Share

23

#BUKAN_MENANTU_BODOH

#PART_23

Malam ini, aku berniat membicarakan tentang Galih. Aku rasa, tak baik jika hanya terus menebak-nebak perasaan yang sesungguhnya Vira rasakan.

Aku juga tak ingin, terlihat tak tahu diri. Disaat Vira menyerahkan seluruh hidupnya untukku. Aku justru diam seakan menutup mata atas perasaannya.

Setelah menghabiskan makan malam, aku menghampiri Vira di kamarnya. Seperti biasa, ia masih sibuk di depan laptop, mengisi data pengeluaran hari ini. 

"Vir, mau ngomong bentar," ucapku.

"Iya Ren, masuk aja. Aku cuma bikin rekapan kok," ijinnya.

Aku mengangguk sembari melangkah masuk. Kamar dengan cat tembok berwana coklat muda ini terlihat elegan seperti penghuninya.

Aku duduk di tepi ranjang, menunggunya menyelesaikan semua yang tengah ia kerjakan.

"Ya, akhirnya selesai. Gimana

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Desakmade Parwati
iya katanya putra kmrin, kok malah putri skrang, adehh jd bingung
goodnovel comment avatar
Nartilava Lava
loh kan pas usg kata nya anaknya Putra
goodnovel comment avatar
Udiah Syahida
komennya sama semua hahhaha
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status