MasukAngela the daughter of a billionaire was born on a silver spoon she is an innocent girl with a lot of dreams ahead. of her enrolled in the university and fell in love at first sight with Derrick. Ruth CEO's daughter fell in love with Derrick she enrolled in the university second year already Derrick and Angela were lovers Ruth fell in love with Derrick she planned how to outdo Angela she tried many times but she failed Nelly and sally advised her to impersonate Angela since they had sharp resemblance Derrick didn't distinguish between the two Emilio her father allowed her to go to Africa for a vocation she planned the party and that became an opportunity for Ruth to impersonate her after the party and Angela went to the airport Ruth emerged Derrick already drunk and slept with her Angela missed the flight and came back got them red-handed
Lihat lebih banyakBAB 1
Ganda Satya Andika, seorang duda tampan berusia 37 tahun yang sukses memiliki beberapa cabang restoran di kota-kota besar. Sejak berpisah dari sang istri, hidupnya menjadi tidak karuan. Penghianatan besar yang tidak dapat termaafkan membuatnya menganggap semua wanita sama.
'Cinta?' Dia sangat benci kata itu. Baginya cinta adalah pembodohan. Tidak ada dua insan yang benar-benar mencintai dengan sungguh. Jika salah satunya tulus, maka satunya lagi akan membuatmu terluka secara halus, dan itu sangat menyakitkan.
"Carikan aku satu wanita untuk menemaniku malam ini!" Dengan suara bariton yang khas, ia memerintah seseorang via telepon.
Begitulah ia sekarang, menjadikan wanita sebagai objek pemuas nafsu. Tidak ada cinta dalam permainan, hanya ada hasrat yang harus cepat diselesaikan. 'Menikah lagi?' Ah ... Jangan tanyakan itu. Bahkan untuk memikirkannya pun, ia enggan.
Meski putra semata wayangnya, Denis Raksatya Putra yang saat ini berusia 5 tahun sering menanyakan keberadaan ibunya, dia tidak perduli. Dia lebih memilih pergi atau bahkan mengalihkan pembicaraan agar sang anak tidak menanyakan pertanyaan yang membuat otak dan hatinya mendidih.
Pernah begitu mencintai lalu tersayat dusta yang mendalam, membuatnya enggan untuk membuka hati dan berjanji, tidak akan menjadi pria bodoh untuk yang kedua kali.
Di dalam sebuah ruang, lebih tepatnya salah satu kamar hotel. Di sini dia sekarang, bersandar pada kepala ranjang setelah pertempuran panas dengan seorang wanita yang bahkan dia tidak tahu siapa namanya. Menghisap satu batang rokok dengan ditemani wanita yang saat ini sedang bersandar manja di dada bidangnya."Apa kau mau lagi? Aku masih menginginkanmu," rayunya manja sembari mengubah posisi duduknya menjadi bersebelahan dengan si pria.
Dengan senyum nakal dan menggodanya ia mulai beraksi, mencoba membangkitkan gairah yang sempat padam dengan meniup dan mencium leher sang pria. Tidak tinggal diam, jemari lentiknya pun ikut bekerja, mengelus lembut dari perut menuju sesuatu yang berada di bawah pusar si pria.
"Stop! Hentikan itu. Kau boleh pulang sekarang!" Suara tegas itu menginstrupsi.
Namun, ternyata si wanita tidak mengindahkan ucapan si pria, dia terus melanjutkan aksinya lebih jauh, meremas lembut sesuatu yang diharapkannya 'bangun'. Bukan Ganda namanya, jika apa yang dikatakan tidak patuhi.
"Hentikan dan pergi dari sini secepatnya atau kau akan menyesal. Bayaranmu akan aku transfer!"
Dingin dan penuh peringatan. Si wanita pun tidak lagi melanjutkan aksinya. Dia pun bangkit dari ranjang, mengemasi pakaian yang sebelumnya dia pakai.
Di lain tempat, Delia Anastasia seorang gadis manis berusia 20 tahun sedang duduk melamun. Memikirkan nasibnya yang dirasa tidak baik. Ketidakpercayaan dirinya akan visual yang diberikan Tuhan membuatnya sedikit murung. Bagaimana tidak? Dia merasa yang paling jelek di antara teman-temannya. Kulit dengan tona gelap, hidung pesek, tubuh kurus dan aset wanita yang dia miliki pun sama sekali tidak menonjol, 'rata' mungkin hal tersebut yang membuatnya sulit mempunyai pacar.
Dalam hati ingin sekali seperti mereka, memiliki pacar yang royal, tampan, dan baik. Namun, apalah daya, seumur hidupnya, hingga kini ia berusia 20 tahun, dia sama sekali tidak pernah berpacaran. Bukan tidak ingin pacaran, tapi memang sama sekali tidak ada yang mengajaknya jadian (pacaran).
Sudah hampir 6 bulan Delia menganggur, entah sudah berapa kali Delia melamar pekerjaan, tapi selalu saja ditolak. Bukan Delia tidak bagus dalam bekerja, hanya saja para pelamar pekerjaan sangat banyak, membuat namanya tersisih dan terpilih orang lain.
Maklum, dia hanya gadis kampung lulusan SMA. Dengan ijazah SMA, jenis pekerjaan yang dilamarnya tentu bukan jenis pekerjaan dengan gaji tinggi, tapi pelamarnya sangat banyak. Delia bukan orang yang pemilih dalam pekerjaan, selama pekerjaan itu baik, dia akan lakukan dengan sepenuh hati. Dapat diterima sebagai karyawan toko atau cleaning service pun dia sudah sangat senang.
Seperti saat ini, dia tengah sibuk mencari-cari lowongan pekerjaan di media sosial. Dia tidak patah semangat, tak jarang ia pun sering bertanya kepada teman-temannya tentang lowongan pekerjaan.
"Del, ada loker ni!"
Ucapan teman seperjuangan Delia dalam mencari pekerjaan pun membuat mata Delia mengembang beberapa centi.
"Seriusan? Di mana? Kerja apa?Gajinya berapa?" cerca Delia dengan mata berbinar.
"Buset, dah. Sabar, Bu, Sabar!" balas Lila dengan tatapan malas.
"Buruan, ayo kita ke sana! keburu tuh tempat diisi orang." Delia sangat bersemangat.
"Tenang, ini ada cabang restoran baru, dan lagi butuh banyak karyawan," jelas Lila dengan santai.
"Nama restorannya apa?" tanya Delia penasaran.
"DF," jawab Lila singkat.
"DF itu apaan?" tanya Delia kembali.
"Deliciouse Food." Lila kembali menjawab.
"Ya, elahh. Pake disingkat segala," ujar Delia dengan menjulingkan bola mata.
Pagi-pagi buta, Delia dan Lila sudah bangun untuk bersiap pergi melamar pekerjaan ke lokasi cabang baru restoran tersebut. Delia dengan gaya rambut diikat satu pada bagian belakang kepala, dan pakaian casual-nya celana jeans putih, kemeja hitam dengan aksen pita dibagian dada, membuatnya terlihat sangat manis.
Sedangkan Lila yang biasa terlihat dengan pakaian kebanggannya yaitu daster, kali ini harus mengikuti prosedur para pelamar, yaitu berpakaian rapi. Lila terlihat sangat berbeda, dia terlihat sangat cantik.
"Aduhaiiii ... cantik bener si kawan, bisa-bisa naksir nih, para preman pasar. Haha," ledek Delia.
"Diem, berisik banget!" jawab Lila seolah tak peduli, meski dalam hati dia juga mengagumi dirinya sendiri 'cantik juga aku ya'. Iya, begitulah perempuan yang jarang berdandan, sekalinya berdandan orang-orang akan terheran begitu pun dirinya sendiri.
Di sinilah mereka sekarang, dalam salah satu ruangan luas di restoran tersebut. Mengantri duduk berbaris menunggu petugas memanggil nama mereka untuk sedikit diwawancara oleh manager restoran. Ternyata banyak pelamar yang datang, saat mereka tiba di lokasi pun tempat sudah padat, padahal mereka datang pada waktu pagi.
"Ya Tuhan ... sangat banyak pengangguran di negeri ini, kasihan sekali mereka," ujar Delia tanpa sadar. Lila yang mendengar pun tertawa.
"Iya, termasuk kamu." Lila menanggapi dengan sisa tawanya.
"Hehe ... termasuk kita, dong!" jawab Delia dengan bangga dan cengiran yang menunjukan gigi rapinya.
Setelah menunggu hampir 4 jam, akhirnya giliran Delia memasuki ruang wawancara. Sebelum memasuki ruangan, Delia sedikit menggerutu, sebab make up tipis yang dia pakai telah luntur. Meski ruangan luas tempatnya menunggu difasilitasi AC tapi tetap saja, kelamaan menunggu membuat make up-nya pudar.
Untung saja teman sebelah dia duduk, berbaik hati memberinya bedak dan lipstik, agar Delia terlihat lebih baik. Sebab sungguh tidak lucu, berhadapan dengan manager restoran untuk pertama kali dengan wajah yang kusam.
"Delia Anastasia," ujar manager sembari membuka lembaran CV Delia. Delia hanya diam, berdoa agar dia diterima bekerja di restoran ini. Tidak masalah meski dia dijadikan tukang parkir sekali pun.
Ruth and Nelly shocked after realising that Derrick did project for Angela they sat in class discussing how to counter Angela, Angela came in after handing over the two projects and went straight to where Derrick is seated and sat beside him"You see how can some do the project without involving her inst that against the examination rules?" Ruth asked."I think you have a point I think we should report this matter to the lecturer" Nelly addedThe students had already known that Nelly and Ruth are full of malice they have been isolated for the students not to get themselves in problems, they separated from the rest of the class liner the new student came and joined them thinking that they were discussing about the project"Liner welcome" Ruth said"Are you discussing about the project I realized that Angela had given out hers" liner said.Ruth and Nelly looked at her in surprise."Why are you two looking at me that way?" Liner asked"That is what we talked with Nelly right now" Ruth r
Lecturer sat in his office taken by thought he reckoned that Derrick's project was the best he smiled taken by thought on how judges thought the project was plagiarized but Derrick defended his project like never before."This boy, how did he maned to defend his project with seal and vigour" he said to himself smiling."I am proud of this boy but ladies are fighting for him I hope he is not falling to women" Lecturer said to himself.He held his phone to call, derrick's phone rang Derrick looked at his phone"Angela, the lecturer is calling" Derrick said.Angela surprised and shocked "What could be the call for is it that once again your project is the best?" Angela asked"Kindly receive the call its good news don't worry" Angela said emotionally.Derrick picked the call"Hello sir, how are you doing" Derrick greeted."I am doing good Derrick, I have good news for you, your project with Angela are the best you are going to represent our university in the international stage" Lecture
Nelly felt uneasy after the lecturer slammed at them she wished the floor could open and swallow them,Ruth gaze at the lecturer as he hand over the book that will guide them to do the project."You two disappear I don't want to see you in my office!" Lecturer fumed.The students heard the commotion as Nelly and Ruth rushed out of the office as fellow classmate watched as they flew the door to close they laughed in unison they rushed towards the class as students cheered Angela got surprised liner knew what transpired in the office,Ruth and Nelly rushed without uttering any word to the class as fellow classmates watched they sat to pretending that they went to request for the book from lecturer"I wish I knew I couldn't have followed your advice" Nelly said"Who told you to follow me did I uses cane, you were the one whom you tried to convince me to go and tell the lecturer that Angela has cheated in project " Ruth said "I think I chose a wrong friend" Nelly responded."You gave cour
Ruth and Nelly shocked after realising that Derrick did project for Angela they sat in class discussing how to counter Angela, Angela came in after handing over the two projects and went straight to where Derrick is seated and sat beside him"You see how can some do the project without involving her inst that against the examination rules?" Ruth asked."I think you have a point I think we should report this matter to the lecturer" Nelly addedThe students had already known that Nelly and Ruth are full of malice they have been isolated for the students not to get themselves in problems, they separated from the rest of the class liner the new student came and joined them thinking that they were discussing about the project"Liner welcome" Ruth said"Are you discussing about the project I realized that Angela had given out hers" liner said.Ruth and Nelly looked at her in surprise."Why are you two looking at me that way?" Liner asked"That is what we talked with Nelly right now" Ruth r
Angela fell in love with Derrick she felt comfortable with him the caretaker came and took away the utensils after eating the evening meals Angela followed him behind and closed the door and came back to sleep beside Derrick, Derrick was on her and kissed her Angela thought of the soap opera movies
The lecturer came into the class carrying papers for the new students he went and sat in front of the class Derrick sat before the lecturer with a lot of expectations in the new university behind him a beautiful billionaire's daughter sited he looked back and eyes met Angela smiled she realized tha
The celebration mood continued Derrick and his team arrived at Oxford university they were quiet they drew with Aberdeen university one goal each he was shocked to see Angela carried all around the university by students he knew she was the one who made the team win they alighted from the bus they
The team was ready to go for any competition already they had trained enough and they were invited to play at the nearby university to play friendly match Joy checked the list in the early morning she discovered that she is in short of one player she countered check through the list and his list sh






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.