Compartir

Bab 705

Autor: Rexa Pariaman
Bagi sebuah perusahaan perhiasan, hal yang paling menakutkan adalah bila toko mereka kedapatan menjual barang palsu. Sebagai manajer, Calvin jelas tahu itu adalah pelanggaran berat. Jika kantor pusat sampai tahu bahwa dia sengaja menipu dengan barang palsu, mereka pasti tidak akan pernah melepaskannya begitu saja.

"Millie, jangan hubungi kantor pusat!" kata Calvin panik, lalu berbalik ke arah Ewan. "Aku ... aku kembalikan uangmu, bagaimana?"

Mendengar itu, Millie langsung mengerti. Berlian itu m
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2973

    "Mengebiri diri hanyalah ujian pertama. Ujian kedua adalah menemukan ilmu dewa. Senior, tenang saja. Aku pasti akan menemukan ilmu dewa itu."Ananta sangat percaya diri. Setelah berkata demikian, dia bangkit dari tanah dan berjalan menuju patung batu.Ewan dan yang lainnya yang bersembunyi di belakang patung batu langsung tegang. Jika Ananta berjalan mengitari patung batu, dia akan langsung menemukan mereka."Bagaimana ini?"Mereka mulai cemas.Saat Ananta tinggal berjarak tiga meter dari patung batu, tiba-tiba terdengar suara yang tua."Aliran Hitam Putih itu apaan? Memangnya pantas mendapatkan warisanku?"Ananta terkejut dan langsung menghentikan langkahnya. Dia menatap patung batu dengan tatapan penuh keraguan."Senior, apakah ... Anda yang berbicara?" tanya Ananta dengan hati-hati. Meskipun suara tadi tidak membawa aura yang mengerikan, tetap saja suara itu dipenuhi kewibawaan."Berlutut!"Suara tua itu kembali terdengar.Buk!Tanpa ragu sedikit pun, Ananta langsung berlutut di tan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2972

    Meskipun Ananta adalah Putra Suci ke-17 Aliran Hitam Putih dan memiliki tingkat kultivasi yang luar biasa, setelah melakukan satu tebasan tadi, rasa sakitnya tetap membuatnya nyaris terjatuh.Bagaimanapun, itu adalah bagian paling rapuh dari seorang pria."Ugh ...."Ananta mengerang dengan suara yang tertahan. Dia memandang patung batu dan kolam yang sudah mengering, tetapi tidak melihat ilmu dewa apa pun."Apa yang terjadi? Aku sudah melakukan apa yang dikatakan sang mahasuci. Kenapa ilmu dewanya belum muncul? Jangan-jangan sang mahasuci tahu kalau aku mencoba mencari celah?"Benar, Ananta memang sengaja menyisakan jalan keluar. Dengan tingkat kultivasinya sekarang, sekalipun mengebiri diri, dia masih bisa memulihkannya dengan mudah.Justru karena itulah Ananta berani bertindak setegas itu. Semua itu dilakukannya demi mendapatkan ilmu dewa yang ditinggalkan sang mahasuci.Setelah menunggu beberapa saat dan masih belum melihat sedikit pun tanda-tanda ilmu dewa, Ananta bergumam, "Apa ak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2971

    Ewan menghiburnya, "Jangan terburu-buru. Jalani selangkah demi selangkah. Lagi pula, kita masih punya banyak waktu ke depannya.""Ya," jawab Dewi Kembang.Tanpa memedulikan Nazar dan Midori yang berada di sana, dia mengecup pipi Ewan dan terang-terangan memamerkan kemesraan mereka. Nazar dan Midori seketika saling berpandangan.Sejujurnya, Ewan sendiri merasa agak tidak siap. Dia menatap Dewi Kembang dengan tidak percaya sambil berpikir, 'Kenapa dia tiba-tiba jadi seberani ini?'"Bocah tengik, sebenarnya ada apa di antara kalian?" Nazar mengedip-ngedipkan mata ke arah Ewan.Ewan pura-pura tidak melihatnya dan buru-buru mengalihkan topik. "Kenapa darah di dalam kolam berubah menjadi zirah perang? Aneh sekali."Sambil berbicara, Ewan berjalan ke depan Kolam Darah. Melihat kolam yang sudah mengering, sebuah ide tiba-tiba muncul di benaknya. Dia mengeluarkan kertas dan pena untuk menuliskan beberapa kalimat, lalu melemparkan kertas itu ke dalam kolam."Karena Vira sudah berhasil membentuk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2970

    Ananta mengernyit ketika melihat tulisan pada kertas itu. Bukan karena dia tidak memahami maksud kalimat tersebut. Sebaliknya, dia langsung mengerti begitu membacanya."Ilmu dewa macam apa yang mengharuskan seseorang mengebiri diri?"Ananta bimbang. Sebagai seorang pria, tentu saja dia tidak ingin mengebiri dirinya.Dia bahkan masih membayangkan suatu hari nanti, setelah menjadi ahli tingkat mahasuci, dia akan menikahi ratusan wanita dan dikelilingi istri-istri cantik serta selir-selir jelita. Bukankah hidup seperti itu akan sangat menyenangkan?Terlebih lagi, dia masih ingin meniduri Bella di tempat ini.Setelah ragu sejenak, Ananta akhirnya mendapat ide dan bergumam, "Lebih baik aku melihat ke depan dulu."Ananta menyimpan kertas itu dan melanjutkan perjalanan.Tak lama kemudian, dia kembali melihat tulisan yang berkilauan.[ Warisan Keempat ]Sama seperti sebelumnya, sebuah peti kayu terletak di bawah tulisan tersebut.Ananta segera bergegas ke sana dan membuka peti kayu itu. Di dal

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2969

    "Putra Suci Arkais? Haha, sampah!"Ananta mencibir. Tangan kanannya yang semula berbentuk telapak berubah menjadi kepalan. Energi negatif dan positif berputar mengelilingi tinjunya, lalu menghantam tombak perang Rajek.Trang!Suara keras menggema.Rajek terguncang hingga mundur puluhan langkah sebelum akhirnya berhasil menstabilkan tubuhnya. Darah menetes dari sudut bibirnya dan wajahnya tampak pucat.Orang-orang yang menyaksikan pertarungan dari kejauhan tercengang.Tak disangka, hanya dalam waktu singkat, Ananta sudah mengalahkan Krisna dan Rajek secara berturut-turut. Bahkan ekspresi Bella yang tersembunyi di balik cadar pun berubah serius."Rajek, kata orang, kamu ini putra berbakat Tanah Suci Purba. Tapi menurutku, kamu lebih mirip sampah."Setelah selesai memakinya, kelima jari Ananta melengkung. Segumpal kabut hitam terkumpul di telapak tangannya. Dengan teknik gerakan yang lincah, dia seketika muncul di samping Isla.Plak!Ananta memukul bokong Isla, lalu tertawa lepas. "Sama s

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2968

    Sorot kewaspadaan melintas di mata Ananta.Hubungan antara Aliran Hitam Putih dan Sekte Pedang Cakrawala memang tidak harmonis sejak awal. Terlebih lagi, di antara semua orang yang hadir, orang yang paling diwaspadai Ananta adalah Bella. Jika Bella juga bergabung dengan kubu tiga Tanah Suci untuk menghadapinya, Ananta akan berada dalam bahaya besar."Bella, apa kamu juga mau bergabung dengan para pengecut ini untuk menghadapiku?" teriak Ananta.Bella melirik orang-orang dari tiga Tanah Suci, lalu berkata, "Warisan mahasuci bergantung pada takdir. Karena kesempatan itu bukan milikku, aku nggak akan memaksakannya."Mendengar itu, Ananta mengembuskan napas lega.Isla mendengus dingin. "Ngapain kamu pura-pura nggak menginginkannya? Kalau memang nggak ingin mendapatkan warisan, kenapa kamu masuk ke makam?"Isla adalah Putri Suci Tanah Suci Kekacauan. Orang-orang sering membandingkannya dengan Bella dan tanpa terkecuali, semua orang menganggap Bella lebih hebat darinya.Yang paling penting,

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status