Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

last update최신 업데이트 : 2026-05-25
작가:  Donat Mblondo완결
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 평가. 1 리뷰
58챕터
1.2K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Ia mati sebagai yang tak berguna. Qu Cing hanyalah murid lumpuh yang dibuang dan dilupakan. Tak ada yang peduli ketika ia dinyatakan tewas. Namun kematian itu hanyalah awal. Dengan nama baru (Cing Mu) ia kembali ke sekte yang pernah mengabaikannya. Sebagai murid kelas bawah. Sebagai bayangan. Di balik aura elemen kayu yang biasa, tersembunyi cahaya penyembuh yang dikaitkan dengan ras siluman yang telah lama diburu dan dimusnahkan. Kekuatan yang, jika terbongkar, akan membuat seluruh dunia memburunya tanpa ampun. Ia harus menekan matahari di telapak tangannya. Ia harus tumbuh tanpa terlihat. Karena di dunia kultivasi yang kejam, bayangan yang diremehkan sering kali menjadi awal dari bencana yang tak terhindarkan. Sangat disarankan membaca book 1 dulu yang berjudul THAI QU CING SI ANAK KOTORAN #fantasy #comedy #romance

더 보기

1화

1. Kehancuran Perguruan Long Ji

“Ha ha ha!”

Tawa berat Gran Dong, sang Raja Iblis Hitam, mengguncang langit-langit Perguruan Long Ji. Asap hitam pekat berputar liar, menelan cahaya lentera, mengurung bocah berusia sepuluh tahun di tengah pelataran.

Dari balik kabut, dua sosok melangkah keluar, iblis merah bermata bara dan iblis hijau bersisik dengan taring mencuat. Jumlah mereka tak terhitung, mengepung dari segala arah, membuat udara bergetar oleh tekanan aura.

'Bagaimana bisa… sebanyak ini…?'

Tubuh Qu Cing gemetar, namun sorot matanya tetap dingin. Ia tahu, satu langkah salah berarti kematian.

Suara berbisik menggema langsung di pikirannya.

“Tak tersentuh teknik pengikisan jiwa… benar-benar bakat langka. Sayang, malam ini kau harus mati.”

Kabut terbelah.

Seorang pria tampan melangkah maju, wajah manusia, mata merah, aura gelap mengalir tenang namun menekan. Qu Cing mengenalinya seketika.

Seo Rang.

Satu-satunya iblis berwajah manusia.

“Jadi kau sendirian, Bocah?” ucapnya lembut, tapi dinginnya menusuk tulang. “Aku penasaran… siapa yang berani menghalangi kami.”

Gran Dong tertawa berat. “Biarkan dia merasakan sendiri, Tuan Seo Rang. Jangan terburu-buru. Anak ini… menarik.”

“Jika kau tak membunuhnya sekarang,” balas Seo Rang tenang, “suatu hari dia yang akan membunuhmu.”

Ucapan itu menghantam seperti pisau.

Asap hitam Gran Dong bergejolak. Langit bergetar, lentera pecah beruntun, tanah merintih menahan amarahnya.

“Aku mengingatnya dengan jelas,” suara Gran Dong rendah dan penuh kebencian. “Bagaimana anakku… menjerit… sebelum mati di tangan bocah ini.”

Tekanan aura menghantam pikiran, bukan tubuh.

Qu Cing terhuyung.

Bisikan, jeritan, wajah-wajah asing menindih kesadarannya.

“Bunuh dia…”

“Ini salahmu…”

“Kau seharusnya mati…”

Telapak tangan kanannya berdenyut keras.

Tanda matahari bereaksi. Cahaya putih samar menyala, memaksa kegelapan mundur. Rasa panas menyambar pembuluh darahnya, seperti api mengalir dari dalam.

Darah merembes dari celah tanda itu.

Dengan napas tersengal, Qu Cing mengangkat tongkat saktinya. Cahaya meledak, membentuk perisai tipis namun kokoh, menahan tekanan Gran Dong.

“Menarik,” dengus Raja Iblis Hitam.

Langkah ringan terdengar.

Seo Rang sudah berdiri di hadapan perisai.

