Teilen

bab 18

last update Veröffentlichungsdatum: 30.11.2025 20:09:50

"Pak, Anda sudah tahu alasan saya di sini, ayah saya sedang sakit dan di rawat disini." Vania menatap tajam, suaranya berat penuh harap.

"Kalau memang Bapak setuju, saya siap bekerja sama dengan anda, tapi saya tak bisa meninggalkan ayah saya dan ikut ke rumah usaha Bapak." Lanjut Vania.

Dahi Pak Nagato mengerut, pandangannya penuh tanda tanya.

"Maksudmu...?"

Vania menghela napas dalam, mencoba menjelaskan dengan hati-hati.

"Saya akan bekerja di sini, sambil menjaga ayah saya. Di negara ini, ka
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Anak Rahasia Sang CEO   Bab 26

    "Tapi ceritakan saja, Van. Aku siap mendengar. Siapa tahu aku bisa membantu menemukan siapa ayah bayi itu," Aldo menawarkan dirinya, suara lembutnya menenangkan. Vania menunduk, rahangnya bergetar kecil. Ia tahu, sekali membuka luka lama, seluruh dunia bisa runtuh. Tapi kalau dia bungkam, kebenaran pasti akan terungkap sendiri, dan itu lebih menakutkan. "Aku dijebak oleh Elisa. Minumanku dicampur obat... dan aku malah dijual ke pria asing..." ucapnya tertahan, kata-kata itu keluar seperti bisikan kematian bagi kebahagiaannya yang dulu. "Apa?" Aldo terhenti, mata membelalak bagai disambar petir di siang bolong. Napasnya tersengal, seolah udara di sekitarnya mendadak mengental. Vania menatap ke depan, nafasnya keluar berat, penuh beban yang tak mampu ia sembunyikan. "Aku tak menyangka Elisa bisa berbuat sejahat itu," katanya lirih, suaranya pecah oleh amarah yang membara. Aldo mengerutkan kening, suaranya seperti tercekik oleh keheranan, "Apa benar semua ini cuma soal harta?" Vani

  • Anak Rahasia Sang CEO   Bab 25

    Vania menatap kosong ke arah yang jauh, seolah mencari jawaban di cakrawala harapan yang pudar."Aku sudah memutuskan untuk mempertahankan bayi ini, Do. Mungkin aku pernah berbuat salah, tapi anak ini… dia tak berdosa. Aku tak mau menambah dosa dalam hidupku yang sudah penuh dengan penyesalan di hadapan Tuhan," jawabnya pelan, suaranya menggema dengan keteguhan yang getir sekaligus lembut. Keheningan mengisi ruang di antara mereka, seolah waktu berhenti sejenak untuk meresapi keputusan yang mengubah segalanya.Aldo menatap Vania dengan mata yang penuh perhatian, lalu mengangguk pelan."Apa pun keputusanmu, Van, aku akan selalu mendukungmu. Yang terpenting sekarang, kamu harus segera kuat dan pulih," ucapnya lembut, seolah ingin menyalurkan segenap kekuatan hidup ke dalam jiwa Vania.Vania mengangguk tanpa kata, senyum kecil yang tak sepenuhnya tulus menghiasi bibirnya. Sesaat Aldo terdiam sebelum mengulangi, "Dokter Willy bilang kondisi ayahmu sud

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 24

    "Besok, kau harus datang menemui dia. Perhatikan kondisinya dengan seksama, tapi jangan sekali-kali bertanya atau berkata yang bisa menambah beban pikirannya," suara dokter Willy mengandung peringatan tegas. "Emosi ibu hamil sangat berbeda dengan wanita biasa. Jadi, kau harus bisa menjaga perasaannya agar tetap stabil, jangan sampai satu kata saja memancing kemarahannya." Lanjut dokter Willy. Aldo mengangguk pelan, dadanya sesak oleh kekhawatiran yang tak kunjung reda. Mereka melangkah masuk ke ruang pemeriksaan Pak Widodo yang sunyi penuh harap. "Kondisinya mulai membaik," dokter Willy menghela napas, "Kita tinggal menunggu waktu kapan Pak Widodo membuka matanya. Mungkin butuh kesabaran ekstra, tapi aku yakin harapan itu masih ada." Kata-kata itu seperti sinar tipis yang menembus kegelapan di dada Aldo. Meski perlahan, harapan itu menguat, menggenggam erat di tengah ketidakpastian yang merayap. Di sudut lain rumah sakit, Vania menunduk, pikirannya berkecamuk dalam diam. Dua

