LOGIN"Bisa-bisanya kamu membuat perempuan sial ini hamil, mama gak mau punya cucu dari dia. Bagaimanapun caranya anak dalam kandungannya harus di gugurkan!" Arnie begitu terkejut saat tak sengaja mendengar obrolan Daren dan mama nya, 2 tahun menjalin rumah tangga ternyata lelaki itu menikahinya karena dendam. Arnie tidak mengerti mengapa suami dan mertuanya menyimpan dendam yang begitu dalam padanya, sehingga selama pernikahan Arnie diperlakukan seperti pembantu. Arnie bertahan meski sakit hati, ia diam-diam mencari tahu apa penyebab dendam itu dan bertekad membalas semua perlakuan suami, mertua, dan kakak iparnya hingga mereka menyesal.
View MorePagi itu, di dalam ruang utama Klan Ling, suasana terasa canggung. Ling Zhen, pemuda berusia 16 tahun, duduk dengan sikap tenang namun raut wajahnya menyiratkan perasaan yang tak terungkapkan. Di depannya, ayahnya, Kepala Klan Ling, sedang berbicara dengan beberapa tetua klan.
"Aku rasa sudah saatnya Zhen mengikuti ujian Klan," kata Kepala Klan Ling dengan suara yang tegas. Zhen menatap ayahnya, dan meskipun dia tidak berkata apa-apa, hatinya dipenuhi kekhawatiran. Ujian itu adalah batu ujian untuk menentukan siapa yang akan menjadi penerus klan. Ayahnya ingin Zhen memenangkan ujian itu, namun Zhen tahu betul bahwa di balik keinginan itu, ada banyak harapan yang tidak diungkapkan. "Zhen, kamu sudah cukup dewasa untuk ujian ini. Aku yakin kamu bisa melakukannya," lanjut Kepala Klan Ling, mengabaikan tatapan Zhen. Zhen mengangguk pelan. "Ya, Ayah." Tapi di dalam hatinya, Zhen merasa ada yang tidak beres. Di dunia ini, kultivasi bukanlah hal yang mudah, terutama jika seseorang terlahir dengan bakat luar biasa, seperti dirinya. Di luar ruang utama, di halaman belakang Zhen berjalan keluar menuju halaman, menghirup udara pagi yang segar. Di sana, dua sahabatnya menunggu. Mereka adalah Ying dan Xian, yang selalu menjadi tempat curhat Zhen. "Zhen, kamu kelihatan gelisah," kata Ying dengan nada khawatir. "Ada masalah dengan ujian?" Zhen menghela napas dan duduk di salah satu batu besar. "Aku merasa ada yang aneh. Ayah ingin aku menang, tapi... ada sesuatu yang terasa janggal." Xian, yang biasanya lebih banyak diam, akhirnya berkata, "Apa kamu yakin? Mungkin itu hanya perasaanmu saja." Zhen menoleh pada Xian. "Aku tahu aku bisa menghadapinya, tapi... aku merasa mereka ingin lebih dari itu." "Tapi, kamu kan terlahir dengan bakat luar biasa, Zhen," kata Ying mencoba meyakinkan. "Pasti kamu akan menang." Zhen tersenyum tipis. "Bakatku mungkin luar biasa, tapi ada rahasia besar yang tak bisa mereka ketahui." Keduanya terdiam. "Apa maksudmu?" tanya Xian penasaran. Zhen menatap langit biru. "Aku... aku menguasai tujuh elemen legendaris. Tapi itu adalah rahasia besar yang hanya aku yang tahu." "Apa?!" Ying hampir terjatuh dari batu tempat duduknya. "Tujuh elemen? Itu... itu mustahil!" Zhen hanya tersenyum, namun senyum itu tampak menyimpan banyak beban. "Itulah yang akan aku hadapi. Jika mereka tahu, semua bisa berubah." --- Di ruang kultivasi Klan Ling Saat Zhen memasuki ruang kultivasi, suasana terasa hening. Di dalam ruang itu terdapat sebuah altar besar yang dipenuhi dengan batu kristal dan simbol-simbol misterius. Zhen mengangkat tangan, dan tiba-tiba aliran energi mengalir melalui tubuhnya. Suasana di sekitar seketika berubah, dan dia mulai merasakan perubahan dalam dirinya. "BOOOM!" Energi yang luar biasa meledak dalam dirinya, seolah tubuhnya mengeras dan meluas. Zhen merasakan setiap elemen dalam tubuhnya bergerak lebih bebas. Angin, api, air, tanah, petir, cahaya, dan gelap—semua mengalir dengan sempurna, mengalir seperti aliran sungai yang tak terbendung. "BOOOM!" Tingkat pertama kultivasi mulai terbangun, dan Zhen merasakan kekuatan baru merasuki tubuhnya. Meskipun dia sudah menguasai tujuh elemen legendaris, ini adalah saat pertama kalinya dia benar-benar menggunakan kekuatan itu dalam ujian dirinya sendiri. Zhen menutup matanya sejenak, merenungkan perjalanan panjang yang akan dia tempuh. "Jika aku bisa menguasai ini, aku bisa melindungi semua orang yang aku cintai," bisiknya. --- Zhen baru saja melangkah ke tingkat pertama kultivasi, tetapi dia tahu bahwa untuk mencapai puncak, dia harus melewati banyak hal. Dalam sistem kultivasi, ada 12 tingkatan, dan setiap tingkatan memiliki 9 sub-tingkatan. Setiap sub-tingkatan adalah jalan yang harus dilalui dengan tekad dan latihan keras. Di luar ruangan, Ying dan Xian berdiri menunggu. Mereka tahu perjalanan Zhen masih panjang. "Kita akan mendukungmu, Zhen," kata Ying dengan semangat. Zhen tersenyum, "Terima kasih, Ying. Tanpa kalian, aku mungkin sudah jatuh. Tapi aku harus terus maju." Tiba-tiba, suara Kepala Klan Ling terdengar dari pintu. "Zhen, waktunya tiba. Ujian Klan sudah dimulai." Dengan tekad bulat, Zhen mengangguk. "Aku siap, Ayah." Dia melangkah keluar, siap menghadapi ujian yang akan menentukan nasibnya—dan rahasia besar yang ada dalam tubuhnya. **** Zhen melangkah keluar dan berdiri di hadapan ayahnya, yang sudah menunggu di luar ruangan. Kepala Klan Ling menatapnya dengan tatapan serius. "Kamu tahu apa yang harus dilakukan. Jangan kecewakan klan kita." Zhen mengangguk. Namun, dalam hatinya, dia tahu bahwa ujian ini lebih dari sekadar ujian kekuatan. Itu adalah ujian untuk menentukan masa depan seluruh Klan Ling. Namun sebelum dia pergi, Zhen memikirkan tingkatan kultivasi yang sedang dia jalani. Dalam sistem ini, ada 12 tingkatan kultivasi utama, dan setiap tingkatan terbagi lagi menjadi 9 sub-tingkatan yang harus dilewati dengan latihan dan meditasi yang intens. Setiap kali seorang kultivator naik ke sub-tingkatan baru, mereka akan merasakan perubahan besar dalam tubuh mereka—baik dalam kekuatan fisik, energi spiritual, atau bahkan kemampuan mengendalikan elemen. Untuk mencapai tingkat kultivasi yang lebih tinggi, seorang kultivator harus menyempurnakan elemen yang mereka kuasai dan menguasai lebih banyak keterampilan. Dari tingkat pertama, seorang kultivator dapat mulai merasakan dunia spiritual yang lebih luas, sementara tingkatan yang lebih tinggi akan membuka kekuatan yang jauh lebih besar—mungkin lebih dari yang dapat dibayangkan oleh Zhen. "Untuk naik ke tingkatan berikutnya, kamu harus melewati titik kritis," kata ayahnya. "Titik di mana tubuh dan jiwamu teruji, dan saat itulah kamu akan mengetahui sejauh mana kekuatanmu sebenarnya." Zhen mendengarkan dengan cermat. Tingkatan pertama adalah Pemula, tempat seorang kultivator mengasah dasar mereka. Ketika mereka mencapai tingkat kedua yaitu Pembina, mereka mulai dapat mengendalikan lebih banyak elemen dan meningkatkan aliran energi spiritual mereka. Setiap sub-tingkatan dalam setiap tingkatan memberi mereka kemampuan baru untuk mengatasi tantangan yang semakin berat. "Aku akan melakukannya, Ayah," Zhen berkata penuh tekad, meskipun dia tahu dia harus berhadapan dengan lebih banyak rintangan yang belum dia bayangkan. --- Tingkatan Kultivasi Tingkat 1: Pemula – Dimulai dari dasar, belajar mengendalikan energi spiritual dasar dan elemen pertama. Sub-Tingkatan: 1-9, setiap sub-tingkatan membawa pengendalian yang lebih baik. Tingkat 2: Pembina – Mengendalikan lebih banyak elemen, mulai menggabungkan elemen yang berbeda. Sub-Tingkatan: 1-9, memulai proses penyempurnaan elemen. Tingkat 3: Penghubung – Penghubungan energi spiritual dengan dunia luar, meningkatkan pemahaman tentang alam semesta. Sub-Tingkatan: 1-9, pemahaman yang lebih dalam tentang aliran energi. Tingkat 4: Penjaga – Menguasai bentuk fisik dan spiritual, melindungi diri dari bahaya besar. Sub-Tingkatan: 1-9, meningkatkan kekuatan tubuh dan mental. Tingkat 5: Pengendali – Penguasaan penuh atas elemen dan dunia spiritual, dapat mengendalikan alam sekitarnya. Sub-Tingkatan: 1-9, kemampuan kontrol energi dan elemen yang lebih besar. Tingkat 6: Penakluk – Kemampuan untuk menghadapi musuh yang lebih kuat dan mengendalikan wilayah yang lebih luas. Sub-Tingkatan: 1-9, semakin mendalam penguasaan kekuatan elemen. Tingkat 7: Penguasa – Menguasai dunia spiritual, bisa mengubah aturan alam dan fisika. Sub-Tingkatan: 1-9, semakin besar kuasa yang diberikan kepada kultivator. Tingkat 8: Dewa – Sebuah puncak yang sangat jarang dicapai, memungkinkan pengendalian kekuatan alam dan energi kosmik. Sub-Tingkatan: 1-9, hampir mencapai kedudukan abadi. Tingkat 9: Abadi – Seorang kultivator yang telah menguasai dunia spiritual dan alam semesta, hidup tanpa batasan waktu. Sub-Tingkatan: 1-9, kedudukan legendaris dan pengendalian penuh terhadap dunia. Tingkat 10-12: Makhluk Legendaris – Setelah mencapai kedudukan abadi, seorang kultivator dapat melampaui batas mereka dan menjadi makhluk legendaris, memiliki kekuatan yang melampaui alam semesta. --- Zhen menatap langit, bertekad untuk mencapai puncak dan mengungkap rahasia kekuatan dalam dirinya."Mah beneran Arnie nungguin aku di rumah sakit?" tanyanya lirih tanpa menoleh.Murni menahan air mata. "Iya, Arnie sudah menunggu."Daren tertawa kecil, lalu berbisik, "Aku sudah rapih, sudah wangi. Arnie pasti senang ketemu sama aku!"Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah rumah sakit swasta yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Murni turun lebih dulu, lalu membantu Daren turun.Di ruang tunggu, Daren terlihat gelisah. Kakinya tak berhenti bergerak, tangannya gemetar."Mah, kok Arnie gak ada? Dia bohong sama aku, ya?" tanyanya tiba-tiba.Murni menatap wajah kakaknya itu. "Sabar ya, nanti juga dia kesini."Tak lama, seorang psikolog wanita paruh baya memanggil nama Daren."Mas Daren, silakan masuk."Di ruang konsultasi yang tenang dan beraroma lavender, Daren duduk berhadapan dengan psikolog itu. Murni duduk di sampingnya."Saya Dokter Ratna," ucap wanita itu lembut. "Mas Daren, bisa cerita apa yang Mas rasakan?"Daren terdiam dia menatap dokter tersebut, lalu wajah dokter itu beruba
"Sudahlah, Daren. Lupakan dan ikhlaskan saja, mungkin kamu dan Arnie memang tidak berjodoh," ucap Murni mencoba untuk menenangkan anaknya.Daren menggelengkan kepalanya, tatapannya kosong, air mata menetes di pipinya. Ia masih tak mau menerima kenyataan jika Arnie sudah menjadi istri dari lelaki lain, ia tak mau menerima ucapan sang mama jika ia dan Arnie memang tidak berjodoh."Mama tahu kan, Arnie sudah lama cinta sama aku, dia pasti akan kembali sama aku. Sekarang dia cuma lagi marah, nanti kalau dia gak marah lagi dia akan tinggalin lelaki itu dan kembali padaku," ucap Daren sambil tersenyum dan mengusap air matanya.Senyum dan tatapan mata Daren membuat Murni khawatir, ia menggenggam tangan Daren dan berusaha menguatkan serta menyadarkan nya."Daren, jangan buat mama takut. Masa depan masih panjang, jika Arnie tidak bisa jadi istrimu, dia pasti masih mau jadi temanmu," ucap Murni."Mama, Arnie adalah istri ku bukan temanku," ucap Daren sambil tertawa.Ia merebahkan tubuhnya diata
