Chapter: Bab 238Malam harinya, terlihat Ali, Liona, dan papanya bersiap untuk menikmati makan malam bertiga di rumah yang ditempati Liona.“Sebentar, kok bisa makanan seenak ini? Siapa yang buat? Pasti kamu kan, Ali?” tanya papanya Liona, kaget melihat makanan yang dihidangkan terlihat enak-enak sekali, bisa tercium dari wanginya.“Eee… iya, Om. Liona juga yang membantu,” jawab Ali.“Serius? Liona, kamu emang sudah bisa masak nih?” tanya papanya langsung ke Liona, sebab setahunya Liona tak bisa masak. Jangankan memasak, ke dapur saja membantu mamanya waktu di Rusia Liona gak pernah.“Ehehe… iya, Pa. Aku… aku belajar memasak, dan Ali yang mengajariku,” jelas Liona jujur. Ia terlihat sangat senang sekali karena sekarang sudah bisa memasak.“Sebentar, Papa cicipin dulu. Yang mana buatan kamu?” kata papanya, dan Liona pun menunjuk ke arah sup dan pangsit yang ada di atas meja.Papanya langsung mencicipi. “Hmm… serius ini kamu yang buat? Enak sekali loh,” kata papanya memuji hasil masakan putrinya karena
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 237Siang harinya, Tuan Folio akhirnya tiba di kampung itu setelah melewati perjalanan panjang dari Rusia.Melihat papanya tiba, Liona menyambutnya dengan pelukan. Di sana juga ada Roni dan kedua putranya yang menyambut kedatangan Tuan Folio."Hai sayang, bagaimana kabarmu?" tanya papanya sambil memeluk Liona."Baik, seperti yang papa lihat," jawab Liona sambil memeluk erat sang papa."Wah Roni, kau di sini juga? Astaga, aku kira tadi pekerja di ladangmu. Tak kusangka ternyata kamu," kata Tuan Folio saat menoleh ke samping di mana Roni dan kedua putranya berdiri."Dasar, bisanya kau melupakan wajah tampan ini. Bagaimana perjalananmu? Lancarkan?" balas Roni sambil membalas candaan Tuan Folio."Ya, lancar-lancar saja. Kamu sendiri gimana, sehat? Astaga, sudah lama sekali kita tidak bertemu, tak kusangka wajahmu terlihat selalu muda.""Haha... terima kasih. Oya, kenalin ini kedua putraku. Yang ini namanya Ali, dia yang membantuku mengurus bisnis di sini, dan ini adiknya, Xyro.""Halo om, sen
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 236Setelah berbicara sebentar berdua, Ali dan Xyro kembali menemui papa mereka dan Liona."Pa, maaf aku sebelumnya gak memberitahu papa kalau aku tinggal sendirian di sini dan keluar dari rumah kakek sama nenek," ucap Ali."Ah iya gak apa-apa, papa mengerti kok. Pokoknya kamu jangan ambil hati sikap kakek dan nenek kamu, sebab walau bagaimanapun dia kakek dan nenek kamu. Sifat mereka memang begitu, jadi jangan membenci mereka ya," pesan Roni.Iya, Roni mengetahui semuanya sebab tadi dia mampir di rumah mertuanya itu untuk membawakan oleh-oleh buat mereka. Walaupun Roni tidak menyukai sikap mereka, Roni tetap melakukan tugasnya sebagai seorang menantu. Setiap dia datang, dia selalu membawakan sesuatu untuk mereka dan menyapa mereka dengan baik. Mereka juga tadi bercerita alasan Ali keluar dari rumah mereka, di mana mereka secara terus terang berkata kalau Ali terlalu manja, membuat mereka menegurnya. Dan kata mereka karena teguran itu Ali memutuskan buat ninggalin rumah dan memilih tingga
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Bab 235Kembali ke AliAli melihat Liona tiba-tiba senyum sendirian setelah menerima panggilan dari papanya."Bahagia banget, ada apa?" tanya Ali langsung."Ah, itu papa tadi beritahu aku kalau dia besok datang menyusul ke sini dan kembali ke Rusia bersamanya nanti," jawab Liona."Wah, jadi papa kamu serius nih bakal beli lahan ini sebagian?""Iya, begitu sih katanya tadi, biar kalau datang ke sini ada tujuan gitu katanya," jelas Liona."Oh begitu ya, bagus dong. Ee, aku titip Elina ya sebentar, aku mau pergi beli susu buatnya. Tadi waktu ke warung sudah habis, jadi perlu pergi ke supermarket," kata Ali."Jauh ya supermarket di sini?""Gak sih, cuma tiga puluh menitan kalau pakai kendaraan. Memangnya kenapa?""Ee, aku mau nitip pembalut kalau boleh. Tapi kamu gak malu kan belinya? Persediaanku habis," ucap Liona, dia mau pesan pembalut."Oh ya, baiklah. Gak kok, aku gak malu. Udah biasa dulu aku juga sering beliin mendiang istriku," ujar Ali sama sekali tidak keberatan atau malu disuruh beli
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 234Setelah menenangkan diri sebentar, Liona melangkah menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah itu, setelah berpakaian rapi, dia sudah siap berangkat melihat-lihat ladang. Liona terlebih dahulu menuju rumah Ali, dia tidak tahu bahwa Ali sudah berangkat duluan tadi.“Ali, aku dah siap nih, kamu udah siap belum?” panggilnya dari luar, mengira Ali masih di dalam rumah. Setelah memanggil beberapa kali tapi tak ada jawaban, Liona akhirnya masuk, tapi tak menemukan Ali di dalam.“Apa dia berangkat duluan ya? Padahal aku dah berpesan berangkat bareng tadi, hemm gak apa-apa deh,” Liona mau gak mau pergi sendirian.Karena jarak rumah tak jauh dari gudang, Liona pun tiba dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Saat tiba di sana, dia melihat Elina sedang digendong oleh satpam di sana. Dari sana dia tahu bahwa Ali memang sudah di sini.“Halo,” sapa Liona ramah ke satpam itu.“Halo juga, Nona. Oya, tumben gak berangkat bareng Tuan Ali, biasanya bareng loh?” tanya satpam itu.“Gak tahu tuh, Ali malah ni
