Terikat Denganmu

Terikat Denganmu

last update最終更新日 : 2026-07-04
作家:  Kayulla Riella連載中
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
評価が足りません
40チャプター
424ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Dark Romance

Posesif

Obsesif

Protektif

Diam-diam Perhatian

Psikologi

Cinta Sejati

Genre: Drama, Romance, Psychological, Slow-burn, Healing Kayulla Abriella datang untuk melupakan. Ia meninggalkan masa lalu yang penuh luka — dan bersumpah tidak akan pernah terikat lagi pada siapa pun. Sampai ia bertemu Lucas Rustichel. CEO muda yang dingin, dominan, dan tidak pernah percaya pada cinta. Pria yang seharusnya ia hindari… justru menjadi satu-satunya orang yang mampu menembus pertahanannya. Namun hubungan mereka bukan tentang romansa manis. Itu tentang dua jiwa terluka yang saling mengenali kegelapan satu sama lain. Semakin dekat mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak. Dan semakin jelas bahwa keterikatan ini bukanlah kebetulan. Karena kali ini, yang dipertaruhkan bukan hanya hati. Tapi masa lalu yang bisa menghancurkan segalanya. “Kadang, yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan…melainkan saat kita tahu, kita memang tidak seharusnya bersama.”

もっと見る

第1話

Bab 1 — Prolog

Suara detak jam terdengar jelas di ruang rawat itu. Bau obat-obatan memenuhi udara. Seorang wanita muda duduk di atas ranjang pasien, tubuhnya kurus, wajahnya pucat. Dialah Kayulla Abriella, 24 tahun, perempuan yang baru saja melewati masa paling kelam dalam hidupnya.

Empat pria berdiri di sekelilingnya. Tidak ada yang berbicara.

Darwin… pamannya. Lalu tiga kakaknya—Arjuna, Xavier, dan Raffa. Semua menatapnya dengan cara yang sama. Cemas. Takut. Dan… tidak tahu harus berbuat apa.

"Apa benar dia sudah bisa pulang, Dokter? Dia… beneran udah boleh pulang, Dok?" tanya Darwin dengan suara serak menahan khawatir.

Dokter menatapnya lembut. "Secara fisik, kondisi pasien sudah jauh membaik. Tetapi... untuk traumanya, itu butuh waktu. Mohon pastikan dia tidak dibiarkan sendiri terlalu lama. Bantu dia menemukan alasan untuk hidup kembali."

Darwin menganggukkan kepalanya pelan. "Baik, Dok. Kami akan menjaga dan mendampinginya."

Setelah dokter berpamitan, keheningan kembali menyelimuti ruangan itu. Hanya suara jam dinding yang terdengar.

"Bagaimana? Sungguh bisa pulang?" tanya Juna pada pamannya, Darwin.

"Ya, kita siap-siap sekarang." jawab Darwin sembari melangkah menuju ranjang pasien milik Kayulla.

"Yulla..." panggil Darwin sambil duduk di tepi ranjang. Tangannya menggapai jemari Kayulla yang dingin. "Kita pulang ya sayang. Kita mulai semuanya dari awal."

"....." Tidak ada jawaban.

Kayulla tidak bereaksi. Bahkan saat tangannya disentuh, jemarinya tidak membalas.

Tiga Bulan Kemudian

Pagi itu, aroma masakan hangat memenuhi ruang makan keluarga Anderson. Empat pria duduk mengelilingi meja, sementara Kayulla duduk diam di ujung, menatap piringnya tanpa ekspresi, dan mulai makan dengan tenang.

Darwin berdeham pelan, tampak ragu. Dia melihat bergantian pada tiga keponakannya, meminta dukungan.

Arjuna memberi anggukan kecil, Xavier mengedipkan kedua matanya memberi isyarat, sementara Raffa hanya mengangkat jempol, meski wajahnya terlihat tegang.

Akhirnya Darwin menarik napas panjang dan bersuara lembut "Yulla..."

"....." Tidak ada respon. Wanita itu tetap fokus pada potongan ayam di piringnya.

"Paman dan ketiga abangmu sudah memutuskan sesuatu," ucap Darwin hati-hati. "Kami ingin kau melanjutkan kuliah di Arcadia University.

Kayulla menghentikan gerak sendoknya. Ia diam sejenak, lalu meraih gelas dan meneguk air dengan perlahan. Setelah itu, tatapannya mengarah pada Darwin — dingin, datar, namun menusuk.

"Untuk apa?" suaranya pelan tapi tegas.

Darwin menelan ludah. "Kau harus melanjutkan hidupmu, Yulla. Bertemu orang-orang baru, melihat dunia luar. Kami tak ingin kau terus terkurung dalam bayangan masa lalu. Di Arcadia, kau bisa memulai semuanya dari awal."

Hening.

Beberapa detik terasa seperti menit. Akhirnya, Kayulla berkata pelan, "Baiklah... Aku akan masuk Arcadia. Tapi ada syaratnya."

Keempat pria itu serentak menatapnya—terkejut sekaligus bahagia. Itu adalah pertama kalinya Kayulla berbicara sejak tragedi nahas itu terjadi.

"Apapun, Sayang." sahut Darwin penuh haru. "Katakan. Paman akan kabulkan."

"Aku ingin tinggal di apartemen. Sendiri." ucap Kayulla.

Keheningan kembali turun.

Raffa menatapnya tajam. "Apa? Tidak! Itu tidak bisa! Keadaanmu bahkan masih belum stabil. Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu? Paman, jangan ijinkan!" ucap Raffa dengan marah.

Kayulla menghela napas datar. "Tidak tinggal di apartemen, maka aku tidak akan masuk Arcadia." Nada suaranya datar, tapi tegas. Final.

"Apaa ...." Mendengar itu, keempat pria yang ada disana terkejut dengan keputusan final yang Kayulla utarakan.

"Tidak tinggal di apartemen, tidak kuliah." lanjutnya, lalu berdiri meninggalkan meja makan dan melangkah pergi tanpa menoleh ke belakang.

Hening menyelimuti ruang makan setelah kepergian Kayulla, mereka sibuk dengan pikiran rumitnya.

"Paman, tolong jangan izinkan itu!" seru Xavier yang kalut akan perasaannya. "Adik kecilku belum sembuh sepenuhnya!"

Darwin hanya menunduk, mencoba menenangkan mereka. "Paman akan coba bicara lagi dengannya." katanya pelan. Tapi bahkan dari nada suaranya, mereka tahu, dia juga ragu.

"Bagaimana jika dia tetap kekeuh dengan keputusannya ?" tanya Raffa yang menunjukkan wajah tertekannya.

"Kita coba." ucap Arjuna yang langsung meminum air putihnya.

"Tapi dia keras kepala." ucap Raffa dengan meminum kopinya dengan kasar.

Arjuna langsung bangkit dari tempat duduknya, bergegas pergi.

"Mau kemana?" tanya Raffa.

"Menemui Yulla." jawab Juna yang langsung pergi meninggalkan ruang makan.

Sepeninggal Arjuna, keheningan kembali menyelimuti ruang makan itu.

"Paman, aku tidak ingin dia tinggal sendiri." ucap Raffa dengan lesu.

"Tenangkan dirimu Raffa, Kayulla hanya mengatakan untuk tinggal sendiri di Apart, bukan melarang kita untuk datang berkunjung." ucap Darwin dengan memegangi kepalanya.

Dan bagaikan tersengat listrik, baik Darwin, Xavier dan Raffa sama-sama terkejut dengan kalimat barusan.

Secara serempak, mereka saling berpandangan. Seperti telepati, mereka langsung mengerti dan tahu apa yang harus dilakukan.

Dan dengan kompak, mereka langsung bangkit dari kursi masing-masing dan bergegas menuju kamar Kayulla.

Berharap, Kayulla dapat menimbang lagi keputusannya dan mencari jalan tengahnya.

️Di Kamar Kayulla

Tok tok tok ...

"Yulla... ini abang. Boleh abang masuk sayang?" ucap Juna.

Tidak lama kemudian, terdengar bunyi kunci berputar. Pintu terbuka sedikit, lalu berhenti di sana. Arjuna mendorongnya pelan, melangkah masuk.

Ia melihat adiknya duduk di atas kasur, menatap layar televisi yang menampilkan anime favoritnya. Wajahnya tenang, tapi bukan tenang yang damai, melainkan kosong.

"Yulla ...." panggil Arjuna lembut, lalu duduk di depannya. "Abang boleh tahu tidak, kenapa kau ingin tinggal di apartemen?"

"....." Kayulla tidak menjawab. Pandangannya tetap ke layar televisi.

Beberapa detik kemudian, Darwin, Xavier, dan Raffa masuk dengan langkah pelan. Mereka berdiri di belakang Juna, menatap adik mereka yang diam membisu.

"Abang hanya ingin tahu apa yang kau rasakan dan apa yang kau inginkan." ucap Juna saat tidak ada respon dari adiknya.

Darwin : "..."

Xavier : "..."

Raffa : "..."

'bagaimana cara memberitahu bahwa aku muak dengan kalian.' batin Kayulla.

Kayulla merasa bahwa keluarganya selalu mengganggunya, sedangkan dia hanya ingin sendiri dan tidak mau di ganggu. Tapi baik paman maupun ketiga abangnya, mereka selalu tidak membiarkan dia sendirian.

Keheningan panjang menyelimuti kamar itu. Hanya suara dialog anime yang terdengar samar.

Akhirnya, dengan Kayulla yang masih menatap layar televisi, dia berbisik pelan, "Kalian bilang aku harus melanjutkan hidup, kan?"

Empat pria itu menatapnya.

"Aku ingin memulai semuanya dari awal," lanjutnya lirih. "Tapi... sendiri. Selama ini kalian tidak membiarkanku sendirian, itu membuatku sesak, dan aku muak." ucap Kayulla yang berhasil menusuk hati keempat pria itu.

Keempat pria itu terdiam. Tidak ada yang berani menentang, karena di balik suara pelan itu, ada luka yang dalam. Luka yang belum sembuh... tapi mulai berani bicara.

Dan di situlah, awal dari perjalanan baru Kayulla dimulai.

-----

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
40 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status