Chapter: Bab 249Di pagi harinya, di sebuah taman anak-anak terlihat Roni sedang menemani anaknya Arga dan cucunya Eren. kedua anak yang baru tumbuh itu begitu ceria bermain dengan Roni. Bukan hanya mereka saja di sana, tetapi banyak juga anak-anak lainnya yang ditemani oleh orang tua mereka. Ya, hari-hari Roni terus dihabiskan bersama anak dan cucunya. Awalnya tadi dia juga mengajak Alia, sayangnya Alia susah sekali pisah dengan mamanya sehingga tak bisa ikut dibawa oleh Roni.Sementara itu di rumah, Mbak Maya yang sedang menonton televisi ditemani oleh Lola langsung menanyakan soal Bara yang beberapa hari ini tidak pernah ia lihat.“Suamimu gimana? Baik kan? Apa dia terlalu sibuk akhir-akhir ini hingga tak pernah ikut denganmu pulang?” tanya Mbak Maya kepada menantunya.“Ah… iya, Ma. Bara memang sangat sibuk akhir-akhir ini. Urusan di Surabaya juga membuatnya sangat sibuk, saat ini bara sedang di surabaya mengurus bisnis disana” jawab Lola berbohong, tidak memberitahu bahwa suaminya sekarang sedang
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 248Tidak lama kemudian Bara dan Liona pun tiba di rumahnya Riki. Tak disangka, ternyata rumah Riki begitu besar sesuai dengan perkataan Tuan Folio kalau Riki adalah putra seorang pengusaha sukses.“Inilah rumahnya, Kak. Tunggu sebentar ya,” kata Liona lalu turun dari mobil untuk menghampiri dua orang penjaga yang berjaga di depan gerbang rumah itu.“Maaf, apa Riki ada?” tanya Liona kepada kedua penjaga itu.“Oh iya nona, ada di dalam. Apa perlu saya panggilkan?” jawab penjaga itu dengan ramah, sebab setahu dia Liona adalah pacarnya Riki yang sering datang berkunjung ke sini waktu itu.“Kalau bisa gerbangnya dibuka biar saya bisa masuk,” ucap Liona. Penjaga itu pun mengangguk dan langsung membukakan gerbang agar mobil Bara bisa masuk.Liona kembali ke dalam mobil dan meminta Bara untuk masuk. Bara pun mengarahkan mobilnya masuk ke halaman rumah. Setelah itu mereka berdua turun dari mobil.Dengan sopan Liona mengetuk pintu rumah hingga salah satu pelayan membuka pintu.“Bisa bertemu dengan
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 247Tidak lama setelah Ali tergeletak tidak sadarkan diri di jalan yang sepi itu, sebuah mobil putih melewati jalan tersebut. Untungnya, si pengemudi menyadari keberadaan Ali di sana. Ia melihat motor Ali di samping jalan dengan Ali yang tergeletak tak sadarkan diri di atas aspal. Segera orang itu turun dari mobilnya dan mengecek keadaan Ali.Dia terkejut melihat adanya bekas tembakan di bagian tubuh Ali. Dengan panik, orang itu langsung menelpon ambulans.Sementara di tempat lain, terlihat Bara sedang sibuk dengan dokumen-dokumennya di kantor yang sebentar lagi akan selesai ia tanda tangani. Tiba-tiba suara ponselnya berdering, membuatnya menoleh dan melihat nama Ali di layar ponselnya.“Ali? Tumben sekali,” kata Bara lalu mengangkat panggilan itu.“Iya Ali, ada apa? Tumben menelpon abang seginiannya?” tanya Bara, mengira Ali yang menelpon.Orang yang menemukan Ali tadi tidak tahu harus menghubungi keluarga Ali dengan cara apa karena ia tidak mengenalnya. Orang itu mencari ponsel Ali dan
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Bab 246Keesokan harinya, terlihat di suatu restoran Roni sedang melakukan pertemuan dengan salah satu klain bisnisnya yang berasal dari luar kota. Iya beginilah kesibukan Roni di tiap harinya melakukan pertemuan dengan klain untuk membicarakan rencana-rencana bisnis.Dan di saat Roni sedang fokus-fokusnya menjelaskan rencananya kepada klainnya itu, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia langsung menghentikan pembicaraan yang dia bicarakan untuk menerima panggilan telepon, karena yang menelpon adalah Miya istrinya. Dan sesibuk apa pun Roni jika yang menelpon atau mengganggunya adalah salah satu istrinya, Roni langsung menanggapi mereka dan menunda kesibukannya.“Sebentar ya, saya mau menerima panggilan telpon,” ujar Roni, dan klain bisnisnya itu hanya bisa mengangguk walaupun sedikit terlihat di raut wajahnya kalau dia tidak menyukai adanya hal lain yang mengganggu saat membicarakan hal penting seperti saat ini.“Halo sayang, iya ada apa?” tanya Roni ke Miya yang menelponnya.“Begini Roni, kamu p
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 245Di saat jam pulang terlihat Liona menunggu jemputan Ali. Tidak jauh dari tempat Liona menunggu, Riki di sana berdiri memantau. Sepertinya dia ingin tahu siapa suami Liona. Ya, dia dengar Liona diantar tadi pagi oleh suaminya. Pastinya dia akan dijemput juga, jadi Riki ikut menunggu ingin melihat seperti apa suami Liona.Sampai sekitar lima menitan menunggu, Ali akhirnya datang dengan mengendarai motor yang tadi pagi. Ali tiba di depan gerbang kampus, di sana Ali sudah melihat Liona yang sedang menunggu.Dengan wajah tersenyum, Liona bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Ali.“Maaf aku sedikit terlambat, tadi Elina rewel. Untung ada mama yang bantu nenangin dia,” kata Ali menjelaskan kenapa dia sedikit terlambat.“Gak apa-apa kok, aku juga gak lama nunggunya,” ujar Liona sambil menerima helm yang diberikan oleh Ali.Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan Ali dan Liona, Riki mendekat lalu menarik jaket yang dikenakan oleh Ali dengan cukup keras, membuat Ali tertarik dan motor yang
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 244Di keesokan harinya, terlihat Liona bersiap-siap berangkat ke kampus, takutnya kalau ditunda lagi dia bisa ketinggalan banyak mata pelajaran pada kuliahnya.Dan kali ini bukan papanya atau sopir pribadi keluarga yang mengantarnya, tapi Ali yang sudah menjadi suaminya.“Cie yang diantar suami...” ledek mamanya saat Liona bersiap-siap.“Hehe, ya dong, Ma. Oh ya, Mama sendiri kenapa gak berangkat?” kata Liona sambil bertanya balik.Oh ya, Mama Liona juga adalah seorang kepala dosen di kampus tempat Liona kuliah sekaligus penerus kepemilikan kampus itu setelah kakek Liona meninggal.“Nanti Mama belakangan, sana cepat, Ali sudah menunggu di luar itu.”“Iya, Ma, sabar. Ini udah mau siap,” ucap Liona.Sementara di luar, Ali sudah menunggu di atas motor. Ya, walaupun banyak sekali mobil terparkir di sana yang bisa saja digunakan oleh Ali untuk mengantar Liona, malah motor yang dipilih oleh Ali. Seperti yang kita tahu, memang dari masih remaja Ali sangat menyukai motor.“Pa, pinjem motornya ya
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 32setelah sehari semalam di atas kapal pesiar mini, andi dan mbak maya pun kembali ke hotel penginapan di sore harinya.tepat di saat mereka berdua memasuki hotel entah dari mana datangnya miya tiba-tiba muncul di sana, andi seketika mengenal miya di mana mereka saling tatap satu sama lain.awalnya andi mengira itu orang lain, tapi dengan tatapan tajam miya andi langsung mengenalinya kalau itu memang miya."sayang kamu masuk kamar dulu ya nanti aku nyusul aku mau belikan sesuatu untuk kamu dulu," ujar andi beralasan kepada mbak maya, di mana dia mau menemui miya sebentar takutnya miya yang justru datang mengacau."ya baiklah," balas mbak maya lalu berlalu pergi ke kamar hotel yang mereka pesan.sebelum menghampiri miya andi memastikan dulu mbak maya sudah memasuki lift, setelah itu dia datang."hebat ya kamu," kata miya langsung, tatapan matanya begitu tajam."kamu kenapa bisa di sini?," tanya andi."menurutmu kenapa aku di sini hah, kamu pikir dengan kamu pergi aku tidak bisa menemukan
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 31Kembali ke Andi dan mbak Maya, terlihat keduanya sedang berciuman mesra di dalam kamar tidur, iya keduanya saat ini sedang bahagia karena pernikahan mereka akhirnya disetujui."Sayang, sampai di sini saja, aku takut lepas kendali mengingat kamu lagi..." ujar Andi melepas ciumannya pada bibir mbak Maya."Tidak apa-apa Andi, kamu beruntung malam ini sebab aku sudah bersih," potong mbak Maya tersenyum.Mendengar itu Andi tanpa pikir panjang langsung melepas bajunya lalu kembali menarik mbak Maya untuk diciumnya."Kalau begitu aku gak menahan diri lagi," kata Andi.Tubuh mbak Maya didorongnya sampai jatuh ke atas tempat tidur lalu dia tindih kembali.Desahan mbak Maya mulai terdengar ketika Andi mulai bermain di area dadanya, tempat yang paling disukai Andi.Ketika mbak Maya sedang menikmati jemari Andi yang bermain di area bawahnya, di sana mbak Maya tidak sengaja melihat bekas kecupan yang tertinggal di bagian dada Andi dan satu bekas gigitan di sana.Seketika mbak Maya menyipitkan mata
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 30"Andi kamu ke mana saja sih, kenapa gak pulang-pulang dari kemarin pagi?," tanya mbak maya ketika dia pulang kerja dan mendapati andi duduk di sofa rumahnya."Ah.. sayang maafin aku, aku kemarin ada sedikit pekerjaan, maaf ya tidak memberitahumu terlebih dahulu," jawab andi, dia berdiri menghampiri mbak maya dan menggenggam kedua tangannya."Kamu gak tahu bagaimana cemasnya aku semalam, aku pikir kamu beneran ninggalin aku, aku sampai gak bisa tidur semalaman menunggumu tapi gak juga kunjung pulang hingga pagi harinya.""Aku benar-benar minta maaf sayang, lain kali aku tidak akan seperti itu lagi, pokoknya kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya," kata andi memeluk erat mbak maya."Baiklah yang penting sekarang kamu sudah pulang, oh iya kamu sudah makan belum, biar aku masakin oke.""Belum sayang, makasih ya, ayo biar kita masak berdua," kata andi. Mereka pun berjalan menuju dapur untuk memasak bersama. Melihat semangat di wajah mbak maya, andi benar-benar tidak sanggup membuatnya sedih.
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 29Keesokan harinya terlihat Andi bangun dari tidurnya, dia melihat ke arah tabir jendela di mana kelihatan di sana kalau hari sepertinya sudah siang, saat itu juga dia langsung bangkit, di mana dia langsung teringat dengan Mbak Maya. "astaga aku harus segera pulang, mbak maya pasti capek mencariku," gumamnya, sambil turun dari atas tempat tidur memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. tapi ketika dia hendak pergi lagi-lagi Miya yang juga bangun menghentikannya. "andi kamu mau kemana?," tanyanya. "aku harus pulang sekarang," jawab Andi. "pulang, pulang ke mana andi kamu kan gak punya rumah," kata Miya. "iya tapi aku punya kos dan aku harus pulang sekarang.." balas Andi begitu terburu-buru. "ayolah andi bisa gak kamu jangan pergi dulu, tunggu beberapa hari dulu, kita masih pengantin baru, apa kata papa aku nanti kalau kamu pergi," ujar Miya. "miya, tapi aku harus pulang, aku janji aku akan kembali nanti, jadi biarkan aku pergi sekarang," kata Andi. Miya menatap leka
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 28. Malam Pertama"singkat waktu hari pernikahan pun tiba, sesuai dengan yang direncanakan pesta pernikahan pun dilaksanakan dengan begitu mewah, di sini hanya andi saja yang tak menyangka akan semewah itu padahal pernikahannya dengan miya hanya pernikahan pura-pura. "miya apa ini tidak terlalu berlebihan?," bisik andi kepada miya. sambil tersenyum miya menjawab, "gak kok ini sudah sewajarnya, kamu lupa aku ini putri siapa, jadi sudah sepantasnya seperti ini, tenang saja gak ada yang mengenalmu kok di sini, semuanya rata-rata dari rekan bisnis kami.." satu persatu para tamu undangan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua, tidak ada yang tahu satupun di antara mereka kalau itu pernikahan yang dibuat-buat. dengan pernikahan ini miya juga resmi akan menjadi pewaris utuh semua bisnis papanya, dan mulai hari ini juga miya akan menjadi orang yang paling dihormati dan perintahnya mesti harus didengar. tapi walaupun begitu ibu tirinya yaitu elis tak akan menyerah begitu saja untuk menjatuhkan miy
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 27. Pengujian Yang Gila"apa yang kamu lakukan, apa kamu sudah gila..?" kata Andi sambil membuang muka, tak mau lagi memandang ke arah Miya yang sudah telanjang itu."gila gimana, aku kan mau coba gaun jadi mesti buka baju dong.." balas Miya dengan santainya."iya, tapi kamu mesti pilih tempat, kalo ada orang lain masuk gimana, cepat kenakan kembali pakaianmu.." ujar Andi, tetapi Miya justru melangkah pelan mendekatinya, menjulurkan jemarinya mengelus dada Andi hingga pundaknya sembari berkata, "tenang, tak akan ada yang berani masuk ke sini, bentar kamu kok memandang ke arah lain sih, ada pemandangan indah loh di sini atau tubuhku memang gak menarik ya hingga kamu membuang muka," kata Miya sengaja berdiri di depan Andi agar Andi bisa leluasa menatap gumpalan dadanya."aku tak menyangka ternyata kamu perempuan yang seperti ini.." ucap Andi sambil terus menahan nafsunya agar tak lepas kendali sebab dia tahu ini cuma jebakan Miya."memangnya sebelumnya kamu pikir aku seperti apa?" tanya Miya masih dengan suara
Last Updated: 2026-03-28