author-banner
Kim Meili
Kim Meili
Author

Novels by Kim Meili

Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Olivia Chandra harus menelan pil pahit karena pernikahannya dengan Sean Albian harus ternoda. Di hari ulang tahun pernikahannya, dia menyaksikan sendiri sang suami bermesraan dengan wanita lain. Hingga dia yang merasa patah hati mulai melakukan hal gila. Malam itu, Olivia mabuk dan berakhir di ranjang pria lain. Charles Simon. Pria dingin dan juga terkenal dengan kekejaman. Dia yang merupakan kakak tiri Sean tidak pernah mau ikut campur dalam urusan keluarga besar itu. Tapi, semua berubah ketika Olivia mendekatinya dan menghabiskan malam panas bersamanya. Olivia pikir, semua akan berakhir setelah kejadian tersebut. Sayangnya, Simon terus mengejar. Pria itu tidak mau melepaskannya. Bahkan, Olivia mulai larut dalam pengejaran. Bagaimana hubungan Olivia selanjutnya? Akankah dia tetap bertahan dengan Sean atau malah memilih meraih kebahagiaannya sendiri?
Read
Chapter: [102] Mulai Pengejaran
“Untuk apa kamu mencariku, Sean?”Olivia yang sudah berada di dalam mobil Sean pun mulai membuka suara. Kedua tangannya disedekapkan, memasang raut wajah masam. Entah kenapa rasanya tidak suka dengan kehadiran Sean kali ini. Selain karena dirinya yang baru saja bertengkar dengan Simon, Olivia juga merasa kalau dirinya dan Sein tidak begitu dekat.“Aku ingin mengajakmu makan siang bersama,” jawab Sean. Makan siang bersama? Rasanya Olivia ingin sekali tertawa. Sekarang saja dia sudah menatap sinis dengan sebelah bibir terangkat. Dia menatap ke arah Sean dengan sorot mata mengejek. “Aku rasa kita tidak sedekat itu, Sean,” celetuk Olivia. Dia masih cukup ingat Seperti apa perlakuan pria itu terhadapnya. Selain menghina dan merendahkannya, sepertinya tidak ada kalimat manis yang pernah pria itu katakan. Hal itu juga yang membuat hubungan mereka menjadi renggang. Sebenarnya ucapan Olivia sudah cukup untuk menyulut amarah Sean, tetapi kali ini pria itu mencoba menahannya. Dia cukup sadar
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: [101] Ingin Berubah Sepenuhnya
“Olivia, aku bisa menjelaskan semuanya.”Simon yang melihat Olivia hendak meninggalkan ruangan langsung membuka mulut. Dia pun bangkit dan menatap ke arah wanita yang saat ini tengah membelakanginya. Meski begitu dia bisa merasakan kekecewaan yang Olivia rasakan. Hal yang membuatnya menjadi salah tingkah, juga ada sedikit penyesalan dalam hatinya. ‘Kenapa aku harus menyembunyikannya dari Olivia? Sebenarnya apa yang aku inginkan?’ batin Simon. Namun, Olivia tidak membalikkan tubuh sama sekali. Tangan yang masih menggenggam gagang pintu mengerat dengan sempurna. Rahangnya tampak mengeras, menahan air mata yang sejak tadi hendak jatuh. Kekecewaannya begitu dalam, membuatnya merasa hatinya hancur. “Aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu. Aku hanya merasa perlu memilih waktu yang tepat untuk mengatakannya denganmu,” ucap Simon kembali. Meski Olivia tidak menatap ke arahnya, tetapi dia yakin wanita itu mendengarkan, terbukti dari Olivia yang tidak berpindah dari tempatnya sama sek
Last Updated: 2026-03-08
Chapter: [100] Merasa Dikecewakan
“Sial!”Sean yang berada di mobil masih memaki dengan ekspresi kesal. Setiap kali mengingat perkataan Elsa yang begitu meremehkannya, Sean ingin sekali menghabisinya. Hingga dia memukul kemudi, meluapkan emosi yang sejak tadi ditahan.“Aku benar-benar ingin menghabisimu, Elsa,” gumam Sean.Namun, dia tidak mungkin melakukannya. Negaranya adalah negara hukum. Kalau dia melakukan hal itu, jelas dia akan masuk jeruji. Hingga dia menarik napas dalam dan membuang kasar. Sean berusaha mengendalikan diri. Hingga dia teringat sebuah nama yang membuatnya semakin terdiam.Olivia. Sean yang mengingat hal itu langsung menelan saliva pelan. Wajahnya memucat, mengingat semua yang sudah dilakukannya terhadap wanita itu. Bukan hanya menghina, dia bahkan sering mengabaikannya.“Bagaimana aku harus menghadapinya nanti?” tanya Sean dengan diri sendiri.Sean terdiam sejenak, memikirkan cara untuk menebus semua kesalahan yang sudah diperbuatnya. Dia sudah melakukan begitu banyak kesalahan terhadap wanita
