로그인Kematian Mattiash Miller menjadi teka-teki bagi Steven Reeves untuk mencari tahu penyebabnya. Hingga dia menemukan barang bukti yang menuntunnya kepada dua gadis cantik sebagai penyebab kematian dari kakaknya tersebut. Rosalia dan Rosemary, dua gadis cantik cucu dari pengusaha ternama Charles Steele. Dapatkah Steven menemukan penyebab kematian Mattiash? Di antara Rosalia dan Rosemary, siapa yang bertanggung jawab atas kematian Mattiash? Atau Steven akan terjebak pada cinta yang salah?
더 보기Kabut tebal sedang menyelimuti Pinehill. Kabut tebal yang bahkan menghalangi jarak pandang normal. Mattiash Miller, pria berusia dua puluh delapan tahun dengan rambut pirang keemasan dan mata biru yang selalu tenang terlihat berdiri di tepi hutan pinus yang berdampingan dengan mansion megah miliknya.
Senapan berlaras panjang yang akan dia gunakan untuk berburu rusa tersandar pada punggungnya. Berburu pada hari cerah adalah hal biasa, berburu di saat kabut tiba bahkan perburuan di saat hari hujan akan membuatnya semakin bersemangat karena dia akan semakin sulit mencari mangsanya. Air bercampur tanah membasahi sepatu boots yang dia kenakan, matanya menatap awas kesekeliling hutan yang sudah dia kenal setiap sisinya hingga ujung senapannya mengarah pada sosok yang sedang bergerak lambat. Suara tembakan terdengar disertai suara kepakan sayap burung yang terkejut. "Jangan tembak!" Kali ini dia mendengar teriakan dengan suara yang terdengar serak, suara perempuan. Mattiash segera menuju arah suara, matanya yang tajam menangkap sosok perempuan yang meringkuk ketakutan. "Kumohon, jangan tembak aku!" Kali ini bukan teriakan, tetapi suara gemetar penuh permohohan yang terdengar lirih. "Apa kamu tahu-" "Aku tahu! Aku tahu hutan ini berbahaya, aku tersesat. Tolong aku!" *** Hari itu adalah pertemuan pertamanya dengan seorang perempuan yang berhasil mengalihkan dunianya yang gelap menjadi terang benderang. "Rose.." "Uh!" Lenguhan lembut yang membuat jantung Mattiash berdegup kencang. Mattiash kembali teringat saat pertama kali mereka bertemu."Kumohon, jangan tembak aku!" Dia menyukainya, dia sangat menyukai suara parau dan tatapan mengiba perempuan berambut panjang berwarna cokelat kemerahan dan sepasang mata biru langit di hari cerah tersebut. Tanpa ragu dia membawa perempuan tersebut ke dalam mansionnya, meminta pelayan setianya Ella membersihkan tubuh perempuan yang tampak berantakan di dalam gendongannya. Mattiash kembali menatap lembut gadis yang berada di dalam pelukannya tersebut, jemarinya mengelus lembut punggung dengan kulit putih pucat yang dihiasi garis kemerahan hasil karyanya. "Apa masih sakit?" Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir kekasihnya, hanya anggukkan kepala yang lemah. "Aku tidak akan memukulmu lagi, tetapi aku masih menginginkanmu." Bibir Mattiash menyusuri wajah putih pucat dengan semburat merah jambu dan berhenti pada bibir yang menjadi candunya, sebuah kecupan lembut dia berikan, bibir Mattiash kembali menyusuri dagu, beralih pada leher, dada, berhenti sesaat untuk mengulum puncak dada yang ranum kanan dan kiri secara bergantian. Bibir Mattiash kembali menyusuri perut hingga akhirnya berhenti pada tempat di mana dia akan memberikan puncak kenikmatan pada kekasihnya. "Ah!" Desahan yang dia tunggu-tunggu akhirnya terdengar juga, pertanda dia akan melakukan penyatuan tubuh mereka untuk ke tiga kalinya pada pagi ini.Tiga bulan sudah mereka bersama dan kabut di Pinehill menjadi kabut gairah yang memenuhi diri mereka berdua.
Mattiash mengecup lembut bibir kekasihnya, setelah dia menyemburkan kembali benih-benih cintanya sebelum akhirnya tubuhnya rebah di atas tubuh kekasihnya. Kulit mereka kembali bersentuhan yang memberikan Mattiash rasa tenang dan damai, perasaan yang kembali dia rasakan saat bertemu dengan kekasihnya.
"Matt, aku harus kembali. Ayahku khawatir dengan keadaanku."
"Aku akan mengantarmu pulang, aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku."
Gelengan kepala dari kekasihnya membuat Mattiash mengerutkan keningnya. Rasa heran memenuhi dirinya, bukankah seharusnya seorang perempuan akan bahagia jika kekasihnya akan melamar dan bertanggung jawab atas kebersamaan mereka yang lebih dari kata bersama.
Hubungan mereka bukan lagi sebuah hubungan cinta biasa, Mattiash masih ingat malam pertama mereka, bukan yang pertama baginya, tetapi sudah jelas yang pertama bagi kekasihnya.
"Apa kamu khawatir ayahmu akan menolak hubungan kita?"
"Tidak! Aku yang belum siap. Aku masih delapan belas tahun, aku harus kuliah bukannya menikah, aku juga punya banyak impian."
"Aku bisa memberikan semuanya, kita bisa menikah dan kamu tetap kuliah."
"Matt, bukankah kamu pernah bilang akan mengerti semua keinginanku?"
"Rose, aku mencintaimu, sangat mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu."
Mattiash mengecup lembut kening kekasihnya, sebelum tubuh lelah mereka kembali terlelap di dalam dekapan hangat.
Rosalia memejamkan matanya, dia baru saja pulang dari kencannya bersama Steven. Perlakuan Steven membuatnya merasa dimabuk cinta, tidak seperti dulu di mana kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan dengan bercinta. Kali ini semua kata-kata Hilda terbantahkan, Steven tidak mencari kehangatan tubuhnya. Pria itu bahkan hanya memberikan ciuman selamat malam karena Rosalia harus bekerja keesokan harinya. Semua berjalan begitu lambat dan manis seperti keinginannya jika suatu saat dia kembali menjalin cinta. Dada Rosalia menjadi berdebar-debar dengan sikap manis Steven yang lembut dan penuh perhatian, pria itu juga tidak lagi bicara tentang Rosemary yang membuat dirinya semakin merasa tenang. Tidak ada lagi tatapan penuh dendam si mata Steven, yang dia lihat hanyalah tatap teduh yang membuatnya semakin merasa kali ini mereka berada di hubungan yang benar. Steven berusaha mencintai dirinya dengan perlahan, tetapi pasti begitu juga dengan dirinya. Bukan lagi cinta cinta dipenuhi dengan na
"Steve?" Rosalia segera memayungi tubuh Steven yang basah di bawa guyuran hujan. Wajah pria itu tampak pucat, rambut-rambut kasar tampak tumbuh tidak terawat di wajah Steven. "Apa yang harus aku lakukan, Rosa?" Raut wajah Rosalia tampak bingung melihat penampilan dan mendengar suara parau pria itu. Tanpa ragu dia segera membawa Steven menuju kamar apartemennya. Dia segera membawakan jubah mandi agar pria itu dapat berganti pakaian untuk sementara dan merasa hangat setelah terguyur oleh air hujan, Rosalia segera mengeringkan pakaian basah Steven pada mesin pengering pakaian. Jantungnya berdebar cepat, Steven telah rapi kembali. Wajahnya terlihat bersih setelah bercukur dan tanpa sadar Rosalia memperhatikan tubuh Steven yang terpahat indah, dulu dia tidak begitu memperhatikan Steven. "Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu menangis?" Steven menghela nafasnya. "Aku tidak bisa berpisah denganmu, hidupku menjadi kacau sejak kita berpisah. Aku sudah selesai dengan dendam ku terhadap Ros
Hantaman benda keras hampir menghancurkan tempurung kepala Ella, melihat hasil pemeriksaan dan penjelasan dari dokter membuat tubuh Steven terasa dingin. Di dalam pikirannya, Damian Reeves berusaha membungkam Ella sebagai satu-satunya orang yang mengenal wajah dari kekasih Mattiash. Dia masih menduga jika Rosemary adalah kekasih Mattiash. Sulit baginya untuk membayangkan Rosalia yang memiliki sikap lemah lembut mampu melukai seseorang, ditambah Rosalia juga tidak memiliki seseorang yang bisa diandalkan."Biarkan aku yang menjaga bibi, anda bisa pulang terlebih dahulu."Steven menganggukkan kepalanya. "Apa kamu sama sekali tidak mengenal atau pernah melihat kekasih Mattiash. "Gery terdiam, dia tidak yakin apakah dia dapat mengatakan jika dia pernah melihat kekasih majikan bibinya atau dia diam demi menutupi kesalahannya. Steven menatap tajam ke arah Gery yang terlihat bimbang. "Aku hanya ingin tahu apa kamu pernah melihat perempuan itu atau tidak? Aku tidak akan menghukummu. "Mat
Udara terasa begini dingin meskipun hari ini Pinehill sedang dihujani sinar matahari, kabut sama sekali tidak muncul bahkan langit yang biasanya diselimuti awan saat ini berwarna biru cerah. "Apa maksud kalian?" Steven berjalan mondar-mandir dihadapan tiga pekerja lainnya. Tukang kebun yang biasa merawat tanaman dan rumput mansion, istri dari tukang kebun yang sering membantu Ella membersihkan rumah dan keponakan laki-laki Ella yang juga sering membantu membersihkan serta menjaga rumah. "Bibi dipukul oleh seseorang, sekarang dia mengalami koma." Jawaban dari keponakan laki-laki Ella yang bernama Gary membuat Steven memijat pelipisnya. Dia terlambat datang, seseorang berusaha menghilangkan saksi untuknya. "Apa pelakunya sudah ditemukan? " Ketiga orang tersebut menggelengkan kepala mereka serentak. "CCTV?" "Tidak ada CCTV di tepi hutan, Paman Caine menemukan bibi tergeletak di tepi hutan. " Gary kembali menjawab pertanyaan Steven. "Tepi hutan?" Kali ini mereka bertiga ser
Wajah Steven Hill menegang saat dia melihat sebuah yacht datang mendekat, dari teropong dia dapat melihat sosok Damian Reeves dan Rosemary Steele berada di atas yacht tersebut. Dia tidak mungkin pergi menghindar begitu saja. "Steven! Kita harus bicara!" Suara Damian Reeves terdengar begitu l
Hari berlalu, Rosalia kembali bernafas lega karena Steven tidak lagi hadir di dalam kehidupannya. Dia kembali hidup dengan normal, menjalani aktivitasnya tanpa rasa khawatir. Dia masih membiarkan kesalah pahaman terjadi demi keamanan dirinya. Kegilaan Steven membuat nyali Rosalia menciut, sampai k
"Bagaimana? Masih ada yang belum kamu mengerti?" Rosemary tersenyum manis, mengerjapkan matanya berulang kali untuk menggoda Damian yang tampak serius sejak tiga jam yang lalu. Tidak hanya Damian yang disibukkan dengan dokumen yang bertumpuk, tetapi juga dirinya. Damian dan Adam benar-benar bersik
"Sialan!" umpat Steven karena dia tidak juga berhasil mendapatkan kesempatan untuk mendekati Rosemary.Semua prediksinya tidak berjalan sesuai rencana, perusahaan milik Damian Reeves dengan cepat pulih kembali dari berita-berita miring yang dia sebarkan di internet. Dia berpikir saat Damian Reeves












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.