LOGINHarus diakui, kalau dipikir-pikir usulan yang sebelumnya disampaikan Axdel kepada Thomas sebenarnya cukup masuk akal. Dengan memanfaatkan waktu saat Afkar sedang berkultivasi tertutup, mereka bisa memusnahkan Sekte Surya Rembulan, lalu menangkap anak Afkar serta kerabat dan orang-orang terdekatnya.Dengan begitu, mereka bukan hanya bisa merampas sejumlah besar sumber daya milik Sekte Surya Rembulan, tetapi juga bisa menggunakan anak serta keluarga Afkar sebagai umpan. Saat Afkar selesai berkultivasi tertutup, dia pasti akan terpancing datang. Nantinya, mereka tinggal menyiapkan jebakan besar sebelumnya dan membuat Afkar datang tanpa jalan pulang.Bahkan jika Lemuel muncul lagi dan datang bersama Afkar, Sekte Noctar pun belum tentu akan gentar. Sebagai salah satu dari empat sekte terkuat di lapisan atas dunia seni bela diri kuno, Sekte Noctar memiliki fondasi yang sangat dalam.Di wilayah sekte mereka sendiri, terdapat beberapa formasi pembunuh dengan kekuatan mengerikan, bahkan cukup u
Mendengar pertanyaan Thomas, wajah Axdel langsung dipenuhi rasa marah dan ketidakadilan. Dia berkata dengan nada emosional, "Pak Thomas mungkin nggak tahu. Sekarang ini, Sekte Surya Rembulan sudah sepenuhnya menjadi tempat kekuasaan satu orang, yaitu Afkar. Kami, para murid lama sekte, cuma bisa bertahan hidup di celah-celah dan serba tertekan."Thomas melanjutkan, "Sumber daya kultivasi yang kami terima sangat sedikit dan menyedihkan. Semua hal bagus diberikan pada orang-orang kepercayaan Afkar. Aku cuma berbicara beberapa patah kata demi keadilan, tapi malah hampir dibunuh oleh anak Afkar. Sekte seperti itu nggak layak untuk terus ditinggali. Karena itu, aku ingin meninggalkan jalan yang salah dan berpihak pada yang benar!"Thomas mengangkat alisnya. Dia bertanya tanpa memberi tanggapan yang jelas, "Oh? Benarkah begitu?"Axdel berbicara dengan suara lantang dan penuh semangat, "Benar, Pak Thomas. Dengan kekuatanmu, pasti bisa melihat bahwa tingkatan kultivasiku sudah mencapai tingkat
Abdul melanjutkan dengan nada tidak menganggap serius, "Cuma soal ini doang, sampai harus meminta maaf dan mengakui kesalahan pada Pak Afkar? Nggak perlu sampai seperti itu. Dia bukan orang yang picik."Abdul sempat mengira ada masalah besar. Ternyata hanya karena Shafa melukai Axdel? Apa yang perlu dipermasalahkan dari hal itu? Lagi pula, yang terluka adalah Axdel, bukan Shafa.Lando tetap bersikeras sehingga berujar, "Ini .... Pak Abdul, mohon izinkan aku tetap bertemu dengan Pak Afkar. Aku ingin menyampaikan sendiri masalah ini padanya supaya hatiku bisa tenang."Lando pernah menyaksikan sendiri betapa tegas dan kejamnya Afkar dalam bertindak. Dia khawatir kalau masalah ini membuat Afkar tidak senang, garis keluarganya akan ditekan di kemudian hari. Bagaimanapun, menurutnya bakat Axdel sebenarnya cukup baik. Kalau sampai terhambat perkembangannya karena ditekan, bukankah itu akan terlalu disayangkan?Abdul menimpali dengan nada santai, "Benar-benar nggak perlu. Pak Afkar sangat lapa
"Pfft!" Tubuh Axdel langsung terlempar ke belakang seperti layang-layang yang putus talinya. Darah memuncrat deras dari mulutnya. Setelah jatuh ke tanah, dia hanya merasakan seolah-olah seluruh organ dalam tubuhnya bergeser dari tempatnya. Jangankan bangkit berdiri, untuk bergerak sedikit saja dia sudah tidak sanggup.Axdel bisa-bisanya terluka parah hanya dengan satu serangan dari Shafa. Padahal sebenarnya, pada hantaman palu kedua tadi, Shafa sudah menahan kekuatannya. Kalau tidak, kemungkinan besar satu pukulan saja sudah cukup untuk membunuh Axdel. Kekuatan fisik di tingkat pengguncang langit jelas bukan sesuatu yang bisa ditahan oleh pesilat tingkat kelahiran jiwa.Setelah berhenti, Shafa menatap Axdel dengan wajah kecil yang memperlihatkan rasa bangga dan percaya diri. Dia bertanya, "Hmph! Gimana? Sudah mengaku kalah belum?"Mateo, Gerlin, petugas urusan dalam, serta para murid Sekte Surya Rembulan lain yang tertarik dan datang menonton, semuanya memperlihatkan ekspresi terkejut.
Pada saat ini, Mateo dan yang lainnya, termasuk petugas urusan dalam memandang Axdel dengan ekspresi tidak senang. Perilakunya jelas-jelas menunjukkan rasa iri dan dengki.Sebagai Ketua Muda Sekte Surya Rembulan, kontribusi Afkar terhadap sekte adalah sesuatu yang disaksikan langsung oleh seluruh anggota sekte.Kalau bukan karena Afkar, bagaimana mungkin seluruh garis keturunan Keluarga Tantomo di Sekte Surya Rembulan bisa berkesempatan mempelajari Teknik Dualitas Surya Rembulan? Bagaimana mungkin mereka bisa menguasai nadi spiritual sebuah pulau? Tentu saja, juga tidak mungkin ada begitu banyak teknik kultivasi serta sumber daya latihan seperti sekarang!Sumber daya kultivasi paling berharga di dalam sekte yang digunakan untuk menerobos ke tingkatan yang lebih tinggi, seperti fragmen hukum, buah Pohon Pencerahan Ilahi, dan berbagai benda ilahi lainnya, sebelumnya sama sekali tidak dimiliki oleh Sekte Surya Rembulan. Semua itu diperoleh sendiri oleh Afkar.Bahkan, cairan esensi pun han
Swuuuush!Sesosok bayangan memelesat keluar dari istana yang berada di puncak gunung setinggi puluhan ribu meter itu. Di belakangnya, samar-samar terlihat bayangan ilusi Sembilan Foniks. Hanya saja, bayangan ilusi itu hitam pekat seperti tinta dan dikelilingi oleh cahaya darah, seolah-olah memikul dosa dan karma yang menggunung."Anak Kebajikan?" gumam Felicia. Di wajah wanita itu, muncul kilatan energi jahat. Dia langsung melepaskan kesadaran spiritualnya yang sangat luar biasa. Sebagai pemilik fisik penghubung jiwa, kekuatan wanita itu kini telah mencapai tingkat penyeberangan petaka tahap awal. Tentu saja bisa dibayangkan betapa kuat jiwanya.Akan tetapi, setelah ingatan milik Sembilan Foniks mengambil alih Felicia yang sekarang sepenuhnya, dia telah menghapus habis ingatan di kehidupan ini. Itu sebabnya, dia sama sekali tidak lagi mengingat Afkar. Bukan hanya Afkar, termasuk Harun, Gauri, Fadly, dan Shafa, semuanya telah terhapus dari ingatannya.Namun entah kenapa, setiap kali Fel







