Share

12

#BUKAN_MENANTU_BODOH

#PART_12

Setelah mendengar perdebatan Mas Aksa dan ibu semalam, aku memutuskan untuk tetap pergi ke kantor pagi ini.

Sebenarnya, jabatan Mas Aksa belum resmi di turunkan karena aku berharap Mas Aksa keluar dari kantor tapi, ternyata ia memilih bertahan.

Aku tahu penyebabnya, apalagi kalau bukan karena Mas Aksa bukanlah lulusan sarjana yang bisa dengan mudah melamar di sebuah perusahaan. Ia hanya beruntung berada di perusahaan milik keluargaku ini. Sayangnya, ia lupa diri dan memilih menduakan aku.

"Bosen ngeliat kamu pergi tapi, gak ada hasil Ren! gak capek apa kamu?" sindir Ibu.

"Usaha itu gak ada yang capek Bu, apalagi aku kan janda. Kalau engga usaha sendiri mau ngandelin siapa?" sindirku balik.

"Susah ngomong sama perempuan kampung kaya kamu!" sentak Ibu.

"Yuk Bu!" ajak Dinda.

 

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status