author-banner
MISTERIOUS
MISTERIOUS
Author

Novels by MISTERIOUS

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

Setelah ibunya menghilang, Xuan Li sering kali mendapatkan ketidakadilan. Tubuh giok yang dimilikinya dianggap sebagai malapetaka hingga ayahnya sendiri pun tidak menginginkannya. Ia mengatur kematian putranya seolah-olah terjadi sebuah kecelakaan. Rahasia sebenarnya tentang tubuh giok sengaja disembunyikan oleh pihak tertentu, bahkan mereka sengaja menyebarkan rumor yang menganggapnya sebagai kutukan. Tidak ada yang tahu jika Xuan Li masih hidup dan menjadi seorang tabib dan ahli alkimia karena ia mengganti namanya menjadi Wu Yu. Pemilik tubuh giok menyerap kekuatan yang lebih besar dari tubuh normal pada umumnya dan membuat kultivasinya sulit meningkat. Ia juga harus menekan aura kekacauan yang mempengaruhi perilakunya menjadi jahat.
Read
Chapter: Chapter 621
Xuan Huayin menarik napas panjang. Ia bangkit, lalu membawa Liang Xue menjauh dari tubuh Xuan Li. "Kita harus kembali ke istana. Kau butuh perawatan." Liang Xue mengangguk lemah. Ia tidak bisa berjalan sendiri, jadi Xuan Huayin menggendongnya. Sebelum pergi, Xuan Huayin menoleh ke arah Xuan Yi yang berdiri diam di kejauhan. "Yi'er." Xuan Yi langsung melangkah maju, membungkuk sopan. "Ya, ayah." "Bawa adikmu kembali ke istana. Panggil tabib terbaik untuk merawatnya." Xuan Huayin menatap tajam. "Jangan sampai ada yang salah. Mengerti?" Xuan Yi menunduk lebih dalam. "Tentu saja, ayah. Aku akan menjaganya seperti menjaga nyawaku sendiri." Xuan Huayin mengangguk, lalu membawa Liang Xue pergi dengan kereta kuda tercepat. Begitu sosok ayahnya menghilang dari pandangan, senyum Xuan Yi langsung runtuh. Ia berbalik, menatap tubuh Xuan Li yang tergeletak dengan ekspresi dingin. "Seperti menjaga nyawaku sendiri?" Ia mendengus pelan. "Konyol." Ia melangkah mendekati tubuh Xuan Li, lalu
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Chapter 620
"Apa yang sedang kau lakukan?"Pertanyaan Xuan Huayin keluar dengan nada gemetar. Matanya terpaku pada cahaya merah keemasan yang melayang di telapak tangan Xuan Li.Api kecil itu terlihat indah, tetapi aura yang dipancarkannya membuat udara terasa padat.Xuan Li tidak menjawab. Napasnya sudah tidak stabil. Keringat terus mengalir dari dahinya, membasahi wajahnya yang pucat.Ia menutup mata sejenak, lalu membuka lagi dengan tatapan tajam."Jika kau ingin menghentikanku, lakukan saja." Suaranya rendah, serak. "Tapi aku tidak akan berhenti."Tangannya bergerak perlahan, mengarahkan api itu ke arah Liang Xue.Cahaya merah keemasan mulai menyentuh jiwa wanita itu. Seketika, tubuh Liang Xue bergetar hebat.Matanya yang tadinya kosong kini mulai berkedip cepat. Sesuatu sedang terjadi di dalam kesadarannya.Xuan Li mengeluarkan seluruh energi yang tersisa. Darahnya terus keluar dari sudut bibirnya, lalu mengalir ke dagu.Api jiwa bukan sekadar teknik biasa. Ini adalah inti kekuatan transform
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Chapter 619
“Darah lebih kental dari air,” ucap Xuan Huayin dengan napas berat, mencoba menahan gejolak yang semakin sulit ia kendalikan. “Ayah tahu kesalahan ayah terlalu besar. Tapi kita masih bisa memperbaiki semuanya. Kita adalah keluarga. Kau dan kakakmu... bisa menentukan posisi putra mahkota secara adil.”Di dalam kalimat itu, tidak ada wibawa seorang kaisar, hanya permohonan dari seseorang yang takut kehilangan segalanya.Di sisi lain, Xuan Yi merasakan dadanya mengencang. Tangannya mengepal tanpa sadar. Kata-kata “adil” terasa seperti ancaman baginya. Ia tahu betul, jika harus bersaing secara terbuka dengan Xuan Li dalam kondisinya sekarang, ia tidak akan punya peluang.Sementara itu, Xuan Li hanya mengeluarkan dengusan pelan. Ia merasa muak.“Aku tidak berminat.”Jawaban singkat itu menghancurkan sisa harapan ayahnya.Bagi Xuan Li, semua yang ditawarkan Xuan Huayin sudah tidak memiliki arti. Kekuasaan? Tahta? Status putra mahkota? Semua hanyalah simbol kosong.Dulu ia pernah mengejarn
Last Updated: 2026-04-29
Chapter: Chapter 618
Xuan Li melangkah perlahan mendekati Liang Xue. Jarak di antara mereka semakin menipis, tetapi suasana justru terasa makin menekan. Wanita itu masih berdiri tegak, tubuhnya kaku seperti patung. Matanya terbuka, namun kosong, tanpa kehidupan. “Teknik Ilusi Jiwa, Penjara Alam Bawah Sadar...” gumam Xuan Li lirih, mengingat kembali apa yang telah ia lakukan. Lingkaran cahaya yang sebelumnya menjerat kesadaran Liang Xue masih berdenyut samar di sekeliling tubuhnya. Sulur kristal yang melilitnya juga tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Teknik berlapis yang ia gunakan bukan sekadar menahan tubuh, tetapi juga mengunci jiwa. Xuan Huayin yang berdiri beberapa langkah di belakangnya menatap dengan cemas. Luka-lukanya belum pulih, tetapi kekhawatiran di wajahnya jauh lebih terasa dibanding rasa sakit fisik. “Apakah... dia masih bisa sadar kembali?” tanyanya dengan suaranya serak. Tidak ada nada kekaisaran dalam pertanyaan itu. Yang tersisa hanyalah seorang pria yang dilanda keta
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: Chapter 617
"Xuan Li..." gumam Xuan Huayin, masih belum yakin."Aku adalah Wu Yu, Xuan Li sudah mati," jawab Xuan Li dengan nada dingin yang menusuk. "Dan kau tidak memiliki hak untuk memerintahku, Xuan Huayin."Panggilan tanpa gelar kehormatan tersebut membuat kaisar terkejut. Tidak ada yang berani memanggil namanya secara langsung, kecuali keluarga terdekat atau seseorang yang sudah tidak mengakui otoritasnya.Xuan Li berbalik menghadap ayahnya sepenuhnya. "Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Aku telah melindungi rakyatmu dari ancaman yang nyaris menghancurkan kerajaan. Namun bukannya bersyukur, kau malah menghalangi ketika aku hendak menghabisi musuh negara ini."Kata-kata tersebut menohok hati Xuan Huayin lebih dalam dari luka fisik apa pun. Dia melihat kebencian dan kekecewaan yang mendalam di mata putranya, perasaan yang selama ini dia khawatirkan akan muncul suatu hari.Kaisar yang pernah ditakuti oleh seluruh benua kini terduduk lemah di hadapan putranya sendiri. Air mata mulai menga
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: Chapter 616
Seruan putus asa Xuan Huayin terdengar samar di tengah gemuruh pertarungan, namun Xuan Li sama sekali tidak menghiraukan. Mata yang heterokromnya terfokus penuh pada Liang Xue yang kini mulai terengah-engah di hadapannya. Energi spiritual yang mengalir dalam tubuh gioknya seolah tidak mengenal batas, terus bergelombang seperti samudra yang tidak pernah surut."Masih belum cukup," gumam Xuan Li dengan suara dingin yang menggetarkan udara di sekelilingnya.Sayap hitam kristal di punggungnya mengembang lebar, memancarkan aura gelap yang menakutkan. Namun yang membuat Liang Xue waspada bukanlah kekuatan fisiknya, melainkan energi spiritual yang mulai mengalir ke arah yang berbeda. Energi tersebut tidak lagi berkonsentrasi untuk serangan langsung, tetapi menyebar dalam pola-pola rumit yang tidak dapat dipahami.Liang Xue merasakan sesuatu yang aneh mulai merasuki pikirannya. Dunia di sekitarnya tampak berubah secara perlahan, warna mulai memudar, suara menjadi teredam, dan realitas tampak
Last Updated: 2025-08-29
TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA

TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA

Aku jenius yang menguasai segalanya. Tapi apa gunanya… jika aku hanya punya satu bulan untuk hidup? Li Mingzi adalah anomali dalam dunia kultivasi. Di usia 22 tahun, dia telah menguasai beladiri, feng shui, pengobatan, racun, hingga formasi kuno, pencapaian yang biasanya membutuhkan ratusan tahun. Dia ditakdirkan menjadi pewaris Aula Bintang. Lalu kutukan itu datang. Darah Emas, kekuatan yang seharusnya menjadi berkah, justru berubah menjadi racun yang menggerogoti tubuhnya dari dalam. Waktu tersisa tiga puluh hari. Satu-satunya cara untuk bertahan hidup… adalah melalui kultivasi ganda dengan tujuh wanita yang telah ditentukan sejak lama. Masalahnya? Li Mingzi, yang tak terkalahkan dalam pertempuran dan tak tertandingi dalam ilmu… tidak tahu apa-apa tentang hati wanita. Tujuh wanita. Tujuh rintangan. Satu nyawa yang terus terkikis. Di saat yang sama, bayang-bayang masa lalu mulai bangkit, pengkhianat di Aula Bintang, musuh yang bergerak dalam diam, dan rahasia ribuan tahun yang perlahan terkuak. Li Mingzi bisa menaklukkan musuh mana pun. Tapi kali ini… bisakah dia menaklukkan tujuh hati sebelum waktunya habis?
