yang semula terdiam langsung mengulas senyum lebar dan menatap ke arah Ivana. Dia kembali menikahkan kaki dan berhenti tepat di depan istrinya dan menjawab, “Tidak apa-apa.” Sebelum menjawabnya Arga sempat berdehem lebih dulu. “Ada yang mengganggu pikiranmu?” Ivana masih tidak percaya dengan jawaban suaminya itu. Dia yakin sang suami sedang menyembunyikan sesuatu. “Tidak ada, tetapi aku rasa untuk rapat kali ini kamu tidak perlu ikut. Biar ak
Last Updated: 2026-03-03
Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Olivia Chandra harus menelan pil pahit karena pernikahannya dengan Sean Albian harus ternoda. Di hari ulang tahun pernikahannya, dia menyaksikan sendiri sang suami bermesraan dengan wanita lain. Hingga dia yang merasa patah hati mulai melakukan hal gila. Malam itu, Olivia mabuk dan berakhir di ranjang pria lain. Charles Simon. Pria dingin dan juga terkenal dengan kekejaman. Dia yang merupakan kakak tiri Sean tidak pernah mau ikut campur dalam urusan keluarga besar itu. Tapi, semua berubah ketika Olivia mendekatinya dan menghabiskan malam panas bersamanya. Olivia pikir, semua akan berakhir setelah kejadian tersebut. Sayangnya, Simon terus mengejar. Pria itu tidak mau melepaskannya. Bahkan, Olivia mulai larut dalam pengejaran. Bagaimana hubungan Olivia selanjutnya? Akankah dia tetap bertahan dengan Sean atau malah memilih meraih kebahagiaannya sendiri?
Read
Chapter: [150] Mulai Merasakan Penyesalan
“Apa kamu pernah mencintaiku?”Hening. Satu pertanyaan singkat itu membuat Sean langsung terdiam. Apa dia pernah mencintai Elsa? Apa perlakuan dan perhatiannya selama ini bisa disebut cinta? “Selama ini kamu selalu memperlakukanku dengan baik. Kamu peduli denganku dan bahkan selalu menjadikanku prioritasmu. Jadi, apa itu cintamu?”Sean masih diam. Dia mengingat semua yang dilakukan dulu. Semua yang dikatakan Elsa memang ada benarnya. Dia selalu menjadikan Elsa prioritas. Bahkan Olivia tidak pernah diperhatikan.“Sean, apa semua rasa itu sudah hilang?” tanya Elsa lagi. Nada bertanya lembut, tidak menuntut jawaban.Sean sempat bingung untuk menjawab, tetapi setelah memikirkan banyak hal, dia menatap ke arah Elsa dan menjawab, “Tidak. Aku tidak pernah mencintaimu.”‘Seperti dugaan.’ Elsa hanya tersenyum tipis mendengarnya. Meski sudah disiapkan dengan matang, meyakinkan diri sendiri dengan semua jawaban yang akan diterima, tetap saja rasanya menyakitkan. Semua perasaan, ketulusan dan ke
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: [149] Apa Kamu Pernah Mencintaiku?
“Untuk sementara waktu ini, jangan keluar rumah, Sean. Jangan mencari masalah dengan Simon atau pun Olivia.”Sean yang baru saja menyendok makanan pun terhenti. Dia menatap ke arah sang papa dan mendesah kasar. Sendok yang sejak tadi dipegangnya, kali ini diletakkan dengan kasar, membuat saura perpaduan yang khas. Dengan wajah masam dan tanpa semangat, dia menyandarkan tubuh dengan punggung kursi.“Aku benar-benar tidak mencari masalah dengan mereka, Pa. Aku hanya mau mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku,” sahut Sean tanpa rasa bersalah. Dia malah terlihat kesal dengan ucapan sang papa.“Tapi sekarang Olivia bukan lagi milikku. Dia sudah mengajukan perceraian kalian ke pengadilan negeri,” kata Charles dengan enteng.“Aku tidak peduli. Aku mau Olivia menjadi istriku apapun caranya,” tegas Sean serius. Dia menatap sang papa tidak terima.Hening. Charles hanya diam, tidak menanggapi sama sekali. Dia asyik menghabiskan makanan di meja, tidak mempedulikan sang anak yang sejak tadi
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: [148] Jatuhkan Dia
Olivia menggeliat pelan dan menguap. Perlahan, kedua matanya terbuka dan menatap sekitar. Sesekali, Olivia mengerjap, berusaha menormalkan kembali pandangannya. Hingga dia yang sudah sepenuhnya sadar pun mulai duduk, bersandar dengan punggung ranjang.“Kamu sudah bangun dari tadi?”Olivia yang mendengar pun langsung mengalihkan pandangan. Melihat Simon yang masuk dan membawa nampan berisi minuman, dia tersenyum lebar. Penampilannya kali ini benar-benar terlihat seperti seorang suami idaman. Tidak terlihat mengerikan seperti biasanya.“Kenapa terus menatapku? Kamu terpesona?” tanya Simon dengan nada menggoda.Tanpa rasa malu, Olivia menganggukkan kepala. Dia bahkan dengan berani menjawab, “Kamu terlihat menggoda kalau begini.”Menggoda? Simon menatap penampilan dirinya. Dia hanya mengenakan celana pendek, kaos dan juga apron. Jika dilihat, tidak ada hal menggoda sama sekali. Hingga Simon tertawa kecil. Dia menatap ke arah Olivia yang masih memperhatikannya.“Kamu benar-benar selalu ada
