تسجيل الدخولSejak terjadinya wabah virus Dextron, para petinggi negara meluncurkan Program Kehamilan Massal dengan memaksa para wanita penyintas untuk dihamili beberapa lelaki sekaligus dan tinggal dalam Sanctuary Dome, satu-satunya wilayah steril. Rose, seorang penyintas di Wilayah Luar, harus hidup sembunyi-sembunyi karena siapapun yang menemukan wanita dan membawanya ke Sanctuary akan diberikan uang ratusan juta. Namun, dia justru bertemu empat pemuda Wilayah Luar yang awalnya saling berebut untuk menjualnya. Perjalanan panjang mereka menumbuhkan perasaan lain dalam diri keempat pemuda Tanpa sadar, mereka melupakan niat awal mereka dan mulai terikat dengan Rose. Mendapat perlindungan dari empat pria merupakan suatu keberuntungan bagi Rose. Namun, apakah nyawa Rose benar-benar dijamin akan selamat di tengah kejaran kelompok-kelompok bengis? Atau dia akan tetap berakhir sebagai mesin pencetak keturunan di Sanctuary Dome?
عرض المزيدSedikit miris bagi Rose mendapati dirinya justru membayangkan Cade di saat-saat seperti ini. Dia pun mengumpat dalam hati, menyalahkan perasaannya yang sejenak menjadi lembek karena dihadapkan oleh situasi yang mengerikan.‘Sialan, kenapa aku malah memikirkan dia! Dia juga sama saja mau menjualku. Kalau pun dia datang, dia akan tetap membawaku ke Sanctuary Dome!’ batin Rose dalam hati. Meski dia sudah memarahi diri sendiri seperti itu, ada serpihan kecil dalam hatinya yang berusaha mengingkari hal tersebut. Berusaha mengingkari bahwa Cade tidak seburuk yang dia duga. Rose memejamkan mata. Buru-buru dia tentang habis-habisan suara hati kecilnya yang masih berharap pada Cade. ‘Kenapa aku sempat-sempatnya berbaik sangka pada Cade? Ingat, Rose! Dia mau menjualmu, dan dia kasar! Mustahil juga dia akan datang. Dia pasti akan lebih memilih lanjut berkelana daripada repot-repot mencariku,’ batin Rose yang mengalami pergolakan batin.“Hei.” Suara Milan yang serak membuyarkan lamunan Rose
“Rupanya dia wanita, ya. Hebat kamu, Leon! Dengan begini, kita bisa dapat 500 juga Goldyn!” Ketua Perampok berjenggot tebal yang bernama Milan, merangkul dan mengusap-usap rambut pirang LeonBeberapa jam lalu. Rose tidak bisa berkutik ketika Leon mengangkutnya ke mobil jeep pada perampok. Kakinya terasa sangat sakit, sekalipun dia memaksakan diri untuk berjalan, ujung-ujungnya juga tetap tertangkap.Kini, Rose berada di tengah-tengah kelompok perampok yang sedang istirahat malam. Mereka tidak bermalam di bawah reruntuhan, melainkan di tanah lapang begitu saja. Angin malam tidak menjadi penghalang mereka untuk duduk di tanah dan menyalakan api unggun besar.Sementara itu, Rose dipaksa duduk di atas kap mobil Jeep mereka. Meskipun luka tembak di betisnya sudah diperban secara asal, kakinya tetap diborgol. Begitu pun kedua tangannya diborgol di belakang punggungnya. Mereka sepertinya sering sekali menawan orang. Jika tidak, mereka tak mungkin sampai memiliki tas khusus berisi puluhan bo
Saat melihat mobil-mobil jeep itu ditunggangi oleh para perampok, Rose meyakini satu hal. Bahwa nasib dirinya akan selalu sial sejak dia pergi dari tempat tinggalnya. Baru saja berhasil kabur dari Cade, dia harus bertemu dengan kelompok perampok. Bagaikan keluar lubang buaya masuk kandang harimau. Perampok mungkin akan membiarkannya karena Rose tidak membawa barang apa pun. Namun, akan berbeda jadinya jika mereka menyadari dia seorang wanita.Rose mengencangkan kain yang dia pakai sebagai jubah itu, berharap para perampok tidak memaksa untuk memeriksa kain itu. Kalau mereka tidak percaya dan meraba seluruh tubuhnya, dia tidak bisa mengelak atau membohongi mereka.“Hei, lihat! Ada pejalan kaki!” seru salah satu anggota perampok yang makin dekat dengan Rose.Rose tidak bereaksi apa-apa, hanya melirik sejenak. Dia tetap berjalan seolah-olah tidak melihat mereka. Mobil-mobil jeep itu berhenti tepat di samping Rose. Satu mobil bisa diisi oleh empat sampai lima orang, semuanya mengenakan s
Cade terbahak mendengar Rose mengatakan seluruh kalimat tadi dengan penuh tekad. Gelak tawanya menggelegar di ruang bawah reruntuhan yang cukup sempit itu. Dia tertawa seperti sedang melihat lelucon di televisi, jelas sedang mengejek Rose.Cade berkata, “Apa kamu bilang? Mau membawanya kabur? Kamu mau membawanya keluar dari kota bertembok tinggi dengan sistem keamanan yang sangat ketat itu? Berjalan belum sampai lima kilometer saja sudah ambruk.”Tangan Rose mengepal kuat. Respon Cade membuatnya kesal, tapi dia tak akan mengelak. Karena perkataannya ada benarnya. Jangankan membawa ibunya kabur, menyambung hidup di tempat tinggalnya dulu saja harus dia lakukan susah payah. Kalau tidak ditemukan Cade, dia mungkin akan mati kelaparan tanpa sempat bertemu ibunya.Rose tahu betul bahwa keinginannya terlalu tinggi untuk digapai. Bagaikan menangkap debu dengan tangan. Dia hanya gadis biasa yang hampir kurang gizi, sering kelaparan, dan tidak pernah berkelana. Mustahil bisa keluar-masuk Sanc












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات