Mag-log inDelapan ahli tingkat pencapaian agung tahap awal kini menyerbu Zyanko secara bersamaan! Satu per satu memancarkan niat membunuh yang mengerikan!Mengalahkan Zyanko berarti mendapatkan tanda jalur bintang. Begitulah yang dipikirkan semua orang."Hahaha, sepertinya sudah waktunya memperlihatkan kekuatan sejatiku pada kalian!" Menghadapi situasi itu, Zyanko malah tertawa terbahak-bahak.Boom!Dalam sekejap, aura di seluruh tubuhnya meledak. Tingkat kultivasinya melonjak drastis, dari tingkat pencapaian agung tahap menengah langsung naik ke tingkat pencapaian agung tahap akhir.Di sekujur tubuhnya, nyala api berwarna perak keputihan membubung tinggi, memancarkan gelombang jiwa yang sangat kuat. Jelas dia menggunakan suatu teknik rahasia yang membakar jiwanya sendiri untuk memaksakan peningkatan kekuatan.Delapan ahli itu sontak terkejut. Namun, mereka tidak lagi bisa mundur. Dengan jumlah yang unggul dan serangan sudah dilancarkan, semua orang langsung mengepung dan menyerang.Boom! Boom!
Boom boom boom!!Menghadapi jurus pemungkas yang dilepaskan Zyanko, Api Hitam, Freya, dan yang lainnya pun terpaksa menghadapinya dengan kekuatan penuh. Dalam sekejap, mereka semua terdorong mundur!"Pergi!"Zyanko meraih Zulkar dengan satu tangan, lalu melesat menuju ke arah tertentu di kedalaman istana kerajaan. Pada saat bersamaan, dengan nada penuh amarah, dia berteriak keras, "Hahaha! Kalian semua menginginkan tanda jalur bintang, bukan? Ayolah!"Sret!Kecepatannya didorong hingga batas maksimum. Setelah berlari hampir seribu meter di antara reruntuhan istana, dia langsung menerobos masuk ke sebuah benteng batu.Benteng batu itu tampak seperti setengah bola yang terbalik. Bahkan di tengah sisa-sisa gelombang pertempuran antar para ahli tingkat pencapaian agung, bangunan itu tetap utuh tanpa kerusakan sedikit pun.Di sekelilingnya seolah terdapat lapisan energi khusus, membuat kesadaran ilahi orang lain sama sekali tidak mampu menembusnya untuk menyelidiki bagian dalam.Saat Zyanko
Ketiganya memelesat hingga jarak 1.000 meter di udara, memandangi pertempuran besar yang terjadi di dalam istana kerajaan."Sepertinya ini perang internal antar para ahli kuat?" tanya Noah."Kelihatannya begitu." Kirin Iblis mengangguk."Sepertinya empat ahli tingkat pencapaian agung itu juga bertujuan merebut tanda jalur bintang, sedangkan dua ahli tingkat pencapaian agung berjubah ungu dan kuning itu adalah pemilik tanda jalur bintang." Mata Freya sedikit menyipit saat berbicara.Mendengar itu, Kirin Iblis menoleh ke arahnya. "Terus, apa yang harus kita lakukan?"Whoosh! Saat itu, satu sosok lain terbang cepat ke arah mereka!"Harimau Maut?"Pendatang itu tak lain adalah salah satu bibit reinkarnasi iblis, Harimau Maut. Di saat seperti ini, akhirnya dia tiba. Begitu melihat Freya, Noah, dan Kirin Iblis di udara, dia segera bergabung dengan mereka."Harimau Maut juga sudah tiba? Bagus! Kalau memang dua ahli berjubah itu kemungkinan besar memegang tanda jalur bintang, sebaiknya kita me
Boom! Boom! Boom ....Dari arah Ibu Kota Pertapa, terus terdengar dentuman dahsyat dan gelombang energi akibat pertempuran besar. Pertarungan mengerikan itu membuat bangunan-bangunan di area istana terus runtuh dan terpental.Sisa kekuatan bentrokan bahkan menewaskan entah berapa banyak orang sial di dalam istana! Seluruh ibu kota pun diliputi kepanikan! Kerumunan orang berhamburan lari ke segala arah!"Gelombangnya mengerikan! Dari sejauh ini saja aku merasa akan tercabik!""Itu ... pertarungan antar para ahli terkuat?""Lari! Pertempuran para ahli terkuat adalah kiamat bagi kita ....""Kabur!""Cepat tinggalkan Ibu Kota Pertapa!"Di dalam Ibu Kota Pertapa, baik rakyat biasa dari kalangan suku maupun para bangsawan, semuanya panik dan berlarian meninggalkan kota. Dewa bertarung, manusia yang celaka!Semua orang hanya ingin menjauh sejauh mungkin dari pertempuran para ahli terkuat.Terlihat di salah satu wilayah kota, tempat itu sudah menjadi puing-puing. Seluruh bangunan di sekitarnya
Mendengar itu, ekspresi Afkar langsung menjadi serius. "Jadi, kamu harus menjaga tanda jalur bintang itu?""Benar! Singkatnya, kalau tanda jalur bintang itu meninggalkan dunia pertapaan ini, aku akan mati!" Zivina mengangguk, ekspresinya sungguh-sungguh.Begitu mendengar hal tersebut, ekspresi Afkar seketika berubah menjadi sangat tegang."Apa? Kamu akan mati? Kalau begitu, kita harus segera menuju Ibu Kota Pertapa dan melindungi tanda jalur bintang itu. Istriku, mungkin kamu belum tahu. Selain Api Hitam dan yang tadi mengepungmu, masih ada empat ahli tingkat pencapaian agung lain yang juga menargetkan tanda jalur bintang itu untuk dibawa keluar!""Oh ya?" Mendengar itu, ekspresi Zivina pun langsung berubah."Nggak ada waktu lagi. Kita berangkat sekarang juga! Soal detailnya, kita bicarakan di jalan!" kata Afkar dengan cemas.Begitu tahu bahwa "Felicia" akan mati jika tanda jalur bintang dibawa keluar dari dunia pertapaan, Afkar benar-benar panik.Harus diingat, Freya, Noah, Harimau Ma
Mendengar ucapan itu, terlintas seberkas kekecewaan di mata Afkar tanpa bisa disembunyikan. Felicia ... pada akhirnya tetap belum berhasil memulihkan ingatannya?Namun sesaat kemudian, tatapannya kembali menjadi teguh dan membara. Memulai kembali?"Oke! Kalau begitu, kita mulai kembali! Istriku, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku sekali lagi." Afkar mengangguk. Senyuman pun terbit di wajahnya.Zivina mengiakan, lalu mengangguk pelan. Setelah itu, kilatan cahaya melintas di matanya yang indah dan bibir merahnya langsung mengecup pipi Afkar.Dalam sekejap, Afkar membelalakkan mata. Jantungnya bahkan berdegup lebih cepat beberapa kali."Hehehe ... terima kasih sudah menyelamatkanku dan menyembuhkan lukaku. Anggap saja ini ... hadiah untukmu." Zivina tertawa manja. Wajahnya menampilkan sedikit kelincahan dan kesan angkuh.Bagaimanapun juga, dia adalah Dewi Langit. Kalaupun berpacaran, tetap harus dia yang memegang kendali, 'kan?Afkar menyentuh pipinya. Hatinya tak kuasa beriak hebat. F







