GAIRAH MANTAN SUAMIKU YANG NAKAL

GAIRAH MANTAN SUAMIKU YANG NAKAL

last updateLast Updated : 2026-06-08
By:  LibraRahutiaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nayla Handoko, seorang janda muda yang cantik jelita. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak semata wayangnya, ia harus bekerja keras. Namun takdir seolah mempermainkannya, karena tempat perusahaan ia bekerja sekarang ternyata adalah milik mantan suaminya, yang memiliki sifat posesif. Akankah Nayla berhenti dari perusahaan itu? Atau tetap bekerja dan bersikap profesional? yuk ikutin kisahnya..

View More

Chapter 1

Bab 1

Nayla berlari kecil memasuki gedung pencakar langit itu sambil merapikan rambut panjangnya yang sedikit berantakan diterpa angin pagi. Suara hak tinggi miliknya berdetak cepat di lantai marmer lobby yang luas dan mewah.

Tubuh sintalnya terbalut rok span hitam dan kemeja putih fit body yang membentuk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Penampilannya selalu rapi, elegan, dan terlalu menarik untuk diabaikan.

Sebagai janda muda berusia dua puluhan, Nayla memang sering menjadi pusat perhatian di kantor. Apalagi sejak dua bulan bekerja sebagai sekretaris di perusahaan besar itu, banyak karyawan pria mulai mencari alasan untuk mendekatinya.

Namun pagi ini suasana lobby berbeda.

Beberapa pegawai terlihat berdiri rapi sambil berbisik antusias. Bahkan para staf wanita tampak sibuk merapikan penampilan mereka diam-diam.

Nayla mengernyit bingung.

"Ada apa sih pagi-pagi begini?" tanyanya pelan pada salah satu resepsionis.

"Mbak belum tahu?" bisik wanita itu semangat. "Presdir baru datang hari ini. Katanya beliau menggantikan Pak Surya."

Nayla sedikit terkejut.

Selama ini perusahaan dipimpin Pak Surya, lelaki paruh baya yang terkenal tegas tapi cukup ramah. Tidak ada yang menyangka jabatan itu tiba-tiba berpindah tangan.

Belum sempat Nayla bertanya lagi, suasana lobby mendadak hening.

Pintu utama terbuka.

Beberapa pria berpakaian formal masuk lebih dulu, lalu disusul sosok lelaki tinggi bertubuh atletis dengan langkah tenang namun penuh wibawa.

Jas hitam mahal membungkus tubuh tegapnya dengan sempurna. Wajahnya tampan, rahangnya tegas, dan tatapannya tajam dingin hingga membuat siapa pun segan menatap terlalu lama.

Aura pria itu terlalu kuat.

Beberapa wanita langsung terpaku.

Nayla ikut menoleh sekilas.

Namun detik berikutnya…

Tubuhnya membeku.

Napasnya tercekat.

Matanya melebar tidak percaya saat pria itu berjalan semakin dekat.

Tidak mungkin.

Pria itu…

Arga Wijaya.

Mantan suaminya.

Jantung Nayla langsung berdegup kacau.

Sudah tiga tahun mereka bercerai. Tiga tahun tanpa kabar. Dan selama itu pula Nayla berusaha mati-matian melupakan lelaki yang pernah menghancurkan hidup sekaligus hatinya.

Tapi sekarang…

Arga berdiri di hadapannya dengan penampilan yang jauh lebih matang dan berbahaya dibanding dulu.

Tatapan mata pria itu jatuh tepat ke wajah Nayla.

Dingin.

Tajam.

Namun seolah menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan.

Seluruh lobby terasa sunyi saat keduanya saling menatap.

"Pak Arga, ini seluruh staff sekretaris direksi," ujar salah satu petinggi perusahaan.

Namun Arga sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari Nayla.

Sudut bibir pria itu terangkat tipis. Sangat tipis.

Seolah tidak menyangka mereka akan bertemu lagi.

Nayla menahan napas.

Sementara Arga akhirnya mengalihkan tatapannya begitu saja, lalu menoleh pada pria di sampingnya.

"Jadwal meeting pagi dipercepat," ucapnya datar.

"Baik, Pak."

"Dan laporan kerja tiap divisi saya mau sudah ada di ruangan sebelum jam sembilan."

Nada bicaranya tenang. Tegas. Tidak banyak bicara.

Arga lalu kembali melangkah melewati para staff tanpa mengatakan apa pun pada Nayla.

Tidak ada sapaan.

Tidak ada keterkejutan.

Bahkan tidak ada ekspresi hangat sedikit pun di wajah pria itu.

Seolah mereka memang tidak pernah saling mengenal.

Padahal dulu…

Arga pernah menjadi lelaki yang paling mengenal dirinya.

