LOGINSejak terjadinya wabah virus Dextron, para petinggi negara meluncurkan Program Kehamilan Massal dengan memaksa para wanita penyintas untuk dihamili beberapa lelaki sekaligus dan tinggal dalam Sanctuary Dome, satu-satunya wilayah steril. Rose, seorang penyintas di Wilayah Luar, harus hidup sembunyi-sembunyi karena siapapun yang menemukan wanita dan membawanya ke Sanctuary akan diberikan uang ratusan juta. Namun, dia justru bertemu empat pemuda Wilayah Luar yang awalnya saling berebut untuk menjualnya. Perjalanan panjang mereka menumbuhkan perasaan lain dalam diri keempat pemuda Tanpa sadar, mereka melupakan niat awal mereka dan mulai terikat dengan Rose. Mendapat perlindungan dari empat pria merupakan suatu keberuntungan bagi Rose. Namun, apakah nyawa Rose benar-benar dijamin akan selamat di tengah kejaran kelompok-kelompok bengis? Atau dia akan tetap berakhir sebagai mesin pencetak keturunan di Sanctuary Dome?
View MoreIni pertama kalinya Rose melihat serigala secara langsung. Selama ini, dia hanya melihatnya di televisi atau internet. Dia tak pernah menyangka bahwa serigala memiliki tubuh sebesar itu, bahkan di tengah wilayah yang gersang dan tandus. “Apa serigala memang sebesar itu? Kukira mereka akan kurus karena dunia yang mengering,” komentar Rose.“Serigala tak akan kurus, karena dia memakan manusia, bukan tumbuhan,” sahut Shin yang berada di sebelah Leon, “seperti yang kamu lihat, dia sedang menyantap mayat entah siapa itu.”Ketika Rose mengarahkan pandangannya pada sekelompok orang yang dimakan serigala, perut Rose merasa mual kembali. Satu-satunya hal di Wilayah Luar yang Rose belum bisa beradaptasi adalah melihat mayat atau darah. Entah kapan dia akan merasa biasa saja ketika melihat hal-hal keji seperti ini.Terlebih, mayat-mayat yang tergeletak tak jauh di hadapannya kini masih terlihat segar. Benar-benar baru kehilangan nyawa karena para serigala menerkam mereka. Rose melihat denga
“Leon, apa masih jauh lagi? Kita harus segera keluar dari hutan ini,” tanya Cade, sesekali menengok sekitar, memastikan keadaan aman.“Kalau tidak salah, kita akan keluar dari hutan Danshire sebentar lagi,” jawab Leon, menaruh tangan di dagu, “yah, mungkin sekitar 15-20 menit lagi.”“Semoga perhitunganmu akurat,” kata Shin, “aku mulai bosan melihat pohon.”Alan ikut bersuara, tapi tatapannya terarah pada Rose. “Omong-omong, kamu baik-baik saja, Rose? Katakan padaku jika bekas bengkakmu terasa sakit lagi.”“Aku baik-baik saja. Obatmu benar-benar manjur,” jawab Rose.“Sungguh?” Cade yang menjadi sensitif setiap Rose bicara dengan yang lain menimpali—apalagi melihat Alan masih menggandeng tangan Rose tanpa sadar. “Beberapa kali kamu hampir tersandung saat berlari, kan?”Rose mengangguk-angguk. “Aku sudah bisa jalan sendiri,” katanya, tersenyum lebar.Tapi senyumnya seketika hilang begitu Cade membalas, “Begitukah? Bukannya kamu masih jalan dituntun?”Mata Rose tertuju pada tangan
Berkat ledakan granat, Rose dan teman-temannya bisa kabur cukup jauh. Mereka yakin masih ada banyak babi hutan di belakang sana. Namun setidaknya, jejak mereka tidak terendus oleh babi hutan yang tersisa.“Hei, kalian berdua! Cepat periksa apa ada darah atau air liur babi-babi itu di kulit kalian! Jangan sampai tertular, kalian bukan Rose!” seru Alan sembari menunjuk-nunjuk Shin dan Cade yang berlari di belakangnya.Leon menyahut, “Bukan Rose? Apa maksudnya?”“Rose bisa cepat sembuh karena tubuhnya berbeda. Darahnya berbeda. Sudah pernah kubilang, kan? Sementara kalian semua orang biasa, hanya bermodalkan vaksin. Kalau kalian sampai tertular, tak ada yang menjamin kalian tak berubah menjadi seperti penduduk Danshire,” ungkap Alan.Keduanya memperhatikan tubuh mereka, memastikan tidak ada sesuatu yang menularkan virus mutasi itu. Baju dan celana mereka bersih. Wajah juga. Mereka kira semua sudah aman, sampai Cade melihat pedang Shin yang masih tergenggam di tangan kawannya.“Itu!
“Ayo cepat, kita tak punya waktu. Sudah tiga menit.” Leon mengangkat kotak perlengkapan medis Alan, lalu beralih pada pemiliknya. “Kamu bertugas menjaga Rose, oke?” Alan mengangguk cepat. “Baik—eh, tapi ... bukankah sebaiknya Rose digendong saja? Aku khawatir jika dia—” “Tidak apa, Alan. Aku sudah bisa berjalan. Bahkan berlari,” potong Rose yang sudah turun dari tempat berbaringnya. Alan menatap Rose sejenak. Berdirinya memang sudah tegap dan tidak loyo lagi, tapi dia sangsi Rose sudah kuat berlari. Rose belum pernah berjalan keluar pos sejak sembuh, kecuali saat dalam pengaruh obat kemarin. “Aku baik-baik saja. Sungguh.” Rose memegang lengan Alan, berusaha meyakinkannya. Rose tidak bohong. Kulitnya yang sempat melepuh karena nanah pecah sudah membaik. Obat medis bercampur tanaman herbal yang diracik Alan membuat bekas bengkak Rose terasa sejuk, seperti dikompres es batu. Berkatnya, nyeri di sekujur tubuhnya pun sudah Terdengar tarikan napas panjang dari Alan yang menggeng
Mendengar Leon melantur seperti itu, Cade menukas, “Jangan mengada-ngada.”Pasalnya, perkataan Leon sempat membuat Cade hilang fokus sejenak. Cade melirik kanan, kiri, dan belakang melalui spion, memastikan tidak ada apa pun yang mengikuti mereka.“Hei, kamu yang bilang sendiri pada Rose tadi kal
“Aku menyuruhmu membuangnya, tapi kenapa kamu malah memungutnya?!” Rode berteriak marah ketika melihat Cad kembali dengan menyeret Leon dan membantunya naik ke mobil. Cade tidak menjawab, lanjut menaiki mobil dan melajukannya kembali. “Hei! Jangan abaikan aku!” bentak Rose tepat di samping tel
Sedikit miris bagi Rose mendapati dirinya justru membayangkan Cade di saat-saat seperti ini. Dia pun mengumpat dalam hati, menyalahkan perasaannya yang sejenak menjadi lembek karena dihadapkan oleh situasi yang mengerikan.‘Sialan, kenapa aku malah memikirkan dia! Dia juga sama saja mau menjualku.
“Rupanya dia wanita, ya. Hebat kamu, Leon! Dengan begini, kita bisa dapat 500 juga Goldyn!” Ketua Perampok berjenggot tebal yang bernama Milan, merangkul dan mengusap-usap rambut pirang LeonBeberapa jam lalu. Rose tidak bisa berkutik ketika Leon mengangkutnya ke mobil jeep pada perampok. Kakinya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews