Bed Partner of Mr. Mafia

Bed Partner of Mr. Mafia

last updateLast Updated : 2025-04-09
By:  Mr. ReyCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
108Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sirena Reverie, a fourth-year university student, finds herself forced into an unexpected arrangement with James Andreas Scout, an arrogant CEO and her former betrothed. Two years ago, their engagement fell apart when Sirena refused to marry him, put off by rumors of his womanizing lifestyle. She despises playboys, and James’s reputation is anything but clean. However, fate seems to pull her back into James’s orbit. When her father passes away, Sirena is left with insurmountable debt, leading to the loss of her family’s luxurious home and the collapse of their company. Just when she has nowhere to turn, James appears, offering his help. But he’s not James Andreas if there isn’t a catch—he’ll cover her debts and invest in her father’s company, on the condition that Sirena becomes his bedroom partner. Will Sirena accept James’s proposal, and if she does, where will their tumultuous relationship lead?

View More

Chapter 1

Chapter 1 ~ An Agreement

“Pakai lingerie ini saat kamu menemui suami saya di kamar.”

Kayra memandang lingerie di tempat tidur itu dengan tatapan tidak berdaya. 

Sepasang matanya merah, sementara wajahnya sembab.

Di sebelah lingerie, ada salinan surat kontrak yang ditandatangani oleh ayah Kayra, menyatakan bahwa Kayra sanggup dan bersedia melahirkan anak yang sehat untuk Asha dan Bram, sepasang suami istri kaya raya yang tak kunjung dikaruniai keturunan.

Kayra pikir, ia datang ke kota untuk menjadi asisten rumah tangga.

Ternyata ia harus menjadi ibu pengganti.

Begitu judulnya, tapi Kayra lebih merasa seperti wanita simpanan atau orang ketiga dalam pernikahan.

Ia sampai tidak bisa makan dan tidur sejak ia tiba di rumah ini dua hari yang lalu.

“Maaf, Mbak Asha, apa kontraknya benar-benar tidak bisa dibatalkan?” tanyanya kemudian. Gadis berusia 20 tahun itu menatap Asha dengan pandangan berharap.

“Aku sudah membayar mahal, Kayra. Jadi kamu tidak akan bisa pergi sebelum kamu memberiku anak,” balas Asha. “Lagipula, apa susahnya? Kamu bisa hidup nyaman di sini, semua biaya hidup aku tanggung. Hidupmu akan lebih terjamin daripada sekadar jadi pembantu.”

Kayra diam dan menunduk. 

“Sudahlah. Ganti bajumu dengan itu,” ucap Asha, menunjuk lingerie dengan dagu. “Nanti kupanggil lagi.”

Usai mengatakan itu, Asha keluar kamar. 

Sementara Kayra kembali menatap lingerie warna merah di atas tempat tidur.

Tiba-tiba ia bergidik, bulu kuduknya merinding mengingat ucapan Asha.

Untuk hamil, ia harus tidur dengan suami wanita itu. 

Ia … sama sekali tidak bisa membayangkan hal tersebut. Apalagi selama ini Kayra belum pernah deket dengan pria.

Wanita cantik itu hanya fokus belajar dan membantu orang tuanya sebagai petani. Tanpa tahu bahwa ia akan dijual oleh Darto, ayahnya sendiri.

Prang!

Kayra terkejut saat mendengar keributan di luar kamar. Penasaran, gadis itu membuka pintu dan melongok keluar.

"Apa kamu sudah gila? Ini benar-benar tidak masuk akal."

"Terus, aku harus bagaimana lagi, Pah?"

"Kita bisa adopsi anak!"

"Aku tidak mau. Aku perlu keturunan Papah, darah daging Papah! Pokoknya Papah harus setuju dengan keputusanku."

Kayra yang diam-diam mendengarkan pun sama sekali tidak mengerti dengan keputusan Asha. Wanita kaya itu dengan sengaja memilih wanita dari desa sepertinya untuk skenario ini. Kenapa Asha tidak memilih adopsi? Daripada memasukkan orang ketiga sepertinya.

Ia sama sekali tidak paham jika Asha sampai ketahuan melakukan adopsi ataupun menyodorkan anak yang bukan darah daging Bram sebagai keturunannya, mertuanya akan menghabisinya.

Asha akan dihina dan bahkan mungkin dibuang dari keluarga suami.

Sementara, jika Asha menjadikan Kayra sebagai ibu pengganti! Ia bisa berpura-pura hamil dan melahirkan seorang anak. Pewaris Nathan pun, asli darah daging suaminya sendiri!

Lagipula, Kayra orang kecil. Asha akan dengan mudah menyingkirkannya setelah ia berhasil mendapatkan anak.

Perdebatan terus berlanjut, membuat Kayra berniat kembali ke kamarnya.

Sang suami menolak ide Asha. Mungkin Kayra punya kesempatan untuk pergi dari sini, pikirnya.

Saat mengambil langkah mundur, tiba-tiba pandangan Kayra bertemu dengan sepasang mata Bram yang menyorot dingin.

Pria tampan berusia 40 tahun itu menatapnya tajam, membuat Kayra bergidik dan buru-buru masuk kembali ke dalam kamar dengan jantung berdebar keras.

“Astaga,” gumam Kayra. Jika tatapan bisa membunuh, mungkin saja ia sudah tewas!

***

[Aku pergi ke Amerika agar kamu dan Bram tidak merasa canggung. Dia masih agak kesulitan untuk menerimamu, tapi aku sudah membuatnya mengerti. Jadi sekarang sisa tugasmu.]

[Aku tidak mau tahu, pokoknya saat aku pulang, kamu harus sudah hamil atau kamu harus menanggung akibatnya.]

Kayra mengerutkan kening membaca pesan yang ditinggalkan Asha keesokan paginya.

[Fokus pada tugasmu mengandung anaknya. Kamu dibayar untuk itu, jadi jangan libatkan perasaan.]

“Yah, sepertinya kontrak tetap berjalan. Aku tidak bisa pergi,” gumam Kayra. "Iya Mbak. Meski begitu, aku tidak akan jatuh cinta pada Tuan Bram. Aku janji, dan rahasia ini cukup kita yang tahu." 

Dengan polosnya Kayra menyahuti pesan Asha.

Semalam, tidak ada yang memanggilnya hingga Kayra jatuh tertidur. Beruntung, menurutnya.

Setelah itu Kayra ke luar dari kamar, menuruni anak tangga menuju dapur. Ia membantu Bi Mina memasak dan membersihkan rumah.

Awalnya para pelayan menolak bantuan Kayra, namun wanita cantik berusia 20 tahun itu tetap memaksa. Berdiam diri di kamar membuatnya bosan, apalagi selama di desa ia sudah terbiasa bekerja.

Waktu berputar begitu cepat, saat ini benda pintar itu menunjuk angka lima. Kayra yang baru selesai mandi, berniat ke taman untuk menikmati angin sore. Ia berjalan melewati ruang keluarga.

"Ehm."

Suara dehaman itu membuat Kayra terkejut dan nyaris jatuh. 

“T-Tuan.” Kayra langsung menegakkan punggungnya. 

Itu pria yang menjadi suami Asha, kan? Tuan Bram? 

“Tuan, ada yang bisa saya–”

"Berapa uang yang kamu butuhkan?" Bram berbicara tanpa melihat Kayra. Fokusnya ada pada berkas yang tengah dibacanya.

"Maaf Tuan, aku–"

"Aku sudah tahu apa yang kamu inginkan. Wanita murahan sepertimu tidak jauh dari uang," sela Bram yang membuat Kayra berhenti bicara. “Jawab pertanyaanku.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
108 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status