Nayla langsung menunduk cepat saat pria itu melewatinya. Jantungnya berdegup kacau sampai telapak tangannya terasa dingin.

"Ya Tuhan…" gumamnya pelan nyaris tak terdengar.

Beberapa staff wanita mulai berbisik antusias begitu Arga masuk ke lift khusus direksi.

"Gila… dingin banget ya."

"Tapi auranya bikin deg-degan."

"Masih muda lagi…"

"Eh, tapi katanya dia seorang duda loh,"

"Masa sih? Wah kalau dudanya begitu siapa yang nolak," sambung staff lainnya.

"Iya. Bodoh banget mantan istrinya dulu ya, kok cowok secakep dan setajir Pak Arga disia-siain."

Begitulah bisik-bisik para karyawan perempuan.

Sementara Nayla hanya menghela nafas, tanpa mau ikut menanggapi.

Pikirannya sudah terlalu penuh.

Ia masih tidak percaya mantan suaminya kini menjadi atasannya.

Dan yang lebih membuat dadanya sesak…

Cara Arga menatapnya tadi.

Dingin.

Sangat dingin.

Tak lama kemudian seluruh staff sekretaris dipanggil ke ruang meeting direksi.

Nayla berjalan masuk bersama yang lain sambil berusaha terlihat normal, meski sebenarnya napasnya belum sepenuhnya tenang.

Ruangan besar itu terasa hening sampai suara pintu kembali terbuka.

Arga masuk.

Langkahnya tenang dengan ekspresi wajah yang tetap datar. Jas hitamnya membuat sosok pria itu terlihat semakin berwibawa dan sulit didekati.

Semua orang langsung berdiri.

"Pagi, Pak."

"Pagi," jawab Arga singkat, datar tanpa ekspresi.

Pria itu berdiri di ujung meja meeting, lalu meletakkan map hitam di atas meja sebelum menatap seluruh ruangan satu per satu.

"Saya rasa sebagian dari kalian sudah mendengar kabar tentang pergantian posisi direksi," ucapnya tenang.

Ruangan langsung hening.

"Mulai hari ini, saya resmi mengambil alih posisi Presiden Direktur menggantikan Pak Surya."

Beberapa staff langsung saling melirik pelan.

Arga melanjutkan dengan nada datar namun tegas.

"Pak Surya tetap menjadi bagian dari perusahaan sebagai komisaris utama. Jadi seluruh proses transisi akan berjalan mulai minggu ini."

Nayla menunduk pelan, berusaha tetap fokus pada catatan di depannya meski jantungnya sejak tadi belum benar-benar tenang.

"Saya tidak terlalu suka basa-basi," lanjut Arga. "Saya lebih menghargai hasil kerja."

Tatapan tajam pria itu kembali menyapu ruangan.

"Dan saya tidak suka keterlambatan, pekerjaan berantakan, dan alasan tidak penting. Selama kalian bekerja profesional, saya tidak akan mempersulit."

Semua orang langsung diam mendengarkan.

"Saya juga tidak suka drama di lingkungan kerja," sambungnya tenang. "Jadi pisahkan urusan pribadi dan pekerjaan."

Kalimat itu sukses membuat jantung Nayla mencelos.

Entah kenapa ia merasa ucapan itu sengaja diarahkan padanya.

Nayla menggenggam pulpen lebih erat.

Sementara Arga tetap berbicara tenang membahas aturan kerja baru tanpa sekali pun menunjukkan kalau dirinya dan Nayla pernah memiliki hubungan di masa lalu.

Profesional sekali.

Dan itu justru membuat Nayla semakin tidak nyaman.

Sampai akhirnya meeting selesai.

Kursi mulai bergeser. Beberapa staff mulai membereskan berkas masing-masing sambil berdiri dari tempat duduk mereka.

Nayla ikut meraih map di depannya, berniat segera keluar sebelum situasi menjadi semakin canggung.

Namun baru saja ia berdiri.

"Kamu."

Suara Arga terdengar tenang dari ujung meja.

Langkah Nayla langsung terhenti.

Semua orang spontan menoleh.

Arga mengangkat dagunya sedikit ke arah Nayla dengan tatapan datar yang sulit dibaca.

"Setelah ini ke ruangan saya."

Deg.

Jantung Nayla langsung berdegup lebih keras.

Sementara suasana ruangan mendadak terasa aneh.

Beberapa staff saling melirik penasaran karena sejak tadi Arga memang tidak pernah menunjukkan kedekatan dengan siapa pun—namun sekarang justru menunjuk Nayla secara langsung.

Sedangkan Arga sendiri kembali menutup map di tangannya dengan tenang, seolah ucapan tadi hanyalah instruksi biasa untuk seorang bawahan.

bersambung...

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status