Chapter: Chapter 74 - People WatchingPatra membuka pintu unit perlahan, berusaha tidak menimbulkan bunyi apa pun. Lampu apartemen sudah mati semua, menyisakan cahaya kota dari balik tirai tipis yang memantul samar di lantai. Tubuhnya terasa berat. Bukan cuma karena lembap hujan yang menempel di jaket dan rambutnya, tetapi karena dadanya seperti dipenuhi sesuatu yang mengeras sejak Apollo mencengkeram kerah bajunya siang tadi. Talia sudah tidur ketika Patra masuk kamar. Perempuan itu membelakanginya, tubuhnya tenggelam setengah di balik selimut abu-abu muda yang selalu dipakai kalau hujan turun. Patra mengganti pakaian dengan gerakan kecil-kecil. Ia lalu menyelusup masuk ke balik selimut, hati-hati agar kasur tidak terlalu berguncang dan membangunkan Talia. Namun, begitu punggungnya menyentuh kasur, napas Patra langsung terasa pendek. Kepalanya mendadak dipenuhi bayangan tangan Apollo yang dulu menahan pergelangan tangannya terlalu kuat. Suara Apollo siang tadi kembali menggema. Lo sengaja nikahin sepupu sendiri biar
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: Chapter 73 - ConfrontationPatra seharusnya sudah pulang satu jam lalu. Namun revisi naskah klien yang mendadak berubah total membuat dirinya tertahan di kafe kecil dekat kantor sampai malam turun bersama gerimis tipis Jakarta.Laptopnya masih menyala ketika kursi di depannya ditarik seseorang tanpa izin.Patra langsung membeku.Apollo duduk santai sambil menyandarkan tubuh ke kursi. Jaket hitamnya sedikit basah terkena hujan, sedangkan tatapannya terlihat jauh lebih kacau dibanding terakhir kali mereka bertemu di rumah Charissa.“Kaget?” tanya Apollo sambil tersenyum tipis.Jantung Patra langsung berdetak terlalu cepat. Akan tetapi, ia berusaha menjaga wajahnya tetap datar meskipun jemarinya mulai dingin di atas keyboard laptop.“Lo ngapain ke sini?” tanya Patra pelan.Apollo tertawa kecil. “Nemuin adik gue nggak boleh?”Patra hampir muntah mendengar sebutan itu.Ia buru-buru menutup laptopnya sebelum suara getaran di dadanya semakin terdengar jelas. Kafe mulai sepi karena jam pulang kantor sudah lewat, menyis
Last Updated: 2026-05-18
Chapter: Chapter 72 - Pure EnviousPatra jarang pulang malam ke rumah Charissa sejak bertunangan dengan Talia. Biasanya ia hanya mampir sebentar untuk mengambil dokumen kerja, pakaian lama, atau sekadar memastikan ibunya masih mau makan dengan benar setelah sibuk seharian.Namun, malam itu berbeda.Talia ikut bersamanya. Bahkan perempuan itu masih menggenggam ujung lengan jaket Patra ketika mereka berjalan memasuki halaman rumah keluarga Baxter yang terlalu sunyi untuk ukuran akhir pekan.“Aku nervous,” gumam Talia pelan.Patra menoleh sebentar sambil terkekeh kecil. “Harusnya aku yang ngomong begitu.”Lampu ruang makan sudah menyala terang ketika mereka masuk. Aroma sup ayam dan bawang putih langsung menyambut dari arah dapur.Charissa muncul sambil membawa mangkuk besar. Wajah perempuan itu tampak sedikit lelah, tetapi matanya langsung melembut melihat Talia dan Patra datang bersamaan.“Kalian akhirnya dateng juga,” sambut Charissa. “Mama kira jadi makan di luar.”Patra buru-buru mengambil mangkuk dari tangan ibunya.
Last Updated: 2026-05-15
Chapter: Chapter 71 - Sweet Nothing is Still SomethingMinggu pagi di kamar Talia berjalan lambat. Tidak ada alarm yang berbunyi terlalu keras, tidak ada suara orang bertengkar dari lantai bawah rumah De Rucci, bahkan matahari yang masuk dari sela gorden terasa malu-malu.Patra terbangun lebih dulu lagi. Bedanya, kali ini ia tidak langsung panik oleh isi kepalanya sendiri.Talia masih tidur membelakanginya dengan rambut sedikit berantakan di bantal. Kaos oversized perempuan itu terangkat sedikit di bagian pinggang, memperlihatkan kulit pucat yang membuat Patra reflek menahan napas.Namun, ia tidak menyentuhnya.Bukan karena takut. Bukan juga karena tidak mau. Patra hanya sedang belajar menikmati fakta bahwa dirinya tidak harus melakukan apa pun terhadap tubuh seseorang hanya karena diberi izin.Hal kecil itu terdengar sederhana, tetapi bagi Patra rasanya seperti belajar berjalan ulang.Ia akhirnya bangkit pelan dari kasur. Baru saja kedua kakinya menapak lantai, suara serak Talia terdengar dari belakang. “Kamu mau ke mana?”Patra menoleh
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Chapter 70 - You're Engaged to Human, Not EvilPatra terbangun sebelum subuh. Langit di luar jendela kamar Talia masih gelap kebiruan, tetapi tubuhnya sudah terlalu sadar untuk kembali tidur.Ia bisa merasakan hangat kulit Talia yang menempel di lengannya dari balik selimut tipis. Hangat yang tenang. Tidak terburu-buru. Tidak menuntut apa-apa.Talia masih tidur menyamping menghadap dirinya. Napas perempuan itu pelan, teratur, dan sesekali mengenai ujung dagu Patra.Patra menelan ludah.Ia tidak berani bergerak terlalu banyak. Bukan karena takut membangunkan Talia, melainkan karena tubuhnya sendiri mulai mengingat terlalu banyak hal.Kulit memang aneh. Tubuh manusia bisa lupa suara, lupa wajah, lupa urutan kejadian, tetapi kulit menyimpan semuanya seperti arsip rahasia.Patra perlahan menurunkan pandangan ke tangan Talia yang tertidur di dekat dadanya. Jemari perempuan itu sedikit melengkung, seolah bahkan dalam tidur pun Talia masih ragu menyentuh orang lain terlalu erat.Malam tadi Talia memberi izin.Kalimat itu terus terngiang
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Chapter 69 - Moving SkinsHari pertama pertunangan mereka justru terasa lebih sunyi dibanding hari lamaran. Tidak ada keluarga besar, tidak ada ucapan selamat yang terus berdatangan, dan tidak ada Boris yang sengaja memotret candid mereka diam-diam lalu mengirimkannya ke grup keluarga.Hanya ada Sabtu pagi yang lambat di kamar Talia.Patra datang membawa tote bag berisi pakaian ganti, laptop kerja, charger, dan sikat gigi baru yang tadi dibelinya di minimarket dekat apartemen. Talia sempat tertawa kecil melihat isi tas tunangannya yang terlalu rapi seperti orang mau pindahan dadakan.“Kamu nervous banget, ya?” goda Talia sambil membuka pintu kamar lebih lebar.Patra menggaruk tengkuknya malu. “Aku takut salah.”Talia tidak langsung menjawab. Ia hanya menarik tas Patra masuk ke kamar sebelum menutup pintu perlahan.Hari itu mereka memang sepakat latihan menghabiskan waktu bersama. Dari Sabtu pagi sampai Minggu pagi. Sesederhana makan bersama, bekerja berdampingan, atau tidur di kasur yang sama tanpa perlu buru-
Last Updated: 2026-05-12