ISTRI RAHASIA TUAN BESAR
ISTRI RAHASIA TUAN BESAR
Author: minipau
Pernikahan Rahasia

“Kamu yakin?” Tanya Pandu sambil membolak balik koran yang sedang di bacanya.

“Yakin, perempuan ini bersih. Dia baru aja dateng dari kampung.”

“Aku tau kamu itu cemburuan, kamu yakin?”

“Mas Pandu kan enggak perlu sering-sering ketemu dia, cukup datengin dia di masa subur abis itu udah. Kita tunggu beberapa bulan kemudian dia hamil atau enggak, aku enggak akan cemburu kalau begitu.”

“Hmmm.”

“Mas, kamu mau kan? Ini demi keluarga kita, aku tuh udah cape banget tau enggak di tanyain macem-macem.” Pandu tersenyum tipis mendengar perkataan istrinya.

Ghiana Van Sore, perempuan yang di nikahi Pandu lima tahun lalu sangat tidak mau kalah dan benci di komentari. Telinganya panas ketika orang-orang yang bertatus lebih rendah dari keluarga Sore mengatainya mandul walau kemungkinan memang benar begitu keadaannya.   

“Mas?”

“Terserah Ghi, keputusan ada di tangan kamu. Aku cuma mau tau beres.”

“Oke, besok aku ketempat pelacuran tadi untuk ngebeli perempuan desa itu.”

“Inget Ghi, aku paling enggak suka sama drama. Semua ini kamu yang mau, selanjutnya aku enggak mau denger kamu ngeluh atau nuntut macem-macem.”

“Hahahaha tenang aja mas, selama kamu enggak jatuh cinta sama dia aku akan diam.”

“Kalau ternyata aku jatuh cinta?”

“Hahaha, jangan bercanda. Perempuan secantik dan sekaya aku aja enggak bisa bikin kamu bertekuk lutut, apa lagi perempuan norak dari desa itu.” Pandu menganggukan kepala sembari melipat koran yang sudah selesai di bacanya, laki-laki itu meminum kopinya yang tidak lagi panas.

“Hati-hati Ghi, di dunia ini yang paling bisa ngancurin kita itu ekspektasi dan yang paling enggak bisa kita atur itu takdir.”

“Kamu jangan takut mas, aku ini Ghiana Van Sore. Aku pernah maksa takdir untuk masangin kamu sama aku, kalau suatu saat nanti kamu berpaling aku tinggal pake cara yang sama untuk buat kamu datang kembali. Iya kan?”  Ghiana tersenyum sembari mengangkat cangkir tehnya dengan anggun, sedangkan Pandu menipiskan bibirnya menahan marah. Laki-laki itu sama sekali tidak suka ketika Ghiana terus saja membuatnya mengingat bagaimana kepala keluarga Sore membuatnya menikahi wanita itu dulu.

“Hati-hati Ghi, karena tuhan enggak pernah tidur.”

“Hahahahaha, kamu selalu berubah jadi agamis kalau aku bahas yang dulu-dulu.”Pandu tidak lagi mengatakan apapun, laki-laki itu hanya bangkit dari duduknya dan keluar dari ruang makan meninggalkan Ghiana yang tertawa penuh kemenangan.

Pandu tidak menyangka kalau Ghiana akan benar-benar melakukan niatnya, istrinya itu benar-benar membuat pernikahan ke dua untuk Pandu. Pernikahan itu lakuan secara rahasia di taman belakang rumah keluarga Sore, hanya di hadiri oleh pelayan dan juga Ghiana sendiri sebagai saksi. Pengantin perempuannya bahkan tidak mengenakan gaun, hanya sebuah atasan blouse lusuh dan juga rok sepanjang lutut.

“Selamat ya mas, untuk pernikahan ke dua kamu.” Pandu hanya menganggukan kepala, laki-laki itu lebih memilih menyesap champagne sembari memperhatikan istri barunya.

“Bener-bener kampungan kan?” Pandu menaikan alis, tidak mengerti dengan maksud perkataan istrinya.

“Perempuan itu, liat aja gimana nyambungnya dia ngobrol sama pelayan.”

“Tapi dia cukup cantik.” Ucap Pandu mencoba memacing reaksi istrinya.

“Sayangnya cantik aja enggak cukup untuk kamu kan mas?” Lagi-lagi pandu menipiskan bibir.

“Perlu perempuan mungil, polos dan naif untuk menarik perhatian kamu. Perempuan dengan rambut hitam panjang yang lembut juga tahi lalat di dagu untuk membuat kamu bertekuk lutut.”

“Cukup!”

“Kenapa mas? Kamu enggak suka kalau aku ingetin sama dia?”

“Cukup Ghiana!”

“Hahahaha, kalau begitu lebih baik sekarang kamu panggil istri baru kamu dan bawa dia ke rumah yang udah kita siapin untuk perempuan itu. Jangan lama-lama ya, sekarang bukan masa subur perempuan itu jadi kamu harus sedikit menunda malam pertama kamu sama dia.” Pandu menghindar ketika Ghiana berniat menciumnya, perempuan itu tidak merasa keberatan. Ghiana justru menepuk-nepuk pipi Pandu pelan sebelum kemudian pergi meninggalkan laki-laki itu sendirian di taman.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status