Se connecterPLAK! Menjadi cantik adalah luka yang berbuah tamparan. Kecantikan adalah dambaan semua wanita. Memiliki wajah cantik adalah suatu kebanggaan. Tapi tidak untuk Bela. Wanita berdarah asli sunda-cina berusia 19 tahun ini kerap menjadi bahan kebencian majikannya. Karena kecantikannya ia dibenci. Statusnya yang hanya sebagai anak seorang pembantu pun diinjak-injak. Ia terjebak dalam sangkar keluarga Arman yang kejam. Namun siapa sangka, seorang pengusaha ternama berusia 35 tahun menghampirinya dan melamarnya. Pengusaha itu bernama Virgo. Lelaki tampan yang bersikap dingin.Duda beranak satu itu berniat membebaskan Bela dari belenggu keluarga Arman. Tapi, Bitna hanya mencintai seorang lelaki. Dia adalah Arya. Kekasih yang dicintainya sejak lama. Lantas, bagaimana kisah mereka? Akankah Bela menerima pinangan Virgo dan terlepas dari belenggu nya?
Voir plus‘Lima belas tahun aku lewati bersamamu, tak ku sangka untuk pertama kalinya kamu membuatku takut kembali setelah waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Aku sungguh tak menyangka akan berlari seperti ini lagi untukmu setelah waktu bahagia yang kita lewatkan bersama-sama.’
Virgo kala itu baru saja pulang dari Korea ketika ia mendengar kabar tak mengenakan tentang istrinya-Mika. Dengan peluh yang tak berhenti membasahi tubuhnya, ia berlarian menyusuri lorong rumah sakit tempat dimana Mika di rawat setelah kecelakaan yang menimpanya. Kedua matanya pun tak berhenti menitikkan air mata karena kekhawatiran yang ia rasakan. “Mika! Ku mohon...” ujarnya sembari terus berlarian mencari ruang dimana istrinya tengah di operasi. Kekhawatiran yang sungguh menyiksa, apalagi mengingat bahwa saat ini Mika tengah mengandung anak keduanya. Pagi tadi, ia berencana untuk membeli beberapa hadiah untuk menyambut kedatangan suaminya. Tanpa di dampingi siapapun di sampingnya, ia mengoperasikan kursi rodanya untuk menyeberangi jalan saat semua kendaraan berhenti untuk mematuhi dua lampu lalu lintas di sisi jalan. Namun entah bagaimana, tiba-tiba saja sebuah mobil dari arah berlawanan melaju kencang sehingga menabraknya dengan kecepatan tinggi. Alangkah terkejutnya Virgo saat ia mendapati kabar buruk itu ketika ia mulai menginjakkan kakinya di sebuah bandara. Raut wajah sumringah lenyap begitu saja tatkala berita itu menyerangnya. Tubuhnya pun gemetaran dan wajahnya pucat pasi karenanya. Secepat mungkin pun ia berlarian menuju ke tempat istrinya berada. Kini, dengan langkah yang sangat berat ia mencoba berlari meski isak tangis sesekali membuatnya lemah untuk melangkah. Hingga akhirnya ia melihat orang tua satu-satunya yang dimiliki oleh Mika menangis di depan ruang operasi. Melihat kesedihan mertuanya itu, tiba-tiba saja tangannya gemetaran dan kakinya terasa semakin berat untuk melangkah. “Ayah...” panggilnya lirih. Pak Usman-ayah Mika yang tadinya tertunduk, perlahan menoleh ke tempat dimana menantunya itu berdiri dengan raut wajah sedihnya. Melihat menantunya yang masih tertegun menatapnya, Pak Usman berdiri dari posisinya dan berlari memeluk menantunya itu. “Bagaimana ini, Vir! Kita sudah sangat terlambat!” jeritnya dengan derai air mata yang tak berhenti menetes di pipinya. Ketakutan Virgo semakin menjadi-jadi. Ia menggelengkan kepalanya, mencoba menepis segala dugaan buruk tentang kondisi Mika saat ini. Kesedihannya akan perkataan Pak Usman membuatnya tak mampu lagi menahan. “Ayah bohong kan? Mana mungkin Mika...” Virgo masih tak berdaya menerima kenyataan pahit itu dalam dekapan mertuanya. “Maafkan Ayah, Vir...” Perlahan Virgo melepas pelukan itu, kemudian dengan kaki yang berat ia mulai melangkah menuju ruang operasi. Di depan ruangan itu masih berdiri seorang dokter dengan beberapa perawat yang menyambutnya dengan tatapan iba. Virgo sungguh sangat membenci situasi itu. “BAGAIMANA BISA!” Tanpa di duga Virgo menghampiri dokter yang saat itu mengoperasi istrinya. Ia mencengkeram pakaian yang dikenakan dokter itu tanpa peduli dengan beberapa orang yang mencoba mengendalikan emosinya. Setengah menangis ia meluapkan amarahnya. “KAU SEHARUSNYA MENYELAMATKAN ISTRIKU! DIA SEDANG MENUNGGUKU! BAGAIMANA BISA KAU BIARKAN DIA PERGI TANPA BERTEMU DENGANKU!” Perlahan Virgo melepas tangannya yang mencengkeram dengan sangat kasar pakaian dokter itu. Ia jatuh terduduk tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya. Di depan ruangan itu ia menangis sejadi-jadinya. “Ti-tidak! Ini tidak benar!” Rasa tak percaya akan kepergian istrinya yang terlalu cepat, membuat Virgo sungguh ingin menyangkalnya lagi. Dengan langkah perlahan memasuki ruangan operasi untuk menjumpai istrinya yang sudah tak lagi bernyawa di dalam sana. Dan langkah kaki lelaki yang tengah bersedih itu pun terhenti. Kedua kakinya terhenti saat ia melihat sosok yang tengah terbaring di atas tempat tidur dengan selembar kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Sambil menggelengkan kepalanya, ia mencoba kembali menyangkal kebenaran itu. Hingga kemudian ia benar-benar ada di samping yang sesungguhnya sangat merindukan kedatangannya. Perlahan ia membuka kain penutup itu, dan betapa histeris tangisannya saat melihat wajah cantik yang selalu tersenyum padanya itu kini tersenyum dalam keadaan tak bernyawa. Digenggamnya tangan dingin milik istrinya itu dan menciumnya beberapa kali. Digenggamnya erat tangan itu tanpa ingin melepasnya. “Maafkan aku Mika! Maafkan aku Mika! Maafkan aku!” Di ruangan yang dingin itu, dalam keheningan tangisan Virgo pecah. Lelaki berusia 35 tahun itu sungguh terpukul dengan kepergian istrinya. Dalam tangisnya yang semakin menjadi-jadi ia mengingat bagaimana saat pertama kali ia bertemu dengan Mika di Belanda. Ingatan-ingatan baik dan buruk terus berputar dalam kepalanya. Ia mengingat dengan jelas bagaimana perjalanan cinta yang mereka alami bersama. Perjalanan yang terkadang membuat lelah untuk menjadi diri sendiri. Kini, siapa sangka wanita baik itu pergi meninggalkannya untuk selamanya. Tanpa di duga akan hadir hari semenakutkan ini untuk Virgo yang selama ini hidup dengan penuh kebahagiaan. “Kenapa kau tak menungguku, Mika?” gumamnya dengan isak tangis yang masih sama. “Bukankah kita sudah berjanji untuk melihat anak kita yang tengah berjuang menjadi sosok kuat di dalam sana! Tapi kenapa kalian malah meninggalkan aku di sini dan...” Virgo tak sanggup lagi melanjutkan perkataannya, ia kembali menangis sejadi-jadinya sambil terus menggenggam tangan istrinya. Banyak penyesalan dalam benaknya. Dan terlontarkan semua kesedihan yang dirasakannya.“APA?” Keterkejutannya itu tanpa sadar membuat Bela berteriak. Menyadari bahwa Virgo sangat terganggu dengan responnya, Bitna menutup kedua mulutnya. Ia menundukkan kembali wajahnya sejenak.‘Kau mau mati ya Bela?’ gumamnya dalam hati.Kini tak hanya gemetaran, jantung Bela pun seakan tengah terombang-ambing dalam dasar laut yang gelap. Debaran tak terkendali itu benar-benar menyesakkan dadanya. “Me-menikah T-Tuan?”Kedua mata Bela terbelalak lebar setelah mendengar hal yang baginya sangat aneh. Benar-benar sangat aneh, karena tiba-tiba saja, lelaki berperawakan tampan itu menyatakan maksud hatinya untuk menikahi Bela. Virgo memasukkan kedua tangannya di saku celananya. Ia menatap mata gadis itu lekat-lekat. Wajahnya mendekat, hingga kini keduanya berjarak sekitar 5 sentimeter dari hidung ke hidung. Sungguh jelas napas demi napas yang Virgo dan Bela hirup dan hembuskan. Bahkan tiba-tiba saja hal itu membuat jantung Bela kembali berdebar semakin hebat. Takut Virgo mendengar debara
