Mag-log in"Jenderal Umay dalam kondisi sehat, Nak. Kamu nggak usah khawatir. Fokus saja kerja di Papandaya."Neva berkata, "Terima kasih, Paman Widopo."Baru pada saat itu, pandangan Widopo beralih ke Lisa. Ini juga pertama kalinya Lisa bertemu Widopo. Dia tahu hubungan antara Ewan dan Widopo, sehingga dia tak kuasa menahan rasa gugup.Beberapa saat kemudian, Widopo baru mengucapkan, "Lumayan bagus."Barulah Lisa merasa lega. Dia tahu, dirinya sudah mendapat pengakuan dari Keluarga Aditya.Setelah itu, Widopo berkata lagi, "Bu Lisa, selamat atas pembukaan perusahaanmu. Aku nggak bawa bawa hadiah apa-apa, jadi aku beri kamu satu pesanan senilai 100 triliun."Dalam sekejap, seisi ruangan heboh.Pesanan 100 triliun!Diberikan langsung oleh Widopo!Para tamu yang hadir hampir tidak percaya dengan apa yang mereka dengar."Benar-benar luar biasa.""Memang pantas jadi orang terkaya, sekali bergerak langsung sebesar ini.""Bu Lisa benar-benar untung besar kali ini."Harus diketahui, sebelumnya Lisa suda
Mobil Audi itu berhenti dengan stabil di depan gedung. Pintu mobil perlahan terbuka. Seorang pria paruh baya berusia sekitar 40 tahun turun dari dalam.Tubuhnya agak berisi. Dia mengenakan jas dan menyunggingkan senyuman di wajahnya, memberikan kesan elegan dan berwibawa.Seketika, suasana menjadi gempar! Para wartawan di lokasi langsung bergegas maju, mengelilingi pria itu sambil memotret tanpa henti. Begitu Mikael melihat pria itu, pupil matanya langsung mengecil."Widopo!""Kenapa dia datang?""Jangan-jangan dia juga datang untuk mendukung Lisa?"Melihat Widopo, Lisa sempat tertegun, lalu bertanya pada Ewan, "Kamu yang mengundang?"Ewan menggeleng. "Bukan.""Lalu kenapa dia datang?""Nggak tahu."Ewan memang tidak tahu, karena dia sama sekali tidak mengirim pesan kepada Widopo. Setelah turun dari mobil, Widopo menyapu pandangan ke sekeliling dan akhirnya berhenti pada wajah Ewan. Tatapannya sangat kompleks, ada rasa senang, tapi juga sedikit haru.Kemudian, Widopo berjalan mendekat.
"Kukasih tahu nih, Aula Raja Maut adalah unit pasukan khusus paling misterius militer. Mereka semua sudah berpengalaman di medan perang dan tugas utama mereka adalah menangkap orang kejam seperti kamu ...."Belum selesai Mikael berbicara, dia melihat Tandi dan Logan berjalan cepat ke depan Ewan. Lalu, keduanya berdiri tegap dan memberi hormat militer kepada Ewan.'Apa yang terjadi? Kenapa mereka memberi hormat kepada Ewan?'Mikael belum sempat bereaksi, ketika dia melihat Ewan juga mengangkat tangan kanan dan membalas hormat.'Apa? Anak ini orang militer?'Mikael benar-benar tercengang."Tandi, kenapa kamu bawa orang sebanyak ini?" Ewan menunjuk ke helikopter yang berputar di langit, lalu tersenyum. "Kalian sudah membuat semua orang ketakutan."Tandi melirik para tamu di lokasi dan berkata dengan nada meminta maaf, "Maaf, ini kelalaianku.""Waktu aku menerima telepon dari Dewa Perang, aku sudah berada di dalam pesawat. Orang-orang ini semuanya sedang bersamaku untuk menjalankan misi di
"Rrrr ...."Belasan helikopter berwarna kamuflase tiba-tiba muncul di langit dan mengeluarkan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Itu adalah helikopter militer! Seketika, suasana di lokasi menjadi kacau."Kenapa ada helikopter tempur sebanyak ini?""Untuk apa mereka datang ke sini?""Jangan-jangan ada yang melakukan kejahatan?"Melihat pemandangan itu, Mikael awalnya terkejut, lalu tertawa."Bu Lisa, jangan bilang kamu juga yang undang helikopter tempur ini? Dengan formasi begini, kayak mau nangkap orang saja, ya! Entah penjahat seperti apa yang sampai bisa membuat begitu banyak helikopter dikerahkan?"Saat berbicara, Mikael melirik Ewan, lalu melanjutkan dengan senyum sinis, "Bu Lisa, kalau aku nggak salah ingat, Ewan itu sepertinya ketua Organisasi Draken, ya?""Menurutmu, apakah orang militer datang ke sini untuk menangkap dia?""Diam!" maki Lisa dengan dingin.Namun, Mikael bukan hanya tidak diam, malah semakin tersenyum lebar. "Bu Lisa, kamu menolak lamaran dariku demi Ewan.""
"Direktur dari Farless Culture, mengucapkan selamat atas pembukaan perusahaan Bu Lisa, menyerahkan pesanan senilai 200 miliar.""Direktur dari Aurora Media, mengucapkan selamat atas pembukaan perusahaan Bu Lisa, menyerahkan pesanan senilai 200 miliar."Setiap bos memberikan pesanan senilai 200 miliar. Artinya, perusahaan farmasi Lisa sudah menerima pesanan senilai puluhan triliun bahkan sebelum resmi dibuka.Melihat pemandangan ini, wajah Mikael menjadi sangat suram.Awalnya dia mengira, dengan sedikit trik untuk mencegah media dan tamu hadir, dia bisa membuat Lisa menjadi bahan tertawaan publik. Lalu mencari kesempatan untuk menyingkirkan Ewan. Setelah Lisa kehilangan Ewan, dia pasti akan jatuh ke dalam pelukannya.Namun siapa sangka, hari ini bukan hanya media nasional yang datang, tapi juga begitu banyak tamu penting. Bahkan, mereka semua memberikan pesanan dengan total triliunan.Mikael hampir meledak karena marah. Namun, yang paling membuatnya murka adalah tindakan Guntur. Setelah
Rolls-Royce Phantom adalah mobil mewah kelas atas. Biasanya, muncul satu mobil seperti ini di jalan saja sudah cukup menarik perhatian banyak orang.Namun sekarang, tiba-tiba muncul lebih dari 100 unit. Iring-iringan sebesar ini langsung menarik perhatian semua orang. Bahkan para wartawan pun terkejut dan mulai berspekulasi."Siapa yang punya pengaruh sebesar ini?""Dengan formasi sebesar ini, pasti yang datang ini bos besar!""Entah siapa yang diundang Bu Lisa?"Lisa sendiri juga tampak bingung. Dia melihat dengan saksama pelat nomor mobil Rolls-Royce paling depan."Itu mobil Kakek Guntur."Lisa langsung mengenalinya dan bertanya, "Ewan, kamu mengundang Kakek Guntur?"Ewan mengangguk. "Keluarga Tjandra adalah salah satu dari empat keluarga besar lama di Papandaya. Pembukaan perusahaanmu tentu nggak boleh kurang mereka. Tapi ....""Tapi apa?" tanya Lisa.Ewan berkata dengan heran, "Kalau cuma Kakek Guntur yang datang, nggak perlu sampai membuat formasi sebesar ini, 'kan?""Jangan-janga
Perempuan itu berteriak kencang dalam bahasa Jaban.Ewan memang tidak mengerti bahasa Jaban, tetapi dari ekspresinya, jelas perempuan itu bertanya siapa dirinya."Jangan takut, aku bukan orang jahat. Barusan pria ini ingin membunuhmu, aku yang menyelamatkanmu," kata Ewan dalam bahasa Madonia. Dia ti
Ewan merasa geli. Orang tua Betandi benar-benar tidak mempertimbangkan dengan matang saat memberi anaknya nama aneh itu. Betandi, kenapa bukan Betadine?Betandi buru-buru menjelaskan, "Pak Ewan salah paham, Betandi, bukan Betadine.""Bukankah sama saja? ""Nggak sama dong, yang satu huruf 'N' di dep
"Apa kamu pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?" tanya Laksh.Atta menggeleng pelan dan menyahut, "Belum pernah.""Aneh. Kenapa serangga kutukan itu nggak mau patuh padamu?" Dahi Laksh berkerut.Atta berkata, "Waktu pertama kali aku mengobati Pak Guntur, serangga kutukan itu masih bisa kukend
Saat ini, Dharmadaya kembali berkata, "Guru juga meninggalkan satu lagi hadiah untukmu. Ada di balok gantung Pagoda Pencerahan lantai tujuh. Pergilah mengambilnya."Mendengar itu, Ewan merasa agak penasaran. Master Hampa masih meninggalkan hadiah untuknya? Benda apa itu? Dia pun menuju lantai tujuh







