Share

TAK TAHU MALU

Meskipun mas Bram semalam bilang dia tetap tidak setuju aku bekerja, namun entah kenapa pagi ini dia justru berangkat sangat awal. Bahkan saat aku baru membuka mata, dia terlihat sudah bersiap-siap untuk berangkat.

"Kok udah siap jam segini, Mas? Mau kemana?" tanyaku penasaran.

"Mau nyari orang," sahutnya cepat sambil merapatkan jaket ke tubuhnya.

"Nyari orang?" Dahiku sontak berkerut.

"Kamu nggak tau? Si Denny pergi gitu aja ninggalin Dira? Kurang ajar orang itu!" katanya geram. Tatapan matanya memandangku jengah seolah sedang menuduhku tak peduli dengan keluarganya.

"Aku sudah tanya ke adik-adikmu apa yang terjadi, tapi mereka sepertinya nggak suka aku tanya-tanya, Mas. Malah aku dibilang kepo katanya," protesku menanggapi ketidaksukaannya dengan sikap cuekku.

Lalu terdengar helaan nafas beratnya.

"Nggak sarapan dulu, Mas?" tanyaku sebelum melihatnya keluar kamar.

"Nggak usah," jawabnya cepat. Lalu berlalu begitu saja meninggalkanku tanpa pamit.

Begitulah mas Bram. Ter
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Wagirin
Dira oh Dira..wanita sombong..akhirnya merana..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status