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 233Tiba-tiba Ali meneteskan air mata di saat Liona sedang menatap wajahnya, sepertinya Ali sedang memimpikan sesuatu yang begitu menyedihkannya hingga membuatnya sampai meneteskan air mata. Liona yang sedari tadi menatapnya pun terkejut, ia menjulurkan tangannya hendak mengusap air mata itu. Dan, “Sasa... Sasa...” panggil lagi di dalam tidurnya. Ternyata Ali sedang merindukan sosok istrinya yang sangat ia cintai. Setiap malam Ali memang seperti ini, hanya saja baru kelihatan di saat Liona memperhatikan tidurnya. “Sasa? Apakah itu nama mendiang istrinya?” gumam Liona berpikir. “Sasa, kenapa kamu ninggalin aku, aku mencintaimu sayang, kembalilah,” kata demi kata terus terucap di bibir Ali. Liona bingung harus berbuat apa, ingin dia membangunkan Ali agar keluar dari mimpi buruknya itu. Ali benar-benar tak sadar bahwa dia menangis hingga ke dunia nyata. Hingga akhirnya Liona mau tak mau berbaring di samping Ali dan memeluknya. Dengan kehangatan yang disalurkan oleh Liona, Ali jadi sedik
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Bab 32setelah sehari semalam di atas kapal pesiar mini, andi dan mbak maya pun kembali ke hotel penginapan di sore harinya.tepat di saat mereka berdua memasuki hotel entah dari mana datangnya miya tiba-tiba muncul di sana, andi seketika mengenal miya di mana mereka saling tatap satu sama lain.awalnya andi mengira itu orang lain, tapi dengan tatapan tajam miya andi langsung mengenalinya kalau itu memang miya."sayang kamu masuk kamar dulu ya nanti aku nyusul aku mau belikan sesuatu untuk kamu dulu," ujar andi beralasan kepada mbak maya, di mana dia mau menemui miya sebentar takutnya miya yang justru datang mengacau."ya baiklah," balas mbak maya lalu berlalu pergi ke kamar hotel yang mereka pesan.sebelum menghampiri miya andi memastikan dulu mbak maya sudah memasuki lift, setelah itu dia datang."hebat ya kamu," kata miya langsung, tatapan matanya begitu tajam."kamu kenapa bisa di sini?," tanya andi."menurutmu kenapa aku di sini hah, kamu pikir dengan kamu pergi aku tidak bisa menemukan
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 31Kembali ke Andi dan mbak Maya, terlihat keduanya sedang berciuman mesra di dalam kamar tidur, iya keduanya saat ini sedang bahagia karena pernikahan mereka akhirnya disetujui."Sayang, sampai di sini saja, aku takut lepas kendali mengingat kamu lagi..." ujar Andi melepas ciumannya pada bibir mbak Maya."Tidak apa-apa Andi, kamu beruntung malam ini sebab aku sudah bersih," potong mbak Maya tersenyum.Mendengar itu Andi tanpa pikir panjang langsung melepas bajunya lalu kembali menarik mbak Maya untuk diciumnya."Kalau begitu aku gak menahan diri lagi," kata Andi.Tubuh mbak Maya didorongnya sampai jatuh ke atas tempat tidur lalu dia tindih kembali.Desahan mbak Maya mulai terdengar ketika Andi mulai bermain di area dadanya, tempat yang paling disukai Andi.Ketika mbak Maya sedang menikmati jemari Andi yang bermain di area bawahnya, di sana mbak Maya tidak sengaja melihat bekas kecupan yang tertinggal di bagian dada Andi dan satu bekas gigitan di sana.Seketika mbak Maya menyipitkan mata
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 30"Andi kamu ke mana saja sih, kenapa gak pulang-pulang dari kemarin pagi?," tanya mbak maya ketika dia pulang kerja dan mendapati andi duduk di sofa rumahnya."Ah.. sayang maafin aku, aku kemarin ada sedikit pekerjaan, maaf ya tidak memberitahumu terlebih dahulu," jawab andi, dia berdiri menghampiri mbak maya dan menggenggam kedua tangannya."Kamu gak tahu bagaimana cemasnya aku semalam, aku pikir kamu beneran ninggalin aku, aku sampai gak bisa tidur semalaman menunggumu tapi gak juga kunjung pulang hingga pagi harinya.""Aku benar-benar minta maaf sayang, lain kali aku tidak akan seperti itu lagi, pokoknya kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya," kata andi memeluk erat mbak maya."Baiklah yang penting sekarang kamu sudah pulang, oh iya kamu sudah makan belum, biar aku masakin oke.""Belum sayang, makasih ya, ayo biar kita masak berdua," kata andi. Mereka pun berjalan menuju dapur untuk memasak bersama. Melihat semangat di wajah mbak maya, andi benar-benar tidak sanggup membuatnya sedih.
