author-banner
Leva Lorich
Leva Lorich
Author

Novels by Leva Lorich

Menantu Kuli

Menantu Kuli

Willy Wanbilien bekerja sebagai kuli di keluarga kaya. Anak bungsu keluarga itu memilih menjalin cinta dan menikah dengan Willy dibawah penentangan keluarga. Willy selalu dihina sebagai menantu lemah dan miskin. Siapa sangka jika Willy adalah ahli beladiri yang akhirnya menjadi kaya karena keahliannya itu.
Read
Chapter: XLV. Harta Karun
Bab XLV: Harta KarunWilly menaiki ojek motor dengan cepat, menuju rumah warga tempat mobilnya dititipkan. Sambil menikmati hembusan angin sore yang menyapu wajahnya, ia merasa puas dengan kejadian sore tadi. Willy tak sabar ingin segera menceritakan perkelahiannya dengan anak buah Tomey kepada Delia. Ia ingin istrinya tahu bahwa pria yang selama ini mendekatinya, ternyata tak lebih dari sekedar pengecut yang hanya berani bertindak ketika memiliki banyak anak buah di sisinya.Setelah mengambil mobilnya, Willy meluncur di tengah kemacetan kota Arsaka. Langit sudah mulai gelap dan jalanan padat dengan kendaraan yang berdesakan. Ia menyalakan lampu hazard saat laju kendaraan benar-benar melambat. Tak seberapa lama waktu berjalan, ponselnya bergetar di dashboard, itu adalah panggilan masuk dari Ben Dino."Halo, Ayah?" Willy menjawab panggilan sambil tetap fokus pada lalu lintas."Nak, kamu ada di mana? Malam ini Ayah ingin mengajakmu menjenguk seorang teman lama yang sedang sakit. Ayah s
Last Updated: 2025-02-21
Chapter: XLIV. Sia-sia yang beruntung
Bab XLIV : Sia-sia yang BeruntungWilly berdiri tepat di depan gerbang kampus Delia, memandang arlojinya dengan perasaan bangga. Jarum panjang tepat berada di angka dua belas, sementara jarum pendek menunjukkan angka lima. Ia berhasil! Dengan napas yang masih sedikit tersengal setelah perjalanan yang cukup menegangkan, ia dalam hati bersorak kegirangan.Namun, ekspresinya berubah seketika saat ia menyadari sesuatu. Delia tidak ada di sana. Matanya menyapu sekitar, mencari sosok istrinya, tetapi yang ia temukan hanya mahasiswa yang sibuk dengan urusan masing-masing. Dengan cepat, Willy mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Delia."Halo, Sayang. Aku sudah di kampus. Kamu di mana?"Jawaban di seberang sana membuat Willy terdiam. Delia memberitahukan bahwa ia sudah berada di rumah sejak satu jam yang lalu. Ia mengira Willy sibuk dengan urusan kafe, jadi ia memutuskan untuk pulang sendiri menggunakan taksi."Tapi Delia, bukannya kita janjian jam lima sore?" tanya Willy, mencoba memahami s
Last Updated: 2025-02-20
Chapter: XLIII. Raysa oh Raysa
Bab XLIII: Raysa Oh RaysaDi kamar yang nyaman di rumah Ben Dino, Willy sedang duduk bersandar di tempat tidur dengan mata terpejam. Hari itu terasa melelahkan baginya. Ia menghabiskan waktu untuk berlatih mengendalikan energinya dan berpikir tentang bagaimana ia bisa membuktikan diri di hadapan keluarga Haldi. Sejenak ia beristirahat untuk mengendurkan saraf-saraf yang kaku. Namun, ketenangan yang baru saja ia rasakan mendadak terganggu oleh suara yang tiba-tiba muncul di dalam pikirannya."Willy..."Suara itu lembut dan halus, seperti suara seorang wanita yang berbicara penuh kasih sayang. Willy langsung membuka matanya lebar-lebar, jantungnya berdegup kencang. Ia melihat sekeliling kamar, memastikan bahwa ia masih sendirian."Siapa itu?!" teriaknya spontan, merasa panik dan ketakutan.“Ini aku,” ujar suara itu penuh misteri. Pikiran diri segera berkecamuk tak menentu dan mulai berpikir yang tidak-tidak."Aku adalah Raysa, asisten sistem cahaya yang bertugas mendampingimu dalam per
