Share

Bab 32. Sebentar Lagi

Auteur: Sulistiani
last update Date de publication: 2026-03-19 04:07:26

Arnie terdiam hingga Daren melepas tangannya dari leher Arnie, wanita cantik itu berpura-pura takut pada ancaman Daren. Padahal ia yakin jika kedua orang tuanya sudah aman bersama kakaknya, melihat Arnie Dian dan patuh Daren pun melajukan mobilnya menuju rumah.

"Jangan pernah membahas soal perceraiannya lagi, mengerti!" ucap Daren.

"Iya," jawab Arnie singkat.

Wanita cantik itu menatap bahu jalan yang sedang mereka lalui, ia tak sabar menunggu surat gugatan cerai itu datang karena ia sudah memin
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 33. Nasehat Sahabat

    "Aku sadar 100% ngomong apa, tapi kamu yang gak sadar kalau sedang kepanasan. Panas ya denger istrinya di incer lelaki lain," ucap Wira sambil tertawa puas.Daren masih menatap sahabatnya itu dengan tajam, sementara Wira dengan santainya duduk di sofa sambil memainkan ponsel."Aku sarankan kau cari bukti kematian adikmu dengan benar, aku gak yakin kalau Arnie pembunuhnya. Jika terbukti Arnie bukan pembunuh nya, lalu dia pergi meninggalkan mu, maka kamu akan menyesal," ucap Wira.Daren duduk di kursi kerjanya, lalu membuka laptop tak peduli dengan apa yang dikatakan Wira. Namun, bukan Wira namanya jika ia berhenti berbicara begitu saja."Dari sekian banyak perempuan yang pernah aku pacari, Arnie adalah tipe perempuan ideal yang belum pernah aku dapatkan. Aku yakin diluar sana juga banyak lelaki yang siap mengejarnya jika dia berpisah denganmu, maka saat itu kamu akan lebih menyesal," ucap Wira."Bisa diem ga? Kalau gak bisa pergi sana!" ucap Daren seraya melempar bolpoin kearah Wira."

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 32. Sebentar Lagi

    Arnie terdiam hingga Daren melepas tangannya dari leher Arnie, wanita cantik itu berpura-pura takut pada ancaman Daren. Padahal ia yakin jika kedua orang tuanya sudah aman bersama kakaknya, melihat Arnie Dian dan patuh Daren pun melajukan mobilnya menuju rumah."Jangan pernah membahas soal perceraiannya lagi, mengerti!" ucap Daren."Iya," jawab Arnie singkat.Wanita cantik itu menatap bahu jalan yang sedang mereka lalui, ia tak sabar menunggu surat gugatan cerai itu datang karena ia sudah meminta kakaknya untuk mengurus hal itu."Bagaimana pun caranya aku pasti bercerai dan pergi dari hidupmu, Mas." gumam Arnie dalam hati.Setelah sampai halaman rumah, Daren meminta Arnie turun dari mobil karena ia harus pergi ke perusahaan lagi, banyak pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan."Aku kembali ke perusahaan, ingat jangan keluar rumah tanpa izinku. Jangan lakukan hal yang bisa membuat nama baikku tercemar!" ucap Daren.Arnie menganggukkan kepala tanpa menjawab ucapan Daren, setelah itu Dar

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 31. Makan Siang

    Daren terus menggenggam tangan Arnie, hingga para karyawan yang melihat mereka lewat pun tak henti menatap dan berbisik."Baru kali ini liat pak Daren gandeng perempuan, jadi iri," ucap salah satu karyawan."Iya, apa setelah ini kita akan terus liat pak Daren dan istrinya mesra-mesraan di kantor. Ah kasian para jomblo," timpal karyawan lain.Arnie mengerutkan keningnya ketika mereka tiba di parkiran dan Daren membukakan pintu mobil untuknya, hal yang tak pernah Arnie bayangkan sebelumnya benar-benar terjadi.Setelah mereka masuk ke mobil, Daren pun mengendarai mobil itu dan tak lama kemudian berhenti di depan sebuah restoran mewah."Kita ngapain kesini?" tanya Arnie."Makan siang, emang mau ngapain lagi ke restoran kalau bukan untuk makan," ucap Daren."Ya Tuhan, apa hari ini matahari terbit dari barat? Kenapa tiba-tiba dia ajak aku makan di restoran?" gumam Arnie dalam hati.Meskipun keheranan, tetapi Arnie tetap berjalan memasuki restoran itu. Kebetulan perutnya sudah lapar dan ia t

