Mag-log inIa mati sebagai yang tak berguna. Qu Cing hanyalah murid lumpuh yang dibuang dan dilupakan. Tak ada yang peduli ketika ia dinyatakan tewas. Namun kematian itu hanyalah awal. Dengan nama baru (Cing Mu) ia kembali ke sekte yang pernah mengabaikannya. Sebagai murid kelas bawah. Sebagai bayangan. Di balik aura elemen kayu yang biasa, tersembunyi cahaya penyembuh yang dikaitkan dengan ras siluman yang telah lama diburu dan dimusnahkan. Kekuatan yang, jika terbongkar, akan membuat seluruh dunia memburunya tanpa ampun. Ia harus menekan matahari di telapak tangannya. Ia harus tumbuh tanpa terlihat. Karena di dunia kultivasi yang kejam, bayangan yang diremehkan sering kali menjadi awal dari bencana yang tak terhindarkan. Sangat disarankan membaca book 1 dulu yang berjudul THAI QU CING SI ANAK KOTORAN #fantasy #comedy #romance
view more"Jadi kamu janda?! Sudah punya anak berapa? Umur kamu 39 tahun. Penampilan kamu juga bersih. Saya suka," kata Nyonya Besar yang duduk di sofa.
Dia memegang surat lamaranku yang berisi berkas lengkap tentangku. Hanya ijazah terakhir saja yang tidak aku lampirkan. Masak seorang lulusan Diploma III melamar jadi pembantu, bisa ditolak nanti.
Beliau sekitar berusia 75 tahun, kelihatan sekali orang kaya. Baju sutra, perhiasan berkilau dan rambut yang disasak ke atas menunjukkan kelasnya.
Tadi sebelum aku masuk, sudah diinterview oleh pegawai senior dan diajari harus bersikap bagaimana. Mereka mencari pembantu untuk di rumah anak sulungnya. Lowongan pekerjaan online dengan tawaran gaji diatas UMR membawaku ke sini. Sekarang interview terakhir yang menentukan diterima atau tidak. Katanya sudah tiga bulan proses ini berlangsung dan belum ada yang cocok.
“Iya, Nyah. Janda mempunyai anak satu. Anak saya bersama neneknya di kampung. Dia sudah besar, jadi saya bisa konsentrasi dipekerjaan ini. Saya janji tidak sering minta pulang kampung.
"Kamu ini belum ada pengalaman kerja. Memang kamu sanggup dengan pekerjaan ini? Kami membutuhkan pengurus rumah untuk anak saya. Semua keperluan rumah kamu yang atur. Syaratnya satu, jujur. Kamu sanggup?"
"Saya sanggup, Nyah. Saya belum pernah kerja sebelumnya. Tetapi saya yakin bisa."
Aku tidak terlalu mengerti dengan pengurus rumah itu apa, bukannya sama dengan pembantu, ya. Kenapa harus mengatur semua keperluan rumah? Mungkin maksudnya belanja, bersih-bersih dan masak. Ah, yang penting dapat pekerjaan halal. Semoga aku diterima dipekerjaan ini, biaya sekolah Wisnu yang tidak sedikit memaksaku untuk menerima pekerjaan ini. Setelah bercerai dengan Mas Bram, semua kebutuhan Wisnu aku yang memanggung. Aku tidak sudi berhubungan ataupun meminta harta ke tukang selingkuh itu.
'Maharani, kau harus kuat dan semangat!'“Rani! Kamu saya panggil Rani, ya. Kamu diterima untuk pekerjaan ini. Masa percobaan tiga bulan. Kalau lolos, kamu terus. Kalau tidak, kamu harus pulang. Karena pekerjaan ini berat, sementara kamu saya gaji enam juta! harus lihat kualitas kerja kamu!"
'Haah, enam juta perbulan sebagai pembantu? Seberapa berat pekerjaanya, sih?' Tidak ada pekerjaan di luar sana yang gaji awalnya segitu.
Apalagi dengan umur yang sudah tidak muda lagi. Seperti aku.