1 tahun kemudian ‘PLAK!’Dia adalah Bela, Adelia Amabella. Gadis berusia 19 tahun itu membantu ibunya yang merupakan pembantu rumah tangga di keluarga Arman. Gadis itu memiliki perawakan cantik nan putih bak bidadari, sehingga berulang kali orang yang berjumpa dengannya mengira bahwa dirinya adalah anak dari Nyonya Arman majikannya. Gadis berdarah asli Sunda-cina itu tak seberuntung teman-temannya. Ia harus merelakan dirinya membantu kedua orang tuanya yang memiliki hutang dengan keluarga Arman. Tak di sangka, untuk kesekian kalinya ia mendapatkan tamparan dari majikannya. Nyonya Arman kesal saat salah seorang penata busana mengira bahwa Bela adalah salah satu anaknya. Oleh karenanya ketika keduanya keluar dari butik yang megah itu, Nyonya Arman tak segan mendaratkan tamparannya di pipi gadis muda itu.“Beraninya kau!” umpat Nyonya Arman.Bela hanya tertunduk karena tak kuasa menahan ketakutannya akan sikap kasar Nyonya Arman padanya. Ini untuk kesekian kalinya ia mendapatkan tampar
Di Pemakaman... Sebuah buket bunga lili berwarna putih Virgo letakkan di atas batu nisan istrinya. Tangisnya kembali pecah. Ia sungguh tak mampu menahan air matanya. Teringat olehnya bagaimana senyuman cantik itu menyambutnya saat ia memberikan buket bunga lili kesukaannya. Kini, ia sungguh tak menyangka akan memberikan buket bunga itu di tempat yang membuatnya merasakan sakit hati yang tiada tara. Karena perpisahan yang Tuhan berikan adalah perpisahan yang paling sulit untuk diikhlaskan begitu saja, meski telah mencoba untuk mengikhlaskannya. “Maafkan aku Mika! Aku gagal melindungimu dan anak kita!” ucapnya lirih. Tak peduli berapa banyak ucapan duka yang terdengar di telinganya dari para pengunjung yang datang di pemakaman Mika hari itu. Virgo hanya terdiam di depan batu nisan bertuliskan nama istrinya. Ia menangis sejadi-jadinya di sana. Ia sungguh berharap bahwa hari ini adalah mimpi buruk yang harus dilewatinya semalam saja. Lalu, di tatapnya pula batu nisan yang sangat famil
‘Lima belas tahun aku lewati bersamamu, tak ku sangka untuk pertama kalinya kamu membuatku takut kembali setelah waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Aku sungguh tak menyangka akan berlari seperti ini lagi untukmu setelah waktu bahagia yang kita lewatkan bersama-sama.’ Virgo kala itu baru saja pulang dari Korea ketika ia mendengar kabar tak mengenakan tentang istrinya-Mika. Dengan peluh yang tak berhenti membasahi tubuhnya, ia berlarian menyusuri lorong rumah sakit tempat dimana Mika di rawat setelah kecelakaan yang menimpanya. Kedua matanya pun tak berhenti menitikkan air mata karena kekhawatiran yang ia rasakan. “Mika! Ku mohon...” ujarnya sembari terus berlarian mencari ruang dimana istrinya tengah di operasi. Kekhawatiran yang sungguh menyiksa, apalagi mengingat bahwa saat ini Mika tengah mengandung anak keduanya. Pagi tadi, ia berencana untuk membeli beberapa hadiah untuk menyambut kedatangan suaminya. Tanpa di dampingi siapapun di sampingnya, ia mengoperasikan kursi rodanya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.