Home / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Kakak Perempuan?

Share

Kakak Perempuan?

Author: Dita SY
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-17 09:00:56

Barta mengusap wajah berkali-kali, menyesali kejujuran yang pada akhirnya akan mendapatkan penolakan untuk kesekian kali.

Namun saat mengingat ciuman tadi, ada getaran aneh yang tidak pernah dirasakan selama ini.

Barta tersenyum simpul, memegang bibir yang masih terasa manis.

*

*

*

Bandung~

Setelah seharian melewati perjalanan panjang Jakarta-Bandung. Dirga memutuskan beristirahat lebih awal.

Di dalam kamar sunyi, setelah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Rahma Yulianingtia
terlalu lama. ceritanya dah kemana mana.
goodnovel comment avatar
Harsa Amerta Nawasena
Prams bakalan balas dendam dengan keluarga Dirga, Febby dan Andi. Semoga sebelum Prams balas dendam, Sisca sudah pulih total dan mengirimkan gugatan pidana kepada Hengky dan Prams.
goodnovel comment avatar
Rofaida Zulfana
... aku kira dah sampai
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 643: Kebenarannya

    Begitu bel istirahat berbunyi, Farah langsung berlari menemui Dylan di depan kelasnya.Dengan kedua tangan kecilnya, ia menyodorkan robot superhero milik Zidan yang sudah kembali ke dalam pelukannya.​"Kak Dylan, lihat! Robot Zidan sudah ketemu!" seru Farah dengan wajah berseri-seri.​Dylan yang sedang merapikan buku langsung menoleh. Matanya membelalak melihat mainan itu."Dari mana kamu dapat ini, Farah? Kamu yang ambil ya?"​"Bukan Farah!" bantah Farah cepat. "Ini dari Biru, Kak. Dia yang balikin tadi di pagar belakang. Dia bilang dia merebut mainan ini dari anak jalanan lain yang mencurinya. Wajah Biru sampai babak belur karena berkelahi demi mengembalikan robot ini!"​Dylan mengambil robot itu dari tangan Farah, membolak-baliknya dengan tatapan penuh kecurigaan."Farah, kamu jangan mudah percaya! Bagaimana kalau si Biru itu sebenarny

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 642: Mainan Itu!

    Tiga hari berlalu tanpa ada tanda-tanda kehadiran Biru di balik pagar belakang sekolah.Farah hampir saja putus asa, hingga akhirnya pada suatu siang yang terik di jam istirahat, ia melihat siluet kurus itu kembali berdiri di balik pagar kawat yang menjulang tinggi.​"Biru!" seru Farah gembira, langsung berlari kecil menghampiri pagar.​Namun, begitu jarak mereka semakin dekat, senyum di wajah Farah langsung memudar, digantikan oleh rasa terkejut yang luar biasa."Biru, kamu kenapa?"Wajah Biru yang biasanya tampan meski kusam, kini dipenuhi luka memar keunguan di pipi dan pelipisnya. Sudut bibirnya pecah dan tampak bercak darah yang sudah mengering.​"Biru, kamu baik-baik saja 'kan?" tanya Farah panik, kedua tangan kecilnya mencengkeram kawat pagar.Biru hanya diam, berusaha menyembunyikan wajahnya."Wajah kamu kenap

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 641: Roti Coklat

    Pagi yang cerah di kediaman Dirga. Saat ini Febby sedang memasukan makan siang ke dalam tas anak-anaknya."Mom, Biru suka banget sama roti coklat itu, katanya enak. Roti buatan Mommy memang nggak pernah gagal," ucap Farah.Febby tersenyum bahagia. "Kalau begitu hari ini kamu bawa banyak roti untuk Biru dan ibunya ya. Untuk adik atau kakaknya juga, siapa tahu mereka mau.""Okay Mom. Makasih ya Mommy," ucap Farah, senang."Sama-sama, Sayang."Setelah selesai menyiapkan bekal, kedua anak-anak itu dijemput supir pribadi mereka yang membawa mereka ke mobil.Suasana ruang makan kembali hening. Di meja makan, hanya ada Dirga yang duduk terdiam menatap cangkir kopi yang sudah mulai mendingin.Di hadapannya, Febby sedang sibuk merapikan piring tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Keheningan ini terasa begitu menyiksa bag

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 640: Kecewa

    "Kamu terlalu memanjakan Dylan Mas!" omel Febby saat suaminya baru saja pulang bekerja.Biasanya dia selalu disambut hangat oleh sang istri, tetapi sekarang ... Febby justru marah-marah.Tak ingin memperpanjang masalah sepele, Dirga melangkah ke kamar untuk membersihkan tubuh, lalu ke kamar Jagoan Kecil-nya.Suasana rumah megah itu terasa sangat dingin malam ini.Setelah Dylan ditenangkan oleh ayahnya dan tidur di dalam kamar, Dirga dan Febby akhirnya memiliki waktu berdua di kamar utama.Namun, bukannya kemesraan yang biasanya mereka bagi, ketegangan hebat justru menyelimuti ruangan itu.​Dirga berdiri di dekat jendela kaca besar, sementara Febby duduk di tepi ranjang dengan menyilangkan kedua tangannya.Matanya menatap Dirga dengan penuh kekecewaan.​"Kenapa kamu malah mendukung pemikiran Dylan yang seperti itu. Dyl

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 639: Ngambek

    Sore itu, suasana di dalam rumah mewah Dirga terasa sangat tegang.Begitu mobil jemputan sampai di rumah, Farah langsung berlari masuk ke dalam pelukan Febby yang sedang menunggu di ruang tengah.Tangisnya yang sempat mereda selama perjalanan pulang kini pecah kembali.​"Mommy! Kak Dylan jahat! Tadi Farah dimarahin di sekolah sampai nangis!" adu Farah sambil sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di balik daster yang dikenakan Febby.​Febby yang terkejut langsung mengusap punggung putrinya dengan lembut. Tak lama kemudian, Dylan melangkah masuk dengan wajah ditekuk dan tas ransel yang masih tersampir di pundak.​"Dylan, coba sini. Mommy mau bicara," panggil Febby dengan nada suara yang serius."Ya Mom .... ""Kenapa kamu membentak adikmu di sekolah sampai dia menangis begitu? Kakak kelas tiga harusnya mengayomi adiknya, bukan malah bi

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 638: Kemarahan Dylan

    "Makasih, kamu baik sekali," ucap Biru. "Kamu juga cantik," pujinya kemudian.Farah hanya tersenyum lembut. Sementara Biru terus menatap anak perempuan itu."Aku sering bertemu dengan anak orang kaya yang sombong dan jahat, ternyata kamu nggak," tambah Biru."Apa kamu mau berteman sama aku, Biru?" tanya Farah.Biru langsung mengangguk. "Tentu, Farah."Makasih ya, Bi .... ""Farah!"​Sebuah teriakan lantang yang sangat familier tiba-tiba memecah keheningan di sudut halaman belakang itu.Dylan berjalan cepat dengan langkah lebar, wajahnya tampak sangat tegang dan keningnya berkerut dalam.Ia baru saja ke luar dari gedung kelas tiga dan sengaja mencari adiknya ke area taman bermain kelas satu.​Mendengar suara langkah kaki yang mendekat dengan cepat, Biru yang berada di bal

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status