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 23

    Aldo menatapnya sejenak, lalu menarik napas panjang seolah menahan badai dalam dadanya. "Baiklah… Tenangkan dirimu dulu. Jika benar ayah dari bayi itu adalah Hendra, aku yang akan menghadapinya. Aku tidak akan membiarkan kamu menanggung semua ini sendirian," ucapnya tegas, penuh tekad yang tak bisa dipungkiri. Langkah Aldo menjauh dengan ragu, melewati ruang yang terasa semakin menyesakkan. Ia tahu, ini bukan sekadar masalah biasa. Bagi Vania, ini adalah pukulan keras yang hampir menghancurkan jiwa. Bagi Aldo, ini juga tembok besar yang menandai batas antara dirinya dan Vania, bahwa mereka hanya bisa bertahan sebagai teman, tidak lebih dari itu. Vania menunduk, jari-jarinya meraba perutnya yang masih datar, suara hatinya terdengar berbisik pilu, "A-aku hamil?" Kenangan pahit itu membayang, malam saat ia terperangkap dalam jebakan Elisa, saat sosok pria itu bersamanya, bukan Hendra seperti yang disangka, tapi seseorang asing

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 22

    "Marta belum tahu pasti alasan ketidakhadiran nona Vania, Pak. Mungkin ada masalah internal yang kita sama sekali tak dengar," ujarnya, mencoba menenangkan suasana dengan nada tenang tapi tegas. "Ini sudah berminggu-minggu, Pak. Bukan sifatnya nona Vania yang biasa. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di balik semua ini." Ucap Tirta menenangkan. Perlahan, kemarahan Samuel mencair, pikirannya berputar mencoba mencerna fakta yang tersirat dari kata-kata Tirta. Ia mengangguk pelan, dengan suara yang lebih lembut tapi tetap tegas. "Kamu benar, Tirta. Sepanjang aku mengenalnya, Vania tak pernah sekalipun seperti ini. Aku akan coba menghubunginya sekarang juga." Dadanya sesak, menahan gelombang kekhawatiran yang mengusik hatinya, sebuah pertanda bahwa bukan sekadar ketidakhadiran biasa yang sedang mereka hadapi. Tirta mengangguk, setuju bahwa itu memang langkah yang lebih baik. Namun, dia masih belum tahu apa keputusan selanjutnya

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 21

    Reno menatap lurus ke matanya, nada suaranya mengalun meyakinkan layaknya orator ulung."Saya terpikat pada perusahaan Anda. Saya sudah menggali semuanya dengan teliti, VL Grup bukan sembarang perusahaan, melainkan bintang yang bersinar di langit bisnis desain perhiasan Indonesia. Jika nona berkenan, saya ingin menanamkan modal saya di sini. Percayakan pada saya, dan kita akan meraih sesuatu yang lebih besar." Ucap Reno.Elisa terkejut, hampir tak percaya dengan tawaran yang baru saja terserap ke dalam pikirannya."A-apa? Tuan Bernett serius? Hanya dari satu kali melihat karya saya, anda mau mempercayakan uang Anda pada VL Grup?" suaranya gemetar, tapi penuh dengan harap yang tak bisa dibendung.Reno tersenyum ringan, seperti menutup sebuah lembaran dan membuka peluang baru yang menjanjikan."Pasti, nona. Atau, beri tahu saya, apa yang paling Anda butuhkan sekarang? Bahan baku? Berlian? Apapun itu, saya siap mengaturnya. Tapi semua ini hanya akan terwujud kalau kita bekerja sama. Baga

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 14

    "Ya, buat ibu ke salon, bayar arisan, belanja, dan makan," jawab Bu Lina santai."Makan apa, Bu, sampai habis lima puluh tujuh juta, hah?" Elisa benar-benar kesal dengan ibunya yang suka menghamburkan uang. Dulu, Elisa tak pernah protes karena Vania yang bekerja, tapi sekarang giliran dirinya yang

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 13

    "Kalau begitu, aku pamit dulu ya, Van," ucap dokter Willy sambil melangkah pergi.Vania menatap kosong ke sosok ayahnya, hatinya berputar penuh amarah yang membara. Kebencian lama terhadap ibu tiri dan Elisa yang dulu tersembunyi kini tumbuh menjadi api yang ganas, siap menghanguskan segala kebohon

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 12

    "Mau ketemu teman. Sudahlah, aku buru-buru," jawabnya singkat, lalu melangkah pergi, membiarkan pintu itu tertutup tanpa ampun. "Tunggu!" teriak Bu Lina, langkahnya mengejar tapi terlambat. Dalam keheningan sore itu, ada jarak yang semakin menganga antara ibu dan anak, sement

  • Anak Rahasia Sang CEO   bab 11

    "Tenang saja, Van. Aku akan cari pekerjaan di sini juga, supaya bisa selalu ada di sampingmu." Ucapnya.Vania hanya mengangguk pelan, tapi hatinya penuh keraguan. Ia tahu, dalam diam Aldo menanggung beban yang jauh lebih berat daripada yang ia tunjukkan. Ia yakin, absen tanpa kabar selam

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status