Share

Bab 32. Sebentar Lagi

Penulis: Sulistiani
last update Tanggal publikasi: 2026-03-19 04:07:26

Arnie terdiam hingga Daren melepas tangannya dari leher Arnie, wanita cantik itu berpura-pura takut pada ancaman Daren. Padahal ia yakin jika kedua orang tuanya sudah aman bersama kakaknya, melihat Arnie Dian dan patuh Daren pun melajukan mobilnya menuju rumah.

"Jangan pernah membahas soal perceraiannya lagi, mengerti!" ucap Daren.

"Iya," jawab Arnie singkat.

Wanita cantik itu menatap bahu jalan yang sedang mereka lalui, ia tak sabar menunggu surat gugatan cerai itu datang karena ia sudah memin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 81. Asal Tuduh

    Acara perdata berjalan lancar sesuai harapan, keluarga Natasya sangat senang melihat Natasya begitu diratukan oleh Arga. Malam itu, mereka pun membahas tanggal pernikahan."Melihat Arga begitu menyayangi Natasya, saya tenang melepasnya," ucap Nando- papa Natasya."Papa, walaupun nanti aku menikah dengan Arga bukan berarti papa melepaskan aku sepenuhnya," ucap Natasya.Wanita yang biasa terlihat tegas saat di perusahaan, begitu manja pada papanya."Benar apa yang dikatakan Natasya, Om. Menikahkan bukan berarti melepaskan, aku tidak ingin mengambil Natasya dari keluarganya, justru ingin menjadi bagian dari keluarganya," ucap Arga."Arga ini bijak sekali, sepertinya pernikahan tidak perlu di tunda-tunda lagi. Jika bisa di percepat saja," ucap Marisa-mama Natasya.Mereka berunding, akhirnya sepakat pernikahan Arga dan Natasya akan diadakan bulan depan. Setelah acara selesai, satu persatu tamu pulang menyisakan keluarga inti Dharma Wicaksana, keluarga Martadinata, dan Aminah serta Supriadi

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 80. Pengumuman

    Setelah mengatakan itu, Arnie dan Frans pun melangkah meninggalkan Daren. Belum sempat Daren melangkah mengejar Arnie dan Frans, suara Rudi menggema melalui mikrofon, memecah suasana."Hadirin yang kami hormati," ucap Rudi dengan suara tegas namun ramah. "Terima kasih telah meluangkan waktu untuk hadir malam ini."Riana melangkah setengah langkah ke depan, berdiri sejajar dengan suaminya. "Pesta ini kami adakan bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk menyampaikan sebuah pengumuman penting bagi keluarga kami."Arga dan Natasya berdiri lebih tegak. Wira memusatkan perhatian penuh. Aminah menahan napas, sementara Supriadi menggenggam tangan istrinya erat.Rudi melanjutkan ucapannya, "Selama ini, keluarga kami merasa diberkahi dengan kehadiran banyak orang baik di sekitar kami. Dan malam ini, kami ingin memperkenalkan secara resmi seorang anggota keluarga baru yang sangat berarti bagi kami."Riana menoleh ke arah Arnie. Tatapannya penuh kasih. "Arnie, kemarilah, Nak.""Kesana

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 79. Bukan Wanita Simpanan

    "Menyimak cerita kamu tadi, sepertinya orang tua Arnie bukannya gak suka sama kamu. Mereka cuma takut Arnie tidak diterima oleh keluarga kita," ucap Marta.Frans sudah menceritakan apa yang dikatakan ibu Arnie padanya tadi, hal yang membuat pikiran pengacara tampan itu terganggu. Ditambah kedekatan Arnie dengan Wira, membuat Frans takut jika kesempatan nya untuk memiliki Arnie semakin kecil."Maksud Mama gimana?" tanya Frans."Dulu Arnie menikah dengan lelaki kaya dan berkuasa, tapi disakiti. Itulah sebabnya kedua orang tua Arnie takut jika nantinya keluarga kita menyakiti Arnie," ucap Marta.Frans menganggukan kepala, sekarang ia paham jika apa yang dilakukan Daren dulu bukan hanya menyisakan luka dan trauma di hati Arnie, tapi juga trauma pada kedua orang tuanya.Aminah dan Supriadi tak ingin Arnie menjalin hubungan dengan orang kaya dan berkuasa, karena takut Arnie mengalami kesulitan seperti dulu lagi."Mereka gak pernah mempermasalahkan kedekatan kamu dengan Arnie, tapi mereka ta

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 78. Keluarga Frans

    "Tante, keluarga saya tidak–"Belum sempat Frans menjelaskan lebih banyak, Aminah sudah memotong ucapan pria tampan itu."Nak, Frans. Tante tadi masak banyak, ini ada sedikit buat kamu makan. Tadi Tante juga kasih Wira, tapi kalau kamu gak suka kamu kasih asisten rumah tangga di rumah kamu aja," ucap Aminah.Frans menatap tangan wanita paruh baya itu, ia pun menerima makanan yang di berikan Bu Aminah. Sementara Arnie menatap sang ibu dengan tatapan curiga, tidak biasanya ibunya seperti itu. "Kak Frans, sepertinya suasana hati ibu lagi gak baik. Aku mau ajak ibu bicara dulu ya!" bisik Arnie.Frans menghela nafas, lalu menganggukkan kepala. "Kalau gitu aku pulang ya!""Iya, sekali lagi terimakasih kue nya," ucap Arnie.Frans mengangguk kembali, lalu berterima kasih dan pamit pada Aminah. Setelah itu Arnie pun membawa sang ibu masuk kedalam rumah, lalu bertanya mengapa sang ibu berbicara seperti itu pada Frans. Padahal hampir setiap hari Frans dan Arnie pergi kerja bersama, selama ini A

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 77. Cemburu

    "Ehm ... Lagi ngomongin apa sih, kok sepertinya seru banget," ucap Frans yang tiba-tiba datang ke rumah Arnie."Eh, pak pengacara. Sudah selesai sidangnya?" tanya Arnie dengan senyum ceria."Sudah untuk hari ini, tapi nanti ada sidang lanjutan lagi. Kamu jadi fitting gaun hari ini?" Frans balik bertanya."Jadi, tadi di temani Wira," ucap Arnie.Wira tersenyum, karena waktu sudah sore ia pun pamit kepada Arnie karena ingin segera mengistirahatkan badannya yang terasa lelah. Berapa Minggu ini jadwal pekerjaan Arga selalu full, itu membuat Wira sebagai asisten menjadi orang yang paling sibuk."Arnie, aku pamit pulang ya. Sampaikan terima kasih pada ibumu, aku sangat suka masakannya," ucap Wira."Hati-hati di jalan, nanti aku sampaikan pada ibu. Dia pasti senang kalau tahu kamu suka masakannya," ucap Arnie."Frans, aku duluan ya!" ucap Wira santai. Lalu masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas meninggalkan rumah Arnie. Sementara Frans memperhatikan tangan Wira yang membawa sebungkus ma

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 76. Kehangatan Keluarga

    Wira akhirnya masuk kedalam rumah keluarga Arnie, ia merasa tidak enak karena Arnie terus memaksanya. Mereka berjalan melewati ruang tamu, hingga berhenti di ruang makan."Cuci tangan dulu, setelah itu kita makan bersama!" ucap Aminah begitu ramah."Oke, Bu."Arnie mengajak Wira berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan, setelah itu kembali ke meja makan. Di atas meja, satu per satu hidangan khas Jakarta tersaji dengan rapi. Soto Betawi mengepul hangat dengan potongan daging empuk, nasi uduk pulen berbalut aroma santan dan daun pandan, semur daging dengan kentang, tahu dan tempe goreng keemasan, sayur asem segar, serta sambal terasi buatan sendiri. Semua itu adalah makanan kesukaan Arnie sejak kecil."Wah ibu beneran masak banyak," ucap Arnie."Iya, sibuk banget dari tadi sampai ayah diminta bantu potong-potong sayur," ucap Supriadi."Ibu lagi senang karena sebentar lagi kita diakui sebagai bagian dari keluarga Dharma Wicaksana. Dengan begitu Arga akan leluasa bertemu dengan kita

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 35. Orang Penting

    "Antara kau dan Daren ada fitnah dan kesalahpahaman panjang yang harus diluruskan, kamu wanita baik, Daren pun lelaki baik. Jika aku bisa membantu menyelesaikan masalah ini dan kalian tetap bersama aku sangat senang," ucap Wira.Arnie tersenyum menatap Wira tak percaya, bertahun-tahun ia mengenal

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 33. Nasehat Sahabat

    "Aku sadar 100% ngomong apa, tapi kamu yang gak sadar kalau sedang kepanasan. Panas ya denger istrinya di incer lelaki lain," ucap Wira sambil tertawa puas.Daren masih menatap sahabatnya itu dengan tajam, sementara Wira dengan santainya duduk di sofa sambil memainkan ponsel."Aku sarankan kau cari

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 3. Fakta Selanjutnya

    "Dapat, ternyata Dimas bukan ayah biologis Clarisa. Sudah dapat dipastikan Clarisa adalah anak Maya dengan selingkuhannya dan kamu tahu siapa selingkuhan Maya?" tanya Arga masih dari sambungan telepon."Ya Tuhan, jadi benar Clarisa bukan anak kak Dimas. Lalu siapa selingkuhan mbak Maya?" tanya Arni

  • Dendam Dan Penyesalan Sang Mantan    Bab 28. Konferensi Pers

    Arnie mengganti baju yang ia kenakan dengan gaun yang kemarin ia beli, lalu memoles wajahnya dengan make up tipis. Tak lupa parfum ia semprotkan, wanita cantik itu pun menggunakan flatshoes dan tas berwarna senada.Sementara di ruang tamu Daren yang sudah selesai sarapan mulai merasa kesal karena m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status