Chapter: Bab 254 [..50]"Apakah kamu yakin ini bakalan berhasil?" tanya Elena sedikit ragu."Ya, kalau kita nggak coba gimana kita mengetahuinya? Dengar ya, setiap pria tampan pasti punya pemikiran mesum, mungkin begitu juga dengan pemuda ini. Lagian mustahil kalau dia nggak tergoda saat kita merayunya," ungkap Deby meyakinkan.Oleh karena itu Elena pun mulai memberanikan diri. Dia yang sebelumnya tak pernah merayu pria — malah pria lah yang selalu datang merayu dan mengajaknya menjalin hubungan, tapi selalu dia tolak — sekarang demi ingin membuat Eren dalam masalah agar diberhentikan oleh papanya sebagai pengawalnya.Elena melangkah mendekat, dia menjulurkan tangannya mengelus pipi Eren."Hai tampan, maafkan aku tadi yang marah-marah ya. Kamu sih masuknya tiba-tiba. Sekarang boleh nggak kalau kamu menemani kami sebentar?" ucap Elena."Ya tentu saja. Tugasku mengawalmu, jadi aku akan selalu ada di mana kamu berada," jawab Eren yang tidak mengerti maksud Elena, sambil menepis tangan Elena, sebab dia tak suka
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: BAB 254 [..49]Kembali ke Eren, sepulang sekolah Eren langsung menuju ke tempat Panji, di mana Panji mengabarinya semalam kalau Eren diterima untuk menjadi pengawal putri Tuan Boris. Setibanya di tempat Panji, saat itu juga Panji mengantar Eren menuju kediaman Tuan Boris."Ingat Eren, tugasmu cuma mengawal putrinya, dan satu lagi, apa pun yang ditugaskan Tuan Boris untukmu nanti kamu harus siap, oke? Kelihatannya saja mudah, tapi nyatanya ini cukup berbahaya, di mana kamu harus jeli dalam semua hal. Tuan Boris memiliki banyak saingan bisnis yang bisa saja mengancam keluarganya. Itulah mengapa dia mencari pengawal buat putrinya," pesan Panji agar Eren selalu siap siaga nantinya dalam tugas yang dilaluinya."Baik, aku mengerti," balas Eren dengan suara dingin khasnya.Singkat waktu, mereka pun tiba di kediaman Tuan Boris yang ternyata cukup besar dan luas. Sebelum masuk saja mereka harus melewati beberapa pengawal yang berjaga di sana."Tunggu Panji, ini pengawal di sini sudah lumayan banyak. Kenapa T
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: BAB 253 [...48]Cerita beralih ke Jakarta. Di sebuah rumah mewah dan besar terlihat tiga orang paruh baya berumur sekitaran lima puluhan dan ada juga yang tiga puluhan. Mereka semua adalah Roni dan keempat istrinya. Entah apa yang mereka obrolin hingga tawa terdengar begitu menggema di dalam rumah itu.Dari dulu sampai sekarang keluarga itu memang selalu kompak.“Roni, tak terasa ya kita semakin menua saja. Padahal rasanya baru kemarin kamu menikahiku,” suara wanita yaitu Miya, istri ketiga Roni.“Iya, begitulah. Tapi aku bahagia sekali kalian masih tetap kompak sampai sekarang. Awalnya aku mengira aku bakal kehilangan salah satu dari kalian, tapi ternyata kalian bertahan juga dengan satu pria yang memiliki empat istri,” ujar Roni.“Iya, asalkan kamu nggak nambah lagi. Kalau berani sampai nambah lagi mungkin di antara kami ada yang pergi,” timpal Mbak Maya yang bersuara.“Eh nggak mungkin deh. Siapa juga yang tertarik dengan pria tua sepertiku? Tapi kalau aku masih muda sih ada kemungkinan kayaknya h
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: BAB 253 [..47]“Sudah, Viktor, lain kali saja. Eren baru saja pulang sekolah, dia pastinya masih capek. Biarkan dia beristirahat dulu,” kata Panji.Akan tetapi, temannya yang bernama Viktor itu justru tertawa saat mendengar ternyata ada anak sekolah yang direkrut oleh Panji sebagai anggota kelompok mereka.“Haha, serius kau, Panji? Dia masih sekolah! Astaga, ada apa denganmu? Apa kamu kurang sehat hingga merekrut anak kecil yang masih butuh pendidikan? Sudah, Panji, lebih baik dia jangan diajak gabung, deh. Nanti malah tambah ribet,” kata Viktor. Hal itu tentu saja langsung memancing amarah dalam diri Eren yang sedari tadi diam.Tanpa berbicara, Eren melangkah naik ke atas ring, tandanya dia menerima tantangan Viktor.Melihat itu, Viktor tersenyum sambil naik juga ke atas ring.“Hai bocah, aku peringatkan ya, ini cuma latihan. Kalau kamu cidera, jangan salahkan aku. Tapi tenang saja, aku pastinya akan lebih menahan diri, tak mungkin aku mengeluarkan terlalu banyak tenaga,” kata Viktor begitu sombong
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: BAB 252 [...46]“Arif... kamu tidak perlu menikahi saya. Tanpa dinikahi pun saya akan selalu ada buat kamu, siap memberikan apa pun yang kamu butuhkan, sama seperti sekarang,” ujar Erni, pengasuhnya itu menolak untuk dinikahi.“Tapi kenapa? Bukankah akan lebih baik jika saya menikahi Mbak?” tanya Arif bingung dengan penolakan Erni.“Arif, kamu itu masih muda dan tampan. Tidak pantas kamu menikahi wanita yang lebih tua seperti saya. Apa kata orang nanti? Saya tidak mau dianggap memanfaatkan kamu,” kata Erni menjelaskan.Arif terdiam, di mana awalnya Arif mengira Erni akan sangat senang jika dia mengajaknya menikah, tapi nyatanya Erni malah menolak lamarannya.“Sudah, jangan sedih. Tanpa pernikahan pun saya tetap siap kok menemani kamu. Ini mau dilanjutin atau tidak?” kata Erni.Karena Arif yang juga punya penyakit yang sama seperti mendiang ibunya tentu saja tidak mau berhenti. Dia menarik Erni, memeluk, dan menciumnya untuk melanjutkan kedekatan mereka seperti biasanya.Flashback pada waktu di mana h
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 252 [...45]Lima belas tahun berlalu setelah kehidupan yang begitu bahagia dirasakan oleh Roni dan keluarganya, dan sekarang cucunya yang bernama Eren sudah remaja. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sekarang Roni sudah bertambah tua, akan tetapi walaupun usianya yang menginjak lima puluh tahun, dia masih tetap terlihat awet muda, tak ada sedikitpun terlihat menua. Begitu juga dengan istrinya yaitu Mbak Maya yang juga terlihat awet muda.Saat ini, Roni sedang berbincang-bincang dengan istri-istrinya, menceritakan masa-masa indah yang mereka lewati bersama yang terasa begitu cepat. Tepat di saat mereka sedang asyiknya menceritakan masa-masa indah itu, salah satu putranya yaitu Bara datang ke sana.Wajah Bara terlihat lesu dan sedih, karena kepikiran dengan kenakalan putranya yang begitu nakal di mana putranya Eren lagi-lagi dikeluarkan dari sekolahnya dan ini adalah kali ketiganya putranya Eren dikeluarkan.“Ada apa dengan wajahmu, apa sesuatu telah terjadi?” tanya Roni kepada Bara.“Eren…
Last Updated: 2026-10-04
Chapter: Bab 32setelah sehari semalam di atas kapal pesiar mini, andi dan mbak maya pun kembali ke hotel penginapan di sore harinya.tepat di saat mereka berdua memasuki hotel entah dari mana datangnya miya tiba-tiba muncul di sana, andi seketika mengenal miya di mana mereka saling tatap satu sama lain.awalnya andi mengira itu orang lain, tapi dengan tatapan tajam miya andi langsung mengenalinya kalau itu memang miya."sayang kamu masuk kamar dulu ya nanti aku nyusul aku mau belikan sesuatu untuk kamu dulu," ujar andi beralasan kepada mbak maya, di mana dia mau menemui miya sebentar takutnya miya yang justru datang mengacau."ya baiklah," balas mbak maya lalu berlalu pergi ke kamar hotel yang mereka pesan.sebelum menghampiri miya andi memastikan dulu mbak maya sudah memasuki lift, setelah itu dia datang."hebat ya kamu," kata miya langsung, tatapan matanya begitu tajam."kamu kenapa bisa di sini?," tanya andi."menurutmu kenapa aku di sini hah, kamu pikir dengan kamu pergi aku tidak bisa menemukan
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 31Kembali ke Andi dan mbak Maya, terlihat keduanya sedang berciuman mesra di dalam kamar tidur, iya keduanya saat ini sedang bahagia karena pernikahan mereka akhirnya disetujui."Sayang, sampai di sini saja, aku takut lepas kendali mengingat kamu lagi..." ujar Andi melepas ciumannya pada bibir mbak Maya."Tidak apa-apa Andi, kamu beruntung malam ini sebab aku sudah bersih," potong mbak Maya tersenyum.Mendengar itu Andi tanpa pikir panjang langsung melepas bajunya lalu kembali menarik mbak Maya untuk diciumnya."Kalau begitu aku gak menahan diri lagi," kata Andi.Tubuh mbak Maya didorongnya sampai jatuh ke atas tempat tidur lalu dia tindih kembali.Desahan mbak Maya mulai terdengar ketika Andi mulai bermain di area dadanya, tempat yang paling disukai Andi.Ketika mbak Maya sedang menikmati jemari Andi yang bermain di area bawahnya, di sana mbak Maya tidak sengaja melihat bekas kecupan yang tertinggal di bagian dada Andi dan satu bekas gigitan di sana.Seketika mbak Maya menyipitkan mata
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 30"Andi kamu ke mana saja sih, kenapa gak pulang-pulang dari kemarin pagi?," tanya mbak maya ketika dia pulang kerja dan mendapati andi duduk di sofa rumahnya."Ah.. sayang maafin aku, aku kemarin ada sedikit pekerjaan, maaf ya tidak memberitahumu terlebih dahulu," jawab andi, dia berdiri menghampiri mbak maya dan menggenggam kedua tangannya."Kamu gak tahu bagaimana cemasnya aku semalam, aku pikir kamu beneran ninggalin aku, aku sampai gak bisa tidur semalaman menunggumu tapi gak juga kunjung pulang hingga pagi harinya.""Aku benar-benar minta maaf sayang, lain kali aku tidak akan seperti itu lagi, pokoknya kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya," kata andi memeluk erat mbak maya."Baiklah yang penting sekarang kamu sudah pulang, oh iya kamu sudah makan belum, biar aku masakin oke.""Belum sayang, makasih ya, ayo biar kita masak berdua," kata andi. Mereka pun berjalan menuju dapur untuk memasak bersama. Melihat semangat di wajah mbak maya, andi benar-benar tidak sanggup membuatnya sedih.
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 29Keesokan harinya terlihat Andi bangun dari tidurnya, dia melihat ke arah tabir jendela di mana kelihatan di sana kalau hari sepertinya sudah siang, saat itu juga dia langsung bangkit, di mana dia langsung teringat dengan Mbak Maya. "astaga aku harus segera pulang, mbak maya pasti capek mencariku," gumamnya, sambil turun dari atas tempat tidur memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. tapi ketika dia hendak pergi lagi-lagi Miya yang juga bangun menghentikannya. "andi kamu mau kemana?," tanyanya. "aku harus pulang sekarang," jawab Andi. "pulang, pulang ke mana andi kamu kan gak punya rumah," kata Miya. "iya tapi aku punya kos dan aku harus pulang sekarang.." balas Andi begitu terburu-buru. "ayolah andi bisa gak kamu jangan pergi dulu, tunggu beberapa hari dulu, kita masih pengantin baru, apa kata papa aku nanti kalau kamu pergi," ujar Miya. "miya, tapi aku harus pulang, aku janji aku akan kembali nanti, jadi biarkan aku pergi sekarang," kata Andi. Miya menatap leka
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 28. Malam Pertama"singkat waktu hari pernikahan pun tiba, sesuai dengan yang direncanakan pesta pernikahan pun dilaksanakan dengan begitu mewah, di sini hanya andi saja yang tak menyangka akan semewah itu padahal pernikahannya dengan miya hanya pernikahan pura-pura. "miya apa ini tidak terlalu berlebihan?," bisik andi kepada miya. sambil tersenyum miya menjawab, "gak kok ini sudah sewajarnya, kamu lupa aku ini putri siapa, jadi sudah sepantasnya seperti ini, tenang saja gak ada yang mengenalmu kok di sini, semuanya rata-rata dari rekan bisnis kami.." satu persatu para tamu undangan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua, tidak ada yang tahu satupun di antara mereka kalau itu pernikahan yang dibuat-buat. dengan pernikahan ini miya juga resmi akan menjadi pewaris utuh semua bisnis papanya, dan mulai hari ini juga miya akan menjadi orang yang paling dihormati dan perintahnya mesti harus didengar. tapi walaupun begitu ibu tirinya yaitu elis tak akan menyerah begitu saja untuk menjatuhkan miy
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 27. Pengujian Yang Gila"apa yang kamu lakukan, apa kamu sudah gila..?" kata Andi sambil membuang muka, tak mau lagi memandang ke arah Miya yang sudah telanjang itu."gila gimana, aku kan mau coba gaun jadi mesti buka baju dong.." balas Miya dengan santainya."iya, tapi kamu mesti pilih tempat, kalo ada orang lain masuk gimana, cepat kenakan kembali pakaianmu.." ujar Andi, tetapi Miya justru melangkah pelan mendekatinya, menjulurkan jemarinya mengelus dada Andi hingga pundaknya sembari berkata, "tenang, tak akan ada yang berani masuk ke sini, bentar kamu kok memandang ke arah lain sih, ada pemandangan indah loh di sini atau tubuhku memang gak menarik ya hingga kamu membuang muka," kata Miya sengaja berdiri di depan Andi agar Andi bisa leluasa menatap gumpalan dadanya."aku tak menyangka ternyata kamu perempuan yang seperti ini.." ucap Andi sambil terus menahan nafsunya agar tak lepas kendali sebab dia tahu ini cuma jebakan Miya."memangnya sebelumnya kamu pikir aku seperti apa?" tanya Miya masih dengan suara
Last Updated: 2026-03-28