LOGINDua tahun menikah, Olivia Nathasa Wijaya tidak pernah benar-benar menjadi istri. Suaminya, Dimas Pratama, hanya menjadikannya alat untuk kepentingan bisnis… sementara hati pria itu tetap milik wanita lain. Bukan cemburu yang membuat Olivia hancur, melainkan harga dirinya yang diinjak tanpa sisa. Maka Olivia memutuskan untuk membalas dengan cara menyewa seorang pria. Raka Pradipta, seorang pria biasa yang hidupnya berantakan, yang bersedia dibayar untuk menjadi Selingkuhan Olivia. Awalnya semua itu hanya permainan, atau hanya sandiwara untuk melukai. Namun semakin semakin lama, batas itu mulai kabur. Dan ketika perasaan ikut terlibat, baik Olivia maupun Raka tidak bisa mengendalikan hasrat yang semakin lama semakin tak tertahankan...
View MoreOlivia menyesap minuman di dalam gelas yang ada di tangannya. Pikirannya mulai berkelana memikirkan apa yang baru saja ia lakukan. Apa semua ini salah?
Semua bermula ketika dua tahun yang lalu, ia menerima sebuah perjodohan. Ayahnya, Samuel Wijaya, merupakan seorang konglomerat yang menjodohkannya dengan anak seorang konglomerat lain yang bernama Dimas Pratama.
Awalnya, Olivia sempat ingin menolak, tapi kemudian Olivia mengurungkan niatnya karena melihat sosok Dimas yang terlihat sopan dan baik. Olivia mengira jika Dimas memang orang yang baik. Ia berpikir bahwa mungkin kehidupan percintaan Dimas sama sepertinya, selalu dimanfaatkan oleh orang-orang terdekatnya. Maka dari itu Dimas menerima perjodohan ini. Dan karena alasan yang sama, Olivia juga menerima perjodohan tersebut.
Hingga setelah menikah dua tahun lamanya, Dimas selalu saja punya alasan untuk tidak menyentuh Olivia.
Entah pria itu lelah bekerja, atau bahkan punya pekerjaan lain di luar kota. Olivia tetap setia menunggu sampai Dimas benar-benar mau menyentuhnya. Dan karena Dimas tak kunjung melakukannya, maka Olivia memutuskan untuk menyelidikinya.
Benar saja. Dua bulan yang lalu, Olivia mendapati fakta bahwa selama ini, Dimas berselingkuh di belakangnya. Dan ia tahu bahwa alasan itulah yang membuat Dimas tidak pernah benar-benar menjadi suaminya selama dua tahun terakhir.
Olivia merasakan sebuah lengan melingkari perutnya, memeluknya dengan cara posesif dari belakang. Sebuah ciuman mendarat basah di lehernya, membuat Olivia memejamkan matanya menikmati sentuhan basah itu.
“Raka…” bisiknya serak.
“Hemm…” hanya itu jawaban dari pria yang kini sedang memeluk dan menciumi lehernya.
Olivia membalikkan tubuhnya, kemudian menahan dada Raka untuk menghentikan pria itu.
“Kamu harus pulang,” ucap Olivia.
Raka mengangkat sebelah alisnya. “Tidak bisakah aku menginap di sini?” tanyanya dengan nada menggoda.
Olivia tersenyum. “Tidak… tentu saja tidak. Aku juga harus pulang, ke rumah suamiku,” jawab Olivia.
Raka merebut gelas minuman yang ada di tangan Olivia kemudian menyesap sisa minuman tersebut, “Suamimu yang tidak bisa memuaskanmu itu?” tanya Raka dengan nada sinis.
“Bagaimanapun juga, dia tetap suamiku,” jawab Olivia, “Dan kamu, kamu hanya…”
“Kekasih bayaranmu,” Raka menjawab cepat seolah-olah tahu dimana posisinya.
Jemari Raka terulur mengusap lembut pipi Olivia. Seolah-olah mengagumi kecantikan perempuan di hadapannya itu.
Ya, Olivia memang memiliki paras yang cantik, tubuh yang seksi, serta gaya yang selalu tampak elegant. Raka bahkan hampir tidak menemukan kekurangan di dalam diri perempuan itu. Dan itu membuat Raka tak habis pikir, bagaimana bisa suaminya –Si Dimas, berakhir menyelingkuhinya?
“Sudah selesai mengagumi kecantikanku?” tanya Olivia.
Raka tersenyum simpul. Satu hal lagi yang ada dalam diri Olivia adalah, perempuan ini arogan dan sangat percaya diri. Namun, Raka bisa menerima semua itu.
“Belum,” jawab Raka. “Sejujurnya… Aku mau nambah,” ucapnya penuh arti.
Kali ini, giliran jemari Olivia yang bermain di dada bidang Raka. “Mau nambah? kamu yang aku bayar, Sayang… jadi… semua tergantung aku, bukan kamu,” ucap Olivia dengan nada nakal.
“Lalu bagaimana… jika aku yang membuat kamu… mau nambah?” tanya Raka dengan nada menggoda.
“Bagaimana caranya?” tantang Olivia.
Raka lalu menundukkan kepalanya, meraih bibir Olivia, menciumnya dengan lembut namun panas.
Olivia tidak menolak, ia bahkan membalas ciuman Raka lalu mengalungkan lengannya pada leher pria itu.
Ciuman Raka semakin dalam, semakin menuntut, sampai pada akhirnya Rangga menggendong tubuh Olivia dan membawanya kembali ke dalam kamar.
Malam itu, keduanya kembali terlibat dalam pergulatan panas, dimana gairah dan hasrat terlarang diantara mereka tumbuh semakin besar dan sulit untuk dikendalikan…
-TBC-
Setelah memastikan pakaian mana yang cocok dikenakan oleh Raka, maka Olivia dan Raka pamit undur diri. Namun sayangnya, Tante Rita mencegah keduanya pulang, karena Tante Rita mengundang Olivia dan Raka untuk makan malam bersama. Olivia akhirnya tak bisa menolak ajakan Tantenya itu. Hingga kini, keduanya berakhir di sebuah restoran bersama dengan Tante Rita. “Jadi, gimana ceritanya kamu bisa punya simpanan secakep ini?” tanya Tante Rita yang tampaknya sangat penasaran dengan hubungan Olivia dan Raka. “Dikenalin sama temen, Tan,” jawab Olivia. Tante Rita kemudian beralih pada Raka dan berkata “Ayahnya Oliv ini sahabat baik Tante, kami sudah kayak sodara,” ucap Tante Rita menjelaskan. “Saat Oliv nikah sama si Dimas, Tante ini sempat nggak setuju. Nggak tau ya, kayak kurang cocok saja sih menurut Tante,” lanjutnya lagi. Olivia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat bagaimana cerewetnya Tante Rita. “Kalau sama saya, apa sudah cocok, Tante?” tanya Raka kemudian. “Ya… se
Mobil yang ditumpangi oleh Olivia dan Raka akhirnya berhenti di sebuah butik mewah. Raka mengerutkan keningnya saat sampai di sana. Di depan bangunan itu jelas tertulis nama salah satu designer kondang di negeri ini. Untuk apa Olivia mengajaknya datang ke sini? Mereka masuk ke dalam butik tersebut, dan Olivia segera disambut layaknya tamu VVIP di sana. “Tante Rita ada?” tanya Olivia pada salah satu staf butik tersebut. “Ada, silahkan masuk. Nona Olivia sudah ditunggu di ruangan VVIP,” staf butik tersebut akhirnya mengantar Olivia ke ruangan yang dimaksud. Sedangkan Raka, ia memilih mengikuti di belakangnya. “Olivia, apa kabar…” seorang perempuan paruh baya yang sudah menunggu di dalam ruangan tersebut akhirnya menyapa Olivia dengan sangat ramah. Keduanya saling menyapa, memeluk, seolah-olah cukup lama keduanya tak saling bertemu. Itu adalah Rita Silvana, salah satu designer ternama di Indonesia. Tak heran jika Olivia mengenalnya, mengingat bagaimana glamornya penampilan Olivia
“Kabarnya nih ya, katanya si Kirana ini sampai sudah dibeliin apartemen pribadi gitu, dan Pak Dimas sering nginep di sana,” ucap salah seorang temannya itu. Raka masih diam. Ia cukup mendengar dan mencermati apa kabar itu benar atau hanya sekedar gosip saja. Pikirannya kini tertuju pada Olivia. Jika memang benar kabar yang beredar ini, maka pantas saja jika Olivia sudah sangat putus asa dengan kehidupan rumah tangganya bersama Dimas. “Ahh mungkin cuma gosip aja kali ya? masa sih Pak Dimas selingkuhin istrinya? denger-denger, istrinya itu anak konglomerat juga loh… masa ia diselingkuhi?” kata temannya yang lain. “Ya siapa tahu saja istrinya kurang memuaskan,” ucap yang lainnya. Mereka semua tertawa, seolah menggosipkan atasannya adalah hal yang paling membahagiakan. Berbeda dengan Raka. Jemari raka bahkan sudah mengepal, karena Raka tahu bagaimana sempurnanya Olivia. Bagi Raka, hanya pria bodoh yang rela menyelingkuhi perempuan sempurna seperti Olivia. Percakapan di meja kantin i
Raka masih tak bisa berpikir jernih ketika seorang perempuan cantik seperti Olivia memohon untuk ia sentuh, memohon untuk ia tiduri, seolah-olah perempuan ini sedang putus asa dengan hidupnya. Pada saat itu, Olivia udah mendekatkan wajahnya, kemudian meraih bibir Raka dan mulai mencumbunya. Raka terkejut dengan sikap agresif yang ditunjukkan oleh Olivia padanya. Ini memang bukan pertama kalinya ia berciuman, tapi… dengan perempuan seperti Olivia… itu beda lagi. Sensasinya terasa membakar. Mungkin karena Raka tahu bahwa Olivia adalah sitri bosnya, dan itu membuat Olivia jadi terlihat semakin panas di matanya.Raka tidak tinggal diam, Ia mulai membalas ciuman Olivia, menangkup kedua pipi Olivia seakan enggan melepaskan ciuman mereka. Olivia sendiri mengalungkan lengannya pada leher Raka, dan ia mulai kewalahan dengan cumbuan yang diberikan oleh Raka. Ya, bagi Olivia, Raka tampak seperti pria yang mahir dalam hal seperti ini. Olivia bahkan bimbang apa ia harus mengatakan pada Raka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.