Kaisar Naga Kegelapan Terpenjara di dalam Tubuhku
Demi menyelamatkan Ibunya, Zhao Ling mengorbankan masa mudanya untuk menjadi seorang Alkemis. Karena dirinya tidak memiliki Nadi spiritual, membuatnya direndahkan, dihina, dan dianggap tak lebih dari serangga oleh keluarganya sendiri. Namun takdir tetap kejam. Ibundanya meninggal, meninggalkan Zhao Ling dengan dendam yang membara, dan tekad untuk menghancurkan mereka semua.
Tanpa Nadi spiritual, balas dendam itu mustahil. Sampai Zhao Ling menyadari ada sesuatu yang terpenjara di dalam tubuhnya. Sebuah Sosok Kegelapan Terlarang, sumber kehancuran kuno yang pernah hampir memusnahkan dunia.
Makhluk itu menawarkan kekuatan. Sebagai gantinya, nyawa Zhao Ling dipertaruhkan. Kini Zhao Ling dihadapkan pada satu pilihan: menyegel kejahatan itu demi kedamaian dunia, atau melepaskannya, dan menjadi bencana berikutnya.
Saksikan dan nantikan adegan-adegan penuh intrik yang menegangkan di setiap babnya!
Baca
Chapter: Bab 9. Budak JiwaAliran benang merah terus merambat, samakin masuk melalui pembuluh darah membentuk simpul yang rumit.Perasaan dingin sedikit menusuk perlahan memenuhi laut kesadaran, dan kemudian,Na Sya membuka kedua mata, dengan cepat bangun dari tempat tidurnya, memperlihatkan Zhao Ling tengah duduk bersila tak jauh dari tempatnya berada.“Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku?” tanya Na Sya dengan suara tajam, mengingat apa yang dilakukan Zhao Ling sebelum Ia kehilangan kesadaran.“Maaf tapi aku terpaksa melakukannya,” balas Zhao Ling tenang seraya membuka kedua mata pelan.“Kamu! Brengsek, jangan-jangan kamu sudah menodaiku ya?” Dengan reflek Na Sya menyilangkan kedua tangan di depan dada, seraya menatap Zhao Ling dengan tatapan marah menunggu jawaban yang menggantung di dalam dugaan liarnya.Mendengar hal itu, Zhao Ling yang polos menatapnya heran, seraya berkata,“Menodai? Apa maksudnya itu?” “Jangan berlagak bodoh! Seumur-umur aku belum pernah melakukannya. Beraninya kamu mengambil keperawa
Terakhir Diperbarui: 2026-03-15
Chapter: Bab 8. Mencari Jalan KeluarMeskipun Zhao Ling berada di gerbong paling belakang, namun pendengarannya yang tajam mampu mendengar pembicaraan mereka.Ia tidak menyangka, kabar tentangnya sudah sampai di Kota Cangyun, membuat Zhao Ling harus memikirkan segala cara untuk menghindari pemeriksaan itu.“Brengsek! Kalau sampai ketahuan maka akan sulit untuk kabur. Aku harus memikirkan jalan keluarnya,” gumamnya mencoba berfikir keras, mengalihkan pandangan ke segala arah mencari solusi.Sisi lain di bagian depan karavan.Mendengar panggilan berat itu, membuat Na Sya, Luo Yan dan Mo Chen berbalik arah, lantas menautkan kedua tangan ke depan memberikan hormat kepadanya.“Tenyata panglima Jin Bo Ah, sudah lama tidak bertemu,” ucap Na Sya seraya berbalik arah.Seorang pria paruh baya berusia 40 tahunan berdiri tegak di hadapan Na Sya. Sorot mata setajam elang dengan rambut putih kombinasi antara kegagahan dan kewibawaan.Keduanya bertemu, saling bertukar tatapan singkat dengan senyum tipis tergaris di paras masing-masing.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-17
Chapter: Bab 7. Memanfaatkan Orang Lain Untuk HidupCahaya mentari pagi perlahan menyusup di antara dedaunan hutan, memantulkan kilau lembut pada embun yang belum sempat menguap. Suara roda kereta yang berguncang di atas jalan berbatu terdengar berirama pelan, bercampur dengan kicau burung yang menyambut hari baru.Di dalam gerbong paling belakang, seorang pemuda berjubah hitam membuka mata dengan berat.Kesadarannya kembali setelah semalam tenggelam dalam rasa sakit yang hampir merenggut nyawanya. Tubuhnya masih lemah, tetapi Ia masih hidup.“Arghh…! A-Aku selamat?” gumam Zhao Ling terbata pelan sampai tak terdengar, menahan pusing kian bersarang di dalam kepalanya.Menatap kedua tangan, Zhao Ling mencoba merasakan energi yang mengalir di setiap pembuluh nadinya, dan benar saja, Ia bisa merasakan peningkatan setelah berbagi racun mematikan dengan Na Sya.“Huuhh… Sial sekali hidupku. Tak dianggap sebagai keluarga, dicampakkan oleh gadis murahan, bahkan untuk menjadi sesorang pendekar kuat aku harus mengonsumsi semacam racun mematikan.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-16
Chapter: Bab 6. Tawar Menawar NyawaMalam turun perlahan di tengah hutan sunyi, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Api unggun kecil berderak pelan, menjadi satu-satunya sumber cahaya di antara wajah-wajah tegang yang dipenuhi kecemasan.Di tengah lingkaran para penjaga karavan, seorang gadis terbaring lemah, napasnya tipis, kulitnya pucat, dan urat-urat hitam mulai merambat di bawah permukaan kulitnya seperti bayangan kematian yang perlahan mendekat.Na Sya.Waktu terus berjalan, namun harapan semakin menipis.“Syarat?” ulang Mo Chen dengan nada berat, alisnya berkerut dalam. Amarah dan kecurigaan bercampur menjadi satu di matanya.Pemuda berjubah hitam di hadapannya, tetap berdiri tenang, seolah suasana mencekam ini tidak menyentuhnya sedikit pun.“Aku seorang pengembara dan ingin pergi ke kota berikutnya. Kalau kalian memberikan tumpangan gratis, maka aku akan menolong gadis itu, bagaimana?” Sunyi.Permintaan itu… terlalu sederhana.Justru karena terlalu sederhana, semua orang menjadi semakin curiga.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-15
Chapter: Bab 5. Pemuda Yang TerusirRasa sakit itu datang seperti mimpi buruk yang tak berujung.Setiap pukulan terasa menghancurkan tulang. Setiap tarikan napas seperti pisau yang menggores paru-paru. Lebih mengerikan lagi nadi spiritual yang dulu mengalir hangat kini terasa seperti direnggut paksa, satu per satu nadinya terputus seperti dikuliti hidup-hidup tanpa ampun.Jeritan putus asa menggema dalam kegelapan.“Arghhh… Tidak… Jangan…!”Zhao Chen terbangun dengan tubuh tersentak keras. Napasnya tersengal-sengal, dada naik turun seperti hampir tenggelam. Keringat dingin membasahi seluruh tubuh hingga perban di sekujur badannya ikut lembap.Matanya kosong. Pucat. Dipenuhi ketakutan yang belum sempat pergi.Tangannya gemetar saat meraba dadanya sendiri.Tidak ada aliran kekuatan.Tidak ada denyut nadi spiritual.Hanya kehampaan.“Tidak… Tidak mungkin! Aku pasti masih bermimpi bukan? Kenapa aku tidak bisa merasakan kekuatan di dalam nadi spiritualku?” gumamnya lirih, suara yang bahkan hampir tak terdengar.Tak berselan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-14
Chapter: Bab 4. Kehadiran Yang Tidak di Harapkan“Zhao Ling!”Suara berat itu menggema di dalam lautan kesadarannya, bergulung seperti guntur yang terperangkap di balik langit hitam tanpa batas. Gelap. Sunyi. Dingin. Zhao Ling merasa dirinya seperti terbenam di dasar jurang, tak mampu bergerak, hanya bisa merasakan kehadiran kelam yang mengintai dari balik kabut pekat.Bukan amarah.Bukan pula niat membunuh.Melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan, keberadaan purba yang membuat naluri manusia ingin berlutut dan memohon.Tubuh Zhao Ling bergetar hebat.Seketika, sepasang matanya terbuka.Langit malam bertabur bintang menyambut pandangannya. Angin dingin menyapu wajahnya, menusuk hingga ke tulang. Kepalanya berdenyut hebat, ingatan tentang pertarungan sebelumnya muncul terputus-putus seperti mimpi buruk yang belum selesai.“Kenapa aku… Ada di sini?” gumamnya lirih. “Bukankah sebelumnya aku sedang bertarung melawan para tua bangka itu?” gumam Zhao Ling tipis sedikit terheran.***“Tetua Agung! Kami sudah tidak kuat lagi!”Pekikan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-02