ログイン"Aku sudah melakukan segalanya, kenapa dia mengabaikan diriku?"Jeritan Sarah Hansel memenuhi udara kamarnya, dia tidak sedang memenuhi permintaan Steven Hill untuk menggoda pria bernama Damian Reeves demi balas dendam atas hal yang tidak dia ketahui.Dia benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sosok Damian Reeves, tidak hanya dirinya hampir semua wanita di perusahaan mengatakan jika saja Damian Reeves belum menikah, mereka pasti akan berusaha menjatuhkan diri mereka pada pria itu.Tampan dan mapan, daya tarik Damian Reeves sangatlah kuat.Rasa frustasi kembali memenuhi pikirannya, dia ingin meniru gaya berbusana Rosemary Steele, tetapi tidak banyak foto bahkan berita tentang Rosemary Steele. Kehidupan wanita itu terlihat begitu terjaga dari pemberitaan, kedatangan wanita itu di perusahaan juga tidak bisa membuatnya dapat meniru gaya Rosemary Steele.Terkadang Rosemary Steele datang mengenakan gaun merk ternama yang melebihi gajinya, terkadang Rosemary Steele datang deng
"Maaf, Tuan Reeves."Usaha pertama Sarah Hansel untuk mendapatkan perhatian dari Damian Reeves. Cangkir kopi tampak jatuh di atas karpet abu-abu bahkan membasahi ujung celana Damian.Tidak ada ucapan yang keluar dari bibir Damian Reeves, pria itu berlalu begitu saja melewati Sarah yang masih berdiri kaku dan merasa kalah.Dia masih membayangkan adegan-adegan antara CEO dan bawahannya yang ceroboh, kemudian timbul perasaan di antara mereka. Sayangnya, itu semua tidak terjadi di antara dirinya dan Damian Reeves.Dia harus memutar otaknya, bagaimana caranya agar Damian Reeves mengenalinya dan tertarik kepada dirinya."Rosemary Steele maksudmu?"Sarah Hansel memasang wajah polos, tetapi dipenuhi rasa ingin tahu tentang Rosemary Reeves."Aku dengar dia sangat cerdas, selain menjadi desaigner lepas di kantor kita, dia juga pernah memenangkan beberapa kompetisi. Gayanya sih selalu manja dengan Tuan Reeves dan Tuan Steele, tetapi kurang tahu juga."Manja, sikap yang selalu membuat ego laki-la
Pertemuan pertama, akhirnya Sarah Hansel bertemu untuk pertama kalinya dengan Damian Reeves. Penampilan Damian Reeves melebihi bayangannya, tidak hanya tampan, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan pria lain yang lebih keren dari Damian Reeves.Dia mengira Damian akan mengenakan setelan lengkap seperti para CEO yang dia lihat pada film atau yang tertulis pada novel. Di pertemuan pertamanya, Damian mengenakan kemeja hitam dengan celana jeans hitam, lengan kemejanya digulung hingga siku. Rambut gelap Damian terlihat berantakan, tetapi juga rapi secara bersamaan yang membuatnya semakin terlihat menarik.Damian memang tidak meliriknya, pria itu tidak berjalan cepat, langkah kakinya yang lebar membuatnya terlihat berjalan dengan cepat dan segera menuju ruang kerjanya."Dia memang datang untuk pekerjaan, biasanya istrinya yang akan mencairkan suasana, membawakan kopi dan cemilan." ucap rekan kerja yang duduk di sampingnya.Sarah Hansel menganggukkan kepalanya. "Aku kira dia tidak menyukai
Kehadiran Damian Reeves yangbsedang ditunggu-tunggu oleh Sarah Hansel tidak juga kunjung datang. Dia selalu menyimak pembicaraan rekan-rekan kerja seniornya tentang bos dari pada bosnya tersebut."Ya mau bagaimana lagi, pekerjaan dia kan banyak, nggak seperti kita.""Kalau tidak seperti itu, bagaimana dia bisa membiayai istrinya yang cantik itu."Sarah melirik ke arah rekan kerjanya yang sedang bergosip. Mereka benar-benar menikmati hari-hari tanpa kehadiran Damian Reeves, sementara dirinya begitu penasaran pada sosok Damian Reeves."Mereka memang serasi, aku dengar pasangan Tuan Steele juga sepupu dari Tuan Reeves."Telinga Sarah kembali menegak mendengar nama baru yang di sebutkan oleh rekan kerjanya."Siapa Tuan Reeves?" tanya Sarah dengan nada polos, bola matanya membesar bergerak ke kanan ke kiri untuk memberikan kesan menggemaskan."Adam Reeves, dia rekanan Damian Reeven juga ipar dari Damian Reeves." jawab salah satu rekan kerjanya yang membuat Sarah mengangguk-anggukkan kepala
