Share

Bab 43

Desahan Ibu Sambung

Bab 43

"Kenapa nggak bisa, Tania? Uang kamu banyak kan?" Kini wanita itu tidak lagi sungkan meminjam uang. Malah terkesan memaksa.

Aku berfikir sejenak, mencerna ucapan wanita itu. Haruskah aku meminjamkan uang dengan alasan kemanusiaan? Atau aku biarkan wanita itu kebingungan, entah apa yang ia katakan itu benar adanya atau tidak aku juga tidak tahu.

****

"Tania, bagaimana?" Wanita tua itu kembali memastikan bahwa aku akan memberinya pinjaman.

"Maaf, Tante. Untuk uang sebesar itu Tania tidak bisa bantu. Lebih baik Tante berurusan dengan Karin. Nanti dia akan bantu. Kalau begitu Tania pergi dulu, Tan. Masih ada urusan, maaf." Aku berpamitan lalu meninggalkan Tante Mia yang masih memegangi gagang sapu. Aku harap wanita itu tidak tersinggung dengan sikapku, aku juga berharap dia mengerti akan sikapku.

Aku membereskan semua pekerjaanku yang sudah selesai. Menaruh beberapa lembar kertas ke dalam map. Lembaran kertas ini adalah desain-desain pakaian terbaru yang akan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Elka Ahmad Habibi
Damar dong, Reza kan kesan pertama juga udah gak menyenangkan, apalagi anaknya.
goodnovel comment avatar
Yulius Kausar
reza duda anak dah remaja gk tahu malu mau nikahin tania yg masih gadis. jng mau tania km pernah punya ibu tiri gimana rasanya. hai reza duda cari itu yg jg janda atau yg umurbnya sama dg kmu.
goodnovel comment avatar
Prapto Vera
lah, jadi bingung aku mo milih yg mana.wkwkwk..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status