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 29Keesokan harinya terlihat Andi bangun dari tidurnya, dia melihat ke arah tabir jendela di mana kelihatan di sana kalau hari sepertinya sudah siang, saat itu juga dia langsung bangkit, di mana dia langsung teringat dengan Mbak Maya. "astaga aku harus segera pulang, mbak maya pasti capek mencariku," gumamnya, sambil turun dari atas tempat tidur memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. tapi ketika dia hendak pergi lagi-lagi Miya yang juga bangun menghentikannya. "andi kamu mau kemana?," tanyanya. "aku harus pulang sekarang," jawab Andi. "pulang, pulang ke mana andi kamu kan gak punya rumah," kata Miya. "iya tapi aku punya kos dan aku harus pulang sekarang.." balas Andi begitu terburu-buru. "ayolah andi bisa gak kamu jangan pergi dulu, tunggu beberapa hari dulu, kita masih pengantin baru, apa kata papa aku nanti kalau kamu pergi," ujar Miya. "miya, tapi aku harus pulang, aku janji aku akan kembali nanti, jadi biarkan aku pergi sekarang," kata Andi. Miya menatap leka
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 28. Malam Pertama"singkat waktu hari pernikahan pun tiba, sesuai dengan yang direncanakan pesta pernikahan pun dilaksanakan dengan begitu mewah, di sini hanya andi saja yang tak menyangka akan semewah itu padahal pernikahannya dengan miya hanya pernikahan pura-pura. "miya apa ini tidak terlalu berlebihan?," bisik andi kepada miya. sambil tersenyum miya menjawab, "gak kok ini sudah sewajarnya, kamu lupa aku ini putri siapa, jadi sudah sepantasnya seperti ini, tenang saja gak ada yang mengenalmu kok di sini, semuanya rata-rata dari rekan bisnis kami.." satu persatu para tamu undangan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua, tidak ada yang tahu satupun di antara mereka kalau itu pernikahan yang dibuat-buat. dengan pernikahan ini miya juga resmi akan menjadi pewaris utuh semua bisnis papanya, dan mulai hari ini juga miya akan menjadi orang yang paling dihormati dan perintahnya mesti harus didengar. tapi walaupun begitu ibu tirinya yaitu elis tak akan menyerah begitu saja untuk menjatuhkan miy
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 27. Pengujian Yang Gila"apa yang kamu lakukan, apa kamu sudah gila..?" kata Andi sambil membuang muka, tak mau lagi memandang ke arah Miya yang sudah telanjang itu."gila gimana, aku kan mau coba gaun jadi mesti buka baju dong.." balas Miya dengan santainya."iya, tapi kamu mesti pilih tempat, kalo ada orang lain masuk gimana, cepat kenakan kembali pakaianmu.." ujar Andi, tetapi Miya justru melangkah pelan mendekatinya, menjulurkan jemarinya mengelus dada Andi hingga pundaknya sembari berkata, "tenang, tak akan ada yang berani masuk ke sini, bentar kamu kok memandang ke arah lain sih, ada pemandangan indah loh di sini atau tubuhku memang gak menarik ya hingga kamu membuang muka," kata Miya sengaja berdiri di depan Andi agar Andi bisa leluasa menatap gumpalan dadanya."aku tak menyangka ternyata kamu perempuan yang seperti ini.." ucap Andi sambil terus menahan nafsunya agar tak lepas kendali sebab dia tahu ini cuma jebakan Miya."memangnya sebelumnya kamu pikir aku seperti apa?" tanya Miya masih dengan suara
Last Updated: 2026-03-28