Last Updated: 2026-03-08
Chapter: [99] Jangan Pernah Muncul Lagi
“Sean, dengarkan aku dulu.”Sean yang mendengar teriakan itu tidak mempedulikan sama sekali. Rahangnya tampak mengeras dengan kedua tangan mengepal, menunjukkan urat yang begitu jelas. Ditambah tatapan tajam yang menyimpan kekesalan. Hingga seseorang meraih pergelangan tangan, membuat Sean menghentikan langkah.“Sean, dengarkan aku dulu,” kata Elsa dengan suara tersengal. Sejak tadi dia mencoba mengejar pria itu. Dia bahkan berlari, mengabaikan luka di kakinya karena sempatterkulir.Namun, bukan perhatian dan tatapan lembut yang didapat. Dia malah melihat Sean yang menatapnya penuh emosi. Jelas terlihat kebencian dari sorot mata pria tersebut. Hingga Sean menyingkirkan tangan Elsa dengan asar, membuat Sean semakin tersentak kaget.“Jangan sentuh tanganku dengan tangan kotormu itu, Elsa,” kata Sean dengan nada suara tajam.Deg.Elsa yang mendengar hal itu benar-benar dibuat bungkam. Ini pertama kali Sean memperlakukannya dengan buruk. Hatinya pun merasa sakit, tetapi ini bukan waktu ya
Last Updated: 2026-03-07
Chapter: [98] Kebenaran yang Terungkap
“Aku harus benar-benar minta maaf dengan Elsa. Jangan sampai dia marah dan menganggapku tidak tahu terima kasih.”Sean yang sudah berada di depan gedung apartemen Elsa langsung membuang napas kasar. Dia menatap buket bunga yang sudah disiapkan khusus untuk meminta maaf. Dia pun langsung membuka pintu mobil dan bersiap keluar. Namun, di waktu yang sama dia melihat Elsa yang baru saja keluar dan memasuki sebuah mobil. Melihat wanita itu pergi bersama sahabatnya, Sean mengurungkan niat. Dia mengerutkan kening dalam saat melihat Elsa yang terlihat baik-baik saja. Senyum wanita itu bahkan tampak jauh lebih mengembang daripada waktu bersama dengannya. “Apa dia tidak merasa sakit hati karena aku perlakukan seperti itu kemarin?” tanya Sean dengan diri sendiri. Sejenak, Sean berpikir, menatap mobil yang perlahan mulai menjauh. Tapi hal itu hanya berlangsung sejenak. Dia yang menyadari kesalahannya langsung menjalankan mobil dan meninggalkan tempat tersebut. Sean terus mengikuti mobil yang b
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: [97] Memberi Pelajaran
“Elsa, dari tadi ponselmu berbunyi. Kamu yakin tidak mau mengangkatnya?”Elsa yang masih menghabiskan sarapan di meja makan pun hanya diam. Dia hanya melirik ke arah ponsel yang menunjukkan nama Sean tertera di layar. Jangankan berniat mengangkat, memegang ponsel saja Elsa rasanya enggan. “Elsa, itu Sean,” kata Keisha lagi. “Biarkan saja. Aku sedang tidak ingin berbicara dengannya,” sahut Elsa dengan enteng. Dia bahkan seperti tidak merasa ragu saat mengatakannya.Keisha yang mendengar hal itu benar-benar dibuat terkejut. Setahunya dulu Elsa sangat mementingkan pendapat Sean. Wanita itu bahkan takut kehilangan, tetapi sikap cueknya hari ini benar-benar membuat Keisha geleng-geleng kepala. “Sebenarnya apa yang sudah terjadi sampai kamu begitu cuek dengan Sean? Setahuku dulu kamu selalu menjadikannya prioritas,” tanya Keisha dengan tatapan menyelidiki. Dia benar-benar penasaran dengan alasan sahabatnya itu. Elsa menghentikan acara sarapannya, meneguk susu dan menjawab, “Sean sudah s
Last Updated: 2026-02-22
Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Melalui malam panas dengan seorang pria tidak dikenal membuat Qiana berada dalam sebuah masalah besar. Dia yang saat itu mabuk tidak menyangka jika melakukan hubungan dengan pria asing. Tapi, siapa sangka jika pria itu merupakan atasan barunya, Jack James yang terkenal begitu angkuh dan penuh dengan kesombongan. Saat itu, Qiana berusaha untuk menjauh dari Jack, tapi siapa sangka, nasib berkehendak lain. Dia harus terikat bersama Jack dalam hubungan yang begitu rumit. "Aku benar-benar tidak ingin bersamamu, Jack. Jadi, lepaskan aku." "Sayangnya, kamu tidak memiliki hak untuk berdiskusi denganku, Qiana. Kamu hanya akan tetap di sisiku. Selamanya."
Read
Chapter: [78] Mendapatkan Hatinya (End)
“Maka dengan ini, kami memutuskan bahwa James dan Deolinda resmi bercerai.”Ketukan hakim membuat Deolinda langsung memejamkan mata, membuat air matanya mengalir dengan sendirinya. Rasa sakit dan penyesalan langsung menyelimuti dirinya. Dia mencintai James sepenuh hati, tetapi dia juga selalu melakukan hal gila dengan menjebak Qiana berulang kali.‘Kalau saja aku tidak melakukannya. Pasti James mash bersama denganku, kan?’ batin Deolinda. Mulutnya tertutup rapat dengan tubuh bergetar. Dia benar-benar merasakan kesedihan yang mendalam.“Sudah, De. Kamu tidak perlu menangisinya. Kamu bisa mencari pria lain yang lebih dari James.”Deolinda yang melihat sahabatnya di sana pun hanya terdiam dan menganggukkan kepala. Dia akui, Deolinda sangat mencintai James. Kalau harus mencari pria lain, dia sendiri tidak yakin. Hanya saja, rasa cintanya malah semakin membuatnya nekad dan bodoh. Deolinda tidak bisa berpikir dengan baik.“Sekarang kita pulang saja,” kata Sherly dan langsung mendapat angguk
Last Updated: 2025-10-08
Chapter: [77] Melakukan Pemeriksaan
“Bayi dalam kandunganmu baik-baik saja, Qiana. Dia juga sehat dan tumbuh dengan baik.”Qiana yang mendengar ucapan sang dokter pun tersenyum lebar. Dia merasa bahagia dengan kabar yang diterimanya. Harapannya supaya yang anak tumbuh di rahimnya dengan baik pun seakan terwujud. Dia yang bahagia membuat bayi dalam kandungannya bisa berkembang dengan cukup baik.“Aku akan berikan resep obat buat kamu,” ucap sang dokter kembali.Qiana hanya menganggukkan kepala. Bibirnya masih tersenyum lebar, menatap ke arah gambar janin di depannya. Sudah terbentuk kepala dan bagian tubuh yang lain. Beratnya juga sudah tampak. Terlihat di sana bayinya mulai bergerak, membuat Qiana yang begitu menantikan semakin tidak sabar. Padahal dia tahu setelah ini dia akan berpisah dengan James.Namun, Qiana seakan tidak peduli sama sekali. Dia tetap mengharapkan anaknya segera lahir. Rasanya tidak sabar untuk menggendong bocah mungil yang saat ini hanya bisa melihatnya melalui monitor USG. Hingga sang dokter membe
Last Updated: 2025-01-07
Chapter: [76] Membuat Cemburu
Qiana mengenakan dress panjang semata kaki dan mengatur rambutnya. Dia menatap beberapa kali, takut kalau sampai ada yang salah dengan penampilannya. Make up tipis membuatnya tampak semakin menawan. Entah kenapa, Qiana merasa kalau setelah kehamilan ini, dia terasa jauh lebih cantik dari sebelumnya.Qiana mulai melangkahkan kaki setelah merasa sudah puas dengan penampilannya. Dia menuju ke arah pintu dan keluar. Kakinya menuruni satu per satu anak tangga. Sebelah tangannya memegang pembatas tangga, takut kalau dia kenapa-kenapa. Perutnya sudah lebih besar dari sebelumnya, tetapi masih bisa untuk melihat kakinya melangkah. Hingga Qiana yang sudah sampai di bawah pun segera menuju ke arah pintu depan.“Qiana, kamu mau kemana?” tanya Siska dengan tatapan lekat.Qiana pun berhenti dan menjawab, “Aku mau periksa kandungan, Ma. Hari ini memang sudah jadwalnya.”“Loh, kok gak bilang sama James,” ucap Siska.Qiana yang ditanya pun diam. Dia memang sengaja tidak mengatakan hal ini dengan James
Last Updated: 2025-01-05
Chapter: [75] Siasat Deolinda
“Diminum dulu, Jessica.”Jessica yang mendengar hal itu pun terdiam. Dia menatap ke arah Qiana dan Emily yang ada di depannya. Ada perasaan canggung saat melihat keduanya yang sudah menolong dirinya. Padahal jelas kalau dia sudah berbuat buruk dengan Qiana. Hingga dia menelan saliva pelan dan mengambil gelas di depannya. Jessica mulai meneguk pelan, berusaha menghilangkan ketakutan dan perasaan canggung yang tiba-tiba muncul.“Bagaimana kamu bisa berurusan dengan mereka, Jes? Kamu memiliki masalah atau memiliki hutang?” tanya Emily.Jessica baru saja selesai menghabiskan minuman yang ditawarkan Emily. Dia mulai meletakkan gelas di meja dan balik bertanya, “Bukannya itu orang suruhan kalian?” Sebenarnya Jessica tahu kalau tidak mungkin mereka menyuruh orang untuk menyakitinya, tetapi Jessica sudah terlanjur malu. Dia enggan mengakui kesalahannya yang sudah berbuat jahat dengan Qiana. Mendengar itu, emosi Emily pun langsung meningkat. Dengan tegas dia berkata, “Jaga omonganmu, Jessica.
Last Updated: 2025-01-01
Chapter: [74] Jalan-jalan Pagi
Qiana membuang napas lirih. Pagi ini dia memilih berjalan-jalan di taman yang jauh dari rumahnya. Tidak lupa Qiana mengenakan masker, takut kalau ada yang mengenali dirinya. Dia takut kalau kejadian beberapa hari yang lalu membuat banyak orang mengenal dirinya. Ditambah dengan perutnya sudah sedikit lebih membesar, membuat Qiana mau tidak mau harus lebih giat dalam melakukan aktivitas. Padahal kalau dulu dia hanya akan berbaring cantik dan tidak melakukan apa pun.Qiana yang sudah berjalan beberapa putaran pun membuang napas lirih. Dia memilih untuk duduk di tanah dan menyelonjorkan kedua kaki. Manik matanya menatap sekitar. Ada beberapa ibu hamil juga yang tengah berjalan-jalan seperti dirinya. Bedanya, mereka ditemani suami. Sedangkan Qiana harus berjalan-jalan sendiri. Ada rasa iri setiap kali melihat pasangan yang begitu bahagia. Qiana juga menginginkan hal yang sama.Namun, Qiana harus cukup sadar diri. Dia tidak mungkin mendapatkan hal semacam itu. Kalau sampai dia mendapatkanny
Last Updated: 2024-12-14
Chapter: [73] Peringatan Awal
Hening. Alvan dan James hanya diam. Keduanya duduk saling berhadapan, tetapi tidak ada yang membuka suara sama sekali. Keduanya seperti tengah asyik menikmati pikiran masing-masing. Hingga Alvan yang tidak sabar menunggu pun membuang napas lirih. Dia mendongakkan kepala, menatap ke arah James dan bertanya, “Kenapa kamu kesini, James?”James yang awalnya dia pun langsung mendongak. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk diam. Dia juga tidak takut dengan Alvan. Hanya saja, sejak tadi dia diam tengah memikirkan kalimat yang pas untuk melarang Alvan selain karena Qiana adalah istrinya. Dia ingin membuat Alvan takut dan menurut dengannya.“Tidak biasanya kamu datang ke rumahku,” imbuh Alvan karena tidak juga mendapat jawaban.James membuang napas lirih dan berkata, “Aku kesini karena aku melihat kamu bersama dengan Qiana beberapa hari yang lalu, Alvan.”Mendengar itu, Alvan terdiam sejenak. Dia merasa bahagia karena James yang ternyata terpancing dengan rencananya. Dia yakin, James pasti ten