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 3. Fakta Selanjutnya

    "Dapat, ternyata Dimas bukan ayah biologis Clarisa. Sudah dapat dipastikan Clarisa adalah anak Maya dengan selingkuhannya dan kamu tahu siapa selingkuhan Maya?" tanya Arga masih dari sambungan telepon."Ya Tuhan, jadi benar Clarisa bukan anak kak Dimas. Lalu siapa selingkuhan mbak Maya?" tanya Arnie semakin penasaran."Orang yang paling dekat dengan Dimas, sahabat sejak jaman kuliah. Ternyata Maya menikah dengan Dimas pun atas permintaan lelaki itu dan gilanya selama ini Maya membiayai hidup lelaki itu dari uang Dimas, sekarang dari uang Daren," jawab Arga.Arnie menggelengkan kepala mendengar penjelasan dari sang kakak, bahkan setelah telepon di tutup Arga mengirimkan bukti-bukti perselingkuhan Maya melalui email kepada Arnie, lengkap dengan hasil tes DNA yang dilakukan Dimas kepada Clarisa 2 tahun lalu.Arnie dengan serius membaca hasil penyelidikan yang di berikan Arga tentang perselingkuhan Maya yang ternyata berkaitan dengan kematian Dimas.Dimas meninggal 1 bulan setelah Daren m

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 29. Konferensi Pers 2

    "Biar aku aja yang jawab, Mas," ucap Arnie saat melihat Daren sedang berusaha menahan emosi. Belum sempat Daren berkata iya atau tidak, Arnie sudah memegang microphone dan mulai berbicara."Suami saya memang tidak pernah membawa saya ke acara penting dan pernikahan kami memang sengaja di rahasiakan. Ada hal-hal yang tidak bisa kami jelaskan, tapi saya yakin mas Daren bukan sengaja mengabaikan saya sebagai istri," ucap Arnie dengan suara lembutnya."Tuan Daren saya masih ada pertanyaan. Apa alasan Anda merahasiakan pernikahan selama dua tahun, kenapa baru sekarang mengenalkan istri Anda di depan umum setelah vidio viral beredar. Apa sebelumnya tak ada niat untuk mengenalkan istri Anda di depan umum?" tanya Wartawan.Daren menghela nafas, ia bingung harus menjawab apa karena sejujurnya ia tak berencana mengenalkan Arnie sebagai istrinya di depan umum. Namun, belakangan ini ia tidak ingin makan makanan selain masakan Arnie dan juga ingin selalu berada di dekat Arnie.Perasaan itu semakin

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 28. Konferensi Pers

    Arnie mengganti baju yang ia kenakan dengan gaun yang kemarin ia beli, lalu memoles wajahnya dengan make up tipis. Tak lupa parfum ia semprotkan, wanita cantik itu pun menggunakan flatshoes dan tas berwarna senada.Sementara di ruang tamu Daren yang sudah selesai sarapan mulai merasa kesal karena menunggu Arnie yang tak kunjung keluar dari kamar."Lama banget sih, aku gak pernah menunggu siapapun seperti ini," gumam Daren seraya melihat jam dipergelangan tangannya.Tak lama kemudian Arnie keluar dari kamar, menuruni anak tangga. Daren mengangkat kepala dan menatap Arnie tanpa mengedipkan mata.Istri yang selama ini ia rendahkan, selalu memakai baju rumahan, dan tak pernah berdandan, kini tampil berbeda. Wanita yang tengah hamil muda itu terlihat cantik dan elegan dengan gaun biru muda dan make up tipis di wajahnya."Gak lama kan, Mas?" tanya Arnie sambil tersenyum."Ehm ... Lama!" ucap Daren seraya merapihkan dasi dan bangkit dari duduknya, ia langsung berjalan meninggalkan Arnie seak

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status