Ia mengangkat tangan kirinya, telapak terbuka.

“Cahaya yang indah,” gumamnya. “Sayang… ini bukan milikmu sepenuhnya.”

Sentuhan ringan.

Perisai bergetar, retak... lalu runtuh. Cahaya tersedot ke telapak tangan Seo Rang.

Qu Cing terpental. Darah menyembur dari mulutnya. Tongkat saktinya bergetar hebat… lalu mati, seolah tunduk pada tangan lain.

Seo Rang menatap cahaya yang memudar di telapak tangannya, lalu menyimpan tongkat itu.

“Benar dugaanku,” katanya pelan. “Kau bukan hanya penyembuh.”

Seo Rang menatap bocah itu lebih lama dari seharusnya. Ada sesuatu selain keyakinan di matanya.

“Tanda itu… menunjukkan kau benar-benar darah keturunannya.”

Keturunan siapa…?

Seo Rang menoleh ke Gran Dong. “Jika bocah ini hidup…”

Ia melangkah mendekat, bayangannya menelan tubuh kecil Qu Cing.

“Dia akan menjadi bencana bagi kita semua.”

“Bunuh dia!” raung Gran Dong.

Asap hitam runtuh seperti lautan dari langit.

Tubuh Qu Cing terhempas ke lantai batu. Napasnya tersendat, dunia berputar, kegelapan merayap di tepi penglihatannya.

“Yang paling menyenangkan,” suara Gran Dong menggema, “melihat penyembuh mati tanpa bisa menyembuhkan dirinya sendiri.”

Asap hitam menyusup ke pori-porinya.

Wajah-wajah teman sekelasnya muncul dalam bayangan.

“Tolong…”

“Kenapa kau tak menyelamatkan kami…?”

“Cukup!” teriak Qu Cing.

Tanda matahari menyala terang dipaksa aktif.

Cahaya putih meledak, membakar kegelapan di sekitarnya. Namun tubuh bocah itu langsung menjerit menanggung akibatnya.

Di dalam dirinya, satu jalur utama meridian retak… lalu runtuh sepenuhnya.

“Dia memaksakan tanda itu,” ucap Seo Rang datar.

Qu Cing mencoba menyembuhkan diri sendiri.

Tapi, kosong...

Tak ada jawaban.

“Kenapa… tidak sembuh…?” bisiknya.

Gran Dong tertawa. “Tubuhmu sudah kau hancurkan sendiri.”

Kesadarannya mengambang. Suara menjadi jauh.

Seo Rang menoleh. “Akhiri sekarang.”

Asap hitam memadat di telapak tangan Gran Dong, membentuk tombak kegelapan yang berdenyut pelan.

Qu Cing terbaring, napasnya tipis.

“Ma…af…”

Tombak turun.

Pada detik itu, tanda matahari di telapak tangannya berdenyut untuk terakhir kalinya.

Cahaya putih tidak meledak keluar. Ia berbalik… masuk ke dalam tubuhnya sendiri.

Seo Rang menyipitkan mata.

Gran Dong menghentikan gerakan setengah napas.

Cahaya itu liar, mengalir deras di jalur yang rapuh, lalu hancur.

Satu kehancuran menyeluruh.

Tubuh Qu Cing terkulai. Tanda matahari meredup, retaknya jelas, seperti matahari patah di tengah gerhana.

“Sudah cukup,” gumam Gran Dong. “Dendamku berakhir di sini.”

Tombak kegelapan diarahkan ke jantung bocah itu.

"Akhirnya... aku menemukanmu!"

Suara yang terengah, serak, seolah pemiliknya berlari menembus jarak yang seharusnya mustahil ditempuh.

Udara di pelataran Perguruan Long Ji mendadak bergetar hebat.

Semua iblis merah, hijau, bahkan Gran Dong serentak menoleh.

Kabut terbelah, dan bayangan seseorang mulai muncul di ujung pelataran, bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menagih sesuatu yang telah lama tertunda.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

리뷰

Donat Mblondo
Donat Mblondo
Update 2-3 bab perhari. Jadwal menulis pagi sebelum subuh dan malam di atas jam 8.
2026-02-14 05:00:20
1
0
58 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status