BERSAMBUNG
******Lima tahun telah berlalu sejak malam berdarah di ruang takhta.Dunia kultivasi telah banyak berubah. Di bawah kepemimpinan Seo Rang yang kembali bertahta, Klan Nuur mengukuhkan diri sebagai klan cahaya terkuat. Keseimbangan dunia yang sempat diacak-acak oleh ras iblis perlahan pulih.Namun, dari semua perubahan itu, tidak ada yang lebih melegakan selain kedamaian yang akhirnya dirasakan oleh seorang pemuda yang dulu hanyalah pelayan buangan.Sore itu, di paviliun pribadi Tuan Muda Klan Nuur yang menghadap langsung ke danau teratai emas, Cing Mu duduk bersila. Jubah putih dengan sulaman benang emas membalut tubuhnya yang kini telah tumbuh tinggi dan tegap. Di usianya yang menginjak 18 tahun, wajahnya yang tampan mewarisi garis ketegasan ayahnya dan kelembutan ibunya. Ia bukan lagi murid rendahan, melainkan Sang Pendekar Cahaya, kultivator termuda yang telah menembus puncak dunia.Di lengan kanannya, sebatang sulur zamrud melilit dengan nyaman. Daun-daunnya lebat, segar, dan berkila
Ruang takhta itu dipenuhi oleh keheningan yang mencekam. Udara yang sebelumnya terasa kotor dan berbau anyir darah kini perlahan tergantikan oleh hawa hangat yang murni, memancar dari dua sosok yang berdiri tegak di ruangan tersebut.Di atas undakan takhta, Seo Rang menatap Jun Jung dengan sepasang mata yang menyala bagai emas cair. Keagungannya sebagai Pemimpin Klan Nuur benar-benar kembali, menekan siapa pun yang berada di dekatnya hingga nyaris tak bisa bernapas.Di bawah, Jun Jung menggigil hebat. Wajahnya sepucat kertas. Ia tahu betul seberapa mengerikan kekuatan sang Pemimpin ketika sedang murka. Sepuluh tahun yang lalu, ia hanya berani menusuk Seo Rang dari belakang karena bantuan mutlak dari Ba Jang. Kini, pelindungnya telah lenyap menjadi abu."T-Tuan Seo Rang..." Jun Jung bersujud, membenturkan kepalanya ke lantai batu hingga berdarah. Suaranya bergetar penuh keputusasaan. "Ampuni hamba! Hamba tidak sadar... Hamba disihir oleh Ba Jang! Pikiran hamba dikendalikan selama se
"...Cing Mu."Nama itu bergema pelan di dinding-dinding batu ruang takhta yang dingin. Sangat pelan, namun efeknya bagaikan petir yang menyambar tepat di jantung sang penguasa.Tepat ketika suku kata terakhir lepas dari bibir Jun Jung, tubuh agung yang dirasuki Ba Jang itu tiba-tiba tersentak hebat. Langkahnya membeku di udara. Matanya yang tadinya memancarkan warna merah darah iblis kini berkedip tak terkendali, bergantian antara merah menyala dan emas yang murni.Sebuah nama. Nama yang ia bisikkan dengan penuh kasih sayang belasan tahun lalu, kini menjadi kunci yang membuka paksa belenggu baja di dasar jiwanya.Di bawah belenggu itu, jiwa asli Seo Rang—Sang Pemimpin Klan Nuur yang tertidur dalam kegelapan dan penyesalan selama sepuluh tahun—membuka matanya."A-apa... apa yang terjadi?!" raung Ba Jang dari dalam tenggorokan Seo Rang. Suaranya terdengar bertumpuk, setengah manusia dan setengah monster. Tangan kanannya mencengkeram kepalanya sendiri dengan panik. "Kenapa raga ron
Tiga hari berlalu secepat kedipan mata.Pagi itu, kabut tebal masih menggantung rendah menyelimuti gerbang utama Sekte Embun Senja. Tiga sosok muda berdiri di sana, siap untuk memulai perjalanan panjang menuju gerbang transportasi yang akan membawa mereka ke Perguruan Besar Long Ro.Cing Mu berdiri paling pinggir, mengenakan jubah abu-abu sederhananya. Di lengannya, Si Hijau melilit diam menyerupai gelang akar yang tak mencolok. Di sisi lain, Wei Jian berdiri dengan wajah kaku. Sejak insiden di Arena Embun, kesombongannya seolah terkunci rapat. Ia bahkan tidak berani menatap mata Cing Mu lebih dari dua detik. Sementara Shen Jia, perwakilan ketiga dari Aula Embun, memilih diam dan menjaga jarak dari keduanya.Tanpa upacara pelepasan yang megah, ketiganya melangkah keluar menembus batas formasi pelindung sekte.Perjalanan awal terasa canggung dan sangat sunyi. Udara pegunungan di luar wilayah sekte terasa jauh lebih dingin dan liar. Pepohonan raksasa menjulang tinggi, menutupi sina
Langkah Miao Meng tidak melambat.Ia melompat dari akar ke batu, dari batu ke batang tumbang, tubuhnya bergerak ringan meski napasnya mulai terseret. Kabut terbelah setiap kali ia menerobosnya, dedaunan basah menyapu bahunya, meninggalkan jejak aroma darah yang semakin sulit disembunyikan.Di pungg
Jari Qu Cing bergerak sekali lagi.Di dalam kepalanya, sesuatu runtuh… lalu menyatu kembali. Kesadarannya muncul terputus-putus, seperti serpihan mimpi yang tak sempat dirangkai.Ada rasa dingin. Tidak menyakitkan. Justru… ringan.Cairan itu mengalir turun di tenggorokannya, meninggalkan jejak sega
Kabut tipis menyelimuti lantai hutan.Sulur hijau itu meluncur perlahan di antara akar-akar besar, menekan dirinya serendah mungkin, menyatu dengan lumut dan tanah lembap. Setiap gerakan dilakukan tanpa suara. Hutan Lembah Siluman Kera bukan tempat tumbuhan berjalan bebas.Ia berhenti.Getaran hal
Cahaya hijau di ujung jemari wanita itu bergetar.Ia menarik napas pendek, lalu dengan tekad keras hendak kembali menyalurkan energi ke dalam tubuh Qu Cing. Retakan pada tanda matahari memang telah tertahan, namun aliran di bagian terdalam masih rapuh. Sedikit lagi… hanya sedikit lagi, pikirnya.Na
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu