
TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA
Aku jenius yang menguasai segalanya. Tapi apa gunanya… jika aku hanya punya satu bulan untuk hidup?
Li Mingzi adalah anomali dalam dunia kultivasi. Di usia 22 tahun, dia telah menguasai beladiri, feng shui, pengobatan, racun, hingga formasi kuno, pencapaian yang biasanya membutuhkan ratusan tahun.
Dia ditakdirkan menjadi pewaris Aula Bintang.
Lalu kutukan itu datang.
Darah Emas, kekuatan yang seharusnya menjadi berkah, justru berubah menjadi racun yang menggerogoti tubuhnya dari dalam.
Waktu tersisa tiga puluh hari.
Satu-satunya cara untuk bertahan hidup… adalah melalui kultivasi ganda dengan tujuh wanita yang telah ditentukan sejak lama.
Masalahnya?
Li Mingzi, yang tak terkalahkan dalam pertempuran dan tak tertandingi dalam ilmu… tidak tahu apa-apa tentang hati wanita.
Tujuh wanita. Tujuh rintangan. Satu nyawa yang terus terkikis.
Di saat yang sama, bayang-bayang masa lalu mulai bangkit, pengkhianat di Aula Bintang, musuh yang bergerak dalam diam, dan rahasia ribuan tahun yang perlahan terkuak.
Li Mingzi bisa menaklukkan musuh mana pun.
Tapi kali ini… bisakah dia menaklukkan tujuh hati sebelum waktunya habis?
Read
Chapter: Bab 172Malam sudah larut ketika Qin Luxi terbangun oleh suara pelan yang tidak seharusnya ada di kamarnya. Matanya masih setengah terpejam saat dia menangkap siluet seseorang berdiri membelakanginya, sibuk mengutak-atik lampu meja di sisi ranjang.Napasnya tercekat. Dia hampir berteriak sebelum sosok itu berbalik."Li Mingzi?" Suaranya naik satu oktaf. Dia buru-buru duduk, menarik selimut ke dada. "Bagaimana kau bisa masuk ke sini?""Panjat jendela," kata Li Mingzi."Ini lantai tiga belas!""Iya.""Jendelanya tertutup!""Aku tahu. Makanya tadi agak susah," katanya, sambil mengelus lengannya sendiri seperti baru habis olahraga.Qin Luxi menggeleng-geleng, tidak habis pikir. "Kau pikir aku akan percaya begitu saja?"Li Mingzi mengangkat bahu. Dia melangkah mendekat, duduk di tepi ranjang, lalu tanpa aba-aba tiga jarum perak sudah ada di tangannya. Satu jarum langsung menancap di titik akupuntur Qin Luxi sebelum gadis itu sempat mundur."Kenapa kau menargetkan Gong Manli?" tanya Li Mingzi."Apa
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 171Li Mingzi menggendong Gong Manli menuju kamar mandi. Gadis itu mencoba melepas pakaiannya sendiri, tapi baru menyentuh kancing pertama, rasa sakit di perut membuatnya limbung. Dia refleks bersandar pada Li Mingzi, satu tangan mencengkeram lengannya."Pelan-pelan saja," Li Mingzi menahan tubuhnya, matanya sudah terpejam sejak tadi.Saat pakaian terakhir terlepas, hampir seluruh tubuh Gong Manli menempel di dadanya. Kulit yang bersentuhan langsung itu membuat sesuatu di dalam diri Li Mingzi ikut memanas. Dia menahan napas, mengunci rahang, memaksa diri tetap diam sampai Gong Manli akhirnya duduk di dalam bak.Begitu tubuh itu terendam air, Li Mingzi menghela napas lega. Namun kelegaan itu tidak bertahan lama."Perutku masih sakit," Gong Manli bergumam. "Aku tidak bisa mandi sendiri."Li Mingzi terdiam sesaat sebelum meraih bola mandi di tepi bak. Awalnya dia merasa semua masih terkendali. Tangannya bergerak kaku mengusap punggung Gong Manli, sementara matanya tetap tertutup rapat.Namun
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 170Setelah keluar dari ruangan itu, Wen Lu berhenti sejenak di lorong. Ponselnya sudah di tangan sebelum dia sempat berpikir dua kali. Jarinya mengetik pesan untuk Qin Luxi, permintaan maaf, pengakuan bahwa dugaannya selama ini keliru.Balasan datang cepat. Qin Luxi memintanya segera memberi tahu jika ada perkembangan baru, dan menutup pesan dengan janji bahwa mereka akan terus berjalan bersama, selamanya.Kalau ini terjadi setahun lalu, Wen Lu pasti akan tersenyum lebar membaca kata-kata itu. Sekarang dia hanya diam menatap layar ponsel, rasanya seperti menelan sesuatu yang pahit dan tersangkut di tenggorokan.***Di sisi lain kota, Qin Luxi membaca ulang pesan Wen Lu untuk ketiga kalinya. Ada yang tidak beres, tapi dia belum bisa menunjuk apa masalah persisnya."Nona," Tuan Ji melapor dari ambang pintu, "Lu Vivi dan Wen Liyin sudah pergi. Keduanya terluka cukup parah."Qin Luxi tertawa meremehkan, sampai satu detail menyusul, Wen Lu ada di tempat kejadian, dan dialah yang membongkar id
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 169"Pertama," Wen Lu menegakkan punggungnya, "kau tidak boleh menyakiti atau mengganggu Qin Luxi dengan cara apa pun. Aku yakin, kalau kau tidak ada, dia pada akhirnya akan memilihku."Li Mingzi mengangguk-angguk, lalu tersenyum tipis, nada suaranya berubah menggoda. "Kalau begitu, mau coba kecil-kecilan?""Coba apa?""Kirim pesan ke Qin Luxi sekarang."Wen Lu mengerutkan kening, curiga. "Untuk apa?""Buktikan saja keyakinanmu," Li Mingzi menyodorkan ponselnya sendiri, lalu menunjuk ponsel Wen Lu yang tergeletak di meja. "Kalau memang benar dia akan memilihmu, tidak ada ruginya, kan?"Wen Lu menatapnya sebentar, lalu mengambil ponselnya dengan penuh percaya diri. Jarinya bergerak cepat mengetik pesan, seolah sudah menunggu kesempatan ini sejak lama.'Li Mingzi adalah pewaris Aula Bintang yang sebenarnya. Ayo kita bekerja sama, singkirkan Lu Vivi dan yang lainnya.'Dia menekan kirim dengan yakin, lalu meletakkan ponsel di meja sambil menyilangkan tangan, menunggu dengan wajah puas.Tidak
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Bab 168Wen Lu duduk tegak, jari-jarinya masih memutar-mutar tangkai anggur di atas meja. "Menurutku," katanya pelan, "kau ingin menundukkan kembali bekas bawahan Aula Bintang. Membangkitkan lagi kejayaan dan Gerbang Langit."Li Mingzi mengunyah anggurnya tanpa terburu-buru. "Kau cerdas juga.""Bukan cerdas." Wen Lu menghela napas panjang, ada rasa iri yang tidak dia sembunyikan. "Cuma iri. Kau punya guru sehebat itu, meninggalkan kekuatan sebesar itu untukmu. Sementara aku harus berjuang sendiri hanya demi diakui kakekku.""Gerbang Langit," gumam Li Mingzi sambil menggeleng pelan. "Namanya norak, ya?""Norak?!" Wen Lu langsung duduk lebih tegak, suaranya naik satu oktaf. "Kau tidak tahu apa-apa. Raja Bintang adalah Dewa Bela Diri terkuat sepanjang sejarah. Namanya saja sudah cukup membuat seluruh dunia persilatan tunduk hormat." Dia mengangkat tangan, seolah sedang menggambarkan sesuatu yang agung. "Dan Gerbang Langit? Itu organisasi yang diidamkan setiap keluarga besar di negeri ini. Dulu,
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Bab 167"Masalah ini belum selesai!" Lu Vivi berdiri di ambang pintu sambil memegangi pipinya yang masih terasa panas. Matanya merah karena menangis, tetapi sorot kebenciannya justru semakin kuat. "Kak Mo Yan, aku akan mengingat tamparan ini!"Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan keluar dengan langkah cepat.Wen Liyin juga tidak kalah marah. Sebelum pergi, dia menunjuk Li Mingzi dengan jari gemetar. "Kau tunggu saja! Aku tidak akan melupakan hari ini!""Oh," ujar Li Mingzi sambil mengangguk santai.Reaksi datar itu membuat wajah Wen Liyin semakin merah. Dia ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi Wen Lu sudah menarik lengannya."Cukup," kata Wen Lu.Wen Liyin menggertakkan gigi sebelum akhirnya pergi bersama kakaknya. Tak lama kemudian, seluruh ruangan kembali sepi. Para tamu yang tadi menonton keributan itu juga mulai membubarkan diri, menyisakan hanya beberapa orang di dalam ruangan."Benar-benar merepotkan," gumam Mo Yan sambil mengembuskan napas panjang."Bukankah ini semua gar
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Chapter 621Xuan Huayin menarik napas panjang. Ia bangkit, lalu membawa Liang Xue menjauh dari tubuh Xuan Li. "Kita harus kembali ke istana. Kau butuh perawatan." Liang Xue mengangguk lemah. Ia tidak bisa berjalan sendiri, jadi Xuan Huayin menggendongnya. Sebelum pergi, Xuan Huayin menoleh ke arah Xuan Yi yang berdiri diam di kejauhan. "Yi'er." Xuan Yi langsung melangkah maju, membungkuk sopan. "Ya, ayah." "Bawa adikmu kembali ke istana. Panggil tabib terbaik untuk merawatnya." Xuan Huayin menatap tajam. "Jangan sampai ada yang salah. Mengerti?" Xuan Yi menunduk lebih dalam. "Tentu saja, ayah. Aku akan menjaganya seperti menjaga nyawaku sendiri." Xuan Huayin mengangguk, lalu membawa Liang Xue pergi dengan kereta kuda tercepat. Begitu sosok ayahnya menghilang dari pandangan, senyum Xuan Yi langsung runtuh. Ia berbalik, menatap tubuh Xuan Li yang tergeletak dengan ekspresi dingin. "Seperti menjaga nyawaku sendiri?" Ia mendengus pelan. "Konyol." Ia melangkah mendekati tubuh Xuan Li, lalu
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Chapter 620"Apa yang sedang kau lakukan?"Pertanyaan Xuan Huayin keluar dengan nada gemetar. Matanya terpaku pada cahaya merah keemasan yang melayang di telapak tangan Xuan Li.Api kecil itu terlihat indah, tetapi aura yang dipancarkannya membuat udara terasa padat.Xuan Li tidak menjawab. Napasnya sudah tidak stabil. Keringat terus mengalir dari dahinya, membasahi wajahnya yang pucat.Ia menutup mata sejenak, lalu membuka lagi dengan tatapan tajam."Jika kau ingin menghentikanku, lakukan saja." Suaranya rendah, serak. "Tapi aku tidak akan berhenti."Tangannya bergerak perlahan, mengarahkan api itu ke arah Liang Xue.Cahaya merah keemasan mulai menyentuh jiwa wanita itu. Seketika, tubuh Liang Xue bergetar hebat.Matanya yang tadinya kosong kini mulai berkedip cepat. Sesuatu sedang terjadi di dalam kesadarannya.Xuan Li mengeluarkan seluruh energi yang tersisa. Darahnya terus keluar dari sudut bibirnya, lalu mengalir ke dagu.Api jiwa bukan sekadar teknik biasa. Ini adalah inti kekuatan transform
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Chapter 619“Darah lebih kental dari air,” ucap Xuan Huayin dengan napas berat, mencoba menahan gejolak yang semakin sulit ia kendalikan. “Ayah tahu kesalahan ayah terlalu besar. Tapi kita masih bisa memperbaiki semuanya. Kita adalah keluarga. Kau dan kakakmu... bisa menentukan posisi putra mahkota secara adil.”Di dalam kalimat itu, tidak ada wibawa seorang kaisar, hanya permohonan dari seseorang yang takut kehilangan segalanya.Di sisi lain, Xuan Yi merasakan dadanya mengencang. Tangannya mengepal tanpa sadar. Kata-kata “adil” terasa seperti ancaman baginya. Ia tahu betul, jika harus bersaing secara terbuka dengan Xuan Li dalam kondisinya sekarang, ia tidak akan punya peluang.Sementara itu, Xuan Li hanya mengeluarkan dengusan pelan. Ia merasa muak.“Aku tidak berminat.”Jawaban singkat itu menghancurkan sisa harapan ayahnya.Bagi Xuan Li, semua yang ditawarkan Xuan Huayin sudah tidak memiliki arti. Kekuasaan? Tahta? Status putra mahkota? Semua hanyalah simbol kosong.Dulu ia pernah mengejarn
Last Updated: 2026-04-29
Chapter: Chapter 618Xuan Li melangkah perlahan mendekati Liang Xue. Jarak di antara mereka semakin menipis, tetapi suasana justru terasa makin menekan. Wanita itu masih berdiri tegak, tubuhnya kaku seperti patung. Matanya terbuka, namun kosong, tanpa kehidupan. “Teknik Ilusi Jiwa, Penjara Alam Bawah Sadar...” gumam Xuan Li lirih, mengingat kembali apa yang telah ia lakukan. Lingkaran cahaya yang sebelumnya menjerat kesadaran Liang Xue masih berdenyut samar di sekeliling tubuhnya. Sulur kristal yang melilitnya juga tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Teknik berlapis yang ia gunakan bukan sekadar menahan tubuh, tetapi juga mengunci jiwa. Xuan Huayin yang berdiri beberapa langkah di belakangnya menatap dengan cemas. Luka-lukanya belum pulih, tetapi kekhawatiran di wajahnya jauh lebih terasa dibanding rasa sakit fisik. “Apakah... dia masih bisa sadar kembali?” tanyanya dengan suaranya serak. Tidak ada nada kekaisaran dalam pertanyaan itu. Yang tersisa hanyalah seorang pria yang dilanda keta
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: Chapter 617"Xuan Li..." gumam Xuan Huayin, masih belum yakin."Aku adalah Wu Yu, Xuan Li sudah mati," jawab Xuan Li dengan nada dingin yang menusuk. "Dan kau tidak memiliki hak untuk memerintahku, Xuan Huayin."Panggilan tanpa gelar kehormatan tersebut membuat kaisar terkejut. Tidak ada yang berani memanggil namanya secara langsung, kecuali keluarga terdekat atau seseorang yang sudah tidak mengakui otoritasnya.Xuan Li berbalik menghadap ayahnya sepenuhnya. "Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Aku telah melindungi rakyatmu dari ancaman yang nyaris menghancurkan kerajaan. Namun bukannya bersyukur, kau malah menghalangi ketika aku hendak menghabisi musuh negara ini."Kata-kata tersebut menohok hati Xuan Huayin lebih dalam dari luka fisik apa pun. Dia melihat kebencian dan kekecewaan yang mendalam di mata putranya, perasaan yang selama ini dia khawatirkan akan muncul suatu hari.Kaisar yang pernah ditakuti oleh seluruh benua kini terduduk lemah di hadapan putranya sendiri. Air mata mulai menga
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: Chapter 616Seruan putus asa Xuan Huayin terdengar samar di tengah gemuruh pertarungan, namun Xuan Li sama sekali tidak menghiraukan. Mata yang heterokromnya terfokus penuh pada Liang Xue yang kini mulai terengah-engah di hadapannya. Energi spiritual yang mengalir dalam tubuh gioknya seolah tidak mengenal batas, terus bergelombang seperti samudra yang tidak pernah surut."Masih belum cukup," gumam Xuan Li dengan suara dingin yang menggetarkan udara di sekelilingnya.Sayap hitam kristal di punggungnya mengembang lebar, memancarkan aura gelap yang menakutkan. Namun yang membuat Liang Xue waspada bukanlah kekuatan fisiknya, melainkan energi spiritual yang mulai mengalir ke arah yang berbeda. Energi tersebut tidak lagi berkonsentrasi untuk serangan langsung, tetapi menyebar dalam pola-pola rumit yang tidak dapat dipahami.Liang Xue merasakan sesuatu yang aneh mulai merasuki pikirannya. Dunia di sekitarnya tampak berubah secara perlahan, warna mulai memudar, suara menjadi teredam, dan realitas tampak
Last Updated: 2025-08-29