登入Heran dengan pernyataan itu, Ethan kemudian mengerutkan keningnya dan langsung kembali bertanya setelah tidak mendapatkan jawaban pasti."Kalau tidak sakit, kenapa bisa mual dan muntah seperti ini?"Dokter itu kembali tersenyum dan kemudian berkata dengan wajah penuh sahaja seakan bersiap berikan kabar baik.Celia masih menyimaknya dan sebenarnya wanita itu tidak bisa membedakan asam lambung dan beberapa gejala penyakit lainnya. Setelah menikah, wanita tersebut juga tidak pernah merasakan lambungnya sakit lagi sehingga rasanya aneh jika di dalam keadaan yang membahagiakan justru asam lambungnya naik. Dokter itu menarik napasnya dan kemudian mengucapkan dua kata yang membuat pasangan suami istri itu langsung terkejut dibuatnya. "Nyonya hamil."Keduanya membeku seketika mendengar berita ini. Bukan karena tidak bahagia, namun cukup terkejut dengan apa yang telah terjadi. Celia merasa bahwa dokter mungkin salah mendiagnosa karena dirinya memang memiliki kesulitan untuk hamil dan bahk
Makan malam yang seharusnya menjadi momen untuk mengisi perut dengan hidangan yang mewah kini berubah menjadi mengkhawatirkan. Ethan memanggil manager hotel untuk melakukan protes dan berpendapat bahwa pelayan di tempat ini berusaha untuk meracuni dirinya dan juga sang istri. "Saya tidak mau tahu, hotel ini harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang serius dengan istri saya."Perkataannya cukup tegas dan membuat wajah lelaki itu benar-benar tidak ramah.Celia beristirahat di kamar hotelnya, menunggu dokter yang sedang pria itu panggilkan untuknya. "Tuan, kami benar-benar meminta maaf dan tidak ada hal yang aneh dalam hidangan ini. Beberapa tamu juga memesannya dan sejauh ini tidak ada masalah ..."Ethan yang mendengarnya merasa kesal sehingga pria itu kemudian berkata dengan wajah garang."Bisa saja salah satu pelayan memasukkan sesuatu hingga membuat istri saya mual seperti itu."Sang manager kemudian menatap ke arah dua pelayan yang melayani tamu mereka tadi. "Apa kalian
Rasanya Ethan bukanlah tipikal pria yang akan langsung mengatakan perasaannya. Namun, pria itu menyadari bahwa dirinya justru bersikap lunak ketika wanita ini menatapnya dengan pandangan polos seperti demikian.Alih-alih tidak menjawabnya, Ethan justru memandang balik ke arah istrinya hingga langkahnya kini ikut berhenti. "Kenapa? Memangnya ada yang salah?"Bersikap santai dan menggampangkan semuanya, Ethan tahu bahwa sikapnya mungkin tidak bisa langsung romantis ataupun hangat seperti yang banyak wanita inginkan selama ini. Namun, dirinya sudah berusaha untuk bersikap jauh lebih baik."Kau tidak salah mengatakan ini?""Apa kau pernah melihatku salah bicara?"Celia rasakan telinganya memanas dan wanita itu tahu bahwa ini sikapnya menjadi malu-malu karena perkataan suaminya sendiri. Mengalihkan pandangannya dan menatap kembali ke depan. Langkahnya juga berjalan pelan beriringan dengan suaminya di area pinggiran sungai yang nampak begitu indah kali ini. Mereka pergi ke sebuah pulau
Hari yang paling membahagiakan bagi pasangan yang baru meresmikan hubungan kali ini. Pernikahan dibuat begitu mewah dengan banyak sekali tamu undangan, bahkan lebih banyak dibandingkan pernikahan sebelumnya. "Selamat atas pernikahan Anda, Pak Rigel."Ucapan selamat datang terkhusus untuk pria tersebut yang kembali menikah setelah melajang beberapa bulan. "Terima kasih banyak."Menjawabnya dengan senyuman penuh sahaja, Rigel tahu bahwa banyak sekali orang yang membicarakannya karena dirinya kini telah menikah lagi. Beberapa dari mereka juga datang saat dirinya menikah dulu dengan Celia. Mungkin itulah yang membuat orang-orang memilih untuk membicarakan istri barunya. "Itu istri keduanya. Ke mana ya istri pertamanya dulu?"Bisik-bisik seperti itu sebenarnya cukup mengganggu telinga Nadine yang mendengarnya. Namun, wanita tersebut tidak mempermasalahkan dan kembali memamerkan senyumnya di hadapan para tamu undangan. Apa pun yang dikatakan oleh para tamu, hal itu tidak akan membuat
Sementara itu di kehidupan yang lain dan tentu saja sangat menenangkan dibandingkan dulu. Pasangan suami istri yang sedang menikmati waktu santai mereka di akhir pekan tiba-tiba saja mendapatkan kiriman yang ditujukan di apartemen sewa mereka. "Aku tidak tahu apa tujuan Rigel memberikan undangan ini dan mengirimkannya di apartemen lama. Tetangga lama kita malah mengantarnya kemari," ujar Lidia. Wanita itu mendapatkan undangan pernikahan juga dari mantan menantu mereka yang dengan percaya diri memberikan sebuah undangan setelah apa yang terjadi. Berpikir jika Rigel hanya mau bersikap pamer atas segala yang didapatkan, padahal mereka juga tahu bahwa wanita yang dinikahi oleh pria tersebut adalah selingkuhan di masa lalu yang membuat Rigel meninggalkan Celia begitu saja. Finansial orang tua Celia sudah berubah menjadi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya dan sejauh ini tidak ada masalah yang menjangkiti. Melihat undangan di atas meja rasanya begitu jijik hingga membuat Li
Celia yang mendengarkan pertanyaan itu lantas menatap suaminya itu dengan gurat penuh kecurigaan."Kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali menanyakan apakah aku sudah mendapatkan tamu bulanan atau belum?"Ada sedikit keraguan juga di dalam pikiran wanita tersebut jika memang suaminya mengharapkan seorang anak di pernikahan mereka. Pemeriksaan beberapa waktu lalu yang ia lakukan dengan Vilia mungkin memang menghasilkan sebuah kabar baik, namun untuk saat ini rasanya hanya bisa menaruh semuanya pada sebuah pengharapan. "Aku hanya ingin bertanya saja," balas pria itu dengan nada santai. Celia yang tidak puas dengan jawaban tersebut lantas merepet dan kemudian kembali memberikan sebuah pertanyaan untuk suaminya. "Kau berniat mengubah perjanjian kita?"Melihat wajah sang istri yang terlihat ragu dengan hal ini justru membuat pria tersebut mengerutkan dahi karena tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Celia."Diubah bagaimana?"Saat pertanyaan itu keluar dari mulut suaminya, enta