Last Updated: 2025-02-18
Chapter: XLII. Berpikir keras
Bab XLII : Berpikir KerasDi kafe miliknya, Willy duduk termenung di salah satu sudut ruangan yang tenang. Aroma kopi memenuhi udara, tetapi secangkir kopi yang ada di hadapannya sudah lama menjadi dingin, tak tersentuh. Pikirannya dipenuhi oleh berbagai skenario dan perhitungan. Jika ia tidak segera mengambil langkah yang tepat, hinaan dan cemoohan dari keluarga istrinya serta orang-orang yang meremehkannya akan terus membayangi hidupnya. Ia tahu dirinya harus segera bertindak.Willy bergumam pada dirinya sendiri, “Aku tidak boleh berhenti untuk berpikir dan mencari ide brilian. Hidup dan masa depanku tergantung pada bagaimana aku memikirkannya sekarang.“Di seberangnya, Wastin menatap Willy dengan penuh perhatian. Paman dari istrinya itu adalah satu-satunya orang dari keluarga Haldi yang tidak membencinya. Dengan suara tenang, ia berkata, "Kakakku, Haldi, sebenarnya memiliki hati yang baik. Hanya saja, ia terus-menerus dipengaruhi oleh Mira. Jika kau bisa membuktikan bahwa kau mampu
Last Updated: 2025-02-17
Chapter: XLI. Perubahan rencana
[Bab XLI : Perubahan Rencana]Malam hari, di rumah Ben Dino, suasana terasa hangat meskipun topik pembicaraan cukup serius. Willy duduk berhadapan dengan Ben dan Sano, sementara Delia berada di sampingnya. Mereka membahas rencana bisnis yang selama ini telah Willy pikirkan dengan matang."Aku senang kau memiliki ambisi besar, Willy," kata Ben dengan nada bijak. "Namun, aku pikir ada baiknya kita menunda rencana perusahaan bisnis yang besar. Sebagai pemula, akan lebih baik jika kau memulai dari usaha yang lebih kecil, yang minim risiko."Sano mengangguk setuju. "Ayah benar. Aku siap mendampingimu dalam perjalanan ini, Willy. Tapi kita harus memastikan langkah yang kita ambil benar-benar matang. Jika terlalu terburu-buru, risiko kerugian akan semakin besar."Willy merenungkan kata-kata mereka. Ia sadar bahwa dirinya memang masih hijau dalam dunia bisnis. Meski memiliki dana yang cukup besar, ia tetap perlu berhati-hati agar tidak mengalami kegagalan yang bisa merugikan segalanya."Jadi
Last Updated: 2025-02-16
Chapter: XL. Mereka juga kaget
Willy turun dari Lamborghini Centenario dengan langkah tenang, tatapan matanya lurus ke arah Delia. Pria-pria yang mengelilingi istrinya seolah tidak dihiraukannya. Ia tetap berjalan dengan penuh percaya diri hingga sampai di hadapan Delia. “Delia,” panggilnya lembut sambil meraih tangan istrinya. “Sudah selesai kuliah? Ayo kita pulang.” Delia terlihat lega melihat kehadiran Willy. Ia mengangguk dan mendekat ke arahnya, tanpa memperhatikan ekspresi Tomey yang berubah drastis. Tomey, yang tampak terkejut melihat keakraban Willy dan Delia, segera menyadari apa yang terjadi. “Hei, tunggu dulu. Kau siapa berani-beraninya mencampuri urusanku dengan Delia? Bukankah kau hanya kuli di rumah Delia?” tanya Tomey dengan nada penuh rasa tidak suka. Willy menatap Tomey dengan santun tetapi tegas. “Saya suaminya. Jadi, tolong jangan ganggu Delia lagi.” Pernyataan itu membuat Tomey terdiam sejenak. Wajahnya berubah masam, lalu dengan nada penuh ejekan ia tertawa kecil. “Suaminya? Jangan be
Last Updated: 2025-02-16
Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota

Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota

⚠️WARNING! KAWASAN DEWASA. Aku terlahir tak diharapkan, hingga akhirnya aku tersisih. Langkah kakiku gontai dalam pelarian di Ibu Kota, tanpa sanak tanpa saudara. Aku ingin sukses di Jakarta ini, agar kelak bisa kukatakan pada mereka, "Aku bisa berhasil tanpa kalian." Sayangnya, harapanku musnah saat aku justru dijebak seorang mucikari dan dipekerjakan olehnya sebagai wanita penghibur. Tak berhenti disitu, aku justru kenal dengan seorang pelanggan tampan yang semakin merubah tujuan awalku pergi ke Jakarta. "Kau memiliki istri, Mas Gelar?" "Ya, Bita, aku memiliki istri." "Lalu, kenapa kau memilih 'jajan' denganku?" # #
Read
Chapter: 127. Tiga Hari
Tiga hari telah berlalu sejak kedatangan mereka di kota gudeg ini. Dari rencana awal satu minggu agenda bulan madu yang telah disusun rapi oleh tim asisten Gelar, sebagian besar waktu justru mereka habiskan di dalam kedapnya dinding Diamond Suite Hotel JogjaJaya. Ruangan mewah itu telah menjadi saksi bisu bagaimana dua jiwa yang lama dahaga akan kasih sayang saling menuntaskan rindu dengan cara yang paling primitif sekaligus paling suci.Pagi itu, Bita berdiri di depan jendela besar, menatap hiruk-pikuk kendaraan yang mulai memenuhi jalanan di bawah sana. Ia merasa fisiknya sedikit letih, namun hatinya jauh lebih tenang. Trauma yang di awal berangkat sempat menyergap kini perlahan terkikis oleh perhatian dan kasih sayang tanpa henti yang diberikan Gelar.Gelar menghampirinya, mengenakan jubah mandi putih yang senada dengan milik Bita. Ia memeluk istrinya dari belakang, menciumi pundaknya yang masih menyisakan beberapa tanda kemerahan akibat percintaan mereka semalam. "Bita, ini sudah
Last Updated: 2026-01-15
Chapter: 126. Kita Gila
Waktu seolah kehilangan maknanya di dalam dinding-dinding mewah Diamond Suite Hotel JogjaJaya. Setelah tiga jam tenggelam dalam lautan gairah yang meluap-luap sejak fajar menyingsing, Bita akhirnya terjaga saat matahari sudah berada tepat di atas kepala. Tubuhnya terasa lemas namun ringan, sebuah perasaan yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. Di sampingnya, Gelar sudah terjaga lebih dulu, bersandar pada tumpukan bantal sambil menatap istrinya dengan sorot mata yang penuh dengan kemenangan dan cinta yang tak terukur."Selamat siang, Nyonya Aditama. Apakah tidurmu nyenyak setelah petualangan panjang kita pagi tadi?" tanya Gelar dengan suara bariton yang serak namun terdengar sangat lembut.Suara itu mengingatkan Bita saat pertama kali mereka bertemu dan berkenalan 5 tahun yang lalu. Kalau itu Bita langsung terkesan mendengar suara bariton Gelar Aditama yang menurutnya sangat dewasa dan bernuansa mengayomi.Bita hanya bisa tersenyum malu-malu, menarik ujung selimut untuk menutupi dada
Last Updated: 2026-01-14
Chapter: 125. Vanilla Yang Gurih
Gelar merasakan darahnya berdesir hebat saat jemari Bita bertautan di tengkuknya. Binar kekaguman di mata Gelar perlahan berubah menjadi api gairah yang dalam dan gelap, namun tetap sarat dengan pemujaan. Ia melingkarkan lengannya di pinggang Bita, menarik tubuh wanita itu hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka. Aroma parfum vanilla yang 'gurih' bercampur dengan wangi alami kulit Bita seolah menjadi candu yang meruntuhkan sisa-sisa pertahanan diri Gelar."Bita... kamu benar-benar ingin menyiksaku, hm?" bisik Gelar dengan suara serak, napasnya terasa panas di permukaan kulit pipi Bita.Bita tidak menjawab, namun ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Gelar, menghirup aroma maskulin yang selama lima tahun ini hanya mampu ia bayangkan dalam mimpi. "Aku hanya ingin menjadi milikmu seutuhnya, Mas. Tanpa ada bayang-bayang siapa pun lagi. Aku ingin kamu menghapus semua ketakutanku," jawab Bita dengan suara yang bergetar namun penuh determinasi.Gelar tidak menunggu lebih lam
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: 124. Tarikan Lembut
Pagi menyapa Yogyakarta dengan cahaya matahari yang menyelinap malu-malu di balik tirai sutra Diamond Suite Hotel JogjaJaya. Udara pegunungan yang terbawa hingga ke jantung kota memberikan kesegaran tersendiri bagi siapa pun yang menghirupnya. Gelar terbangun lebih dulu, menatap wajah Bita yang tampak begitu damai dalam tidurnya. Meskipun malam tadi mereka tidak melakukan hal sakral yang biasa dilakukan pasangan pengantin baru pada umumnya, Gelar sama sekali tidak merasa kecewa. Baginya, bisa melihat Bita bernapas dengan tenang tepat di sampingnya sudah merupakan kemenangan terbesar dalam hidupnya.Perlahan, Bita membuka matanya. Ia tersenyum tipis saat mendapati Gelar sedang menatapnya tanpa kedip. "Sejak kapan Mas bangun?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur yang justru terdengar sangat seksi di telinga Gelar."Cukup lama untuk menyadari betapa beruntungnya aku memilikimu kembali," jawab Gelar sambil mengecup kening Bita lembut.Bita beranjak dari tempat tidur dengan seman
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: 123. Seorang Suami
Meskipun tawaran untuk menyusuri keindahan Yogyakarta terdengar sangat menggoda, Bita perlahan menggelengkan kepalanya. Ia meletakkan sendoknya, menatap piring gudeg yang tinggal separuh dengan tatapan yang kembali menerawang. Keramaian Malioboro yang tadi sempat menghiburnya kini mendadak terasa terlalu bising dan menyesakkan. Ada sebuah beban yang tak kasat mata namun terasa sangat berat, menariknya untuk kembali ke dalam kesunyian."Mas, maafkan aku," ujar Bita lirih, suaranya hampir tenggelam di antara suara pengamen jalanan yang membawakan lagu cinta di kejauhan. "Sepertinya aku belum siap untuk pergi ke tempat-tempat wisata yang ramai. Aku merasa lebih aman jika kita di kamar saja. Aku ingin benar-benar menenangkan diri dan melepaskan semua kecemasan ini."Gelar menatap Bita dengan tatapan yang sangat dalam. Ia bisa melihat ada pergulatan hebat di balik mata indah istrinya. Alih-alih merasa kecewa karena rencana jalan-jalannya ditolak, Gelar justru meraih tangan Bita dan menggen
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: 122. Dihantui
Bita menggelengkan kepalanya dengan cepat, jemarinya meremas kain bajunya sendiri. "Maaf, Mas... maafkan aku," suaranya terdengar serak. "Aku... aku tiba-tiba teringat Mbak Rima. Aku merasa seperti sedang mencuri sesuatu yang bukan milikku. Aku merasa seperti wanita jahat yang sedang bersenang-senang di atas luka wanita lain.""Bita, dengarkan aku," ujar Gelar sambil melangkah pelan, mencoba menenangkan suasana. "Rima adalah masa lalu yang kelam. Dia mengkhianatiku, dia yang menghancurkan rumah tangga kami sendiri. Kamu bukan pencuri, kamu adalah takdir yang datang untuk menyelamatkanku dari kehampaan itu. Kenapa kamu harus merasa bersalah padanya?""Aku… aku tahu itu, Mas. Tapi… dia seperti menghantuiku. Aku takut, Mas. Aku.. aku…” Bita tak bisa menyelesaikan perkataannya. Bahunya berguncang hebat, kemudian ia menangis.Gelar menghela napas panjang, ia menyadari bahwa luka psikis yang dialami Bita jauh lebih dalam dari yang ia bayangkan. Pengorbanan Bita selama lima tahun bukan hanya
Last Updated: 2026-01-08
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status