A Year In Ohio With The Blade Brothers

A Year In Ohio With The Blade Brothers

last updateLast Updated : 2026-02-25
By:  Mmeso. LOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
471views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

She was always ignored and called nerdy by her childhood crush and friend. Now, he can't take his eyes off her, and neither can his elder brother. Lydia Winters had a crush on her childhood friend, Julian Blade in Junior high school, and when she confessed her feelings to him, they started dating. But when she is ignored in the relationship and finally decides to study in another country, Julian breaks up with her coldly. He chooses a more pretty girl, Ava, over her. Having graduated college, Lydia returns to Ohio to attend her parents' anniversary and stay for a year. However, she is broken when she sees Julian with Ava, even after six years of being away. Their relationship is way stronger now, as they are engaged. Ezekiel Blade is everything Lydia chose to avoid. A mafia boss. An arrogant, wealthy playboy. He is undeniably charming, and at worst, Julian's elder brother. A bully to her during her teenage years, he now starts to see her differently. He offers her a way to make Julian jealous and come back to her: a simple kiss and little passion between them. It works. Julian gets jealous seeing them together and tries to get Lydia back. In the course of their reconnecting, Julian gets Lydia pregnant in a one night stand, but refuses to claim the child as his. He runs away with his real love, Ava. Ezekiel sees this and offers to care for her and her child willingly. Lydia has only ever wanted Julian's affection, but when she is faced with this crisis, will she move on and choose a big time playboy?

View More

Chapter 1

THE BLADE BROTHERS

"Pake kondomnya, Mas.” Sky mengingatkan sebelum Jagad menyatukan diri dengannya.

Jagad terlihat enggan. “Sekali ini nggak usah, oke? Nggak enak.”

“Lebih nggak enak mana aku hamil atau kamu tetap pake kondom?”

“Ayolah, Sky, kali ini aja.” Jagad terus membujuk agar Sky setuju dengannya.

Suaranya penuh rayuan dan juga desakan.

Sky mengesah pelan. Usianya memang baru dua puluh tiga tahun, tapi pikirannya jauh lebih matang dari gadis seusianya. Ia terbiasa berpikir panjang dan mempertimbangkan risiko, meski pada akhirnya tetap selalu jatuh ke dalam godaan lelaki di hadapannya.

“Nggak, Mas. Aku nggak mau ambil risiko,” tegasnya sambil menatap tajam. “Aku tahu kamu sayang sama aku, tapi ada hal-hal yang nggak bisa kita abaikan.”

Jagad menarik napas panjang lalu menyetujui dengan malas. “Oke, oke. Aku pakenya nanti aja, kalau udah mau keluar.”

Sky langsung memelototinya. “Kalau nanti telat, gimana?”

“Aku janji bakal hati-hati. Nggak bakal telat.”

Gadis itu akhirnya hanya bisa mengembuskan napas. Hatinya bimbang, otaknya penuh peringatan. Namun, tubuhnya tidak lagi bisa berbohong.

Jagad mengecup kening Sky sebelum turun ke pipi, hidung, lalu akhirnya menemukan bibir sensual gadis itu yang sudah menunggu. Ciumannya dalam, intens, dan penuh hasrat.

Tangannya membuka paha Sky lebih lebar, jemarinya menelusup masuk, menggoda lipatan feminin yang sudah basah. Sky mendesah tertahan, jemarinya mengait kuat pada helaian rambut lelaki itu.

“Uughh...” Satu lenguhan lagi mencuri keluar dari mulutnya.

Jagad menjawab dengan isapan di puncak dada Sky. Kepala gadis itu terdongak, tubuhnya melengkung, membuat payudaranya semakin membusung masuk ke dalam dekapan mulut Jagad. Sementara jemari lelaki itu terus bergerilya di bawah sana, mengaduk pusat kenikmatan yang membuat Sky semakin liar dalam desahannya.

Satu-satunya yang mereka inginkan saat ini hanyalah melepaskan panas yang membakar segenap tubuh.

Jagad menarik jarinya, membuat Sky melenguh kehilangan. Tangannya mencengkeram pundak lelaki itu, tubuhnya bergetar tidak sabar.

Lelaki itu sedikit menekuk lutut, kemudian menyusup, mencari celah. Sedikit demi sedikit miliknya terisap masuk. Sky menahan napas, lalu terpekik lirih ketika Jagad berhasil memasukinya. Ia memenuhinya, menyesakkannya tanpa sisa.

Gerakan itu segera menemukan ritmenya. Keras, cepat, dan mendesak. Desahan dan erangan mereka berlomba memecah keheningan kamar, membuat atmosfer di sekitar mereka semakin panas oleh aroma percintaan yang menggelora.

Sky ingin membenci dirinya. Ingin menolak. Tapi tubuhnya sudah tidak lagi mau mendengar. Setiap hentakan Jagad membuatnya mabuk. Setiap belaian lelaki itu membuatnya kian larut.

Di tengah-tengah keintiman itu, Sky masih sempat meraih dompet kulit milik Jagad yang tergeletak di sisi tempat tidur. Ia mengeluarkan selembar kondom tipis dan menempelkannya ke dada Jagad.

"Pake ini, Mas."

Jagad mengumpat pelan, tapi menurut. Ia berhenti sebentar, mengenakannya, lalu kembali masuk dengan lebih beringas. Sky menjerit kecil, kepalanya terhentak ke bantal, sementara tangannya mencari-cari pegangan pada bahu bidang lelaki itu.

Tubuh mereka melebur menjadi satu bersama peluh yang membasuh.

Gelombang demi gelombang kenikmatan menelan mereka. Sampai klimaks itu tiba melambungkan mereka berdua. Tubuh mereka mengejang seiring dengan napas mereka yang tersengal.

Hening.

Yang tersisa hanyalah napas mereka yang terengah, peluh yang menempel dan detak jantung yang masih berlari kencang.

Jagad merebahkan kepala di dada Sky. Gadis itu mengusap punggungnya dengan gerakan lambat, penuh sayang, dan sarat akan rasa bersalah.

“Mas, yang kita lakukan ini salah.” Suara Sky terdengar lirih. Masih tersisa sisa-sisa getaran klimaks di tubuhnya.

Jagad tidak segera menjawab. Ia menutup mata, mencium aroma kulit gadis itu. Ia tidak ingin berpikir tentang apa pun selain momen ini.

"Jika mencintaimu adalah kesalahan…” Ia berhenti sebentar, menekan bibirnya ke kulit mulus Sky. "…biarkan aku salah selamanya."

Sky menggigit bibir, matanya mengembun. Bagian terdalam dari dirinya ingin percaya pada kata-kata itu, tapi akalnya terus berteriak bahwa kebersamaan mereka tidak akan pernah diterima.

Sunyi kembali merebak. Sesekali terdengar bunyi klakson samar dari jalan raya di luar jendela hotel. Tapi di dalam kamar hanya ada mereka berdua, terjerat cinta yang tidak seharusnya.

Hingga akhirnya suara ponsel Jagad menginterupsi kebersamaan mereka.

“Shit!” Lelaki itu mengumpat kesal, menyayangkan kenapa tadi tidak mematikan saja benda itu agar tidak seorang pun bisa mengganggunya.

“Dijawab aja, Mas," suruh Sky. “Siapa tahu penting.”

“Nggak ada yang lebih penting daripada kamu, Sky.”

Ucapan lelaki itu membuat pipi Sky merona.

Benda itu terus berbunyi, memaksa pemiliknya untuk menjawab.

"Mas, dijawab aja." Sky membantu Jagad mengambil ponsel dari dalam saku celana lelaki itu yang tergeletak di sebelahnya. "Tante Elma," beritahunya setelah melihat nama yang tertera layar.

Lagi-lagi Jagad berdecak. Penelepon itu adalah mamanya yang saat ini pasti sedang kehilangan dirinya.

Lantaran kekasih hatinya terus memaksa, dengan berat Jagad menjawab panggilan yang tidak ingin ia terima.

“Halo, Ma,” sapanya malas, masih dari atas Sky tanpa melepas penyatuan dengannya.

“Gad, kamu di mana? Dari tadi Mama nyariin kamu. Sky ada sama kamu nggak? Acaranya mau dimulai." Suara di seberang terdengar cemas dan terburu-buru.

Jagad mengatupkan rahang, matanya terpejam sesaat menahan rasa sebal. "Aku lagi ada urusan, Ma. Nanti aku nyusul, Sky nggak lagi sama aku. Mungkin sama temannya."

"Urusan apa? Tamu udah banyak yang datang. Tolong cari Sky."

Sky telan salivanya yang terasa pahit. Tubuhnya menegang. Ia bisa mendengar dengan jelas suara tantenya yang tegas dan penuh dengan tekanan, seakan menarik paksa Jagad keluar dari dunia mereka yang penuh dosa.

"Kamu dengar nggak sih Mama ngomong?" Nada suara di seberang telepon meningkat beberapa oktaf.

"Iya, Ma, dengar. Sebentar lagi aku ke sana," janji Jagad malas.

"Jangan sebentar lagi. Sekarang!"

"Iya, Ma."

Lalu Jagad mematikan panggilan sebelum mamanya mengoceh lagi.

"Mas, aku harus pergi sekarang," putus Sky lirih pada lelaki yang berada di atas tubuhnya.

Lelaki berusia tiga puluh lima tahun itu menatapnya lama, tidak rela berpisah dengannya.

"Mas, aku udah ditunggu," ucap Sky sekali lagi sembari tangannya mengusap punggung Jagad yang basah oleh peluh akibat percintaan panas mereka barusan.

Dengan berat hati Jagad memisahkan penyatuan mereka. Dikecupnya kening Sky sebelum mengangkat tubuh dari atasnya lalu berguling ke samping.

Sky buru-buru mengenakan gaunnya. Dari atas tempat tidur tempatnya berbaring, Jagad hanya bisa memandangi dengan tatapan sendu.

Setelah gaun putih gading yang cantik membalut tubuhnya dengan begitu sempurna, Sky kembali ke tempat tidur. Jagad merengkuh tubuhnya. Dikecupnya kening Sky dengan lembut.

"Jangan sedih ya. Jalani aja dulu. Itu cuma sementara. Jagad dan Sky lebih lama dari selamanya,” ucapnya lembut.

Seulas senyum tipis yang getir membingkai bibir Sky.

"Aku pergi ya, Mas," pamit Sky berat hati.

"Nanti aku nyusul."

Rongga dada Sky mendadak sesak meninggalkan lelaki yang dicintainya hingga dirinya menghilang di balik pintu.

Beberapa saat yang lalu Sky baru saja bercinta dengan sepupunya sendiri, lalu kini dirinya akan bertunangan dengan lelaki lain.

Dan Jagad juga akan hadir di sana.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status