Share

Asa 73

Penulis: Amih Lilis
last update Tanggal publikasi: 2024-02-10 01:18:53

Asa 73

*Happy Reading*

Di tempat lain. Frans memaki kesal pada ponselnya, yang gagal menghubungi Raid. Frans kira awalnya, Raid mematikan sambungan telepon itu tak sengaja. Maka dari itu, Frans pun menghubungi Raid kembali.

Namun, berkali dicoba ternyata gagal terus. Ada dua kemungkinan dalam otak Frans saat ini. Raid membuang ponselnya, atau ponsel pria itu kehabisan daya. Terserahlah! Yang jelas, dia harus mencari keberadaan Raid saat ini.

"Lacak keberadaan mobil Raid sekarang!" titah Frans
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (9)
goodnovel comment avatar
NurLinda BuaGa
cerita siapa???
goodnovel comment avatar
Sindy Septi
weeiii jahat bgt sihh amih 🥲
goodnovel comment avatar
Maleo
Hahahah krn udh tau di novel lain raid n nisa menikah… jd Raid pasti hidup cuma siapa yg nyelamatin? Frans??
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa terakhir

    Perlahan, luka yang dulu terasa menghancurkan akhirnya berubah menjadi kenangan pahit yang tak lagi terlalu menyiksa.Nissa dan Raid pun memutuskan kembali ke Indonesia setelah Naira melahirkan anak pertamanya. Berjenis kelamin laki-laki dan wajahnya ... plek ketiplek Darius. Bahkan warna matanya juga sama."Gak adil banget, deh. Padahal gue yang ngandung sampai sembilan bulan lebih, eh pas brojol malah mirip bapaknya. plek ketiplek! Ini sih namanya bukan lagi buah jatuh tak jauh dari pohonnya, tapi jatuhnya sa'akar-akarnya sampe kebonnya juga," keluh Naira sambil menjawil hidung putranya yang mancungnya sudah tidak diragukan lagi."Alhamdulilah. Masih untung mirip bapaknya, loh. Kalau mirip cowok lain kan berabe, Nai.""Gak gitu maksud gue. Tapi ya ... harusnya ada gitu satu bagian yang mirip gue. Ini gak ada satu pun. Kesel, deh.""Cengengnya mirip kamu," celetuk Raid asal, langsung di hadiahi delikan tajam Naira."Udah, udah. Gak usah sewot gitu ah. Namanya bayi baru brojol mukanya

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 142

    Asa 143“Cih!”Naira langsung berdecih begitu melihat Nissa dan Raid keluar bersama dari arah lorong kamar. Wanita hamil itu melipat tangan di dada dengan wajah sengaja dibuat keruh.Namun alih-alih terlihat menyeramkan, ekspresi Naira justru tampak lucu. Apalagi dengan pipi gembulnya yang makin bulat akibat kehamilannya saat ini. “Ini yang katanya masih trauma? Masih sakit hati? Gak mau lihat muka laki-laki itu masih butuh waktu entah sampai kapan?” omelnya sambil menyipit tajam ke arah Nissa. “Ujung-ujungnya luluh juga.”Nissa langsung salah tingkah.Sementara Raid di sampingnya malah tampak santai sekali. Bahkan pria itu tanpa rasa bersalah melingkarkan tangannya di pundak Nissa possessive. Seolah sengaja memperjelas jika ia telah memenangkan keadaan.Naira langsung mencibir.“Hih! Dasar bucin!”Raid tersenyum kecil penuh kemenangan. Nissa yang sadar sedang digoda langsung menyikut pinggang suaminya pelan.“Abang, ih.”“Abang kenapa? Abang diem aja kok,” jawab Raid santai, padahal

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 141

    Malam itu, setelah kejadian dengan Nichole, Nissa sama sekali tak bisa tidur.Ia berbaring menatap langit-langit, tapi yang terlihat justru wajah Raid — pria yang paling ingin ia lupakan, sekaligus yang paling tak bisa ia lepaskan.Suara tawa itu, cara Raid memanggil namanya dengan lembut, bahkan aroma tubuhnya yang dulu menenangkan… semuanya masih lekat, menolak pergi.Nissa menutup mata, menggigit bibir bawah, mencoba menahan sesak yang menumpuk di dada.“Kenapa sih aku masih begini…” bisiknya pelan.Ia memutar tubuh, tapi semakin mencoba melupakan, bayangan itu malah kian jelas. Pelukan yang dulu membuatnya tenang kini justru menjadi luka yang paling menyakitkan.Malam terasa panjang. Di tengah kesunyian, hanya satu kenyataan yang sulit ia tolak: ia merindukan suaminya.Dan rindu itu membuat dada terasa sesak — campuran antara cinta dan benci yang sama-sama menyiksa.Setiap kali mengingat tatapan penyesalan Raid di depan ruang rawat dulu, Nissa merasa seperti diremas dari dalam.Ia

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 140

    Raid keluar dari kamar rawat dengan langkah berat. Di luar, Darius dan Naira masih menunggu. Wajah Naira masih penuh amarah, tapi ia tidak mengatakan apa-apa."Kamu diusir?" tebak Darius, menepuk bahu Raid.Raid tidak menjawab, hanya mengangguk pelan."Bagus," Naira mendengus. "Harusnya dia usir kamu lebih jauh lagi."Raid mendongak, menatap Naira tajam. Tapi ia tidak dalam posisi untuk membalas. Apa pun yang dikatakan wanita itu benar."Aku akan menunggu." Hanya itu yang Raid ucapkan sebelum berjalan pergi.Naira mendengus muak. "Terserah."Hari-hari berikutnya, Raid tetap setia di rumah sakit. Ia tidak masuk ke kamar Nissa, tapi ia selalu ada di luar, setia menunggu. Setiap kali dokter atau perawat keluar dari kamar itu, Raid akan bertanya tentang kondisi istrinya itu dengan detail sekali. Sementara itu, seiring hari berganti Nissa sendiri semakin pulih secara fisik, tapi tidak untuk hatinya. Sebongkah daging dalam dadanya itu masihlah sangat terluka. Wanita itu masih belum bisa m

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 139

    Suara sirene ambulans memecah keheningan malam, membawa Nissa yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit terdekat. Raid mengikuti dari belakang dengan perasaan kalut, bayangan Nissa yang terbaring berlumuran darah terus menghantuinya.Di ruang tunggu rumah sakit, Raid mondar-mandir dengan gelisah. Setiap detik terasa seperti siksaan, menunggu kabar dari tim medis yang tengah berjuang menyelamatkan istrinya. Pikirannya dipenuhi penyesalan; andai saja ia tidak asal tarik tadi, mungkin semua ini tak akan terjadi.Faktanya yang terjadi hanyalah kesalahpahaman semata. Raid yang tadi sedang menunggu Nissa di ruang vvip, tiba-tiba matanya ditutup sebuah tangan yang lembut. Raid kira itu Nissa, makanya dia main tarik saja tangan itu hingga jatuh dalam pangkuan. Raid pun syok saat akhirnya tau tangan tadi ternyata milik Nichole, bukan istrinya.Sialnya, Nissa malah datang di saat tidak tepat. Raid yang masih syok pun butuh beberapa detik menyadari kesalahpahaman itu hingga akhirnya gegas mengej

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 138

    "Sayang, hari ini Abang ada urusan di knightsbridge. Kamu mau ikut nggak?""Di mana itu, Bang? Jauh nggak dari sini?""Knightsbridge terletak di jantung kota London yang modis, menggabungkan jalur Hyde Park yang dilalui kuda, kedutaan besar Belgravia, museum Kensington, dan kediaman seniman Chelsea. Saat ini, lingkungan itu dipenuhi dengan berbagai toko, restoran, townhouse bersejarah kelas dunia, dan merupakan rumah bagi dua properti Jumeirah . Di sana, kita juga bisa melihat sejarah Knightsbridge dan bagaimana ia bisa mempertahankan reputasi yang dimilikinya saat ini." Raid menjelaskan dengan sabar dan panjang lebar. "Nggak tahu ah, Bang. Nggak ngerti juga. Udahlah, Abang aja yang pergi. Nissa lagi mager," sahut Nissa kemudian dengan malas. Raid mengerutkan keningnya bingung. Beberapa hari ini entah kenapa Nissa memang berubah jadi pemalas. Tak seperti biasanya yang selalu antusias jika di ajak ke tempat baru. Apa mungkin Nissa sudah bosan tinggal di sini? Akan tetapi, mereka baru

  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 109

    *Happy Reading*Nissa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size dalam kamar yang sudah Raid sediakan khusus untuknya. Kamar yang luas, megah dan indah. Sayangnya, saat ini Nissa belum bisa menikmati keindahan yang di tawarkan kamar ini, karena pikirannya terus terngiang ucapan Raid beberapa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 100

    *Met ngabuburit ...."Selepas dari Mushola, Nissa tak langsung diajak pulang. Raid kembali mengajaknya makan. Kebetulan, ini memang sudah masuk jam makan malam, kan?"Pecel ayam, mau?" Raid sangat ingat Nissa lumayan menyukai makanan tersebut. "Uhm ... Nissa lagi nggak pengen makan berat. Masih begah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 98

    *Met bobo ayang-ayangku ....."Helaan napas panjang penuh beban lolos dari Nissa, saat akhirnya melihat ruang office yang kini menjadi sangat kacau ulah Raid dan Victor. Gadis berhijab itu melirik penuh kekesalan pada si bule galmov, yang malah nyengir kuda menanggapinya. "Abang bakal ganti rugi semu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Bertahan Dalam Asa Hampa   Asa 104

    *Happy Reading*Seorang pria tertawa puas setelah mendengar keberhasilan anak buahnya. Matanya berbinar dan bibirnya menyunggingkan seringai penuh kemenangan, seraya membayangkan rival terberatnya pasti saat ini tengah meraung, menangis, dan marah mendapati sang pujaan telah hilang. Oh, akhirnya dewi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status