Read
Chapter: Bab 155
Satu jam kemudian, mobil Qin Luxi berhenti di depan Villa Bukit Kuning. Telinganya masih merah, sisa rasa malu yang belum sepenuhnya hilang. Dia turun sambil menenteng gulungan lukisan, langkahnya cepat menuju ruang tengah tempat Mo Yan biasa berlatih."Dengar-dengar Putra Mahkota Aula Bintang jago kaligrafi," katanya begitu masuk, suaranya dibuat seceria mungkin. "Boleh minta tanda tangan?"Mo Yan mengangkat alis, curiga ini cuma modus untuk mendekatinya. Tapi melihat wajah Qin Luxi yang serius, dia justru merasa lega. Selama ini gadis itu selalu dingin, jadi permintaan seperti ini terasa seperti angin segar. Dia mengambil kuas dengan gaya yang aneh, dipegang seperti pulpen, lalu menggores tulisan di atas kertas."Putra Mahkota Aula Bintang."Qin Luxi mengerjapkan mata, mencoba mencari sisi bagus dari coretan itu. Tidak ada. Garis-garisnya naik turun tidak karuan, beberapa bahkan tembus ke kertas di bawahnya. Ini jelas bukan tulisan orang yang biasa memegang kuas.Dalam sepersekian d
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Bab 154
Setelah kekacauan di villa mereda, rombongan bersiap kembali. Bai Yumeng berjalan menuju mobilnya sendiri yang terparkir terpisah, dan Li Mingzi mengikutinya tanpa banyak bicara, langsung masuk ke kursi penumpang. Qin Luxi tetap naik ke mobil rombongan awal, kendaraan yang sama yang membawa mereka semua ke tempat Master Elang palsu tadi.Sebelum pintu mobil Qin Luxi tertutup, dia sempat menjulurkan kepala lewat jendela, memanggil Li Mingzi yang sudah duduk di mobil sebelah."Ngomong-ngomong," katanya, "Master Elang itu orangnya seperti apa? Kau kan sering lihat dia latihan.""Tampan," Li Mingzi menjawab cepat, tanpa berpikir panjang. "Anggun juga. Kalau dibandingkan Wen Lu, jauh banget."Qin Luxi mengangguk-angguk, membayangkan sosok misterius di kepalanya. Dia melirik ke arah Bai Yumeng yang sudah duduk tenang di kursi kemudi mobil sebelah."Kenapa Nona Bai nggak penasaran sama sekali soal ini?"Li Mingzi mengangkat bahu. "Oh."Jawaban sependek itu membuat Qin Luxi mengernyit, tapi d
Last Updated: 2026-07-25
Chapter: Bab 153
Li Mingzi menerima kuas dari tangan si kakek palsu, jarinya menggenggam gagang bambu itu dengan santai. Tanpa banyak gerak-gerik dramatis, ujung kuas menyentuh kertas kosong yang tersisa di meja.Goresan pertama turun tegas, lalu melengkung lembut di ujungnya. Semua orang di halaman menahan napas."Itu..." Qin Luxi maju satu langkah, matanya tak lepas dari kertas. "Gaya tulisannya sama persis dengan yang di kota tadi."Bai Yumeng mengangguk pelan, wajahnya menegang. Huruf demi huruf yang muncul di bawah kuas Li Mingzi punya jiwa yang sama dengan karya yang sempat mereka perdebatkan siang tadi, tegas di pangkal, lentur di ujung, seolah tinta itu hidup.Master palsu melangkah mundur, wajahnya pucat pasi. "T-tidak mungkin... bocah ini..."Li Mingzi tidak peduli reaksi orang-orang di sekelilingnya. Dia menyelesaikan satu baris, lalu tanpa jeda mengambil dua lembar kertas kosong lagi. Kuas bergerak lebih cepat, tapi tetap rapi.Sebuah puisi pendek muncul di lembar pertama. Lalu satu lagi d
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 152
Perjalanan menuju villa pinggiran kota memakan waktu satu jam penuh. Sepanjang jalan, Wen Lu berulang kali mengingatkan agar tidak ada yang berbicara sembarangan di depan gurunya."Guru sangat sensitif soal tata krama," katanya sambil melirik tajam ke arah Li Mingzi. "Jangan sampai ada yang bikin malu.""Aku kan cuma pengawal," sahut Li Mingzi santai. "Diam saja di belakang juga nggak masalah."Qin Luxi langsung meraih lengan Wen Lu dan tersenyum manis. "Bukannya kita harus terlihat akrab? Santai saja, anggap aku benar-benar pacarmu hari ini."Wen Lu tersipu, tapi berusaha menjaga wibawa. Li Mingzi yang berjalan tak jauh dari mereka mengepalkan tangan diam-diam, rahangnya mengeras. Dadanya terasa panas melihat adegan pura-pura mesra itu, meski dia tahu semua cuma sandiwara.Villa tujuan mereka berdiri megah di antara pepohonan rindang, temboknya dilapis batu alam yang tertata rapi. Begitu memasuki halaman, mereka mendapati seorang lelaki tua berambut panjang tergerai duduk bersandar d
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 151
"Kalau tidak asli, bagaimana dong?" Wen Lu membalas dengan sinis, matanya menyipit muram ke arah Li Mingzi.Li Mingzi mengelus dagunya, wajahnya polos tanpa beban. "Kok aku lihat rasanya agak aneh ya? Kayak ikan lagi kram."Beberapa orang di sekitar menahan tawa. Wen Lu justru mendengus, menatap Li Mingzi dari atas ke bawah seolah melihat serangga aneh."Kamu pengawal, bisa ngerti apa soal kaligrafi? Jangan bicara soal karya asli Master Elang. Kamu bahkan mungkin tidak tahu cara memegang kuas dengan benar.""Lho, memangnya pengawal dilarang punya mata?" Li Mingzi mengangkat bahu. Dia menoleh ke belakang, menunjuk barisan pengawal yang berdiri diam di dekatnya. "Kalau memang pengawal itu diremehkan segitunya, buat apa kalian repot-repot membayar untuk menyewa kami?"Salah satu pengawal berdehem pelan, saling melirik dengan rekannya. Ada semacam rasa senasib yang muncul mendadak di antara mereka, seolah baru saja dibela oleh orang yang tidak mereka duga.Wen Lu buru-buru membela diri, s
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Bab 150
Wen Lu masih berdiri kaku, rahangnya mengeras, seolah menelan kekalahan yang pahit. Dia tidak menjawab lagi, hanya membuang muka, mencoba menyusun kembali harga dirinya yang barusan runtuh di depan umum.Qin Luxi, yang sudah bosan dengan ketegangan sedari tadi, memutuskan mengalihkan pembicaraan. Dia menoleh ke arah Bai Yumeng, memperhatikan wanita itu sejenak sebelum bertanya."Nona Bai suka kaligrafi?""Aku ke sini karena ingin lihat karya Master Elang," jawab Bai Yumeng singkat, nadanya datar tapi jujur.Mendengar nama itu, mata Qin Luxi langsung berbinar. Dia mencondongkan tubuh sedikit dengan penuh antusias."Aku juga penggemar berat Master Elang! Sudah lama aku menunggu pameran ini dibuka."Kedua wanita itu saling bertukar pandang, dan untuk pertama kalinya sejak tadi, suasana di antara mereka terasa lebih cair. Ternyata kekaguman pada satu orang bisa membuat dua orang asing mendadak akrab. Li Mingzi yang berdiri di samping, mendengar semua itu, entah kenapa merasa gatal untuk
Last Updated: 2026-07-22
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status