เข้าสู่ระบบBLURB She was collateral—payment for a debt her uncle never intended to repay. Dragged into Don Rossini’s glittering casino as leverage, Cleopatra thought she had reached the depths of hell. Until the night rival gunfire shattered the empire and she ran straight into the arms of something far worse. Desperate and terrified, she collided with a powerful stranger in the chaos. Not knowing who he was, she begged him to save her—offering anything, everything, to escape Rossini’s grasp. Valentine Corenza didn’t save her. He claimed her. From that moment, there was no escape. No mercy. No choice. In the opulent cage of glass and steel, Valentine keeps her as his. His gaze follows her like a shadow, his touch brands her, his presence consumes her. The ruthless shadow king rules her world with ice in his veins and fire in his possession. She belongs to him now—body, soul, and every fractured breath. Cleopatra is no longer collateral. She is his obsession. His prize. His captive. He will burn empires to keep what is his. He would take anyone out including his own family in order to save her. She tries all she could to keep calm the storms in her chest whenever he stands close to her. And she has no option of ever leaving the devil who answered her plea. The only question left is how long it will take before the line between fear and forbidden desire completely disappears.
ดูเพิ่มเติมZia meninggalkan sesi pemotretannya begitu saja saat mendengar kabar kalau ayahnya masuk rumah sakit.
Leo penasehat ayahnya menelponnya satu jam yang lalu mengabarkan kalau Alvian terkena serangan jantung.Zia benar-benar panik, dia yakin sekali ada hal yang sangat serius sehingga ayahnya itu terkena serangan jantung.Managernya Ashila sudah menyiapkan penerbangan pribadinya langsung menuju Fortania. Fortania adalah salah satu kerajaan timur tengah, yang dipimpin oleh ayahnya sebagai Raja.Masih dengan make up yang tebal dan rambut yang acak-acakan akibat Zia tidak membersihkan terlebih dahulu make up nya, dia segera menuju bandara Shanghai.Zyan sedang di Indonesia mengurus perusahaan ibunda mereka. Dan Vienza kakaknya sedang berada di Qatar bersama suaminya. Hanya dia yang bisa secepatnya kembali ke Fortania.Dia terus berdoa semoga saja ayahnya baik-baik saja.******Zia berlari disepanjang lorong rumah sakit.Dia memasuki lift yang menuju keruang rawat khusus kerajaan.Didepan pintu ruang rawat Alvian dia melihat Leo dan perdana mentri sedang berbicara.Leo adalah penasehat kerajaan sekaligus orang kepercayaan ayahnya.Leo dan perdana mentri yang tidak Zia tahu namanya itu membungkuk hormat kepadanya.Disebelah brankar ayahnya sudah ada ibundanya yang meneteskan air mata sambil memegang tangan ayahnya yang menutup mata dan dipasangi berbagai selang.Lutut Zia lemas melihat wajah pucat ayahnya yang biasanya selalu terlihat gagah meski usia ayah nya sudah tua.Zia memeluk ibundanya dari samping dan berusaha tegar."jangan menangis ibunda, semuanya akan baik-baik saja."Ibunda nya memeluk zia dengan erat, dan berusaha tersenyum."kau sudah sampai Zia,"Zia mengangguk dan memeluk ibundanya lagi."maafkan kami tidak ada bersama ibunda. Maaf...." Zia menyesali dirinya yang selalu jauh dari ibunda dan ayahnya.Zia memang yang selalu jauh dari keluarganya dibandingkan dengan kedua saudaranya yang lain. Zyan masih tinggal di Fortania walaupun dia bersekolah keluar negri dan terkadang mengurusi perusahaan keluarga mereka.Sedangkan Vienza hanya setelah menikah dan menjadi Ratu dia pergi dari fortania, dan jarang kembali ke Fortania.Tapi Zia, dia bahkan tidak suka berada di fortania. Dia suka hidupnya yang bebas dengan jadwal keartisannya yang cukup padat."apa yang terjadi ibunda?"Zira hanya melihat wajah yang pucat dan menutup kedua matanya."ayahandamu tiba-tiba jatuh dan tak sadar kan diri saat membaca surat penagihan hutang dari perusahaan Edward corp's."Zia melotot tak percaya, sebanyak apa hutang ayah nya sehingga ayahnya bisa terkena serangan jantung."bagaimana mungkin ayah berhutang ibunda. It's... Imposible".Zia menatap tak percaya kepada Zira."Leo sedang menyelidiki semua ini. Zyan juga sudah diberitahu, ibunda menyuruh Zyan mencairkan dana pribadi milik ibu untuk membayar semua hutang ayahanda. Tapi Zyan menolak dan ingin mencari tahu terlebih dahulu.""bukankah paman Albert adalah salah satu teman baik ayah?"Zia mengingat teman baik ayahnya itu." Albert sudah meninggal seminggu yang lalu Zia, dan kemarin surat penagihan hutang itu pun datang."Zia tahu ayahandanya tidak mungkin berhutang. Pasti ada yang salah dengan semua ini."ibunda sebentar, aku ingin berbicara dengan paman Leo."Zia pergi setelah mencium kening dan tangan ayahnya.Diluar ruang rawat Alvian, Leo duduk sambil melihat ponselnya dan menghembuskan nafas.Zia duduk disebelahnya dengan sedikit tersenyum."paman, apa yang sebenarnya terjadi?"Leo tampak melihat sedih kearah Zia."sejauh ini kami masih memastikan semuanya dengan jelas Zia. Paman rasa kita sudah di tipu oleh mereka."Zia mengenggam erat tangannya menahan amarah."jelaskan semuanya paman." Zia menatap tegas kepada Leo."seperti nya Nowel Edrward anak tiri dari tuan Albert lah dalang dari semuanya.Yang mulia baginda Raja memiliki bisnis bersama tuan Albert. Dan surat perjanjian itu telah dirubah saat paman melihatnya kemarin."Kepala Zia sedikit mencerna apa yang dikatakan Leo secara singkat."ada dua surat asli yang seharusnya ada. Dan sayangnya surat asli yang ada di yang mulia baginda Raja dipegang oleh pangeran mahkota. Dan surat asli itu hilang, pangeran Zyan memberikan informasi itu tadi pagi."Kepala Zia terasa pusing mendengar semua ini."apa sebenarnya isi surat perjanjian itu paman, karena ayah ku tidak mungkin berhutang. Kita tidak sedang dalam keadaan yang memprihatinkan, bahkan keuangan Fortania selalu lebih baik dalam tiga tahun ini bukan?"Leo menarik nafasnya lagi."hamba tahu yang mulia putri, hamba yakin surat perjanjian itu sudah diubah. Isi dari semestinya adalah keuntungan dibagi menjadi rata antara yang mulia Alvian dan tuan Albert. Tapi saat perdana mentri kita meminta surat perjanjian disana tertulis kalau yang mulia hanya mendapat 35% dari keuntungan dan juga harus membayar konfensasi setiap bulannya."Zia mendengarkan kelanjutan perkataan Leo dengan serius."dan maksud paman setiap bulannya ayahku menunggak pembayaran yang seharusnya memang tidak ada pembayaran.?""ya tuan putri""berapa jumlah semua hutang ayahku paman?""jika diibaratkan jumlah hutang itu adalah lebih dari separuh kita harus menjual fortania tuan putri."Zia memegang kepala nya merasa pusing, bagaimana bisa ada penipu seperti ini. Pantas saja ayahnya sakit seperti ini."benar-benar brengsek. Lalu apa yang harus kita lakukan paman? Jika kita tidak membayar secepatnya bukankah mereka akan membuat kita semua malu. Dan dampaknya adalah harga semua saham kita menjadi rendah bukan?"Leo mengangguk putus asa."bagaimana jika kita lapor masalah ini kepada polisi?""tidak Zia" suara seorang pria dengan kemeja dan jas nya yang sudah tidak rapi lagi membuat Zia menoleh.Ternyata Zyan yang sudah tiba dengan pengawal pribadinya."kau tenang saja, kita akan mencari jalan keluarnya. Jika kita membawa masalah ini kepolisi maka kita terbukti bersalah. Aku sudah memeriksa surat perjanjian yang diberikan Nowel, dan surat itu adalah asli. Ditanda tangani ayah paman Albert dan juga kedua kuasa hukum mereka."Zia berdiri memukul pundak Zyan."apa kau pikir ayah bisa melakukan perjanjian bodoh seperti itu ha?"Zyan memegang kedua bahu Zia dan menatap mata Zia dengan memohon."please jangan panik Zia, kita bisa melewati ini oke. Dan satu lagi, surat itu adalah rekayasa yang ditiru seperti asli. Aku akan mencari bukti bahwa surat itu palsu, lalu aku akan membawa masalah ini kepada pihak yang berwajib Zia."Zia yakin Zyan serius dengan perkataan nya. Tapi masalahnya adalah rencana apa yang Zyan miliki."apa kau punya rencana Zyan?""ntah lah, ini berhasil atau tidak. Tapi aku bermaksud memata-matai keluarga Edward.""yang mulia pangeran maaf, tapi keluarga terpandang seperti keluarga Edward pasti memiliki keamanan yang cukup ketat. Kita tidak bisa memata-matai mereka. Jika pun bisa, waktu untuk membayar hutang itu pasti sudah habis."Leo ikut menimpali ide Zyan."kau benar paman, tapi aku yakin surat aslinya masih berada bersama mereka paman."Leo mengangguk setuju dengan perkataan Zyan."aku yang akan memata-matai mereka".Zia sangat tegas mengatakan itu semua, dan dia yakin ini ide yang sangat baik."apa maksudmu?""aku bisa menggoda dan menjadi pacar Nowel untuk mengetahui semuanya. Aku hanya perlu membuatnya mabuk dan aku bisa mencari tahu segalanya."Zia tersenyum puas dengan kepintarannya."kau pikir kau akan bisa semudah itu adik manis, Nowel adalah playboy dan dia terkenal suka meniduri wanita-wanita mana saja. Dan setelah kau ditiduri olehnya kau tidak akan mendapatkan apa pun. Karena dia tidak sebodoh itu Zia."Baru saja Zia mendapatkan senyumannya. Tapi perkataan Zyan membuat dia tahu apa yang dia hadapi sekarang."hanya ada satu cara pangeran."Leo ingin memberikan idenya."Jika tuan putri ingin memata-matai keluarga mereka dari dekat target tuan putri adalah pewaris tunggal keluarga Edward, yaitu Reikhan Edward. Anak satu-satunya yang sah dari tuan Albert dan istrinya yang sudah meninggal.""tapi Reikhan sudah memiliki calon tunangan paman." protes Zyan."tidak masalah, aku bisa membuatnya bertekuk lutut kepadaku. Kita harus begerak cepat kak, aku tidak bisa diam saja setelah melihat keadaan ayah yang seperti ini karena mereka."Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Zyan dan Zia. Akhirnya Zyan menyetujui rencana ini, dan Zia kembali ke london hari itu juga untuk menyelesaikan semua kontrak kerja nya dengan managernya.Zia harus membatalkan dan membayar denda untuk semua perjanjian kerja nya. Dan saat di London dia akan merubah tampilannya. Agar orang tidak mengenali dirinya.*******Zia memandangi dirinya di cermin apartementnya, softlens biru. Rambut yang sudah dia potong dan cat berwarna coklat gelap juga sudah dia lakukan.Dia terlihat berbeda sekarang dan dia harus bisa membuat targetnya lumpuh dalam waktu dekat.Dia bergegas kembali ke fortania dengan tampilan barunya.Manager Zia sedang sibuk memberikan berita kalau Zia sedang ingin berlibur.Managernya itu memang paling bisa diandalkan.Sedangkan ditempat lain, seorang pria dengan kaca matanya meneliti semua berkas yang masuk kedalam ruangannya. Reikhan pria berkaca mata yang sangat manis.Dia terkenal pendiam dan sangat menurut dengan kemauan saudara tirinya. Bersambung.....❤❤❤CLEOPATRA I snuck up to Marcelo making a call in hushed tones to God knows who. But I guess it was his boss.“Boss, I have something to tell you." I snatched the phone from his hands and ended the call.“Cleo…" His hands rolled up in a ball of fists.“Hello to you there," I flashed a warm smile and threw his phone into my pocket."What do you want? Give me back my phone,” His face squeezed in a frown."I see you were having a pleasant talk with your boss,” I clicked my tongue and chuckled, "I'm sorry I disrupted your sweet time.”"I don't have time for this, woman. Hand the phone to me now,” He growled, his eyes grew darker." Easy no, Marcelo.” His phone kept buzzing in my pocket."Valentine won't be happy with what you have done…”“Exactly. And you? Do you think he will clap his hands and pat your back when you tell him?" I returned a snark response.“Oh! You want to t
VALENTINE It was really tough over here. Declan's men were all over the place. While I stood guard behind Fedora, the rest of the team scouted the place for the key. Declan was a very discreet man who knew how to hide important things. Gregory was always casting discreet glances at Fedora every now and then like he suspected foul play. He held her close to his sides and went about introducing her to all the dignitaries.“Why does a pretty lady have a mask on?” Salvador intoned, his eyes glinted sensually. He stared lewdly at her chest and ran his tongue over his bottom lip. Gregory caught his stare and grinned, "It is her wish, Sal.” He turned Fedora, placed his hand over her shoulders and drew her close, "Say Hello Camelia.” Fedora remained mute. Her eyes scoured through the men's faces. They had wide smirks plastered over their faces. Time ticked like a bomb. Fedora didn't utter a word, "Camelia, Ar
49CLEOPATRA Through my hazy vision, I saw Marcelo talking to the doctor in hushed tones."Will she wake up?”" Yes. But it would take a long time.”"Is she okay? Are there any major damages?”The doctor waved, " She is out of danger thankfully.” Marcelo's chest fell in relief."Let's give her time to rest,” The doctor patted his shoulders and took his leave. Marcelo held my hands, " I'm sorry Boss. I failed to protect her.” Protect me? Was all that strict orders a protection? I doubt it. They are all captors and know nothing about protection. He turned around and left the ward. When I was sure everyone had left, I opened my eyes with a loud gasp. My dress was folded on the table. I yanked off the IV running through my wrist. I stripped off the hospital dress which reeked of and medicine. A nurse barged in. My face lost its color. I had been caught in my
VALENTINE I held the invitation card in my hands. This was the card that determined how tonight's game would play out. This card will give us an entrance into the party."The uniforms are ready," Derrick announced.I needed one more thing: Camelia. Fedora walked by looking downcast and devastated. The rest of the team were getting ready to leave for the mission. Her face slumped into disappointment when she saw Natie amongst the team. She lowered her head and walked away."Fedora…” I called out loud. The whole team stood at attention. No one moved and eyes rose to me. Fedora went down on her knees."Get her,” I motioned two of the guards. They dropped their guns and dragged her up to me."I need your help…” She jerked her head up. Surprise gleamed wide across her face“M…. My help?” Her lips shuddered."Yes,” I waved my hands in dismissal of the other team."Come with me,
4CLEOPATRA I opened my eyes with a loud gasp and sat up. It was a dream. My eyes were wet with tears. I held my neck.“Are you okay?" The voice asked again. I trailed the sound of the voice and I saw that it was Valentine. I nodded. He picked the cup next to my table and filled it up with water
5VALENTINE “Give me some time to find out if she is a spy," I demanded from Rossetti when we entered his study.“You don't need any more time. What if much damage is done before you get a proof…" “Then, I will kill her." He heaved. He sat on the chair behind his table, “Fine." I bowed sl
3VALENTINE “Have you gone nuts?" Rossetti barked harshly at me. He was infuriated the moment he saw the girl by day break. His eyes glowered."She looked helpless. And needed the help,” I retorted."Listen to yourself,” He scoffed and combed his hands through his dark hair. The only characteristi
2CLEOPATRA I let down the zipper of my dress. My dress flowed down to the ground. I saw a sudden flash in his eyes. A flash of lust. I walked out of the dress and stood before him just wearing my underwear. "Now, You will take your bath with the door open. I want to watch you wash yourself.
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.