Home / Romansa / Ah! Mantap Sekali Mbak / Bab 35. Surat-Surat Dari Roni

Share

Bab 35. Surat-Surat Dari Roni

last update publish date: 2026-02-20 20:21:07

"Papa, di mana Roni? Kenapa Papa pulang sendiri?" tanya Miya yang menunggu di sofa. Begitu mendengar suara mobil, ia langsung keluar, tapi yang dilihatnya hanya ayahnya saja.

"Roni masih perkenalan di kantor. Papa pulang duluan karena ada sesuatu yang ingin Papa kerjakan di rumah," jawab Tuan Bram.

"Katanya mau jagain Roni, sekarang Papa malah pulang duluan. Pasti banyak yang merayunya di sana," ujar Miya dengan wajah cemberut.

"Sudah, kamu tenang saja. Tidak ada yang seperti yang kamu pikirkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 193

    Terlihat Maria mulai sibuk melihat-lihat berkas kantor. Awalnya semua berjalan lancar sampai akhirnya dia menemukan sebuah berkas yang cukup rumit, yaitu tentang proyek yang masih tertahan karena banyaknya anggaran yang ditarik oleh beberapa pengusaha yang memutuskan kerja sama dengan perusahaan. Melihat itu, Maria langsung memanggil sekretarisnya.“Tolong buatkan saya jadwal pertemuan dengan beberapa nama di sini. Kalau bisa secepatnya, saya ingin berbicara dengan mereka yang memutuskan kerja sama dengan perusahaan setelah persetujuan pembangunan proyek ini,” pinta Maria. Sepertinya dia sudah punya rencana untuk memberi peringatan kepada mereka yang berani mengkhianati perusahaan saat sedang menghadapi masalah serius.“Baik, Nona. Akan saya segera lakukan. Saya senang akhirnya perusahaan berani bertindak. Sebelumnya Tuan Muda Bara tidak pernah berpikir untuk menangani ini. Saya rasa Anda lebih berani daripada Tuan Muda,” ujar sekretaris itu.“Tolong jangan bandingkan saya dengan siap

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 192

    Setelah selesai menyiapkan semua persiapan, Xyro dan Bara pergi beristirahat, masuk ke kamar tidur masing-masing di mana istri mereka sudah menunggu.Setibanya Xyro di kamarnya, dia melihat Maria sepertinya baru saja selesai menelpon kedua orang tuanya di Amerika. Xyro menghampirinya sambil memeluk dari belakang.“Habis nelpon sama siapa?” tanya Xyro.“Itu tadi papa dan mamaku, menanyakan kabarku di sini, dan aku bilang semua baik-baik saja,” jawab Maria.“Oh baguslah, lalu apa mereka tidak menanyakan aku?” tanya Xyro.“Tadi sih mama menanyakan, dan sekalian aku juga memberi tahu mereka kalau kamu mau pergi ke tempat kecelakaan pesawat papa kamu. Papa mau ikut tapi tidak jadi karena banyak urusan. Oya, Xyro, kenapa kamu harus ikut? Di sini aku sama siapa dong? Aku masih terlalu canggung dengan keluargamu, baru sehari kamu sudah meninggalkanku,” kata Maria, gimanapun juga dia butuh sosok suaminya untuk mengawali lebih dekat dengan keluarga. Sayangnya, Xyro malah pergi sementara dia mas

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 191

    Sementara Xyro tiba di mana mamanya menunggu, "Cepat katakan apa maksud semua ini, kenapa bisa-bisanya kamu pulang membawa wanita lalu berkata bahwa kamu sudah menikah, cepat Mama mau dengar sekarang juga," ungkap Miya langsung mengintrogasi putranya."Ceritanya panjang Ma, kalau diceritain bisa lima episode Ma hehe.." kata Xyro malah bercanda sementara mamanya sedang serius."Mau Mama jewer kamu ya, kamu kira ini film apa, cepat Mama gak mau tahu pokoknya kamu beritahu Mama alasannya semuanya gak ada yang boleh tertinggal, dan ingat jika sesikit saja kamu berbohong Mama gak akan restuin kamu mengerti?""Baik Ma, astaga halak bener Mama ini, padahal baru kemarin saja sembuhnya.""Gak peduli cepat...""Baik Ma ah elah... jadi begini Ma, aku menikah awalnya itu...." Xyro pun menceritakan semuanya secara detail terkait dirinya yang menikah muda tanpa sepengetahuan sang mama bahkan semua keluarga kecuali Alo dan Sasa."Tapi tenang Ma, Xyro gak sembarang kok milih istri, Maria itu wanita y

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 190

    Karena sekarang Bara berada di Surabaya, dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah neneknya, di mana mamanya juga berada. Dia sekalian ingin memberitahu mamanya kalau dia akan pergi ke hutan, tempat pesawat papanya jatuh, untuk mencari papanya kembali.Sesampainya di rumah neneknya, Bara melihat mamanya sedang mengobrol bersama Miya dan juga neneknya. Ketiga wanita itu masih sibuk berbincang entah apa yang mereka bicarakan.“Eh Bara, kok nggak bilang-bilang sama mama kalau kamu akan datang?” tanya Mbak Maya.“Iya, Ma. Tadi Bara habis ngurus sesuatu di Surabaya, jadi sekalian mampir deh,” jawab Bara.“Sebentar, ada apa denganmu? Kok kamu terlihat kacau sekali. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Apa kamu menghadapi kesulitan, sayang? Cepat beritahu tante. Tante tahu betul kamu,” tanya Miya dengan jeli, sebab memang kondisi Bara saat ini sedang banyak masalah dan pikiran, membuat wajahnya juga terlihat jelas berbeda dari biasanya.“Eee... sebenarnya, Ma, Tante... maafin Bara. Sepertiny

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 189

    Keesokan harinya, Bara pun datang ke markas besar Tuan Kim sendirian dengan niat mengambil Sera kembali. Baru saja ia tiba di gerbang masuk, ia langsung dihalangi oleh penjaga di sana karena Bara sudah mereka kenal sebagai pengkhianat sebelumnya.“Hai, dasar pengkhianat! Untuk apa kau datang lagi kemari? Di sini kau tidak diterima lagi,” ungkap salah satu penjaga di sana.“Aku hanya ingin anakku. Di mana dia? Aku tahu dia pasti di sini,” kata Bara, tentu saja tidak akan pergi sebelum mendapatkan Sera.“Haha… lihat, bahkan kau mengaku bahwa cucu Tuan Besar adalah anakmu. Sampai kapan pun kami tidak akan memberimu masuk.”Tidak peduli dengan perkataan mereka, Bara langsung menerobos masuk yang menyebabkan para penjaga itu geram dan langsung menyerang Bara. Di sini mereka bukanlah apa-apa bagi Bara. Dengan mudah Bara menjatuhkan mereka. Tapi makin banyak pula penjaga yang datang dan menyerang, membuat Bara kewalahan. Namun, ia tak mau menyerah, ia terus melawan hingga waktu Bara hendak t

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 188

    Dengan kedua tangan mengepal, Bara menundukkan wajahnya sambil menatap ke depan. Dia melamunkan semua kenangan indah di dalam keluarganya. Semua itu terus dia bayangkan, dia ingin sekali semuanya kembali lagi. Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar.“Masuk,” pinta Bara, dan orang itu masuk. Ternyata sekretarisnya.“Maaf, Tuan Muda, mengganggu Anda. Saya hanya ingin memberitahu bahwa ada seseorang yang ingin bertemu Anda,” ucap sekretaris itu.“Ya, silakan dia masuk,” kata Bara tanpa berpikir panjang, dan dia sendiri tidak tahu siapa yang datang.Setelah sekretaris itu keluar, sosok wanita muncul. Betapa terkejutnya Bara, ternyata yang datang adalah mantan dosennya, siapa lagi kalau bukan Ibu Luna. Entah apa maksudnya datang, yang pasti Bara kaget dengan kehadirannya.“Anda… apa masalah apa Anda datang ke kantor saya?” tanya Bara langsung.“Gak usah canggung juga kali, biasa saja. Bagaimanapun saya ini kan ibu dari anak kamu, sayang. Ibu ke sini hanya ingin menemu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status