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: [147] Memastikan Satu Hal
Suara pintu terbuka terdengar, membuat Olivia yang sejak tadi tertidur di sofa menjadi terbangun. Dengan mata sembab khas banyun tidru, dia menatap sekitar. Sekarang sudah pukul dua dini hari. Tubuh yang semula terbaring pun mulai bangkit, duduk dan sesekali menguap. Hingga dia yang mendengar suara langkah mendekat, membuat pandangannya beralih.“Simon, kenapa kamu baru pulang? Kamu dari mana?”Olivia menatap pria itu lekat. Raut wajah yang dipenuhi kelelahan itu membuat hatinya merasa bersalah. Sampai Simon duduk di sebelahnya dan merangkul lembut.“Kenapa kamu tidur disini?” Simon malah balik bertanya.“Tidak apa. Hanya sesekali saja,” jawab Olivia enteng.Namun, hal itu malah membuat Simon kesal. Dengan nada suara dingin dia berkata, “Kalau begitu, semua ranjang di rumah aku jual saja.”Mendengar itu, Olivia berdecak kecil dan memutar bola mata pelan. Selalu saja begitu. Simon benar-benar tidak bisa diajak bercanda. Hingga dia membenarkan posisi duduk, menatap ke arah Simon sepenuh
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: [146] Jangan Membuat Masalah Dulu
“Benar-benar kurang ajar Simon. Dia membuat wajah ku babak belur begini,” keluh Sean.Sean yang baru saja keluar dari mobil mendesis pelan ketika menyentuh ujung bibir yang berdarah. Bukan hanya itu, matanya pun membengkak, ditambah pipi yang memar. Simon benar-benar meluapkan kemarahannya, membuat Sean marsa sakit karena pukulan Simon yang tidak ditahan sama sekali.“Aku benar-benar akan membalasnya. Lihat saja, aku akan membuatmu menyesal, Simon,” gumam Sean lagi.Sean memasuki ruang tamu, sesekali mendesis pelan. Luka di wajahnya juga belum diobati. Untuk membuka mulut benar-benar terasa sakit. Hingga dia melihat sang papa yang duduk di ruang keluarga, membuatnya melebarkan langkah.’“Pa, ak—“Prang.Sean yang baru akan mengadu langsung berhenti ketika sebuah gelas dilempar ke arahnya. Kedua matanya melebar, terkejut dengan apa yang papanya lakukan. Padahal dia merasa tidak membuat marah sang papa.“Dasar anak kurang ajar!” bentak Charles dengan suara menggelegar.Deg.Sean yang me
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: [145] Percepat Prosesnya
“Jadi, dia benar-benar sudah gila karena mau memilikimu?”Hera yang mendengar cerita dari Olivia pun langsung tersentak kaget. Kedua matanya melebar, tidak menyangka dengan kelakuan Sean kali ini. Pasalnya, selama pernikahan, Sean selalu bersikap dingin dan bahkan tidak peduli dengan Olivia.Jadi, kenapa sekarang dia peduli?‘Apakah ini yang dinamakan peduli di saat seseorang sudah memiliki hati yang lain?’ batin Hera. Dia mengelap sisa air yang belepotan di bibir.Sedangkan Olivia hanya bergumam pelan dan menganggukkan kepala. Dia tampak santai sembari menyeruput minuman di tangan. Benar-benar tidak terlihat seperti seseorang yang baru mengalami kejadian tak terduga.“Terus, dia melakukan apa denganmu?” tanya Hera dengan tatapan lekat. Dia semakin penasaran.“Dia mau menodaiku, berharap itu bisa membuatku menjadi milik dia seutuhnya. Tapi sayangnya, aku tidak peduli sama sekali. Aku sudah muak dan apa pun yang akan dilakukannya, aku tidak akan pernah kembali,” jawab Olivia.Hera yang
Last Updated: 2026-10-15
Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia

Clara Athena dijual oleh orang tua angkatnya kepada Ethan Evander, seorang mafia kejam, demi melunasi hutang yang menjerat keluarga. Hidupnya berubah menjadi milik pria berbahaya yang seharusnya ia takuti. Namun di balik dinginnya, Ethan memperlakukan Clara dengan kelembutan yang tak terduga. Perlahan, rasa takut berubah menjadi ketergantungan… lalu cinta. Saat Clara menemukan kebenaran tentang kebangkrutan keluarganya, masa lalu Ethan pun kembali hadir lewat Sophie Edgar, cinta pertamanya. Penolakan keluarga dan bayang-bayang wanita itu membuat Clara terpojok. Di antara bahaya, rahasia, dan cinta terlarang, Clara harus bertahan dalam pelukan seorang pria yang mematikan—namun membuatnya tak mampu pergi.
Read
Chapter: [34] Aku Mau Kamu
Clara tertawa kecil, melihat kiriman gambar dari sahabatnya. Sejak tadi dia memang berkirim pesan dengan sahabatnya. Clara juga mengingatkan wanita itu untuk tidak menghubungi malam hari, takut kalau ketahuan Ethan. Meski pria itu yang memberikannya ponsel, tetap saja Clara takut kalau nantinya Ethan marah karena dia yang hanya fokus dengan ponsel. Hingga pintu kamar terbuka, membuat Clara langsung menatap ke asal suara. Melihat siapa yang datang, Clara menelan saliva pelan.“Ethan,” gumam Clara.Ethan hanya diam. Dia melepas dasi yang dikenakan dan meletakkan asal. Manik matanya menatap ke arah Clara yang terlihat jauh lebih cerah dari sebelumnya.‘Sepertinya ponsel itu bisa membuat dia lebih baik,’ batin Ethan. Jemarinya melepas satu per satu kancing pakaian, meletakkan kemeja kerjanya dengan asal.“Aku mau mandi. Siapkan aku pakaian, Clara,” perintah Ethan.Clara yang mendengar langsung menganggukkan kepala dan bergumam pelan. Manik matanya memperhatikan Ethan yang mulai melangkah
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: [33] Yakin Melakukannya?
Ketukan pintu terdengar. Ethan yang saat itu sedang fokus dengan pekerjaannya pun langsung menghentikan. Dia membiarkan seseorang untuk masuk. Hingga Willian melangkah lebar dan berhenti tepat di depannya.“Apa yang kamu dapatkan?” tanya Ethan to the point. Dia menatap serius.Ethan yang ditanya pun dengan cepat menyerahkan map sembari menjawab, “Namanya Nathan Nigel, Tuan. Dia anak tunggal dari keluarga Nigel, termasuk kakak tingkat dari Nona Clara. Selama ini mereka berteman baik dan Tuan Nathan suka membantu Nona Clara.”Mendengar itu, Ethan terdiam. Dia masih mencerna ucapan William sembari melihat profil yang dibawa anak buahnya tersebut. Hingga dia melihat foto pria yang dimaksud, membuatnya menatap tajam.“Nathan Nigel,” gumam Ethan sembari mengetuk meja pelan, menimbulkan suara yang cukup menegangkan di ruangan yang awalnya sunyi tersebut.“Hanya ini yang kamu dapat?” tanya Ethan lagi.“Untuk sementara memang hanya ini yang saya dapat, Tuan,” jawab William.“Kalau begitu kamu
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: [32] Rela Jadi Pengganti
“Kalau begitu, aku pulang dulu, Kek. Kapan-kapan aku akan ke sini lagi,” kata Sophie.Theo yang mendengar hanya menganggukkan kepala. Meski bibirnya menyunggingkan senyum, tetapi hatinya masih merasa tidak nyaman. Dia merasa tidak enak hati karena sudah mematahkan harapan Sophie. Pasalnya, dia yang mencetuskan untuk menjodohkan, tetapi dia juga yang membatalkan. Hal yang membuat Theo hanya bisa berkata dengan perasaan bersalah. Hingga Sophie yang sudah melangkah pergi, membuat Theo menghela napas.“Bagaimana caranya aku meyakinkan Ethan?” tanya Theo dengan diri sendiri. Dia tidak mungkin memaksa cucunya itu. Hubungannya sempat retak dan baru pulih secara perlahan. Kalau dia memaksakan kehendak, pasti Ethan akan memberontak lagi.‘Kalau dia berontak, aku yang kesulitan mengendalikan. Bisa-bisa keluarga Evander hancur karena ulahnya,’ batin Theo. Hingga dia membuang napas lirih, merasa tidak ada jalan keluar baginya.Sedangkan Sophie yang sudah memasuki rumah segera melangkah lebar. Eks
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: [31] Lupakan Saja Dia!
“Aku harap ini bisa membantuku.”Sophie menatap paper bag di tangannya dan tersenyum lebar. Hari ini, dia sengaja datang ke rumah keluarga Ethan, berniat untuk meluluhkan hati keluarganya, terutama Theo. Jika Theo menjadi pendukung utamanya, meski Ethan menolak, masih ada banyak kemungkinan pria itu menerima dirinya.Sophie yang sudah mantap dengan rencananya langsung membuang napas kasar. Dia membuka pintu mobil dan keluar. Kakinya melangkah ringan, memasuki rumah yang terlihat sepi. Padahal banyak pegawai di rumah tersebut. Hingga Sophie yang sudah sampai ruang keluarga dan melihat Theo sedang menikmati secangkir teh di pinggir kolam. Melihatnya, Sophie tersenyum lebar.“Kakek Theo,” panggil Sophie yang kembali melanjutkan langkah.Theo yang saat itu sedang bersantai pun langsung mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara. Melihat Sophie yang datang, Theo tersenyum lebar. Kebahagiaan jelas terlihat di wajah pria itu. Hingga Sophie berdiri di depannya.“Aku membawakan minuman herba
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: [30] Ada Hubungan Apa?
“Aku sudah mengurus kepulanganmu. Hari ini juga, kamu bisa pulang.”Liya yang baru saja meletakkan ponsel langsung mengalihkan pandangan, menatap Julian yang baru saja datang. Pria itu tampak tenang dan mendekat ke arahnya. Hingga Julian berhenti, meletakkan kertas di nakas.“Aku sudah membayar biaya berobatnya,” kata Julian lagi.Liya hanya menganggukkan kepala. Dalam hati dia membatin, ‘Tidak perlu mengatakannya. Itu memang sudah tugasmu.’“Sebenarnya kondisimu belum sepenuhnya boleh pulang, tetapi karena kamu tetap mau pulang, aku menghormati keputusanmu. Tapi saat di rumah nanti, kalau ada masalah, jangan sungkan menghubungi. Kalau ada yang sakit atau sebagainya, hubungi saja,” kata Julian kembali mengingatkan.Lagi-lagi Liya hanya menganggukkan kepala. Dia tidak banyak vicara dengan Julian. Pasalnya, Liya bingung juga harus mengatakan apa karena semua yang Julian katakan pasti hanya akan dijawab iya.“Sekarang kamu bersiap. Aku akan mengantar pulang,” kata Julian. Meski tidak men
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: [29] Cari Tahu Mengenai Dia
Ethan menatap layar di depannya dengan raut wajah serius. Hari ini ada rapat dengan para pemegang saham dan beberapa kepala departemen untuk membicarakan rancangan produk baru perusahaannya. Sejak tadi, ruangan itu juga terasa mencekam karena kehadiran Ethan, membuat peserta yang hadir menjadi tegang, takut membuat kesalahan.“Selanjutnya,” kata Ethan setelah satu karyawan mempresentasikan proposal yang sudah dibuat.Ruangan kembali hening. Salah satu karyawan melangkah maju, bersiap untuk presentasi. Memang tidak ada penilaian yang Ethan berikan, tetapi tetap saja taktu kalau membuat kesalahan. Hingga dering ponsel terdengar, membuat Ethan mengalihkan pandnagan. Dia menatap dengan kening berkeriut dalam.‘Bukankah ini alarm panggilan dari ponsel Clara?’ batin Ethan.Hening. Ethan tidak langsung mengangkat panggilan itu. Dia hanya menatap dengan sebelah bibir terangkat. Hingga dia memberikan intruksi agar semuanya diam dan mengangkat panggilan.‘Aku mau lihat siapa yang kamu hubungi,
Last Updated: 2026-07-01
You May Also Like
Rahim Pengganti CEO Arogan
Rahim Pengganti CEO Arogan
Rumah Tangga · Purwa ningsih
4.1K views
Madu Pilihan Mertua
Madu Pilihan Mertua
Rumah Tangga · Selvia_Rqyanzah1104
4.1K views
Sandiwara Pernikahan Sang CEO
Sandiwara Pernikahan Sang CEO
Rumah Tangga · Tompealla Kriweall
4.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status