Last Updated: 2024-12-10
Godaan Mantan Istri

Godaan Mantan Istri

Ivana Florentina harus merasakan patah hati ketika Gwen—cinta pertama suaminya kembali. Pernikahan yang sudah berjalan lima tahun benar-benar seperti tidak ada artinya di mata Arga. Pria yang selalu bersikap dingin itu mulai mencair dan selalu memperlakukan Gwen dengan baik. Bahkan di depan Ivana sendiri, Arga tidak segan-segan memanjakannya. Sedih, patah hati dan kecewa. Ivana memilih untuk melarikan diri. Dia benar-benar melepaskan Arga sepenuhnya setelah perjuangannya untuk mempertahankan pria itu. Tapi, siapa sangka, ada hal yang tidak diketahuinya. Rahasia besar yang disembunyikan Gwen dan juga Arga. Keputusan apa yang akan diambil Ivana setelah mendengarnya? Apakah dia akan kembali pada Arga atau tetap menjauh dan membiarkan semua berjalan seperti keinginan sang suami?
Read
Chapter: [145] Akhir Membahagiakan
Beberapa tahun kemudian.“Enak.”Ivana yang baru saja mencicipi makanan buatannya pun langsung tersenyum lebar. Dia merasa jika masakan yang dibuatnya kali ini begitu sempurna, sesuai dengan apa yang diinginkannya. Dia pun langsung meraih mangkuk dan menuangkan masakan tersebut. Hingga sebuah tangan melingkar di perutnya, membuat Ivana mengalihkan pandangan. “Aku bangun pagi, tetapi kamu sudah tidak ada. Aku pikir kamu pergi ke mana, ternyata malah di dapur,” ucap Arga. Ivana yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum lebar. Akhir-akhir ini harga memang terlalu menempel dengannya. Tidak melihat sedetik saja sudah membuat pria itu menjadi cemas. Bukan hanya itu, entah Sudah berapa kali Arga tidak masuk kantor hanya karena tidak mau jauh darinya. “Padahal sudah ada asisten rumah tangga di sini. Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot memasak. Kalau kamu ingin apa tinggal bilang saja, mereka pasti akan membiarkannya,” ucap Arga, masih meletakkan kepala di pundak sang istri. “Aku tahu
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: [144] Kabar Mengejutkan
“Dokter, bagaimana kondisi istri saya?”Noah yang sejak tadi menemani Anika tampak begitu cemas. Dia bahkan tidak melepaskan genggamannya sama sekali, setia menemani wanita itu di sebelahnya. Bahkan saat dokter memeriksa pun dia enggan untuk pergi. “Istri anda baik-baik saja. Dia hanya kelelahan dan juga tekanan darahnya turun. Anda tenang saja, hal ini biasa terjadi dengan ibu hamil mudah muda. Lain kali usahakan lebih berhati-hati lagi,” jelasan dokter. Noah yang mendengar hal itu menganggukkan kepala. Dia tidak memperhatikannya baik-baik, tapi setelah beberapa detik kemudian dia langsung melebarkan kedua mata. Dia mencoba mengulang kembali ucapan sang dokter dan menatap ke arah dokter yang masih berada di sebelahnya. “Dokter, bisa ulangi lagi apa yang anda katakan?” tanya Noah dengan sorot mata menyelidiki. “Istri anda hanya kelelahan, tekanan darahnya juga menurun,” jawab sang dokter, menuruti keinginan Noah.“Bukan di bagian itu. Tapi aku seperti mendengar Kalau dokter mengat
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: [143] Liburan yang Gagal
“Akhirnya kita sampai.”Ivana dan Anika yang keluar dari mobil langsung melangkah penuh semangat. Kaki telanjangnya menapak di pasir dan berlari menuju ke arah Pantai yang terdapat tepat di depannya. Keduanya menunjukkan senyum lebar. Namun, hal berbeda terjadi dengan Noah dan Arga. Keduanya tidak bersemangat istri mereka, terlebih Noah yang sejak tadi memasang raut wajah masam. Bahkan dia tidak menunjukkan senyum sama sekali. “Padahal hari ini adalah rencanaku jalan-jalan dengan Anika, tetapi karena ulahmu kami jadi harus menginjak kalian,” gerutu Noah.Arga yang mendengar hal itu pun menatap ke arah bawah berada, tetapi tidak mengatakan apapun. Raut wajahnya bahkan tampak sedikit mengejek dengan bibir tersenyum sinis. Kakinya melangkah pelan, menuju ke arah tenda yang sudah disiapkan. “Arga, Memangnya kalian tidak ingin jalan-jalan berdua saja?” tanya Noah masih kesal, selain menurutnya Arga dan Ivana mengganggu acara berliburnya, dia juga merasa tidak terima karena Arga yang tid
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: [142] Ide Jalan-jalan
“Siapa yang menghubungi?”Anika yang baru saja mematikan panggilan langsung mengalihkan pandangan, menatap arah Noah yang duduk tepat di sebelahnya. Dia tidak langsung menjawab, tetapi memilih meraih gelas di depannya dan menyeruput minuman secara perlahan. Setelah selesai Dia baru kembali menatap ke arah suaminya berada. “Ivana. Katanya mau ke sini,” jawab Anika.Noah yang mendengar pun langsung mengalihkan pandangan, menatap ke arah jam dinding yang terdapat tepat di sebelahnya. Keningnya berkerut dalam dan memasang raut wajah berpikir. Sekarang masih pukul sepuluh, tetapi Ivana sudah mau ke restoran istrinya itu. “Bukankah kamu bilang dia sekarang bekerja? Kenapa malah datang ke sini?” tanya Noah dengan ekspresi bingung. Anika yang ditanya hanya menaikkan kedua bahu dan kembali menurunkannya. Dia sendiri tidak tahu dengan hal itu. Anika bahkan tidak berpikir mengenai hal tersebut. Yang dia tahu Ivana hanya mau datang dan dia sangat menantikannya. “Apa dia keluar dari pekerjaann
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: [141] Masih Berusaha Membuatnya Menyerah
Arga menjauhkan ponsel dari telinga ketika mendengar teriakan Ivana yang begitu menggelegar. Dia sedikit menutup telinga yang terasa hampir meledak karena teriakan istrinya itu. Hingga Arga yang merasa tidak lagi mendengar teriakan itu langsung mendekatkan ponsel. “Arga, kamu benar-benar kurang ajar,” omel Ivana lagi. Arga hanya bisa tersenyum mendengar ocehan istrinya itu. Dia juga tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan kali ini Arga terlihat begitu santai, duduk dengan sebelah kaki disilangkan. “Kenapa kamu memberiku begitu banyak pekerjaan? Kamu ingin membunuhku?” tanya Ivana dari seberang. Mulai berbicara ngawur. Arga hanya bisa memutar bola mata pelan dan membuang nafas kasar. Istrinya itu selalu mengatakan sesuatu tanpa pikir panjang lebih dulu. “Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku malah ingin kamu selalu sehat dan panjang umur,” jawab Arga. “Kalau begitu Kenapa kamu memberiku banyak sekali pekerjaan? Aku bahkan tidak yakin kalau ini bisa selesai tepat waktu,” ucap Iva
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: [140] Arga Bajingan!
“Hari ini kamu ada rapat dengan Tuan Charles, Arga. Aku akan mempersiapkan semua materinya.”Arga yang mendengar hal itu pun langsung menghentikan langkah. Dia menatap alasan istri yang masih fokus dengan tablet di tangan. Manik matanya memperhatikan wanita yang seakan tidak mempedulikan keberadaannya sama sekali. Raut wajahnya tampak berpikir hingga Ivana yang sejak tadi melangkah seorang diri ikut berhenti. “Arga, kenapa?” Ivana merasa bingung dengan tingkah suaminya itu. Dia melihat ada kebimbangan yang tergambar dari raut wajah Arga. Arga yang semula terdiam langsung mengulas senyum lebar dan menatap ke arah Ivana. Dia kembali menikahkan kaki dan berhenti tepat di depan istrinya dan menjawab, “Tidak apa-apa.” Sebelum menjawabnya Arga sempat berdehem lebih dulu. “Ada yang mengganggu pikiranmu?” Ivana masih tidak percaya dengan jawaban suaminya itu. Dia yakin sang suami sedang menyembunyikan sesuatu. “Tidak ada, tetapi aku rasa untuk rapat kali ini kamu tidak perlu ikut. Biar ak
Last Updated: 2026-03-03
Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia

Clara Athena dijual oleh orang tua angkatnya kepada Ethan Evander, seorang mafia kejam, demi melunasi hutang yang menjerat keluarga. Hidupnya berubah menjadi milik pria berbahaya yang seharusnya ia takuti. Namun di balik dinginnya, Ethan memperlakukan Clara dengan kelembutan yang tak terduga. Perlahan, rasa takut berubah menjadi ketergantungan… lalu cinta. Saat Clara menemukan kebenaran tentang kebangkrutan keluarganya, masa lalu Ethan pun kembali hadir lewat Sophie Edgar, cinta pertamanya. Penolakan keluarga dan bayang-bayang wanita itu membuat Clara terpojok. Di antara bahaya, rahasia, dan cinta terlarang, Clara harus bertahan dalam pelukan seorang pria yang mematikan—namun membuatnya tak mampu pergi.
Read
Chapter: [5] Gagal Melarikan Diri
“Aku harus segera mencari jalan keluar. Aku tidak bisa terus berdiam diri di tempat ini.”Clara yang melihat kepergian Ethan langsung menyusuri rumah megah tersebut. Dia mencari-cari jalan keluar, berniat ingin meninggalkan tempat itu. Meskipun semalam tidak terjadi apapun, tetapi Clara tidak bisa menjamin hidupnya tetap tenang di tempat yang mengerikan itu. Ethan bisa Kapan saja mengamuk dan membunuhnya. “Aku tidak ingin berdiam diri dan menunggu kematianku,” gumam Clara.Clara mengamati sekitar. Tempat itu tidak seramai sebelumnya. Hanya ada beberapa pelayan yang sejak tadi berlalu-lalang, membersihkan rumah tersebut. Namun, Clara tetap bersikap biasa. Dia hanya berjalan-jalan saja sembari mengamati sekitar. Sebisa mungkin Clara tidak ingin menimbulkan kecurigaan.“Nona Clara.”Clara yang hendak menggeser pintu kaca di depannya langsung berhenti. Dia membalikkan tubuh, menatap asal suara. Di hadapannya sudah ada wanita paruh baya yang menatapnya dengan sorot mata lembut. Melihat i
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: [4] Kedatangan Wanita Lama
“Ethan, lama tidak bertemu.”Ethan yang mendengar sapaan itu pun langsung mengalihkan pandangan, menatap kasar suara dengan ekspresi datar. Tatapannya terkesan tajam dan juga menusuk. Tidak ada senyum dan keramahan sama sekali. Bahkan saat melihat siapa yang datang, dia malah mengalihkan pandangan. Namun, Sophie—teman masa kecil Ethan—seperti tidak mempedulikan reaksi pria itu. Dia memilih melangkahkan kaki, mengulas senyum lebar dan mendekat ke arah Ethan berada. Sampai dia berdiri tepat di sebelah pria itu, memegang pundak Ethan dan mengelus pelan. “Kamu tidak merindukanku?” tanya Sophie. Tatapannya tetap terkesan menggoda. Jemarinya juga tidak berhenti bergerak di pundak Ethan.Sayangnya, saat jemarinya hendak menyentuh dada pria itu, Ethan menghentikannya. Ethan menggenggam erat pergelangan tangan Sophie dan menatap ke arah wanita tersebut. Terlihat jelas kekesalan dari tatapannya. Sampai dia menyingkirkan dengan kasar dan membuang nafas berat.“Untuk apa kamu datang ke sini, So
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: [3] Berniat Kabur
“Aku harus pergi dari tempat ini.”Clara yang baru saja melihat kekejaman Ethan semakin dibuat ketakutan. Wajahnya memutar dengan raut wajah cemas. Kakinya terus melangkah, sembari mengamati sekitar. Rumah yang begitu besar itu membuat Clara sulit menemukan jalan keluarnya. “Kenapa waktu masuk ke rumah ini aku tidak melihat sekitar? Sekarang aku jadi bingung sendiri,” gerutu Clara. Dia terus melangkahkan kaki dan mengamati sekitar. Dia juga ingin memastikan kondisi sekeliling, tidak ingin anak buah pria itu mengetahui keberadaannya. Dalam hati Clara sekarang, dia hanya ingin segera keluar dan terbebas dari sarang yang begitu menakutkan. “Aku tidak bisa tinggal di sini. Kalau aku tinggal di sini bisa-bisa hidupku hancur. Bisa saja pria itu membunuhku,” gumam Clara. Sekelebat bayangan terlihat. Clara yang merasa terancam pun mulai bersembunyi di balik dinding dan menatap sekeliling. Ada beberapa pengawal yang saat itu berjaga, mengamati kondisi sekitar rumah. Melihat hal itu, nyali
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: [2] Dia Membunuh?
