LOGINSebuah kisah yang menyentuh dan sarat emosi tentang Mia, seorang perempuan yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, pernikahan yang dibangun atas dasar kesepakatan bisnis, bukan perasaan. Setelah menikah dengan Keenan Bramantyo, seorang pengusaha sukses yang dingin dan acuh tak acuh, Mia hidup bagaikan bayangan tembus pandang yang tidak pernah diakui, sementara cinta sejati Keenan dicurahkan pada perempuan lain, yaitu adik tiri Mia sendiri, Tasya. Ketika Mia secara tak terduga mengetahui bahwa dirinya hamil anak kembar, kabar itu mengguncang dunianya, terlebih karena kontrak pernikahannya secara tegas melarang kehamilan. Saat Mia berjuang menerima kenyataan bahwa dia mengandung anak-anak Keenan, dia bukan hanya harus menghadapi beratnya hubungan yang dingin dan serba kontraktual, tetapi juga perihnya pengkhianatan ketika Keenan terus menjalin hubungan dengan Tasya. Pergulatan batin Mia semakin dalam ketika dia harus menghadapi perasaannya sebagai perempuan yang tak pernah dianggap oleh pria yang dia cintai, sambil menyimpan rahasia besar tentang kehamilannya.
View MoreSudut Pandang Mia:Aku menghabiskan sepanjang malam memikirkan hal-hal tak jelas, jadi aku tidak bisa tidur pulas.Suara lirih Gasol menarik perhatianku. Dia terbaring menyamping dengan posisi meringkuk di atas kasurnya di dekat jendela, cakar-cakarnya bergerak seolah dia sedang mengejar kelinci di dalam mimpinya. Aku iri padanya. Gasol selalu bisa tidur nyenyak setiap malam.Layar ponselku menyala dengan cahaya redup. Jam menunjukkan pukul 6.17 pagi. Tanggal juga terpampang, 15 Oktober. Tanggal itu ... adalah hari jadi pernikahanku yang "lama". Tiga tahun pertama, aku selalu menyiapkan segalanya untuk hari ini. Namun, manusia mudah beradaptasi itu ternyata benar adanya. Aku hampir lupa tentang hari jadi itu.Sejujurnya, aku berharap bahwa setelah bercerai, Keenan akan menghilang dari hidupku sepenuhnya, bahwa aku tidak perlu lagi memikirkan pria itu. Namun sepertinya aku sudah terlalu meremehkan fakta. Apakah Keenan akan melepaskan aku dan bayi-bayiku? Kemudian, soal penculikan itu ..
Sudut Pandang Mia:Aku mendengarkan percakapan ibuku dengan pengacaranya di telepon. Aku bisa merasakan bahwa dia benar-benar ingin menjerumuskan mantan suaminya ke penjara. Aku duduk di sofa dan mengganti-ganti posisi duduk, ingin mencari posisi yang nyaman mengingat perutku kian hari kian membesar. Gasol berbaring di dekat kakiku."Ya, aku mengerti implikasinya." Nada melengking yang biasa Ibu pakai saat dia berurusan dengan hukum terdengar dari dapur. "Tapi aku butuh catatan dari tahun 1995 sampai 2000. Semuanya."Gasol menyenggol pergelangan kakiku dengan moncongnya, menaruh mainan tali favoritnya di pangkuanku, lalu menatapku dengan penuh harap. Aku tersenyum dan mengambil potongan tali yang usang itu. Sejak aku hamil, permainan yang kami mainkan tidak terlalu berat. Gasol benar-benar sangat perhatian padaku."Hati-hati ya, Ibu," bisikku pada diriku saat kami bermain versi modifikasi dari lempar tangkap. Berhubung aku sedang hamil, aku tidak bisa melempar terlalu jauh. Meski begit
Sudut Pandang Mia:Aku memutuskan untuk tidur sejenak di mobil, tetapi kemudian aku tiba-tiba menyadari sesuatu. Keenan tidak menyinggung soal Tasya yang sengaja menabrakku kemarin. Ini pertama kalinya dia mengabaikan Tasya.Setelah kuingat-ingat lagi, dia memang sama sekali tidak menyebut nama Tasya. Dia kini tahu bahwa akulah gadis itu, makanya pemikiran soal Tasya adalah gadis itu sudah tergantikan. Singkatnya, dia sudah tidak tertarik lagi dengan Tasya.Tampaknya aku sudah berhasil mengalahkan Tasya. Aku akhirnya "menang". Namun, pemikiran itu sama sekali tidak membuatku senang karena cinta Keenan sudah menjadi sesuatu yang tak ada artinya lagi bagiku. Mirisnya, kata "cinta" pun terasa tidak tepat untuk mendeskripsikannya."Nanda?" Suaraku terdengar kecil di mobil yang sunyi. "Apa kamu pernah jatuh cinta?"Dia menatapku sejenak. Untuk sesaat, aku kira dia tidak akan menjawab. Entah mengapa aku merasa dia pasti menganggapku bodoh.Namun, dia tetap menjawab, "Pernah."Kata itu terasa
Sudut Pandang Mia:Lokasi kafe itu berada tepat di tengah antara rumah lama kami dan apartemen baruku. "Wilayahnya netral", begitulah sebutan pengacaraku ketika menyarankan lokasi ini kepadaku. Dari jendela, aku bisa melihat Keenan yang duduk di meja ujung, tampak sempurna seperti biasa dalam balutan salah satu setelan jasnya yang terjahit rapi. Dia datang lebih awal.Sebelum aku sempat melangkah, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Rafa masuk.[ Ingat, kamu nggak harus menyetujui semuanya hari ini. Ini cuma diskusi awal. ]Aku menarik napas dalam-dalam, lalu merapikan sweterku di atas perut yang jelas terlihat menonjol. Sudah tidak ada gunanya lagi menyembunyikannya. Statusku sebagai wanita hamil sudah tersebar di setiap situs gosip dan blog sosial di kota. Judul-judul berita berkisar dari yang penuh simpati seperti "Mantan Istri Pengusaha Kaya yang Sedang Hamil Jadi Target Serangan Mengejutkan", sampai ke yang penuh skandal seperti "Drama Anak Rahasia Keenan Bramantyo".Keenan berd
Sudut Pandang Mia:Ruang terapi itu tampak berbeda dari yang kubayangkan. Tak ada sofa kulit, tak ada rak dinding penuh buku psikologi berdebu, hanya dinding abu-abu halus yang mengelilingi kursi-kursi yang nyaman dan jendela besar yang menyaring sinar dari luar dengan tirai tipisnya. Dokter Sera Ma
Sudut Pandang Mia:Sinar matahari pagi menyusup lewat jendela teluk di kamar tamu, membentuk bayangan panjang di studio daruratku. Gambar-gambar sketsa menutupi setiap permukaan, denah elevasi terpasang di dinding, sampel material berserakan di atas meja, render 3D menyala di beberapa layar. Kekacau
Sudut Pandang Mia:Dunia menyempit menjadi sekadar sensasi, bibir Keenan di bibirku, tangannya terjalin di rambutku, panasnya ramuan Karina membakar aliran darah kami. Setiap sentuhan terasa berlipat ganda, menyetrum, seolah-olah rempah itu membangunkan setiap ujung saraf di tubuhku.Cahaya bulan me
Sudut Pandang Mia:Aku tidak bisa tidur, membuatku berulang kali berguling di seprai yang masih menyimpan jejak kolonye Keenan. Setiap kali memejamkan mata, aku melihat wajahnya di bawah sinar bulan, merasakan bayang-bayang sentuhannya. Ramuan Karina akhirnya sudah hilang efeknya, tetapi kenangannya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews