LOGINNayla Handoko, seorang janda muda yang cantik jelita. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak semata wayangnya, ia harus bekerja keras. Namun takdir seolah mempermainkannya, karena tempat perusahaan ia bekerja sekarang ternyata adalah milik mantan suaminya, yang memiliki sifat posesif. Akankah Nayla berhenti dari perusahaan itu? Atau tetap bekerja dan bersikap profesional? yuk ikutin kisahnya..
View More"Pagi, Sayang." Suara lembut membuat Arga langsung mengenali siapa pemiliknya bahkan tanpa perlu menoleh. Rosa. Wanita itu berdiri di sampingnya dengan senyum manis sempurna di bibir merahnya. Dress putih selutut yang dipakainya pagi itu membuat penampilannya terlihat anggun dan feminin. Rosa lalu melingkarkan satu tangannya pelan di lengan Arga manja. "Kenapa berhenti di sini?" Namun kalimatnya terpotong saat matanya mengikuti arah tatapan Arga. Dan untuk sesaat… Ekspresi Rosa berubah tipis. Terkejut. Karena di sana, Nayla baru saja berdiri di samping Juno sambil tersenyum kecil. Rosa jelas tidak menyangka akan melihat wanita itu di perusahaan Arga. Tatapan matanya sempat mengamati Nayla beberapa detik. Blouse krem sederhana. Rok span hitam. Penampilan yang rapi dan elegan. Sangat berbeda dari bayangan Rosa tentang mantan istri Arga. Namun sedetik kemudian, Rosa kembali memasang senyum manisnya seperti biasa. Meski di dalam hati wanita itu mulai
Tubuh Arga yang sejak tadi bersandar malas langsung menegang saat sepasang tangan melingkar manja di lehernya dari belakang. Aroma parfum wanita yang tajam dan mahal langsung memenuhi indera penciumannya. "Baby…" Suara lembut itu terdengar manja di telinganya. Nathan yang melihat sosok wanita itu langsung mengangkat alis tipis sambil menyeringai kecil. Rosa. Wanita yang kini menjadi tunangan Arga. Rosa tampil mencolok malam itu dengan dress hitam ketat selutut yang membentuk lekuk tubuhnya sempurna. Rambut panjangnya tergerai bergelombang, bibir merahnya tersenyum menggoda saat berjalan memutari sofa lalu duduk tepat di samping Arga. Satu tangannya langsung merangkul lengan pria itu posesif. "Kenapa kamu nggak bilang kalau mau ke sini," rengeknya pelan. Arga hanya melirik sekilas tanpa banyak respons. Namun Rosa tampaknya sudah terbiasa dengan sikap dingin pria itu. Ia justru semakin menempel manja. Nathan diam sambil memperhatikan mereka bergantian. Kalau
Sementara itu, dari dalam rumah, ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka dalam diam. Tatapan itu tertuju pada Arabella yang tadi sempat tertawa riang di gendongan Juno. Wajahnya perlahan melunak. Hangat. Pemandangan itu selalu membuat hatinya tenang. Dan orang itu adalah Bu Ratih, ibunda Nayla. Wanita itu berdiri di balik gorden ruang tengah yang sedikit terbuka sambil memperhatikan putri dan cucunya dari kejauhan. Sudah tiga tahun berlalu sejak rumah tangga Nayla dan Arga hancur. Namun sampai hari ini, rasa sakit melihat putrinya terluka masih terasa jelas di hati Bu Ratih. Ia masih ingat bagaimana hancurnya Nayla dulu setelah perceraian itu terjadi. Menangis diam-diam hampir setiap malam. Tubuhnya semakin kurus. Dan senyum putrinya perlahan menghilang. Yang paling membuat hati Bu Ratih sakit. Semua itu terjadi saat Nayla sedang mengandung Arabella. Namun Arga sama sekali tidak mengetahuinya. Karena pria itu memilih menceraikan Nay
Langit sore mulai berubah jingga ketika Nayla akhirnya keluar dari gedung perusahaan dengan langkah pelan. Bahunya terasa pegal setelah seharian mencoba menata pikirannya yang terus kacau sejak bertemu Arga lagi. Ia menggenggam tasnya erat sambil menuruni anak tangga lobby utama. Namun langkah Nayla mendadak berhenti. Sebuah mobil hitam sudah terparkir di depan lobby seperti biasa. Dan saat pintu mobil itu terbuka— Seorang pria tinggi keluar dari sana sambil tersenyum hangat ke arahnya. "Nay." Nayla mengembuskan napas kecil. "Juno." Pria itu berjalan mendekat dengan santai. Wajah tampannya terlihat teduh dan ramah, jauh berbeda dari aura dingin Arga. "Kamu lembur lagi?" tanyanya pelan. Nayla tersenyum tipis. "Hari ini kerjaan agak banyak." Juno mengangguk paham. "Kelihatan capek." Nayla hanya mengangkat bahu pelan. Selama hampir dua bulan terakhir sejak Nayla bekerja di perusahaan itu, Juno memang sering menjemputnya pulang kerja. Awalnya Nayla berkali-ka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.