ANMELDENHari sial memang tidak pernah ada di kalender. Hal itulah yang dirasakan Kayla wanita yang baru saja berulang tahun ke-24, staf keuangan yang ceroboh salah melampirkan file semalam akibat kelelahan. Bukannya laporan anggaran, yang terkirim ke email Fery Ardian pria berusia 28 tahun, Kepala Divisi Keuangan yang dingin bak kulkas seribu pintu, malah draf novel romantis berisi sindiran kocak tentang dirinya! Panik karena sistem terkunci, Kayla nekat mengirim pesan pribadi: “Bos, Tolong Hapus Email Itu!” Bukannya mendapat persetujuan, Kayla malah dijebak nikah kontrak oleh Fery demi desakan sang nenek. Aturan mutlak dibuat: Jangan sampai orang kantor tahu! Namun, sandiwara di balik kubikal kantor terancam berantakan saat teman masa kecil Fery tiba-tiba hadir. Didorong rasa cemburu, wanita itu siap membongkar rahasia mereka. Akankah pernikahan rahasia ini mampu bertahan?
Mehr anzeigen“Kenapa berdiri di situ?” bisik Fery rendah dengan tatapan intens. “Kamu mau tidur di lantai... atau di kasur berdua denganku?”Kayla mencoba mundur, tapi punggungnya justru terbentur tembok. Napasnya tercekat, menatap dada tegap sang bos yang mengikis jarak.Melihat kepanikan Kayla, Fery akhirnya mundur satu langkah. “Kamu mandi dulu. Setelah itu kita bicara.”Tanpa menunggu diperintah dua kali, Kayla segera melesat menuju kamar mandi di dalam kamar, sementara Fery memilih keluar menggunakan kamar mandi di kamar tamu.Beberapa saat kemudian, Kayla keluar dari kamar mandi mengenakan kaus santainya sembari mengeringkan rambut dengan handuk. Namun, baru saja ia melangkah beberapa tindak, pintu kamar mendadak terbuka. Fery masuk begitu saja—hanya mengenakan celana pendek santai tanpa atasan, sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah.Kayla mendadak diam mematung di tempatnya. Pandangannya tak sengaja men
Beberapa saat setelah Fery berlalu dari kamarnya, Kayla masih duduk melamun di tepi tempat tidur. Jemari tangan kanannya tak berhenti mengusap cincin emas putih yang kini melingkar pas di jari manisnya. Otaknya masih sibuk memproses rentetan kejadian gila yang menimpanya—termasuk ucapan Fery semalam yang sukses membuat jantungnya berdetak maraton.Tok, tok, tok.Suara ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunan Kayla. Seorang wanita paruh baya berseragam pengurus rumah tersenyum ramah di ambang pintu.“Permisi, Mbak Kayla... Nenek Aisyah dan keluarga besar sudah menunggu di ruang makan untuk makan malam bersama,” sapanya hangat.Kayla tersentak, lalu buru-buru merapikan pakaian dan rambut bahunya. “A-ah, iya, Mbak. Saya segera ke sana.”Dengan langkah sedikit ragu dan dada berdebar canggung, Kayla menyusuri koridor rumah menuju ruang makan utama. Begitu sampai di sana, matanya membelalak pelan. Ruang makan yang
“KUA?! SIAPA YANG MAU KE KUA, KAY?!” tanya Wina tiba-tiba.“Ayam!” pekik Kayla melompat kaget dari kursinya.Dengan refleks secepat kilat, ia langsung menelungkupkan ponselnya ke permukaan meja, menepuk-nepuk dadanya yang serasa mau copot. Muka Kayla pucat pasi menatap Wina yang kini sudah melongok penuh rasa curiga di samping bahunya.“KUA?! Siapa yang mau ke KUA, Kay? Kamu mau nikah sama siapa? Sejak kapan kamu punya calon?!” cerocos Wina bertubi-tubi dengan mata membelalak penasaran.Otak Kayla berputar kencang, mencari alasan tercepat agar rahasia gila ini tidak terbongkar. “I-itu... sepupuku! Iya, sepupuku di kampung mau urus berkas nikah ke KUA besok, jadi dia nanya-nanya prosedurnya ke aku!” alibi Kayla cepat dengan tawa kaku yang sangat tidak natural.Wina menyipitkan mata, menatap Kayla dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Masa? Kok muka kamu tegang banget kayak orang mau dieksekusi?”“Ya... ya kagetlah! Kamu tiba-tiba
Dua kata itu meluncur begitu tenang dari bibir Fery. Matanya membelalak sempurna, terkejut setengah mati sampai rasanya jantungnya berhenti berdetak.Lalu hening.Ruangan berpendingin udara itu mendadak terasa hampa oksigen. Kayla terpaku di tempatnya, menatap Fery dengan mulut sedikit ternganga dan kedipan mata yang intens. Otaknya serasa membeku, gagal memproses dua kata yang baru saja lolos dari bibir sang bos.“A… apa?” tanya Kayla akhirnya, memecah kesunyian dengan suara yang tercekik. “B-bapak bilang apa tadi? Menikah?”Fery tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wajahnya kembali datar, tanpa ada riak humor sama sekali. “Kamu tidak tuli, Kayla. Menikah denganku. Itu syarat mutlaknya.”Seketika itu juga, tawa canggung menyembur dari mulut Kayla. Ia bahkan harus memegangi dadanya yang berdebar kaku. “Haha... Pak Fery candanya lucu banget, ya. Asli, saya hampir kena prank. Bapak mau ngetes mental saya sebelum memecat saya, kan? Atau ini... semacam hukuman psikologis?”“Saya ti






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.