LOGINAlina kembali ke desanya setelah 14 tahun merantau ke kota. ia kembali untuk membalas dendam kepada keluarga Burhan yang telah membunuh kakaknya dan memfitnah sang ibu mencelakai putra dari keluarga Burhan.
View MoreRaka dan Alina berjalan jalan di desa. Mereka melihat dan mengobrol dengan para masyarakat. Kebanyakan Masyarakat di sini beranggapan Raka dan Alina adalah sepasang kekasih, ada juga yang beranggapan mereka adalah pasangan suami istri. Alina terkekeh kecil mendengar hal tersebut. Mereka tak berniat meluruskan ataupun membenarkan. "Ada suatu hal yang mau aku bicarakan sebenarnya, cuma aku ragu mengatakannya padamu. Kita nggak tau sebanyak apa CCTV di dalam sana," ucap Raka. Alina yang tadinya sibuk dengan pemikirannya sendiri kini mengalihkan perhatiannya pada Raka. "Apa?" tanya Alina. "Alin, dengarkan dulu tanpa memotong oke?" Alina mengangguk sebagai jawaban. "Kita disuruh pulang oleh aya--""APA!? TAPI KENAPA?" tanya Alina dengan nada tinggi.Raka menghela nafas. Padahal dirinya sudah memberitahu Alina untuk mendengarkan dahulu, tapi gadis ini malah memotong ucapannya. "Sudah kubilang dengarkan aku dulu, Alin!" seru Raka. Kadang Raka sedikit frustasi menghadapi Alina. Siap
Sepulang Alina, Raka, Juga Restu mereka segera mengistirahatkan diri. Mereka duduk di ruang keluarga, yang terlihat sangat lelah hanyalah Restu karena memang dia sebenarnya yang mengerjakan cucian baju ini. Alina yang menatap Restu merasa sedikit bersalah pada Restu. Raka menatap Restu juga.Raka menggeleng sejenak, ternyata ada ya pemuda lemah seperti Restu. Hanya mencuci saja dia kelelahan seperti orang mau mati. "Eh, kalian sudah pulang?" Ketiga insan itu Refleks menoleh. Ternyata itu Ibunya Restu. Mirna menatap Restu sekilas, di lihat dari lelahnya dan ada beberapa kemerahan di tangan Restu. Ibu Restu menghela nafas, anaknya pasti ikut membantu mencuci pakaian tersebut, dia sangat hapal dengan perangai Restu.Dia sangat senang jika memang benar anaknya ini ikut mencuci pakaian, karena sepanjang hidupnya belum pernah sekalipun Restu menyentuh cucian baju. Memang itu bukanlah tugas lelaki, tapi bila Restu menikah lalu Istrinya melahirkan maka Restulah yang harus melakukan pekerja
Alina segera mencari Raka juga Restu. Enak saja jika dirinya disuruh mencuci sedemikian banyaknya. Pakaian kotor keluarganya saja tak sebanyak ini jika Alina mencuci. Melihat Restu sedang bermain catur bersama, Alina segera mendekat. alina tak mau bila harus mencuci sendirian. "Kak Raka, Kak Restu, bisa bantuin Alina?" tanya Alina. mereka mengalihkan fokus pada Alina. Raka membulatkan matanya kala melihat cucian yang ada di tangan Alina. Banyak sekali!"Alin, itu seriusan cucian kamu?" tanya Restu. "Bukan, tapi punya kalian. Mesin cuci kalian rusak, jadi tolong antarkan aku ke sungai untuk mencuci baju baju ini."Restu tersenyum kecut. Berarti di sana ada pakaiannya juga? Entah kenapa tiba tiba Restu merasa sangat malu. "Baiklah, ayo ikuti aku Alin."Mereka berjalan ke arah sungai, jujur Alina sendiri sudah sangat tau letak sungainya di mana, tapi dia harus berpura pura tidak tahu untuk memanfaatkan Restu agar membantunya. Sampai ke sungai Alina tersenyum cerah. Sudah sangat jar
Satu hari yang melelahkan. Rumah yang akan ditempati Alina sudah selesai dibersihkan, tetapi nampaknya banyak bagian yang mesti diperbaiki. Saat mereka masuk ke dalam rumah beberapa genteng sudah hancur, bahkan genteng bagian belakang pun sudah banyak yang hilang. Beberapa ibu-ibu yang suka bergosip tanpa dasar mengatakan kalau itu ulah Arwah Reza. Alina tersenyum miris saat mendengar arwah kakaknya bahkan masih dituduh melakukan hal-hal yang tidak mungkin. Alina jelas tau itu pasti perbuatan manusia, lagian untuk apa arwah mengambil genteng rumah? Nampaknya memang ada oknum yang sengaja memanfaatkan keadaan.Bukan hanya genteng yang menghilang, tetapi beberapa perabotan yang tertinggal pun habis semua. Seandainya Alina kembali ke desa sebagai Nana yang mereka kenal pasti ia sudah mengamuk karena banyak barang yang hilang. Berbeda dengan Alina. Raka yang memang tak mengetahui apa-apa hanya bersikap santai, baginya cukup ia menelepon orang tuanya dan barang-barang pun akan berdatanga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.