LOGINAfter my secret crush was discovered, my adoptive uncle Kieran, who always loved me, completely became a different person. He no longer smiled at me, and he began to stay far away from me. I tried everything, even stripped naked and stood before him begging him to mark me. All I got in return was his words of rejection: disgusting. Three months later, he even brought my best friend Scarlett home and claimed her as his fiancée. Looking at the deep wariness in his eyes toward me, I suddenly smiled with relief. I agreed to my Alpha grandfather's tentative proposal for an arranged mating. But when I finally gave up him and mated to another Alpha, why did he beg me to come back?
View MoreDusun Sentani merupakan dusun terpencil yang terletak di ujung wilayah yang berbatasan dengan hutan yang lebat dan luas. Dusun ini jarang dikunjungi pendatang dari luar kota karena letaknya yang sangat jauh dari desa ataupun kota terdekat. Pendatang dari luar kota yang datang ke dusun ini biasanya bukan berkunjung ke dusun ini untuk menetap atau berjalan-jalan menikmati keindahan dusun ini, melainkan menuju hutan yang terletak di ujung Dusun Sentani.
Sebenarnya pemandangan di dusun ini cukup indah dengan pematang sawah yang bertebaran di sisi kiri dan kanan jalan masuk ke dusun ini. Pepohonan juga tampak asri dengan dedaunan hijau yang sangat menyejukkan mata. pegunungan yang tampak di kejauhan menambah indahnya panorama di dusun ini.
Selain warga dusun, hanya segelintir orang yang mengetahui sejarah Dusun Sentani. Dusun ini tadinya merupakan hutan rimba yang ditebang pepohonannya untuk dijadikan persawahan. Hutan di belakang dusun tidak pernah lagi dimasuki oleh warga dusun karena mereka menganggapnya keramat dan tidak boleh dimasuki. Tapi buat pendatang dari luar kota diijinkan oleh warga asalkan tidak melibatkan warga dusun ini sama sekali serta tidak membuat keributan yang melibatkan warga Dusun Sentani.
Rumah warga yang agak berjauhan satu sama lain ditambah juga penerangan listrik yang seadanya membuat dusun ini agak gelap gulita di malam hari. Padahal di siang hari pemandangan rumah warga yang terbuat dari kayu ini menambah pesona keindahan dusun ini. Warga dusun sangat ramah satu sama lain, juga terhadap pendatang dari luar kota yang kadang mempunyai kepentingan di hutan ujung dusun ini. Kadang pendatang dari kota ini menyewa kamar kosong di rumah warga hanya untuk menginap beberapa hari sebelum meneruskan perjalanan memasuki Hutan Keramat.
Kadang sampai berhari-hari di hutan, barulah pendatang dari luar dusun ini muncul kembali. Warga dusun tidak peduli dengan yang dilakukan pendatang ini sepanjang tidak mengusik ketenangan mereka. Hutan di ujung dusun memang menyimpan sejuta misteri yang juga tidak ingin diungkit warga dusun karena menyangkut leluhur mereka. Mereka tidak ingin warga di luar Dusun Sentani mengetahui sejarah berdirinya Dusun Sentani yang membuat mereka tetap harus menjaga kelestarian hutan di ujung dusun.
Setelah melalui jalan yang panjang dan masih berupa tanah yang berlumpur saat hujan ini tampak sebuah rumah besar yang sangat berbeda dengan rumah-rumah warga yang terbuat dari kayu. Rumah ini sangat besar dengan bangunan betonnya dan halaman yang sangat luas yang dibatasi dengan gerbang besi di depannya.
Rumah ini terlihat sangat mewah di tengah rumah warga yang biasa saja. Walaupun sudah terlihat kusam dengan cat yang sudah mengelupas namun melihat kokohnya rumah ini dapat dipastikan rumah ini dahulu adalah rumah yang megah yang memiliki halaman yang cukup luas untuk ukuran rumah di desa. Rumah ini juga menandakan kalau pemiliknya adalah warga Dusun Sentani yang kaya raya.
Sayangnya rumah ini sekarang sudah tidak berpenghuni lagi. Tampak semak belukar yang sudah tinggi menutupi keseluruhan halaman rumah ini. Bahkan jalan menuju pintu depan rumah juga terhalang rumput yang tinggi. Tidak ada yang tahu siapa yang menjadi pemilik rumah ini sebelum rumah ini menjadi rumah kosong. Menurut cerita rumah ini pernah dimiliki saudagar kaya yang memiliki perkebunan di Dusun Sentani. Ada juga yang mengatakan rumah ini milik orang kaya yang sudah tidak tinggal di dusun ini lagi. Lambat laun cerita inipun menghilang dan hanya meninggalkan kesan menyeramkan di dusun ini jika malam mulai menjelang dan jalanan di depan rumah kosong ini menjadi gelap gulita.
Tidak ada penduduk dusun yang berani mendekati rumah ini jika hari sudah malam. Cerita yang beredar menyebutkan kalau ada warga Dusun Sentani yang melihat penampakan wanita cantik berambut panjang dan berpakaian serba merah dengan gaun panjangnya yang duduk di teras rumah. Ada juga cerita yang menyebutkan melihat raksasa besar yang menjadi penunggu pohon beringin besar yang tumbuh di halaman rumah ini. Ada juga yang sering mendengar suara seperti desahan dan bisikan yang pelan yang berasal dari dalam Rumah Kosong ini. Masih banyak cerita-cerita seram yang beredar di dusun ini namun tidak ada yang terbukti kebenarannya sampai saat ini.
Rumah di sebelah Rumah Kosong ini juga merupakan rumah yang cukup besar walaupun tidak sebesar rumah di sebelahnya. Berbeda dengan rumah sebelahnya yang tampak kusam tak terawat, rumah ini begitu kontras dengan cat warna-warninya yang menambah keindahan rumah ini. Halamannya pun dipenuhi tanaman bunga dan tanaman buah yang terawat rapi. Rumah ini tampak bersih walaupun banyak pepohonan dan taman bunga di halaman rumah.
Looking at the polite yet distant smile on my face, Kieran's Adam's apple moved with visible difficulty. When he finally spoke, his voice was terribly hoarse, as if he had been screaming for hours."I'm going to the overseas territory.The pack affairs there are... complex. Very complex."He paused, struggling to maintain his composure. I could see his hands trembling slightly at his sides."In the future, I probably won't have any reason to return home. The assignment is indefinite."His voice dropped so low it was almost a whisper, yet every word reached my ears with crystal clarity."But if you ever need anything in the future - anything at all, no matter how big or small - just tell me. I'll come back immediately to help you."The desperate promise in his voice made something twist uncomfortably in my chest.I was genuinely surprised that he would make such a drastic decision.After all, our pack's entire foundation was here in the homeland. While the overseas operations were certa
When I heard the news that Scarlett’s pack had been destroyed overnight after being attacked by an unknown pack, I was sitting in Ethan's study, flipping through wedding dress catalogs.The notification popped up on my phone screen with a soft chime. I froze for a moment, staring at the headline as a complex mix of emotions rose in my chest.Blake pack - Scarlett's family pack - completely destroyed in less than twenty-four hours.I didn't need to read the details to understand what had really happened.This had Kieran's fingerprints all over it.As I sat there holding my phone, memories I hadn't thought about in years suddenly came flooding back.I remembered being seven years old, just two years after my parents had died. The other pack children had cornered me behind the school building, calling me names and pushing me around."Orphan! Orphan!" they had chanted. "Nobody wants you! That's why your parents are dead!"I had been crying and trying to get away when suddenly Scarlett appe
Kieran returned to the estate like a man whose soul had been ripped from his body.Each step toward the front door felt like walking through quicksand. His legs moved automatically, but his mind was trapped in that terrible moment when Grandfather had pronounced his exile.Not only had he failed to see me, but now he would never be able to appear before me again.The weight of that reality crushed down on him like a physical force. He felt like his heart had been turned into swiss cheese - full of gaping holes that let all the warmth and life leak out.No matter how desperately he tried to patch one wound, another would tear open and start bleeding.He pushed open the heavy front door with a trembling hand. The familiar scent of home should have been comforting, but instead it felt like a mockery.The house was filled with irritating noise and chaos.Several servants were hurrying back and forth, carrying boxes of various sizes. Their faces were tense with the kind of focus that came f
Kieran dropped to his knees with a heavy thud that echoed through the empty courtyard. Grandfather stood before him, leaning heavily on his walking cane. The old man's weathered face was a mask of fury and disappointment as he looked down at the heir he had personally raised and groomed for leadership.Kieran's clothes were wrinkled and disheveled. His usually perfect hair hung in messy strands across his forehead. His eyes were bloodshot and wild, like those of a man who had lost everything."Look at yourself!" Grandfather's voice boomed across the courtyard as he struck his walking cane hard against the stone ground. The sharp crack made Kieran flinch."Do you have even a shred of dignity left? Where is the honor befitting our pack's heir? Where is your shame?"Grandfather's chest heaved with the effort of containing his rage. His knuckles were white where they gripped his cane."Did you feed all your principles to the dogs?!"The harsh words hit Kieran like physical blows. He open












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews