LOGINDua tahun menikah, Olivia Nathasa Wijaya tidak pernah benar-benar menjadi istri. Suaminya, Dimas Pratama, hanya menjadikannya alat untuk kepentingan bisnis… sementara hati pria itu tetap milik wanita lain. Bukan cemburu yang membuat Olivia hancur, melainkan harga dirinya yang diinjak tanpa sisa. Maka Olivia memutuskan untuk membalas dengan cara menyewa seorang pria. Raka Pradipta, seorang pria biasa yang hidupnya berantakan, yang bersedia dibayar untuk menjadi Selingkuhan Olivia. Awalnya semua itu hanya permainan, atau hanya sandiwara untuk melukai. Namun semakin semakin lama, batas itu mulai kabur. Dan ketika perasaan ikut terlibat, baik Olivia maupun Raka tidak bisa mengendalikan hasrat yang semakin lama semakin tak tertahankan...
View MoreSetelah mengambil gaunnya di butik Tante Rita, Olivia kembali ke apartemen pribadinya. Di sana, ia sudah membayar make up artist dan juga stylist rambut untuk meriasnya dan menata rambutnya. Tak hanya itu, Olivia juga menyediakan penata rambut untul Raka, karena nanti Raka juga datang ke apartemennya dan berangkat bersamanya dari sana.Saat Olivia sedang sibuk dirias, saat itulah Raka datang. Raka sempat mematung sebentar melihat bagaimana penampilan Olivia yang tampak begitu memesona. Olivia yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum, lalu dia mengejek Raka, “Awas, jangan sampai tegang. Kita sedang akan menghadiri acara,” goda Olivia. “Apa?” sungguh, Rangga tak menyangka bahwa Olivia akan menggodanya seperti itu di depan banyak orang. Para orang yang dipekerjakan Olivia hanya bisa memerah malu mendengar candaan Olivia tersebut. Sedangkan Raka, tidak bisa dipungkiri bahwa ia memang sudah menegang setelah melihat bagaimana sempurnanya Olivia. Raka kemudian segera mengganti pakaiann
Olivia akhirnya pulang setelah puas belanja dan saling curhat dengan Mita. Saat sampai di rumah, ia sedikit terkejut karena sudah mendapati mobil Dimas di sana. Olivia melirik jam tangannya, waktu belum menunjukkan pukul lima sore, tapi Dimas sudah pulang. Itu tidak biasa. Meski begitu Olivia bersikap sebiasa mungkin.Masuk ke dalam kamarnya, Olivia sudah mendapati Dimas yang sudah duduk di pinggiran ranjang dan tampak menunggunya. Wajah Dimas tampak ditekuk, bahkan, terlihat dengan jelas bahwa pria itu kini sedang menatapnya dengan tatapan kesal. “Ada masalah?” tanya Olivia yang tak nyaman dengan tatapan mata Dimas. “Dari mana saja kamu?” tanya Dimas dengan nada dinginnya. “Aku habis belanja sama Mita nih,” jawab Olivia santai sembari menunjukkan paperbag belanjaannya. “Kamu pikir aku nggak tau? semalam kamu nggak pulang kan?” tanya Dimas dengan nada menuntut. Bahkan Dimas sudah bangkit dan mendekat ke arah Olivia seakan ingin mengintimidasi Olivia. “Tau dari mana?” tanya Oliv
Sepanjang pagi, Dimas tidak bisa berhenti memikirkan tentang sosok yang keluar dari dalam mobil Olivia. Dimas penasaran, siapa pria itu? dan apa hubungannya dengan Olivia? kenapa bisa Olivia mengantarnya kerja? Lalu… Dimas mengingat sesuatu. Biasanya, jika ia tidak pulang, Olivia akan menghubunginya, untuk sekedar bertanya dimana dirinya. Namun semalam, Dimas tidak mendapati kabar Olivia sama sekali, padahal semalam ia tidak pulang. Tiba-tiba Dimas memiliki pemikiran yang negatif. Segera ia menghubungi pelayan di rumahnya dan tak lama panggilannya diangkat. “Nyonya ada di rumah?” tanya Dimas secara langsung saat panggilannya diangkat. “Maaf, Tuan. Nyonya belum pulang sejak kemarin,” jawab suara di seberang. “Apa?! kemana dia? apa dia nggak ngasih kabar?” tanya Dimas lagi. “Nyonya hanya berkata bahwa beliau akan menginap di apartemen pribadinya,” jelas sudara di seberang. Rahang Dimas mengetat seketika. Ia bahkan sudah mengepalkan tangannya saat membayangkan bahwa Olivia tidak p
Keesokan harinya, Raka terbangun masih di atas ranjang apartemen Olivia. Ia melihat sekelilingnya, kemudian mendapati ranjang di sebelahnya sudah kosong. Rupanya, Olivia sudah bangung. Raka bangkit, lalu mencari keberadaan perempuan itu. Olivia rupanya sudah rapi dan kini berada di balkon kamarnya dengan secangkir minuman hangat di tangannya dan beberapa potong roti. Melihat Raka yang sudah bangun, Olivia bangkit dan mendekat padanya. “Sudah bangun?” sapanya. Raka mengangguk. “Aku harus kerja,” jawabnya. “Mandilah, aku sudah siapkan kemeja baru buat kamu kerja,” ucap Olivia sembari menunjuk tumpukan pakaian rapi di nakas. Raka mengangguk, mengambil pakaian itu kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi Olivia. Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Raka menuju ke arah balkon dan menemani Olivia duduk sebentar di sana. “Sarapanmu, tadi sudah kupesankan sekalian,” ucap Olivia sembari mendorong sepiring roti dan secangkir kopi yang masih mengepulkan asap. Raka menerim
Setelah memastikan pakaian mana yang cocok dikenakan oleh Raka, maka Olivia dan Raka pamit undur diri. Namun sayangnya, Tante Rita mencegah keduanya pulang, karena Tante Rita mengundang Olivia dan Raka untuk makan malam bersama. Olivia akhirnya tak bisa menolak ajakan Tantenya itu. Hingga kini, ke
Mobil yang ditumpangi oleh Olivia dan Raka akhirnya berhenti di sebuah butik mewah. Raka mengerutkan keningnya saat sampai di sana. Di depan bangunan itu jelas tertulis nama salah satu designer kondang di negeri ini. Untuk apa Olivia mengajaknya datang ke sini? Mereka masuk ke dalam butik terseb
“Kabarnya nih ya, katanya si Kirana ini sampai sudah dibeliin apartemen pribadi gitu, dan Pak Dimas sering nginep di sana,” ucap salah seorang temannya itu. Raka masih diam. Ia cukup mendengar dan mencermati apa kabar itu benar atau hanya sekedar gosip saja. Pikirannya kini tertuju pada Olivia. J
Raka masih tak bisa berpikir jernih ketika seorang perempuan cantik seperti Olivia memohon untuk ia sentuh, memohon untuk ia tiduri, seolah-olah perempuan ini sedang putus asa dengan hidupnya. Pada saat itu, Olivia udah mendekatkan wajahnya, kemudian meraih bibir Raka dan mulai mencumbunya. Raka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews