로그인Hari sial memang tidak pernah ada di kalender. Hal itulah yang dirasakan Kayla wanita yang baru saja berulang tahun ke-24, staf keuangan yang ceroboh salah melampirkan file semalam akibat kelelahan. Bukannya laporan anggaran, yang terkirim ke email Fery Ardian pria berusia 28 tahun, Kepala Divisi Keuangan yang dingin bak kulkas seribu pintu, malah draf novel romantis berisi sindiran kocak tentang dirinya! Panik karena sistem terkunci, Kayla nekat mengirim pesan pribadi: “Bos, Tolong Hapus Email Itu!” Bukannya mendapat persetujuan, Kayla malah dijebak nikah kontrak oleh Fery demi desakan sang nenek. Aturan mutlak dibuat: Jangan sampai orang kantor tahu! Namun, sandiwara di balik kubikal kantor terancam berantakan saat teman masa kecil Fery tiba-tiba hadir. Didorong rasa cemburu, wanita itu siap membongkar rahasia mereka. Akankah pernikahan rahasia ini mampu bertahan?
더 보기"Kejutan!" seru Tante Maya riang. Mata Fery dan Kayla sontak membelalak kaget. Fery langsung bangkit dari kursinya, begitu pula dengan Kayla yang berdiri dengan bantuan suaminya."Nenek? Om Dani, Tante Maya?" gumam Fery tak percaya, segera melangkah maju untuk menyalami dan mencium punggung tangan sang Nenek, disusul oleh Kayla yang membungkuk santun menyambut kedatangan keluarga besar mereka.Nenek Aisyah tersenyum hangat, matanya berbinar menatap cucu kesayangan dan cucu menantunya itu. "Kenapa, Fery? Kaget ya melihat Nenek datang? Tadi Om Dani dan Tante Maya bilang mau mampir ke Jakarta, jadi Nenek minta diantar langsung ke apartemen kalian. Mau kasih kejutan di hari ulang tahun cucu Nenek ini."Om Dani tertawa renyah sambil meletakkan bawaan di atas meja dapur. "Iya, Fer. Kami tadinya mau telepon dulu, tapi kata Nenek mending langsung serbu saja biar seru."Alan dan Wina yang berada di meja makan segera berdiri dan memberi salam dengan sopan kepada Nenek, Om Dani, serta Tante May
Saat Kayla bersandar di kepala tempat tidur sambil menikmati sisa rasa hangat permen jahe di mulutnya, tiba-tiba pengingat di ponselnya berdering nyaring. Kayla meraih ponsel di meja nakas dan melihat layarnya.Mata Kayla seketika membelalak. Hari ini tepat hari ulang tahun Fery!Sebuah ide manis langsung muncul di pikirannya. Rasa pusing yang tadi melingkupinya mendadak sirna digantikan oleh semangat yang membuncah. Dengan cepat, jemarinya mengetik pesan singkat untuk orang kepercayaan sekaligus sahabat suaminya."Mas Alan, apakah sedang sibuk?"Hanya berselang beberapa saat, panggilan masuk dari Alan terdengar. Kayla langsung menggeser tombol hijau di layarnya."Ada apa, Kayla? Kamu baik-baik saja?" tanya Alan di ujung telepon dengan nada khawatir."Baik, Mas Alan. Mas Alan tidak lagi rapat, kan?""Tidak, baru selesai. Ada apa?""Hari ini ulang tahun Mas Fery. Bisa minta tolong Mas Alan belikan kue dan kirimkan beberapa makanan ke apartemen? Kita buat kejutan buat Mas Fery nanti sor
Sinar matahari pagi menerobos hangat melalui celah tirai apartemen, memantulkan cahaya ke sudut kamar utama.Fery perlahan membuka matanya. Ia meraba area tempat tidur di sampingnya yang biasanya sudah kosong, karena Kayla selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan mereka. Namun, tangannya justru menyentuh permukaan selimut yang masih terisi.Fery menoleh, lalu melirik jam dinding di atas meja nakas.07.15 WIB.Mata Fery seketika membelalak kaget. Pria yang biasanya sangat disiplin itu langsung duduk tegak di atas kasur. Ia melepas selimutnya dengan cepat, lalu menoleh menatap istrinya.Di sampingnya, Kayla masih terlelap di balik selimut tebal. Wajahnya tampak sedikit pucat, dan napasnya terdengar halus namun teratur."Sayang... Kayla?" panggil Fery lembut seraya mengusap pelan bahu istrinya. "Sayang, bangun... Sudah jam tujuh lewat. Kamu gak ke kantor?"Kayla hanya menggeliat pelan, mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat. Ia menarik selimutnya lebih tinggi hingga seb
Keesokan harinya, suasana di gedung Seven Group terasa begitu cerah dan penuh energi positif. Fery yang kembali tampil gagah dengan setelan jas hitamnya yang rapi melangkah masuk ke ruang CEO bersama Kayla, yang tampak anggun dalam balutan blazer pastel.Tak berapa lama, pintu ruangan terketuk. Alan dan Wina melangkah masuk berdampingan. Ada riak canggung yang sangat manis terpancar dari gestur tubuh keduanya—terutama Alan yang mendadak sibuk merapikan dasinya, sementara Wina memegang map laporan dengan pipi yang agak bersemu."Selamat datang kembali, Pak CEO dan Nyonya Fery," sapa Alan mencoba sok formal, walau senyum lebar di wajahnya tidak bisa disembunyikan."Terima kasih, Plt. CEO," goda Fery seraya terkekeh, menuntun Kayla untuk duduk di sofa ruang kerja. "Jadi, bagaimana laporan operasional Seven Group selama seminggu ini?"Wina menyodorkan berkas laporan yang sudah tertata sangat rapi. "Semua laporan keuangan divisi berjalan bersih dan transparan, Pak. Tidak ada anomali data s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