“Jangan!”Clara berteriak sekeras mungkin ketika Ethan terlihat sudah membuka satu persatu kancing pakaiannya. Pria itu menunjukkan bagian dada yang tidak tertutup sama sekali. Melihat tatapan tajam dari Ethan benar-benar membuat Clara merinding. Air matanya juga tidak berhenti mengalir. “Aku mohon jangan,” kata Clara dengan raut wajah memelas. Dia sedikit memundurkan tubuh, berusaha menghindari Ethan.Namun, bukan Ethan namanya kalau menuruti ucapan orang lain. Dia pun terus mendekat ke arah Clara yang masih berada di ranjang. Jaraknya memang cukup jauh, tetapi itu masih dalam jangkauan pria tersebut. Dia bahkan mengamati lekuk tubuh Clara yang tampak menggoda. Hingga dia melihat wanita itu membalikkan tubuh dan siap pergi. Tepat saat itu, Ethan meraih tangan Clara dan menariknya. “Tidak! Jangan!” teriak Clara dengan isak tangis yang masih terdengar. “Kamu mau kabur, hah?” Ethan menangkup pipi Clara dan mengapitnya dengan keras. Clara tidak bisa mengatakan apapun, tetapi dia teru
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: [1] Menjadi Miliknya
“Pa, lepaskan aku. Aku tidak mau pergi!”Clara Athena berteriak sekeras mungkin. Dia mencoba menahan Liam Athena—papanya—yang ingin membawanya pergi. Air mata terus mengalir. Ketakutan juga langsung merayap dalam dirinya. Clara benar-benar harus berjuang keras untuk melepaskan genggaman di pergelangan tangannya. “Pa, aku tidak mau. Aku tidak mau dijual ke orang jahat itu,” teriak Clara lagi. Dia masih berusaha melepaskan genggaman tangan yang begitu erat. Meski tenaganya sudah terkuras, tetapi Clara tidak ingin menyerah. Liam yang melihat putrinya itu terus memberontak langsung berhenti. Clara benar-benar menguji emosinya. Sejak mereka keluar dari rumah, gadis itu bahkan tidak berhenti merontak sama sekali. Hingga dia membalikkan tubuh dan melayangkan tangan ke arah Clara berada. Plak.Tamparan keras membuat Clara terdiam. Sedikit darah terlihat di ujung bibirnya. Wajah yang sudah dipenuhi dengan air mata kini terlihat begitu lusuh. Tatapan yang awalnya masih memberikan harapan, ka
Last Updated: 2026-02-25
You may also like
Pemuas Nafsu Tuan Muda
Pemuas Nafsu Tuan Muda
Romansa · Callista_ Ivan
385.4K views
Gadis Lugu Milik CEO Duda
Gadis Lugu Milik CEO Duda
Romansa · Aeris Park
384.9K views
Unexpected Wedding
Unexpected Wedding
Romansa · Kanietha
382.5K views
Menikahi CEO (INDONESIA)
Menikahi CEO (INDONESIA)
Romansa · Sabrina Angelitta
380.4K views
Mendadak jadi Ibu
Mendadak jadi Ibu
Romansa · 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 𝓜𝓮𝓻𝓪𝓱
378.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status