共有

[95] Tidak Terjawab

作者: Kim Meili
last update 公開日: 2026-01-27 19:42:42

“Sebenarnya ke mana dia? Kenapa dari tadi tidak mengangkat panggilanku sama sekali?”

Sean yang baru sampai rumah sudah menggerutu. Pasalnya sejak tadi Olivia tidak menjawab panggilannya sama sekali. Padahal sudah berulang kali dia menghubungi wanita itu, tapi tidak satupun yang diangkatnya. Sean merasa kalau kali ini Olivia sengaja membuatnya kebingungan.

“Apa dia pikir dengan cara seperti ini bisa memikatku? Benar-benar konyol,” ucap Sean dengan diri sendiri. Bibirnya tersenyum tipis, merasa
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [102] Mulai Pengejaran

    “Untuk apa kamu mencariku, Sean?”Olivia yang sudah berada di dalam mobil Sean pun mulai membuka suara. Kedua tangannya disedekapkan, memasang raut wajah masam. Entah kenapa rasanya tidak suka dengan kehadiran Sean kali ini. Selain karena dirinya yang baru saja bertengkar dengan Simon, Olivia juga merasa kalau dirinya dan Sein tidak begitu dekat.“Aku ingin mengajakmu makan siang bersama,” jawab Sean. Makan siang bersama? Rasanya Olivia ingin sekali tertawa. Sekarang saja dia sudah menatap sinis dengan sebelah bibir terangkat. Dia menatap ke arah Sean dengan sorot mata mengejek. “Aku rasa kita tidak sedekat itu, Sean,” celetuk Olivia. Dia masih cukup ingat Seperti apa perlakuan pria itu terhadapnya. Selain menghina dan merendahkannya, sepertinya tidak ada kalimat manis yang pernah pria itu katakan. Hal itu juga yang membuat hubungan mereka menjadi renggang. Sebenarnya ucapan Olivia sudah cukup untuk menyulut amarah Sean, tetapi kali ini pria itu mencoba menahannya. Dia cukup sadar

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [101] Ingin Berubah Sepenuhnya

    “Olivia, aku bisa menjelaskan semuanya.”Simon yang melihat Olivia hendak meninggalkan ruangan langsung membuka mulut. Dia pun bangkit dan menatap ke arah wanita yang saat ini tengah membelakanginya. Meski begitu dia bisa merasakan kekecewaan yang Olivia rasakan. Hal yang membuatnya menjadi salah tingkah, juga ada sedikit penyesalan dalam hatinya. ‘Kenapa aku harus menyembunyikannya dari Olivia? Sebenarnya apa yang aku inginkan?’ batin Simon. Namun, Olivia tidak membalikkan tubuh sama sekali. Tangan yang masih menggenggam gagang pintu mengerat dengan sempurna. Rahangnya tampak mengeras, menahan air mata yang sejak tadi hendak jatuh. Kekecewaannya begitu dalam, membuatnya merasa hatinya hancur. “Aku tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu. Aku hanya merasa perlu memilih waktu yang tepat untuk mengatakannya denganmu,” ucap Simon kembali. Meski Olivia tidak menatap ke arahnya, tetapi dia yakin wanita itu mendengarkan, terbukti dari Olivia yang tidak berpindah dari tempatnya sama sek

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [100] Merasa Dikecewakan

    “Sial!”Sean yang berada di mobil masih memaki dengan ekspresi kesal. Setiap kali mengingat perkataan Elsa yang begitu meremehkannya, Sean ingin sekali menghabisinya. Hingga dia memukul kemudi, meluapkan emosi yang sejak tadi ditahan.“Aku benar-benar ingin menghabisimu, Elsa,” gumam Sean.Namun, dia tidak mungkin melakukannya. Negaranya adalah negara hukum. Kalau dia melakukan hal itu, jelas dia akan masuk jeruji. Hingga dia menarik napas dalam dan membuang kasar. Sean berusaha mengendalikan diri. Hingga dia teringat sebuah nama yang membuatnya semakin terdiam.Olivia. Sean yang mengingat hal itu langsung menelan saliva pelan. Wajahnya memucat, mengingat semua yang sudah dilakukannya terhadap wanita itu. Bukan hanya menghina, dia bahkan sering mengabaikannya.“Bagaimana aku harus menghadapinya nanti?” tanya Sean dengan diri sendiri.Sean terdiam sejenak, memikirkan cara untuk menebus semua kesalahan yang sudah diperbuatnya. Dia sudah melakukan begitu banyak kesalahan terhadap wanita

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [99] Jangan Pernah Muncul Lagi

    “Sean, dengarkan aku dulu.”Sean yang mendengar teriakan itu tidak mempedulikan sama sekali. Rahangnya tampak mengeras dengan kedua tangan mengepal, menunjukkan urat yang begitu jelas. Ditambah tatapan tajam yang menyimpan kekesalan. Hingga seseorang meraih pergelangan tangan, membuat Sean menghentikan langkah.“Sean, dengarkan aku dulu,” kata Elsa dengan suara tersengal. Sejak tadi dia mencoba mengejar pria itu. Dia bahkan berlari, mengabaikan luka di kakinya karena sempatterkulir.Namun, bukan perhatian dan tatapan lembut yang didapat. Dia malah melihat Sean yang menatapnya penuh emosi. Jelas terlihat kebencian dari sorot mata pria tersebut. Hingga Sean menyingkirkan tangan Elsa dengan asar, membuat Sean semakin tersentak kaget.“Jangan sentuh tanganku dengan tangan kotormu itu, Elsa,” kata Sean dengan nada suara tajam.Deg.Elsa yang mendengar hal itu benar-benar dibuat bungkam. Ini pertama kali Sean memperlakukannya dengan buruk. Hatinya pun merasa sakit, tetapi ini bukan waktu ya

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [98] Kebenaran yang Terungkap

    “Aku harus benar-benar minta maaf dengan Elsa. Jangan sampai dia marah dan menganggapku tidak tahu terima kasih.”Sean yang sudah berada di depan gedung apartemen Elsa langsung membuang napas kasar. Dia menatap buket bunga yang sudah disiapkan khusus untuk meminta maaf. Dia pun langsung membuka pintu mobil dan bersiap keluar. Namun, di waktu yang sama dia melihat Elsa yang baru saja keluar dan memasuki sebuah mobil. Melihat wanita itu pergi bersama sahabatnya, Sean mengurungkan niat. Dia mengerutkan kening dalam saat melihat Elsa yang terlihat baik-baik saja. Senyum wanita itu bahkan tampak jauh lebih mengembang daripada waktu bersama dengannya. “Apa dia tidak merasa sakit hati karena aku perlakukan seperti itu kemarin?” tanya Sean dengan diri sendiri. Sejenak, Sean berpikir, menatap mobil yang perlahan mulai menjauh. Tapi hal itu hanya berlangsung sejenak. Dia yang menyadari kesalahannya langsung menjalankan mobil dan meninggalkan tempat tersebut. Sean terus mengikuti mobil yang b

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [97] Memberi Pelajaran

    “Elsa, dari tadi ponselmu berbunyi. Kamu yakin tidak mau mengangkatnya?”Elsa yang masih menghabiskan sarapan di meja makan pun hanya diam. Dia hanya melirik ke arah ponsel yang menunjukkan nama Sean tertera di layar. Jangankan berniat mengangkat, memegang ponsel saja Elsa rasanya enggan. “Elsa, itu Sean,” kata Keisha lagi. “Biarkan saja. Aku sedang tidak ingin berbicara dengannya,” sahut Elsa dengan enteng. Dia bahkan seperti tidak merasa ragu saat mengatakannya.Keisha yang mendengar hal itu benar-benar dibuat terkejut. Setahunya dulu Elsa sangat mementingkan pendapat Sean. Wanita itu bahkan takut kehilangan, tetapi sikap cueknya hari ini benar-benar membuat Keisha geleng-geleng kepala. “Sebenarnya apa yang sudah terjadi sampai kamu begitu cuek dengan Sean? Setahuku dulu kamu selalu menjadikannya prioritas,” tanya Keisha dengan tatapan menyelidiki. Dia benar-benar penasaran dengan alasan sahabatnya itu. Elsa menghentikan acara sarapannya, meneguk susu dan menjawab, “Sean sudah s

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [87] Pergi Bersama

    “Sebenarnya apa yang mau Papa bicarakan? Kenapa aku merasa kalau suaranya terdengar serius?”Olivia yang baru sampai rumah langsung keluar dari mobil. Sejak tadi dia bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mertuanya tidak membiarkan untuk bekerja lembur? Apa ada hal serius yang terjadi

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [83] Perasaan Berbeda

    “Bagaimana kabar Olivia dan Sean, Gina?” Gina yang baru saja menyendok makanan langsung berhenti. Dia menatap ke arah sang suami dan menjawab, “Baik-baik saja. Kemarin Sean juga mengatakan kalau hubungannya dan Olivia sudah mulai membaik.” Charles tersenyum mendengar hal itu. Kepalanya menganggu

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [82] Mengetahui Kebenarannya

    Simon membuang nafas kasar ketika sudah sampai di rumah. Sekarang dia sedang merebahkan tubuh di atas ranjang. Kepalanya mendongak, menatap langit kamar dengan perasaan lega. Beberapa hari berada di rumah sakit luar negeri membuat Simon merasa tidak nyaman. Meski kondisinya tidak sebegitu parah, te

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [77] Tidak Memiliki Jalan

    “Apa yang kamu lakukan di sini, Tiara?”Tiara yang saat itu sedang menikmati pemandangan sekitar langsung mengalihkan pandangan ketika mendengar suara yang tidak asing untuknya. Bibirnya tersenyum lebar ketika melihat Jehan yang datang. Rasanya begitu lega karena kedua orang tuanya mau membiarkan s

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status