Hari pertama masuk kerja, Sarah Hansel sudah menampakkan pesonanya. Dia datang dengan penampilan yang sempurna: pakaian rapi yang pas di badan, riasan wajah yang mempesona namun tetap terlihat profesional, dan senyum ramah yang membuat siapa saja merasa senang dengan kehadirannya. Sarah bersikap ramah pada semua orang, cerdas menjawab pertanyaan, dan sangat cepat memahami tugas-tugas yang diberikan kepadanya.Dia akan menjadi pegawai kontrak selama dia belum lulus kuliah dan Sarah menyetujuinya. Tujuannya bukan menjadi pegawai tetap, tetapi mendapatkan Damian Reeves.Rasa kecewa kembali melanda dirinya karena ketidak hadiran Damian Reeves di perusahaan, sudah dua minggu dia bekerja dan dia sama sekali belum pernah bertemu sosok Damian Reeves. Dari informasi pegawai yang dia dapatkan, Damian Reeves sedang berada di luar negeri untuk bisnis.Dia tidak banyak bertanya tentang sang pemilik perusahaan, tetapi informasi yang dia dapatkan tentang Damian Reeves cukup banyak.Dimulai dari bisn
Berkali-kali Sarah Hansel memantaskan dirinya di depan cermin, sesuai arahan dan permintaan Steven, dia memasukkan lowongan pekerjaan pada perusahaan properti yang dipimpin oleh Damian Reeves.Menurut arahan Steven, satu-satunya cara mendekati Damian Reeves adalah dengan menjadi pegawainya. Pria itu tidak pernah mengunjungi klub malam dan selalu terlihat bersama perempuan bernama Rosemary Steele. Saat sendirinya pria itu adalah saat berada di dalam pekerjaannya, berada di kantornya.Setelan berwarna biru muda menjadi pilihannya, penampilannya terlihat lebih segar dengan make up tipis, dia akan menjalani wawancara pekerjaan hari ini. Udara Genobia pada pagi ini tidak terlalu dingin bahkan matahari bersinar sangat cerah yang menemani setiap langkah Sarah menuju tempat di mana wawancara akan berlangsung.Dia tidak sendirian, ada sekitar lima belas orang yang juga ikut berjuang mendapatkan pekerjaan dan dia berharap keberuntungan berpihak kepadanya.Dengan tangan yang memegang map berisi
Steven tersenyum senang dengan bantuan ayah tirinya dia berhasil masuk ke dalam kerja sama penyewaan gudang dari perusahaan besar. Salah satu warisan yang dia dapatkan dari kematian Mattiash membuat hidupnya menjadi lebih mudah, gudang yang dia kira tidak akan berguna di Pinehill sekara
"Apa kamu benar-benar sudah berdamai dengan Rosemary?" Pertanyaan dari Max membuat Steven menganggukkan kepalanya. "Karena obsesiku ingin mencari orang yang menyebabkan Mattiash patah hati, akhirnya aku mendapatkan wanita yang aku cintai selain Giselle." Hubungann
Damian memejamkan matanya, wajahnya begitu tenang ditelinganya terpasang air pod sesekali senyuman terbit di wajah tenangnya. Suara desahan Rosemary memenuhi indra pendengarannya, terdengar gila karena dia merekam suara saat mereka bercinta dan dia memang gila jika menyangkut Rosemary.
"Bagaimana hari ini?" Rosalia tersenyum senang, dia bisa menjadi dirinya, dia tidak pernah khawatir akan dibanding-bandingkan dan Steven sangat menghargai dirinya. Mereka akan bertemu di akhir pekan saat kerja magangnya tiba, Rosalia memutuskan tidak lagi tinggal di apartemen