"Saya terima nikah dan kawinnya Arnie Ghasani binti Supriyadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Frans dengan sekali tarikan nafas."Bagaimana para saksi?" tanya penghulu."Sah.""Sah.""Sah.""Sah."Arnie meneteskan air matanya lalu mencium tangan Frans, ia tak pernah menyangka jika hari yang pertunangan yang sudah disiapkan, akan menjadi hari pernikahannya dengan pengacara tampan yang lebih dulu mencintainya. Sementara Frans mencium kening Arnie dan menghela nafas lega, ia merasa senang karena tidak harus menunggu selama setahun untuk menjadikan Arnie istrinya.Beberapa hari yang lalu. "Pertunangannya dibatalkan kita langsung menikah saja, mau ya!" ucap Frans."Kalau begitu aku setuju, lebih baik Arnie dan Frans langsung menikah saja. Daren memang sudah diamankan, tapi aku takut ada lelaki lain yang menginginkan Arnie dan melakukan hal yang seperti Daren lakukan," ucap Arga."Dengar Arnie, kakakmu sudah setuju. Jadi kita tidak perlu tunangan lagi langsung menikah saja
"Dobrak pintunya!" ucap Arga setelah yakin jika di dalam ada adiknya, suara teriakan Arnie membuat Arga dan Frans khawatir.Anak buah Arga mendobrak pintu apartemen yang terkunci itu, setelah berhasil terbuka Frans, Arga, dan Wira berlari memasuki unit tersebut.Darah Frans mendidih saat melihat Arnie diatas sofa dengan tangan dan kaki terikat, Daren sedang memaksa untuk melecehkan nya. Frans menarik Daren dengan kasar lalu memukulnya membabi buta, sementara Arga melepas ikatan di tangan dan kaki Arnie. Janda cantik itu langsung memeluk sang kakak dengan gemetar."Kurang ajar kau! Berani-beraninya melakukan ini pada Arnie, kau pantas mati ...!" teriak Frans sambil terus memukuli Daren.Daren tak bisa membalas, tubuhnya lemah sudah babak belur oleh pukulan Frans, ia tak siap untuk melawan.Melihat Frans yang hampir kehilangan kendali, Wira menahannya."Cukup, Frans. Kau bisa membunuhnya!" ucap Wira seraya menahan tubuh pengacara tampan itu."Lepas! Jangan halangi aku, dia memang panta
Arga meraih ponselnya, ternyata pesan masuk dari Arnie. Ia pun membacanya sambil tersenyum.(Gimana malam pertama, sukses? Berapa kali gol semalam?) Arga tersenyum dan menggelengkan kepala, mengingat apa yang ia lakukan dengan Natasya tadi malam. Lelaki tampan itu tidak menyangka pengalaman pertam
"Sabar ya, Kak. Aku harus membicarakan ini dengan kak Arga dulu," ucap Arnie.Akhirnya Frans pun mengangguk, Arnie dan kedua orang tuanya turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah. Sementara Frans kembali melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya."Arnie, gimana perasaan kamu sam Frans?" tany
Daren melihat foto yang dikirim pesaing bisnis nya, bukan marah ia malah merasa sedih."Gaun pengantin," gumam Daren.Ia tidak cemburu, karena sudah tahu Wira pasti ditugaskan oleh Arga untuk menemani Arnie. Namun, melihat Arnie berdiri bersebelahan dengan manikin yang mengenakan gaun pengantin can
"Tante, keluarga saya tidak–"Belum sempat Frans menjelaskan lebih banyak, Aminah sudah memotong ucapan pria tampan itu."Nak, Frans. Tante tadi masak banyak, ini ada sedikit buat kamu makan. Tadi Tante juga kasih Wira, tapi kalau kamu gak suka kamu kasih asisten rumah tangga di rumah kamu aja," uc






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews