LOGINAlpha Reynold, drawn to Kayla, has a one-night stand with her while drunk. Later, Kayla discovers she's pregnant with the Alpha's child. Her step-sister, Ava, seizes the chance to manipulate Kayla's emotions to get closer to the Alpha and become his bride. Ava deceived Alpha Reynolds, claiming she was the one he slept with, showing fake test results. Despite Reynolds' doubts, he couldn't reject her as she was carrying his child. Unbeknownst to him, Ava struck a deal with Kayla: after giving birth, Kayla would give her baby to Ava and leave the pack forever. But what happens when Kayla herself can't stay away from the pack? What happens when she returns to the pack not as the weak Kayla Hamilton but as a fulfilled powerful Omega?
View MoreLaki-laki bertubuh atletis berkulit putih tinggi sekitar 187 cm. Dengan tatapan yang tajam berjalan dengan santai menyusuri sudut kota. Tatapan yang tak ramah membuat siapapun enggan mendekat padanya. Masa kecilnya ia habiskan di panti asuhan sedangkan masa remaja ia habiskan di jalanan. Kehidupan jalanan yang keras membuat hidupnya tak tentu arah. Berkelahi, Drugs, Miras, makanan sehari-hari baginya. Meski satu yang tak akan pernah ia lakukan sekalipun ia hidup di jalanan yaitu main perempuan dan seks bebas. Karena ia tak ingin membuat kesalahan seperti yang di lakukan kedua orang tuanya. Alasan mengapa ia sampai di tinggalkan di panti asuhan. Andra adalah anak seorang wanita korban pemerkosaan.Dan sang ibu terpaksa menaruh Andra di panti asuhan karena beliau masih trauma dan merasa belum siap untuk menjadi seorang ibu. Tapi yang jadi masalah adalah Tysa ibu Andra ini tidak pernah menjenguk Andra hingga Andra beranjak dewasa dan memutuskan hidup di jalanan. Luka itu sudah lama terkubur. Tersimpan rapat dalam hati laki-laki itu. Kenangan yang selalu menggiringnya untuk mencicipi miras untuk sekedar melupakan kenangan menyakitkan itu. Hingga ia bertemu Hiro. Laki-laki yang ahli dalam bidang bela diri. Ia tertarik dengan karakter Andra yang kuat. Hingga beliau mengangkat Andra sebagai putranya. Hiro mengasah kemampuan bela diri Andra hingga Andra menjadi sangat mahir dia mampu melawan sepuluh orang dalam sekali pertarungan. Sosok Andra begitu misterius. Hingga suatu hari terjadilah sebuah tragedi yang tak dapat Andra lulakan seumur hidupnya. Malam itu begitu sunyi Andra masih terjaga di kamarnya. Tiba-tiba terdengar suara berisik dadi balik pintu.
"Brak....!!!"
"Drak...!!"
"Buggkh!!!" Andrapun ingin keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi namun ketika ia ingin membuka pintu kamar, pintu kamar itu tidak bisa terbuka. Seseorang menguncinya dari luar. "Kenapa tidak bisa di buka?" tanya Andra. Suara berisik itu berakhir dengan suara tembakan yang begitu jelas terdengar hingga membuat badan Andra bergetar hebat.
"Dorrr!!!"
"Dorrr!!!"
"Ayah!!!!!!!" Teriak Andra.
"Buka pintunya!!!!" Andra berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu yang berdiri tegak di hadapannya.
"Ayah!!!!" Panggil Andra ia tampak cemas. Ia sangat takut terjadi sesuatu dengan ayah angkatnya itu. "Brakkk!!!" Andra berhasil menendang pintu itu hingga akhirnya pintu itu terbuka. Ia terkejut melihat kursi di balik pintu kamarnya yang seolah sengaja di letakkan untuk mengganjal pintu itu agar tidak bisa di buka.
"Siapa yang meletakkan kursi ini di sini?"
"Apakah ini perbuatan ayah?"
"Lantas dimanakah ayah sekarang?" tanya Andra sambil terus menyusuri ruang demi ruang untuk memastikan keberadaan sang ayah. Mata Andra terbelalak melihat tumpahan darah di lantai. Keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuh ya.
Matanya terbelalak ketika ia menemukan Hiro sang ayah angkat sudah tergeletak bersimbah darah. Andra merasa lemas melihat luka tembak di dada sebelah kanan dan di dahi sang ayah.
"Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Andra yang masih terguncang.
Andra menangis histeris. Di samping tubuh ayah angkatnya yang bersimbah darah. Air matanya pecah saat ia tahu jantung sang ayah telah berhenti berdetak. Tubuh itu kaku darah segar masih tertumpah di lantai. Hari itu hari yang tak akan pernah bisa Andra lupakan. Karena di hari itu orang yang sangat berarti dalam hidupnya pergi dengan cara tragis.
"Siapa yang melakukan ini padamu?"
"Aku bersumpah tak akan membiarkan orang itu hidup lebih lama!"
"Aku akan membuat dia membayar semua yang dilakukannya padamu!"
"Ini janjiku!" ucap Andra sambil merengkuh jasad Hiro.
Hari itu rasanya seperti langit serasa runtuh. Hidupku mulai terasa kosong. Satu-satunya orang yang berarti dalam hidupku pergi meninggalkanku.
Aku hanya bisa terdiam melihat jasad beliau. Beliau meletakkan kursi di depan kamarku pasti untuk menyelamatkan ku.
"Seharusnya aku yang melindungimu!"
"Kenapa engkau berkorban seperti ini?"
"Tahukah engkau aku sangat membutuhkanmu... Ayah!!" Tangisku pecah.
"Seberapa besar rasa kehilangan yang menyergapku tak mampu membawamu kembali."
"Jika ini suratan takdir mengapa rasanya sekejam ini!"
"Aku dibesarkan di panti asuhan tanpa kasih kedua orang tua.. dan kini saat aku menemukan ayah angkat malah beliau pergi dengan cara setragis ini."
"Apa ini karena nasibku yang sial?"
"Ataukah takdir yang terlalu kejam," gumam Andra.
Hari demi hari berlalu. Andra menggantikan sang ayah memimpin sebuah perkumpulan bela diri terbesar di kotanya. Hingga suatu ketika ia diminta untuk menjadi Bodyguard untuk seorang putri dari seorang pengusaha besar yang sangat berpengaruh di kota tempat Andra tinggal.
Karena persaingan bisnis hidup Diandra dalam bahaya. Karena itu sang ayah mencarikan seorang pengawal untuk melindungi sang putri.
"Dimana pemimpin kalian?" tanya seorang pengawal anak buah dari Angkasa Raditya ayah dari Diandra.
"Ada keperluan apa anda mencari ketua?" balas salah satu anak buah Andra.
"Aku di tugaskan Tuan Angkasa Raditya untuk mencari bodyguard untuk melindungi putri kesayangannya."
"Dan beliau siap membayar dengan harga tinggi asal keselamatan putrinya terjamin."
"Saya rasa ketua kalian adalah orang yang tepat untuk mengemban tugas ini," ucap kaki tangan Angkasa Raditya.
"Saya tidak yakin ketua akan mau menerima tawaran anda," balas kaki tangan Andra penuh keraguan.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?"
"Apa beliau punya syarat dan ketentuan tersendiri?" tanya ajudan Angkasa Raditya merasa penasaran.
"Beliau hampir tidak mau terjun langsung untuk menjadi pengawal pribadi."
"Beliau menerjunkan kami untuk mengemban tugas sebagai bodyguard atau pengawal pribadi untuk mewakili beliau."
"Tapi kami dibekali ilmu beladiri yang mempuni dan yang beliau pilih adalah orang yang sudah menguasai teknik beladiri dengan sangat baik jadi tidak sembarangan," terang kaki tangan Andra.
"Tapi apa bisa saya mencoba bicara langsung pada beliau?" ucap ajudan itu seraya meminta ijin.
"Ya sudah."
"Tunggu disini sebentar!" pesan kaki tangan Andra.
Tak berapa lama Andra keluar menemui kedua orang itu.
"Ada apa?" tanya Andra.
"Kenalkan saya Abraham!"
"Tujuan saya kemari adalah untuk menawarkan suatu tugas untuk anda."
"Dan ketua saya akan memberikan imbalan yang pantas untuk itu."
"Apa anda bersedia menjadi pengawal pribadi putri Angkasa Prasetya?" tanya Abraham yang merupakan ajudan ayah Diandra.
"Kenapa atasan anda percayakan tugas ini pada saya?" tanya Andra balik bertanya.
"Karena cuma anda yang bisa melindungi Nona Diandra."
"Anda memiliki semua kriteria itu," jawab Abraham tanpa mengurangi rasa hormatnya.
Andra hanya tersenyum simpul. Selama ini ia hanya terjun langsung sebagai pembunuh bayaran.
Tapi karena kecerdasannya ia bisa lolos dari jerat hukum. Hingga Angkasa Prasetya mendengar semua profil mengenai Andra yang menurutnya Andralah yang paling cocok dengan tugas itu.
KAYLA'S POV."She's pregnant!" the physicians exclaimed as Reynold batted his eyelashes in my direction, a twisted expression on his face as he approached."She's what again? You had better be sure of your words." He issued a warning, and the doctors nodded and smiled."This is my job, and I really do assure you that not a single mistake would happen from my end, so yes, I know what I'm saying, and Miss Kayla here is pregnant." The motor replied once more, and I sat transfixed in my chair, unsure what to say."Are we having a baby?." Reynold inquired as he walked closer to him, his face devoid of expression, which disturbed me."Kayla! Did you hear that? We're having a baby!" He roared again, this time flooded all over me, and a sigh from my lips as he drew me into a warm hit, dropping on his feet, pulling closer to my tummy, and placing a peck there."I'll leave you two now to your privacy, but it is important that she needs treatments, and certain tests also need to be run." The doc
ALPHA REYNOLDS' POV."What do you mean by that?." I inquired, drawing closer to her as every conceivable wave of panic overtook me. Listening to her riles me up; as much as I doubted Ava's ability to be a mother, I also doubted her as someone and something else entirely."Why are you so surprised?! I would never have given a fuck about having children; you saw it with Jackson, and I was never pregnant either, and I guarantee you, there are things you can do, but you will never get the truth out of me." Ava explainedAs I approached her, I heard a high-pitched noise in my head."Oh, you had better start talking now; you think I'd give two fucks about you? After all of these sicknesses, did you pull a stunt? I asked, trying so hard to keep my rose buried, and it broke me down. "All I need is your word, and I will tell you everything, but first you have to promise I will not be harmed in any way."/I was desperate, but it still looked like a deception to me. Everything about her and the
ALPHA REYNOLDS' POV."Oh you poor thing, I am sorry. I should have been with you, stayed by your side. I'm sorry, Kayla. If you can hear me, then I want you to know that I am sorry for having the slightest doubt that you could have gone away on your own accord"" I'm sorry for making myself into a bloody, ungrateful person, a maniac at that. I'm sorry for not putting in more effort to find you. I am sorry for every fucked up thing that had happened."I wrapped my arms firmly around hers, not sure I could keep up anymore; I was insanely in love with her; I knew it the moment she left, the minute I held the letter in my hands, that I couldn't exist without her; I knew it the moment I cast my gaze over her, that nothing else mattered except her, and after hearing what Wilson had to say.I was determined to hold her in high regard; perhaps Wilson was spiteful and intended to get under my skin, but that didn't change the fact that what he said was nothing but the blatant truth, which left
ALPHA REYNOLDS' POV.As I felt sick to my nerves, a disgusted expression spread across my face."We can explain; it's not what you think to calm down Reynolds," she said, her voice breaking as she said."Explain what!" You bloody ingrate, you bounce around, pretending like I've been the worst to you, and you've got the bloody nerve to come up here and let yourself get fucked. Are you fucking crazy?""What the fuck is wrong with you?" I inquired as she shook with terror; the more she maintained her fake attitudes, the more enraged I became. I despise liars, cheaters, and backstabbers."I know you've been up to no good all along, so how about we do this the bloody easy way? Now tell me, where the hell is Kayla?" I asked, enraged.I was indignant and suspicious because of the way she spoke and acted throughout, yet all I had in my thoughts were ideas. With her, I knew I had to play smartly."I don't know what you are talking about." She lied, exactly like I had expected her to. I glanced












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews