Chapter: Bab 180Keesokan paginya Roni dan Meli turun dari bukit untuk kembali ke gubuk. Setibanya di gubuk, alangkah terkejutnya mereka saat melihat tempat itu sangat kacau. Semua gubuk yang ada hangus terbakar, banyak mayat-mayat berserakan di sana, baik laki-laki maupun perempuan, dan juga suara tangis semua anak mereka yang memeluk orang tua mereka yang sudah tak bernyawa.Ya, sepertinya itu adalah bekas pembantaian dari suku luar. Tak ada tersisa satupun orang dewasa di tempat itu. Meli yang melihat kejadian itu segera mencari sosok sang ayah. Kepanikan mulai terasa saat dia tak juga kunjung menemukan papanya, hingga di bawah pohon besar Roni melihat sebuah tongkat tertancap di tanah dengan kepala kepala suku berada tertancap di atasnya. Dengan berat hati Roni pun memberitahu Meli mengenai papanya yang juga menjadi korban.Meli yang melihat kenyataan itu langsung menangis histeris. Bagaimana tidak, sosok ayah yang selalu dia cintai dan sayangi berakhir dengan kepalanya dipenggal dan dipajang di a
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Bab 179Kembali ke Roni. Pagi harinya, ia dibawa menghadap ke seluruh anggota suku. Ya, hari ini adalah hari penentuan: apakah Roni akan diusir atau diizinkan tinggal beberapa hari lagi di tempat itu.Namun, seperti yang sudah bisa ditebak, Tuan Taka sangat menginginkan agar Roni segera pergi. Tanpa basa-basi, ia pun langsung mengambil alih keputusan.“Baik, saya akan mengingatkan kalian tentang peraturan yang berlaku di suku kita. Bahwa orang asing tidak boleh terlalu lama tinggal di dalam suku ini. Oleh karena itu, hari ini adalah batas waktunya. Jika dia tidak mau pergi, maka dia harus dibunuh,” ujar Taka tegas.Roni menatap ke arah kerumunan lalu berkata, “Baik, saya akan pergi. Tapi dengan satu syarat. Kegiatan kalian dalam mengadakan pesta kawin harus dihentikan. Itu juga melanggar aturan dalam suku kalian. Saya tidak berniat ikut campur, tapi saya tahu hal itu sangat ditentang oleh pemimpin kalian. Dan satu lagi, Anda, Taka, harus tunduk kepada kepala suku.”Suasana mendadak hening. Se
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Bab 178Sementara di dalam kamar sebuah gubuk rumah ketua suku itu, terlihat roni sedang tertidur pulas, di dalam mimpinya dia bermimpi bertemu dengan tiga orang perempuan cantik yang terus memanggil namanya sambil menangis.Roni tampak bingung dan tidak tahu siapa mereka dan roni merasa seperti mengenal mereka tapi roni lupa dimana dia pernah bertemu mereka."Siapa mereka kenapa dia terus memanggil namaku sambil menangis, apakah aku ada hubungannya dengan mereka?," gumam roni di dalam mimpinya."Hai siapa kalian, kenapa kalian menangis sambil menyebut namaku..?," tanya roni sambil melanglah mendekat, tapi semakin roni mendekat ketiga peremuan itu terlihat semakin kenjauh dimatanya, di tambah lagi ketiga perempuan itu tidak menjawabnya,ereka hanya memanggil sambil menangis berlinang air mata.Hal itu tambah membingungkan bagi roni, dan tiba-tiba roni merasakan sesuatu di bawahnya, yang membuatnya merasa sangat geli sekali.Semakin lama rasa geli itu semakin tak wajar, hal itu membuat roni akh
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Bab 177"maaf meli, maksudmu kamu mau pergi kemana, dan kemana aku akan membawamu pergi, sementara aku sendiri tidak tahu dari mana asalku, aku hanya ingat aku terbangun di dalam gubuk rumahmu, begini saja, kau tidak usah pergi, lagipula tempat ini adalah rumahmu, aku akan berusaha membantumu untuk bisa melawan kebodohan taka, jadi kau tidak usah pergi,"ujar roni."Tapi kau akan membantu kami seperti apa, taka sangat kuat, banyak dukungan dari anggota suku, sementara kamu hanya orang luar, itu hanya akan membahayakan nyawamu," ucap meli, dia tidak ingin roni bertindak komyol."Percaya lah padaku, aku sendiri tidak takut dengan mereka, di dalam hatiku, aku sendiri merasa kalo aku itu sangat bersimpati dengan orang baik sepertimu, lagipula kamu dan ayahmu telah menolongku selama ini, iya walaupun aku tak tahu kapan aku bisa mengingat siapa diriku, setidaknya aku bisa membalas budi kebaikan kalian, soal taka aku akan membantu ayahmu melawannya dan mengembalikan keharmonisan di dalam suku kalian,
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 176"Hai.." sapa Meli."Hai..." balas Roni sambil menoleh sebentar."Bagaimana kondisimu?" tanya Meli, yang melihat Roni sekarang lebih membaik dari hari sebelumnya, di mana Roni dua hari belakangan ini malah ikut berburu bersama mereka walaupun dia belum sepenuhnya pulih."Iya, lebih baik dari hari-hari sebelumnya," jawab Roni."Oh ya, kok pemburuan hari ini berbeda dari hari sebelumnya, aku lihat sepertinya semua orang ikut berburu kali ini?" tanya Roni."Iya, karena malam ini akan diadakan pesta kawin," jawab Meli sambil menundukkan kepala."Pesta kawin? Maksudmu, ee... apa ada yang bakalan menikah?" tanya Roni semakin penasaran, karena dia tidak tahu apa yang dimaksud pesta kawin."Bukan. Kau akan tahu nanti malam. Pesta ini diadakan beberapa waktu lalu, sebelumnya ini tidak pernah diadakan, dan ini bukan ayahku yang menyarankan soal ini," jawab Meli lagi."Bukan ayahmu? Lalu siapa? Memangnya ya, ada apa dengan musim kawin?" Roni semakin penasaran."Kau akan tahu semuanya nanti malam.
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 175Keesokan harinya Roni pun siuman, pandangan matanya terasa begitu gelap dan kepalanya terasa begitu pusing, begitu pun dengan tubuhnya yang terasa berat dia gerakkan.Di sampingnya duduk seorang wanita muda dan cantik. Terlihat dari tadi dia terus menunggu Roni untuk tersadar kembali."Ah..." rintih Roni saat mencoba menggerakkan tubuhnya. Wanita itu segera membantu dan melarang Roni untuk terlalu banyak bergerak."Tolong kondisikan tubuhmu, saat ini tubuhmu terluka parah jadi kau tidak bisa terlalu banyak bergerak," kata wanita itu."Kau siapa, dan aku di mana?" tanya Roni saat melihat ternyata ada orang lain di sekitarnya."Kenalin, namaku Meli. Aku menemukanmu di tengah hutan dalam keadaan tak sadarkan diri. Kalau boleh tahu, kau dari mana dan siapa kamu?" jawab wanita itu sambil bertanya balik.Mendengar pertanyaan itu, Roni malah bingung mau menjawab apa. Iya, dia lupa semuanya. Jangankan asalnya dan ke apa dia ada di sini, namanya dan siapa dirinya pun Roni tak ingat."Aku tidak
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 26.Tubuh indah"Gimana pestanya..?" terdengar suara mbak Maya ketika Andi baru saja membuka pintu masuk dan itu mengagetkan Andi yang mengira mbak Maya sudah tidur tapi ternyata sedang menunggunya pulang."Ah... astaga mbak ngagetin saja, mbak kenapa belum tidur?" balas Andi sembari melangkah ke arah sofa dimana mbak Maya sedang duduk di sana."Aku gak bisa tidur memikirkan kamu yang masih belum pulang," jawab mbak Maya."Maaf pestanya diadakan jam dua belas jadi agak larut aku pulangnya, mbak ngapain nunggu aku kenapa gak tidur aja," kata Andi."Kok masih manggil mbak sih, kita kan sebentar lagi bakalan nikah jangan panggil mbak lagi dong.." protes mbak Maya ketika mendengar Andi masih saja memanggilnya dengan sebutan mbak."Hehe, maaf, aku kebiasaan soalnya, oya mbak sudah malam banget nih kita tidur yuk.." ajak Andi, dengan wajah tersenyum mbak Maya mengangguk, tapi saat mbak Maya melangkah menuju kamarnya dia merasa Andi tidak mengikutinya dia pun berbalik dan melihat Andi memilih pergi ke kamar
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: Bab 25. Rayuan Miya"Sial sepertinya tidak semudah yang aku bayangkan, tak ku sangka dia bakalan langsung menolak padahal sebelumnya aku yakin dia sangat senang aku perkenalkan sebagai calon suamiku, siapa coba pria yang gak mau aku jadikan suamiku dengan latar belakangku yang seperti ini, ditambah lagi aku juga memiliki paras yang sangat cantik," geram Miya dalam hati ketika mendapati penolakan yang terus terang dari Andi."Tapi aku gak akan melepasnya begitu saja, aku yakin dengan latar belakangnya yang miskin dia pasti sangat membutuhkan uang," tambah Miya."Andi... kamu yakin gak mau sama aku, aku memiliki segalanya loh, aku punya uang, aku punya kekuasaan, apa yang kamu butuhkan pasti ada padaku, dan aku hanya butuh kamu untuk menikahiku jadi tolong jangan menolak ya.." ujar Miya suaranya lembut sambil merayu."Maaf aku tetap tidak bisa, seperti yang aku sudah bilang tadi aku sudah memiliki seseorang untuk aku nikahi, aku tidak mungkin mengkhianatinya," balas Andi tetap menolak.Ya, Andi sudah melih
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab 24. Di Perkenalkan Sebagai Calon Suami"Aku sudah janji kalau aku pasti datang, maaf aku sedikit terlambat," balas Andi. "Gak apa-apa, yang terpenting kamu datang. Terima kasih karena kamu mau datang, awalnya aku kira kamu gak bakalan datang," kata Miya sambil tersenyum, benar-benar seperti orang yang berbeda, di mana Miya yang Andi kenal tak pernah tersenyum ataupun berbicara ramah seperti yang terjadi sekarang. Ketika mereka sedang berbincang, salah seorang bawahan papanya datang memanggil Miya untuk segera menemuinya. "Maaf Nona, Tuan meminta anda untuk menemuinya.." ucap bawahan itu. Mendengar itu Miya meminta Andi untuk menunggunya sebentar. "Baiklah... Andi, kamu tunggu di sini ya, aku masuk sebentar." "Tolong layani dia, berikan hidangan spesial.." bisik Miya memberi perintah kepada pengawalnya sebelum pergi. Miya datang menemui papanya, di mana di sana sudah terlihat papanya sedang bersama teman-teman bisnisnya. Melihat Miya datang, papanya langsung meminta untuk duduk di dekatnya, di mana di sana su
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: bab 23, Undangan Dari Miya"Mbak, sepertinya kita harus pulang. Sore nanti aku harus pergi kuliah, aku gak bisa melewati jam pelajaran," ujar Andi setelah keluar dari kamar mandi.Mendengar itu Mbak Maya pun mengangguk."Tapi kalau Mbak masih mau tinggal gak apa-apa, biar aku pulang naik bus," tambah Andi."Gak usah, kita pulang bareng aja. Aku juga harus mengurus sesuatu di rumah," kata Mbak Maya."Baiklah kalau begitu."Siang itu juga Mbak Maya berpamitan ke orang tuanya kalau dia harus kembali. Awalnya mamanya ingin dia menginap lagi setidaknya dua atau tiga hari lagi, tapi Mbak Maya menolak dengan alasan dia gak bisa terlalu lama libur bekerja, apalagi dia seorang dokter. Jadi mau gak mau mamanya pun mengizinkan walaupun sedikit berat."Besok kapan-kapan aku pulang lagi kok, Ma. Mama gak usah khawatir.""Baiklah, kamu jaga diri di sana ya. Oh iya Andi, tolong jaga Maya ya, pastikan dia baik-baik saja," ujar mamanya."Baik Tante, Tante tenang aja. Om, saya pamit ya.." Andi menjulurkan tangannya untuk berjaba
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 22. Kenikmatan Malam Di Rumah Calon Mertua.Tanpa pikir panjang lagi Andi langsung masuk ke kamar Mbak Maya, di mana di dalam dia mendapati Mbak Maya sedang tertidur lelap sambil memeluk bantal guling."Huh.. di sini Maya tidurnya lelap sekali sementara aku di luar gak bisa tidur, curang banget.." gumamnya sembari berbaring di belakang Mbak Maya.Tangannya perlahan mulai beraksi menelusuri keindahan setiap titik kenyal tubuh Mbak Maya.Dimasukkannya tangannya ke balik baju tidur yang dikenakan Mbak Maya yang ternyata tak mengenakan dalaman, membuat Andi dengan mudah langsung meremas benda kenyal yang dicari-carinya dengan pelan agar tak mengagetkan Mbak Maya, sembari mengendus leher cantik Mbak Maya.Makin lama Andi semakin menjadi-jadi meremas benda kenyal itu seperti dia sedang memainkan sebuah adonan roti, hingga suara nafas berat terdengar dari hidung Mbak Maya yang masih tertidur lelap.Di mana Mbak Maya ternyata dibuat terbawa mimpi, di mana di dalam mimpinya Andi sedang meremas buah dadanya dengan halus dan pelan sembari
Last Updated: 2026-03-11
Chapter: Bab 21. Desahan Di Rumah Calon Mertua"Masuklah, aku tidak apa-apa. Biarkan aku ngobrol dengan Om sebentar," kata Andi meyakinkan Mbak Maya yang tampak ragu membiarkan papanya mengobrol berdua dengan andi, dia gak mau andi kembali sedih dengan kata-kata tajam dan pedas dari papanya. tapi mendengar andi memintanya masuk dia pun menurut. "Baiklah, jangan lama-lama ya, aku tunggu di dalam," ucap Mbak Maya sebelum akhirnya masuk ke dalam, menyisakan Andi bersama Tuan Bram. "Dari mana kamu mengenal Maya?" tanya Tuan Bram langsung sambil mulai duduk di salah satu kursi di meja yang ada di pinggir kolam tersebut, tempat Mbak Maya dan Andi duduk tadi. "Saya... saya mengenalnya ketika saya baru tiba di kota Jakarta. Entah takdir atau apalah, yang pasti dialah orang yang pertama saya kenal sebab saya tidak punya kenalan lain sebelumnya di kota ini," jawab Andi. "Apakah kamu benar-benar mengenal Maya hingga kamu ingin sekali menikahinya?" tanya Tuan Bram lagi. "Iya tentu saja, walaupun perkenalan kami begitu singkat tapi
Last Updated: 2026-03-08